
Acara bulan madu itu akhirnya berjalan dengan lancar. Jessica dan Rafael menikmati sisa-sisa liburannya di Maldives bersama-sama. Keduanya melakukan berbagai kegiatan seperti snorkling, diving, jalan-jalan dan membeli oleh-oleh untuk keluarga mereka.
Jane dan Simon ikut bahagia melihat kemesraan yang diperlihatkan kedua pasangan pengantin baru itu. Rafael tanpa sungkan memperlihatkan perhatiannya pada Jessica. Bahkan sikap posesif Rafael semakin menjadi-jadi pada istri kecilnya itu. Membuat Jessica di satu sisi merasa kesal namun di sisi yang lain juga merasa bahagia. Karena sikap posesif itu diperlihatkan Rafael untuk menunjukkan kepemilikannya pada Jessica.
Ketika dua pasang suami istri itu sedang asyik menggelar acara barbeque di pinggir pantai. Rafael dan Simon yang bertugas membakar daging sapi sementara Jessica dan Jane bertugas menyiapkan sayuran dan makanan lainnya.
“Jane?”panggil Jessica
“Ada apa?”tanya Jane melihat wajah serius Jessica
“Kau sudah berteman lama dengan Rafael kan?”tanya Jessica memastikan
“Iya. Memangnya ada apa? Ada yang ingin kau tanyakan?”tanya Jane
Jessica sebenarnya enggan menanyakan hal ini. Tetapi rasa penasarannya yang besar membuat dirinya memberanikan diri bertanya.
“Apa kau juga mengenal Celine?”tanya Jessica
Jane spontan menoleh ke arah Jessica.
“Darimana kau tahu tentang Celine? Apa Rafael yang memberitahumu?”tanya Jane memastikan
“Iya. Dia sudah menceritakan semua tentang masalalunya”jawab Jessica
“Lalu apa yang masih mengganjal di hatimu?”tanya Jane
Jessica menatap suaminya yang berdiri tak jauh dari dirinya. Keduanya saling bertatapan lalu saling melempar senyum.
“Aku hanya ingin tahu seperti apa Celine. Apa kau bisa menceritakannya padaku”tanya Jessica
“Kau yakin ingin mendengar ceritaku tentang Celine? Apa kau siap?”selidik Jane
“Aku siap”jawab Jessica tegas
“Baiklah jika itu maumu”
Jane mulai menceritakan tentang Celine. Jessica tampak antusias mendengarkan cerita tentang saingan terberatnya itu.
“Celine adalah teman kami sewaktu SMA. Dia gadis yang sangat sempurna. Cantik, pintar, juga pemberani”
“Wah, rupanya dia sangat berlawanan dengan aku”gumam Jessica dalam hati
“Antara Rafael dan Celine, siapa yang menembak lebih dulu? Apa kau tahu siapa?”tanya Jessica
Jane tersenyum melihat rasa ingin tahu Jessica yang sangat besar.
“Setauku Rafael yang menembak Celine lebih dulu”sahut Jane
__ADS_1
Hati Jessica mendadak seperti dicubit mendengar jawaban Jane.
“Kau kenapa?”tanya Jane kuatir melihat ekspresi kemarahan di wajah Jessica
“Aku tidak apa-apa. Lanjutkan saja ceritamu! Aku akan dengarkan!”sahut Jessica
“Rupanya dia yang jatuh cinta pada Celine”gerutu Jessica dalam hati
“Apa kau tahu kenapa mereka putus?”tanya Jessica
“Kakek Arthur tidak merestui hubungan mereka berdua. Karena itu mereka dipisahkan”sahut Jane
“Kenapa?”tanya Jessica
“Celine bukanlah berasal dari keluarga berada seperti keluarga Miller. Dia hanya gadis biasa yang banting tulang membiayai keluarganya dengan cara menjadi foto model”ungkap Jane
“Jadi, karena status sosial mereka yang berbeda makanya mereka putus?”tanya Jessica
“Terpaksa putus”ucap Jane dengan penuh penekanan
Jessica terdiam. Rupanya Rafael dan Celine tidak putus karena keinginan mereka sendiri tetapi dipaksa untuk putus.
“Kakek Arthur tidak setuju Rafael menjalin hubungan serius dengan Celine. Karena Celine adalah seorang foto model majalah dewasa”ucap Jane
Jessica kaget. Dia tidak menyangka ternyata Celine adalah foto model majalah dewasa di usianya yang masih sangat muda waktu itu.
“Sejak saat itu, Rafael berseteru dengan kakek Arthur. Celine memilih pindah ke Amerika dan menerima tawaran menjadi model Victoria Secret. Sedangkan Rafael minggat dari kediaman Miller dan memilih tinggal di apartemennya yang sekarang”ucap Jane
Dirinya mulai sedikit paham kenapa hubungan Rafael dengan kakek Arthur begitu dingin.
“Karena itu, Rafael berubah menjadi playboy?”
Jane menganggukkan kepalanya.
“Iya. Sejak putus dari Celine, Rafael mulai menjadi playboy yang melanglang buana. Dia akhirnya menjadi penakluk wanita. Aku tak tahu berapa banyak wanita yang sudah dikencaninya. Tapi dia mendapat gelar playboy nomor 1 di Oxford sewaktu kuliah”
Jane menatap wajah istri sahabat kecilnya.
“Aku tak tahu sejauh mana perasaanmu pada Rafael. Tapi percayalah, dia sekarang sudah berubah. Dan aku tahu itu karena kamu”puji Jane
“Karena aku?”tunjuk Jessica pada dirinya sendiri
Jane menganggukkan kepalanya. Ada perasaan bangga di hati Jessica mendengar Jane memuji dirinya.
“Dari yang aku lihat, kau sangat mirip dengan mommy Isabelle”ucap Jane
“Aku? Mirip mommy Isabelle? Ibu mertuaku?”tanya Jessica
__ADS_1
“Sifatmu sangat mirip beliau. Caramu bicara, caramu tertawa bahkan senyummu pun mengingatkan aku pada beliau. Itu sebabnya aku tahu, dia melihat sosok mommy Isabelle dalam dirimu”ungkap Jane
Jane meraih tangan Jessica dan menggenggamnya.
“Jess, aku percayakan Rafael padamu. Cintai dia! Bahagiakan dia! Dia pantas bahagia. Dia terlalu banyak menderita sejak kecil karena kesalahan yang tidak pernah dilakukannya. Hidupnya selama ini dipenuhi kebencian. Karena itu cintai dia! Dan aku tahu hanya kamu yang bisa melakukannya”pinta Jane dengan wajah memohon
“Ada apa ini? Serius sekali”ucap Simon
Jessica dan Jane saling berpandangan dan melepaskan tangan masing-masing. Rafael duduk di samping Jessica sedangkan Simon duduk di samping istrinya.
“Tidak ada apa-apa. Aku hanya sedang menghibur istrimu saja. Dia bilang dia insecure memiliki suami nakal sepertimu”goda Jane pada Rafael
Rafael menatap Jessica sambil mengernyitkan dahinya.
“Apa itu benar?”tanya Rafael
“Dia takut kau akan mengendap malam-malam mencari kehangatan di luar”goda Jane sekali lagi
“Jangan bicara sembarangan! Aku sudah lama tidak “jajan di luar””tegur Rafael pada Jane
“Benarkah?”tanya Jessica sambil menatap tajam suaminya itu
“Sialan kau Jane! Lihat akibat perbuatanmu padaku!”gerutu Rafael pada Jane
Kemarahan Rafael justru disambut tawa keras Jane yang berhasil mengerjai pasangan pengantin baru.
“Kalo kau tak percaya, tanyakan pada nyonya besar! Kapan terakhir kali aku “jajan di luar””ucap Rafael
Jessica mengernyitkan dahinya karena bingung dengan jawaban Rafael.
“Kenapa aku harus tanya nenek Elizabeth? Memangnya nenek Eliz tahu jadwalmu ketika jajan diluar?”tanya Jessica penasaran
“Kau lupa. Lihat di sana!”tunjuk Rafael pada pengawalnya yang berdiri lumayan jauh dari mereka.
“Berapa banyak mata-mata nyonya besar di sekitarku? Tentu saja dia tahu semuanya. Bahkan mungkin mereka berdua ini juga mata-mata nyonya besar”tuduh Rafael pada kedua sahabatnya
“Enak saja kau bicara. Jika kami mata-mata nenek Eliz, untuk apa kami membantumu merancang sandiwara kemarin. Sudah kami bocorkan saja perasaanmu pada Jessica tanpa perlu membantumu dengan sandiwara konyol seperti itu”keluh Simon
“Benar juga”sahut Jane mengiyakan jawaban suaminya
“Sudah-sudah. Dagingnya keburu dingin. Sebaiknya kita makan sekarang!”ajak Simon
Akhirnya mereka berempat makan daging barbeque bersama-sama. Mereka berbincag santai diselingi tawa dan canda. Suasana sangat hangat di antara mereka berempat. Sesekali Jessica menatap sang suami yang bisa tertawa dengan ceria. Jessica bahagia melihat Rafael bisa tertawa dan dipenuhi dengan cinta seperti yang mereka lakukan sekarang.
“Aku janji akan mencintaimu dan akan membahagiakanmu”janji Jessica dalam hati
Rafael juga tampak menatap sang isti dengan tatapan penuh cinta. Rafael tersenyum melihat wajah cerah Jessica yang selalu bisa membuatnya bahagia bersama wanita cantik itu.
__ADS_1
“Terimakasih sudah hadir dalam hidupku. Aku akan selalu mencintaimu Jessica”gumam Rafael dalam hati
Rafael menggenggam erat tangan Jessica di bawah meja. Membuat Jessica menatap suaminya penuh keheranan namun Rafael justru tersenyum dan berbincang dengan Simon dan Jane seolah tidak terjadi apa-apa.