
“Untuk apa aku peduli, jika kau sendiri tak menganggap aku sebagai istrimu. Jika kau masih menghormatiku, pasti kau takkan melakukan itu di depanku. Tapi lihat! Kau bahkan berciuman dengan mantanmu”ucap Jessica menumpahkan semua kekesalan dalam hatinya
Rafael yang mendengar curahan hati Jessica, justru merasa bahagia. Karena dia bisa melihat Jessica mulai cemburu dengan kedekatannya bersama Jane. Itu artinya rencananya berhasil. Karena kini dia bisa melihat Jessica cemburu pada dirinya.
Rafael tampak menarik sudut bibirnya.
“Jadi kau cemburu karena aku berciuman dengan Jane?”goda Rafael
“Hah..cemburu? Siapa juga yang cemburu? Aku tidak cemburu”bohong Jessica sambil memalingkan wajahnya
Rafael memegang wajah Jessica lalu dalam sekejap diciumnya bibir lembut Jessica. Jessica membelalakkan matanya begitu mendapatkan ciuman dadakan dari suaminya. Rafael terus mencium bibir lembut itu dengan menggebu-gebu. Membuat Jessica yang kaget, berusaha melepaskan diri dari Rafael namun Rafael terus menciumnya tanpa ampun. Jessica yang hampir tak bisa bernafas akhirnya justru menampar Rafael.
“Plakkk”
Rafael yang mendapat tamparan di pipi, langsung melepaskan pertautan bibirnya. Rafael menatap Jessica dengan tatapan penuh kemarahan. Sementara Jessica dengan gemetaran menatap tangannya sendiri yang sudah menampar pipi suaminya hanya karena tak ingin dicium oleh Rafael.
Rafael yang marah, memilih meninggalkan Jessica dan keluar dari kamarnya. Jessica yang menyesal sudah menampar suami tampannya hanya bisa menatap punggung lelaki itu yang perlahan menghilang dari pandangan matanya.
“Brakk”
Pintu kamar ditutup dengan keras oleh Rafael. Membuat Jessica sempat memejamkan mata saking kagetnya.
Jessica terduduk di tepi ranjang dengan lesu sambil menatap telapak tangannya sendiri.
“Kenapa aku justru menampar dia?”gerutu Jessica sambil beruraian airmata
Kali ini Jessica menangis karena menyesali perbuatannya yang tanpa sengaja sudah menampar Rafael.
“Apa yang sudah aku lakukan?”gerutu Jessica menyesali diri
Jessica terus menangis. Acara bulan madu yang seharusnya membawa kebahagiaan justru diwarnai dengan airmata. Jessica tak menyangka pernikahannya yang baru seumur jagung, terus mendapat ujian seperti itu. Sejak awal datang sampai sekarang, Jessica merasa acara bulan madunya benar-benar berantakan. Diwarnai dengan kemarahan, kesedihan, kekecewaan.
“Kenapa jadi begini?”tanya Jessica dalam hati sambil terisak
Di tempat yang lain,
Rafael yang dipenuhi api kemarahan karena mendapat tamparan oleh sang istri, terus berjalan ke kamar Jane dan Simon. Kedua pasangan suami istri itu dibuat bingung melihat ekspresi kemarahan yang ditunjukkan oleh Rafael.
“Hei bro, kenapa wajahmu seperti itu? Apa kau dan Jessica belum berbaikan?”tanya Simon
“Gadis itu baru saja menamparku”ucap Rafael dengan wajah mengeras
Simon dan Jane saling bertatapan.
“Gawat! Kenapa Jessica menampar Rafael?”tanya Jane pada Simon sambil berbisik
“Jangan diambil hati Raf..istrimu pasti tidak bermaksud menamparmu. Mungkin dia ingin mengelus pipimu, hahahaha..”canda Simon berusaha mencairkan suasana
Namun yang terjadi justru dia mendapatkan tatapan tajam dari lelaki yang sedang dipenuhi kemarahan itu. Membuat pasangan suami istri itu menelan ludahnya dengan susah payah.
__ADS_1
“Dari dulu aku paling tak suka jika dia sudah memasang mode mengerikan seperti itu. Rasa-rasanya dia bisa mencabik-cabik orang dengan tatapan tajamnya itu”gerutu Simon pada Jane
Jane duduk di samping Rafael dan berusaha menenangkan hati sahabatnya itu.
“Raf, aku yakin Jessica tidak sengaja. Kau jangan marah!”ucap Jane
Namun Rafael seperti tak ingin mendengarkan nasehat apapun dari kedua sahabatnya. Akhirnya Rafael memilih beranjak dari tempatnya.
“Kau mau kemana?”tanya Jane kuatir
“Kemana lagi? Tentu saja ke club malam”jawab Rafael dengan santainya
Jane dan Simon ikut dibuat pusing menghadapi masalah antara pengantin baru itu.
“Seharusnya kita sejak awal tak membantu Rafael. Kalo tahu jadinya seperti ini”keluh Simon
“Jessica juga kenapa harus menampar Rafael? Apa dia tidak tahu kalo suaminya itu paling anti jika sudah ditampar?”keluh Jane
“Kita harus bagaimana sekarang?”tanya Jane
Setelah berdiskusi bersama, keduanya sepakat untuk menceritakan semuanya pada Jessica. Akhirnya keduanya pergi ke kamar Jessica dan Rafael.
****
“Tok..tok..tok”
“Kalian?”
“Boleh kami masuk?”tanya Jane
Jessica sebenarnya enggan melihat kedua pasangan suami istri itu, tapi Jessica memilih membiarkan keduanya masuk.
“Silahkan masuk!”ucap Jessica menyambut kedua tamunya.
Tak bisa dipungkiri ekspresi kemarahan masih nampak jelas terlihat di wajah cantik Jessica.
“Jess, ada hal penting yang harus aku sampaikan padamu”ucap Jane
“Apa lagi yang ingin kalian sampaikan?”tanya Jessica dengan ketus
“Tolong dengarkan dulu penjelasan istriku”pinta Simon
Akhirnya Jane menceritakan semuanya. Menceritakan semua rencana mereka untuk membuat Jessica menyadari perasaannya pada Rafael. Jessica yang awalnya enggan, kini tampak antusias mendengarkan setiap penuturan Jane.
“Jadi semua itu palsu? Semua hanya pura-pura?”tanya Jessica memastikan
“Tentu saja. Mana mungkin aku berpacaran dengan Rafael. Dia sudah seperti adikku sendiri”sahut Jane
“Tapi tadi kalian..”
__ADS_1
Jessica tak berani melanjutkan perkataannya karena ada Simon di sana. Hampir saja dia mengatakan tentang ciuman singkat itu.
“Maksudmu ciuman itu? Lihat ini!”
Jane mempraktekan lagi peristiwa ciuman singkat di kolam renang tadi antara dirinya dan Rafael.
“Lihat kan!”
“Percayalah Jess, semua itu hanya kebohongan yang direncanakan suamimu itu”ucap Jane
“Lalu kenapa kalian menceritakannya sekarang?”tanya Jessica
“Kau baru saja menampar suamimu itu kan?”tanya Jane
“D-darimana kalian tahu?”tanya Jessica
“Dia yang sudah mengatakannya sendiri. Dengarkan kami Jess. Suamimu itu senakal dan sejahat apapun dia, jangan pernah sekali-kali kau menamparnya. Karena dia paling anti jika ditampar”ucap Simon memperingatkan
“Dia punya trauma masa lalu pada orang-orang disekitarnya yang pernah melukai hatinya dan menampar dia untuk kesalahan yang tidak pernah dilakukannya”ujar Jane menjelaskan
“Kau bisa tanyakan pada si kembar kalo kau tak percaya”sahut Simon
“Dimana dia sekarang?”tanya Jessica dengan perasaan bersalah sudah menampar suaminya itu.
Jane dan Simon saling bertatapan.
“Dia..ke club malam”jawab Simon
“Apa?”tanya Jessica kaget
“Sebaiknya segera kau jemput suamimu itu”saran Jane
Jessica tanpa pikir panjang segera beranjak dari tempatnya. Jane buru-buru menahan lengan Jessica. Membuat gadis cantik itu menoleh pada Jane.
“Apa kau akan ke sana seperti ini?”tanya Jane
“Memangnya kenapa?”tanya Jessica
“Bagaimana kalo kita buat permainan ini sedikit lebih menantang? Supaya lebih fair aja. Kau mau kan?”tanya Jane
“Apa maksudmu?”tanya Jessica bingung
“Coba kau pikir, di sana pasti banyak wanita cantik yang seksi yang menemani suamimu. Kenapa kau tidak membalas perbuatannya dengan berpenampilan lebih berani? Dia pasti akan menyesal sudah menyia-nyiakan istrinya. Tunjukkan pada Rafael kalo kau bisa lebih menarik dari wanita-wanita itu. Bagaimana?”saran Jane sambil tersenyum
Jessica awalnya tak ingin menuruti permintaan Jane, tetapi setelah dipikir-pikir, ada benarnya juga saran dari Jane. Selama ini, suaminya itu selalu tertarik pada wanita cantik yang seksi. Jessica ingin melihat apa yang terjadi jika dia berpenampilan sama seperti wanita-wanita itu. Apa suaminya akan tetap diam saja?
“Baiklah”jawab Jessica
Jane tersenyum mendengar jawaban dari Jessica.
__ADS_1