Fall For You

Fall For You
Rafael VS Albert


__ADS_3

Sejak kejadian di dalam mobil, hubungan Jessica dan Rafael menjadi semakin dingin. Bahkan orang-orang di kantor mengira keduanya sudah putus. Karena melihat kelakuan Rafael yang kembali menggoda para model wanita yang bekerja dengannya. Rafael melakukannya tepat di depan Jessica.


Sebenarnya Rafael sedang ngambek. Dia melakukan aksi protes pada “pacarnya”itu. Karena Jessica yang menganggap ciuman keduanya di kediaman Miller tak lebih dari sebuah kesalahan. Padahal Rafael sudah yakin dengan perasaannya sendiri. Rafael mulai jatuh hati pada sosok Jessica yang mampu membuatnya merasakan perasaan yang berbeda dari yang pernah dirasakannya pada wanita-wanita yang pernah hadir di dalam hidupnya.


Hari ini, Anna datang mengunjungi agensi modelling tempat Rafael dan Jessica bekerja karena ingin dekat dengan Leon, cinta pertamanya. Anna datang bersama Albert yang memang diajak untuk menemui Jessica.


“Albert?”sapa Jessica begitu melihat Albert berada di kantor tempatnya bekerja


Albert tersenyum melihat Jessica yang kaget dengan kehadirannya.


“Aku kemari karena kau tak juga datang menemuiku. Kau bilang akan menemaniku jalan-jalan mengelilingi Paris”keluh Albert


“Maaf. Aku sedang sibuk. Ada pemotretan selama beberapa hari ini jadi aku belum sempat mengajakmu jalan-jalan”ucap Jessica


Jessica merasa bersalah karena belum bisa memenuhi janjinya untuk mengajak Albert berkeliling Paris. Padatnya jadwal pemotretan membuat dirinya belum bisa menepati janji pada sahabatnya itu.


“Jadi seperti ini pekerjaanmu? Not bad”puji Albert


Jessica tersenyum mendengar ucapan Albert. Keduanya pun berbincang ringan berdua. Jessica yang sudah akrab dengan Albert tampak berbincang dan sesekali bercanda dengan Albert. Saking akrabnya, Jessica tak segan memukul Albert ketika Albert menggodanya.


Tepat saat Jessica memukul lengan Albert, Rafael yang baru saja berganti kostum, melihat keakraban mereka berdua. Api cemburu seakan langsung membakar hati Rafael melihat wanitanya yang terlihat sangat akrab dengan lelaki lain. Rafael mengepalkan tangannya dengan erat menahan amarah yang menggelora di dalam dadanya.


“Kita bertemu lagi”sapa Rafael begitu di dekat Jessica dan Albert


Jessica yang sebelumnya tersenyum dengan lebar, begitu melihat “pacarnya” datang, langsung berubah ekspresinya. Senyum yang merekah itu mendadak hilang. Albert yang menyadari ada sesuatu yang tidak beres antara pasangan kekasih itu, tampak menatap Jessica lalu menatap Rafael bergantian.


“Iya. Aku kemari ingin melihat tempat Jessica bekerja”sahut Albert


“Kami sangat sibuk sekarang, bukan begitu sayang?”tanya Rafael


Jessica spontan menoleh pada Rafael yang baru saja memanggilnya dengan sebutan “sayang”. Karena tak segera menjawab pertanyaannya, Rafael langsung melingkarkan tangannya di bahu Jessica. Seolah menunjukkan pada Albert siapa pemilik tubuh mungil itu sekarang.


“Kenapa kau diam?”tanya Rafael sambil menatap lembut ke arah Jessica


“Iya”sahut Jessica kemudian.


“Lain kali aku akan mengajakmu berkeliling Paris”ucap Rafael


“Baiklah. Aku tunggu”sahut Albert


“Jessi, It’s your turn”panggil Luke, sang fotografer


“Okey, I’m in”sahut Jessica

__ADS_1


“Sepertinya sudah waktunya kau pemoretan. Pergilah sekarang!”ucap Rafael dengan sangat lembut pada Jessica.


Jessica menurut saja dengan permintaan Rafael.


“Aku ke sana dulu ya”ucap Jessica pada Albert


Albert menganggukkan kepalanya sambil tersenyum. Jessica segera berjalan ke arah Luke sambil sesekali menoleh ke arah Rafael dan Albert yang berdiri bersebelahan. Rafael tersenyum ke arah Jessica sambil tangannya mengarahkan Jessica untuk segera pergi melakukan pemotretan.


Rafael menyilangkan kedua tangannya di depan dada.


“Aku lihat kalian tidak cocok”ucap Albert


Rafael spontan menoleh ke arah Albert dengan wajah yang mengeras. Kemarahan di dalam dadanya semakin tersulut oleh ucapan Albert barusan.


“Kau bilang apa?”tanya Rafael memastikan


“Aku bilang pada Jessica kalo kalian sama sekali tidak cocok. Aku sudah memberinya nasehat”ucap Albert


“Kekhawatiranmu itu terlalu berlebihan”sahut Rafael


“Aku sudah tahu laki-laki macam apa kau ini. Aku hanya tak mau kau mempermainkan Jessica”ucap Albert


“Khawatirkan saja dirimu sendiri”balas Rafael


“Karena ini menyangkut Jessica, tentu aku tidak akan tinggal diam”sahut Albert dengan tegas


“Aku sudah tahu, sejak awal kau suka pada kekasihku, bukan?”sindir Rafael


Rafael berhadapan dengan Albert. Sambil mengusap pelan kemeja yang dikenakan Albert, Rafael memberikan ultimatumnya.


“Sejak awal aku sudah tak menyukaimu. Karena itu jangan mengganggu pacarku. Jika mengganggunya lagi, kita akan duel”ucap Rafael dengan tegas sambil memegang kerah baju Albert


Keduanya bertatapan dengan ganas. Layaknya pemburu yang hendak menghabisi mangsanya. Sangat tajam dan mengerikan. Tatapan membunuh keduanya membuat orang-orang di sekitar mereka sedikit ketakutan.


Para pegawai agensi yang melihat keduanya tampak saling berbisik satu sama lain. Berharap-harap cemas melihat dua lelaki tampan yang sedang memperebutkan seorang wanita.


Albert yang tidak takut dengan ancaman Rafael tampak memegang tangan Rafael yang sedang mencengkeram kerah bajunya.


“Kau itu sangat pemarah untuk seorang Miller dengan status sepertimu” sindir Albert


“Aku tidak akan berduel denganmu sekarang. Aku tak mau membuat Jessica malu dengan kelakuan kita. Aku pergi bukan karena aku takut. Tapi aku hanya tak ingin membuat Jessica tidak nyaman”ucap Albert


Nafas Rafael naik turun mendengar ucapan saingannya. Rafael bahkan mengalihkan tatapan matanya.

__ADS_1


“Aku pergi. Sampaikan salamku pada Jessica”pamit Albert


Rafael hanya diam saja mengacuhkan Albert. Albert pun pergi meninggalkan tempat pemotretan.


“Lhoh, kemana Albert pergi? Tadi aku menyuruhnya menunggu di sini”ucap Anna sambil celingukan mencari keberadaan Albert.


“Kakak tahu kemana Albert pergi?”tanya Anna pada sang kakak


Rafael hanya menoleh sepintas lalu menatap kembali ke depan ke arah sang kekasih yang sedang melakukan pemotretan.


Anna mengerutkan dahinya melihat sang kakak yang seperti dengan marah.


“Dia kenapa?”gumam Anna dalam hati


“Lelaki itu sudah pergi”ucap Rafael tanpa menoleh ke arah adiknya.


“Apa kau bilang? Kenapa dia tidak mengajakku? Hiiihhh..Albert”keluh Anna dengan kesal


“Gimana sih Albert? Padahal kan aku ingin membuat Leon cemburu. Dia malah udah duluan. Awas kau ya! Aku akan membuat perhitungan dengan dokter aneh itu”gerutu Anna dalam hati


“Oya kak, apa kalian berdua ada masalah?”tanya Anna sambil menatap Jessica yang saat ini sedang melakukan pemotretan


Rafael yang semula fokus menatap sang kekasih, spontan menoleh ke arah adiknya mendengar pertanyaan Anna barusan.


“Kenapa kau tanyakan itu?”tanya Anna


“Kemarin saat menjenguk kak Ramon, aku lihat wajah kak Jessica kelihatan sedih. Kalian juga keliatan sangat dingin. Seperti baru marahan. Waktu aku tanya, dia tak menjawab”ucap Anna dengan polosnya


“Itu hanya perasaanmu saja”kelit Rafael bohong


“Isshhh..masih ga mau ngaku. Kau tak bisa membohongiku. Aku tahu kalian sedang ada masalah. Sepertinya setelah acara makan malam di rumah, benar kan?”tebak Anna jitu


Rafael mengerutkan dahinya karena tebakan Anna yang sangat tepat.


“Darimana kau tahu?”tanya Rafael penasaran


Anna tersenyum bangga karena tebakannya memang benar. Tentu saja benar, karena saat kejadian malam itu, dia melihat sendiri perubahan sikap keduanya. Terlebih setelah kembali ke kamar, Anna yang berpura-pura sedang tidur, melihat sendiri Jessica yang mematung di depan pintu sambil memegangi dadanya.


“Tak masalah aku tahu dari mana. Tapi kalian harus segera menyelesaikan masalah di antara kalian. Sebelum nenek dan kakek tahu dan mencampuri urusan kalian. Apa itu yang kakak mau?”tanya Anna


“Coba saja mereka mencampuri masalahku!”ancam Rafael


“Apapun masalahnya, aku yakin kalian bisa menyelesaikannya. Kalian sangat cocok. Aku yakin Jessica memang wanita yang tepat untuk kakak”ucap Anna memberi semangat

__ADS_1


“Terimakasih”sahut Rafael


Keduanya pun menatap lurus ke depan ke arah Jessica yang masih sibuk melakukan pemotretan.


__ADS_2