Fall For You

Fall For You
Berkas Aneh


__ADS_3

Di dalam mobil,


Baik Jessica maupun Rafael tenggelam dalam pikirannya masing-masing. Jessica galau memikirkan janji yang sudah dibuatnya pada Elizabeth. Janji untuk menikah dengan Rafael, “kekasihnya”.


“Apa yang harus kita lakukan sekarang?”tanya Jessica dengan lesu


“Entahlah”jawab Rafael dengan tatapan lurus ke depan tanpa menoleh sedikitpun pada gadis cantik di sampingnya.


Mendengar jawaban Rafael, membuat Jessica spontan menoleh pada lelaki itu. Hatinya semakin bingung dan pikirannya tambah kacau.


“Apa kau tak bisa memikirkan sebuah jalan keluar satu pun? Cobalah berpikir! Jika tidak, maka kita harus…”


Jessica kehabisan kata-kata untuk mengungkapkan isi hatinya yang saat ini sedang diliputi kegelisahan.


“Menikah?”tanya Rafael


“Beri aku waktu untuk berpikir! Semua masalah ini terlalu beruntun. Aku butuh waktu untuk menyelesaikan masalah ini”pinta Rafael


“Jangan membuatku menunggu terlalu lama! Aku tak bisa berpikir lagi. Aku terlalu gegabah berjanji pada nenekmu tanpa sempat berpikir semuanya akan menjadi seperti ini!”ucap Jessica menyesal


Jessica mengakui dirinya terlalu panik dengan keadaan Elizabeth sehingga dengan mudahnya berjanji akan bertunangan dan menikah dengan Rafael tanpa sempat berpikir dengan jernih. Setelah Elizabeth sadar dan keadaan sudah mulai normal barulah Jessica sadar dirinya baru saja menjanjikan masa depannya dengan lelaki tampan di sampingnya itu.


Sementara itu di rumah sakit,


Elizabeth menghela nafasnya dengan perlahan. Ingatannya kembali ke beberapa waktu yang lalu.


“Aku takkan membiarkan gadis itu meninggalkan Rafael. Aku yakin memang gadis itu yang pantas mendampingi Rafael. Aku akan lakukan apapun untuk mencegah mereka berpisah”gumam Elizabeth dalam hati


Flashback On


Elizabeth yang tidak bisa tidur, memilih berjalan menuju dapur. Di perjalanan, dia bertemu dengan Lisa asisten pribadinya.


“Nyonya belum tidur? Apa ada yang nyonya butuhkan?”tanya Lisa


“Kebetulan. Tolong ambilkan aku segelas susu hangat”pinta Elizabeth


“Baik nyonya. Saya ambilkan dulu”jawab Lisa


“Aku tunggu di ruang kerja”ucap Elizabeth


“Baik nyonya”sahut Lisa


Elizabeth berjalan menuju ruang kerja. Di tengah perjalanan, Elizabeth dikagetkan dengan suara piano di ruangan putrinya, Isabelle. Mommy Rafael. Ruangan yang berisi benda-benda peninggalan Isabelle. Piano besar yang sudah lama tidak dimainkan itu, berbunyi malam itu.


Elizabeth yang penasaran berjalan mendekati ruangan gelap yang memang tidak dinyalakan lampunya. Hanya penerangan dari kaca besar yang dibiarkan terbuka sehingga cahaya lampu dari luar ruangan yang menerangi ruangan. Meskipun cahayanya temaram.


“Siapa yang memainkan piano Isabelle malam-malam begini?”gumam Elizabeth


Elizabeth mengintip dari balik pintu. Dilihatnya sang cucu sedang memainkan sebuah lagu dari piano besar di salah satu sudut ruangan yang sangat jarang dimasuki kecuali oleh keluarga Miller sepeninggal Isabelle. Elizabeth tersenyum melihat sang cucu kembali memainkan piano itu.

__ADS_1


“Jessica?”gumam Elizabeth melihat sang cucu yang ternyata tidak sendirian.


“Nyonya”panggil Lisa


“Sssttt”


Elizabeth menyuruh Lisa memelankan suaranya.


“Apa yang nyonya lakukan disini?”tanya Lisa lirih


“Cepat taruh susu itu di ruang kerja! Aku akan menyusul ke sana sebentar lagi”perintah Elizabeth


Lisa pun menuruti permintaan majikannya. Elizabeth kembali mengintip kedua pasangan kekasih yang sedang berduaan di ruangan gelap itu. Tiba-tiba, Elizabeth melihat sang cucu mencium kekasihnya. Elizabeth tersenyum melihat kemesraan sang cucu dengan kekasihnya itu.


Begitu Rafael dan Jessica hendak kembali ke kamar, setelah berciuman mesra di ruangan gelap itu, Elizabeth buru-buru bersembunyi. Elizabeth tak ingin mengejutkan keduanya dengan kehadirannya. Elizabeth bersembunyi di balik tembok. Dan ketika Rafael dan Jessica melewatinya namun tanpa sepengetahuan keduanya, Elizabeth dapat melihat betapa sang cucu sangat perhatian pada kekasihnya itu.


Elizabeth semakin yakin jika sang cucu sangat mencintai kekasihnya, karena ini kali kedua, Rafael mengenalkan kekasihnya pada keluarga besarnya. Kepada dirinya dan sang suami. Dari pengamatan Elizabeth, baru kali ini Rafael begitu perhatian pada seorang gadis. Karena Rafael tidak pernah begitu perhatian dan sayang pada wanita-wanita yang pernah dikencaninya. Dan para wanita itu hanya bertahan selama satu sampai dua kali pertemuan saja.


Elizabeth begitu yakin Jessica adalah wanita yang sangat berarti bagi Rafael, karena selama ini baru Jessica yang diperbolehkan Rafael mengunjungi apartemen mewahnya. Bukan cuma sekali, tapi sudah dua kali Elizabeth memergoki Jessica menginap di apartemen mewah cucu kesayangannya itu. Jessica bahkan memakai barang-barang pribadi Rafael.


Padahal dulu, Rafael selalu berprinsip tidak akan pernah mengajak wanita yang dikencaninya ke apartemen. Baginya pantang mengajak wanita yang memberinya kehangatan sementara ke dalam kehidupan pribadinya. Rafael hanya membutuhkan mereka untuk memenuhi kebutuhan naluriahnya sebagai lelaki normal.


Meskipun Elizabeth tak pernah menyukai kehidupan malam yang dijalani sang cucu, namun dari informasi yang didapatkan dari asistennya, ternyata Rafael tidak benar-benar menyerahkan dirinya pada wanita-wanita malam itu. Itu terbukti dari sekian banyak wanita yang sudah tidur dengan Rafael tidak ada satupun yang mengandung buah hati dari Rafael.


*****


“Aku akan ke apartemen kakak, apa ada yang nenek butuhkan?”tanya Ara


Elizabeth begitu senang dengan kehadiran Jessica karena bisa membuat hubungan Rafael dan suaminya yang semula sangat dingin, perlahan mencair.


“Ara, apa kau merasakan jika kakakmu sekarang sudah mulai berubah?”tanya Elizabeth


Ara diam saja dengan ekspresi datarnya.


“Aku lihat dia sudah lebih banyak tersenyum sekarang. Meskipun sangat tipis, tapi aku bisa melihat ketika Jessica berbicara, tatapan mata kakakmu selalu tertuju pada gadis itu. Dan sesekali Rafael tersenyum karena gadis itu. Apa kau juga melihat itu?”tanya Elizabeth


“Aku juga melihatnya”jawab Ara


“Benarkah? Berarti nenek tidak salah lihat kan? Aku pikir semua itu hanya halusinasiku semata. Syukurlah jika sekarang Rafael bisa bertemu dengan gadis baik seperti Jessica. Aku harap mereka bisa menjalin hubungan yang lebih serius”ucap Elizabeth sambil tersenyum


“Maksud nenek?”tanya Ara sambil mengerutkan dahinya


“Aku ingin mereka berdua menikah”ucap Elizabeth


“Itu terlalu cepat. Bukankah mereka baru pacaran?”tanya Ara


“Apa salahnya? Pacaran setelah menikah seperti kakek dan nenek atau seperti mommy dan daddymu adalah hal yang biasa”jawab Elizabeth


“Jangan bandingkan kehidupan kakak dengan kehidupan nenek dan kakek. Mereka punya kehidupan mereka sendiri. Biarkan mereka berdua yang menjalaninya. Nenek jangan ikut campur”pinta Ara sambil menatap tajam pada sang nenek yang memang terkenal suka ikut campur

__ADS_1


“Ayolah Ara sayang! Kenapa nada suaramu seperti kakakmu itu? Semakin hari kau semakin mirip dengan Rafael”keluh Elizabeth pada sang cucu


“Jika tidak ada yang lain, aku akan berangkat sekarang”pamit Ara


Beberapa saat kemudian, Ara sudah sampai di apartemen mewah sang kakak yang terkenal itu. Ara dan Rafael berbincang bersama. Pembawaan mereka yang sama, membuat pembicaraan sedikit canggung.


“Kenapa kakak pacaran dengan Jessica?”tanya Ara tiba-tiba


“Kenapa kau tanyakan itu?”tanya Rafael


“Bukankah aku sudah katakan, itu bukan urusanmu”ucap Rafael ketus


“Apa yang kakak suka dari gadis itu? Padahal jelas-jelas dia bukan tipe kakak”tanya Ara lagi


“Menurutmu kenapa aku pacaran dengan dia?”tanya Rafael


“Karena dia tidak menyukai kakak”jawab Ara dengan santainya


Degh..


Rafael terdiam sejenak mendengar jawaban Ara.


“Dari mana kau tahu dia tidak menyukaiku?”tanya Rafael penasaran


“Aku pernah mendengar Anna membicarakan kakak. Dari yang aku tangkap, Jessica jelas-jelas tidak menyukai kakak. Karena gadis itu bisa mengungkapkan semua keburukan kakak. Tapi dari situ aku tahu, karena itulah kakak menyukainya. Semua gadis yang selama ini bersama kakak, pasti dengan senang hati menyerahkan dirinya pada kakak, karena mereka memang menyukai kakak. Sementara gadis ini, dia lain. Cuma dia yang bisa mengatakan semua keburukan kakak dan tak menyukai kakak. Justru karena itulah kakak menyukainya, aku benar kan?”tanya Ara dengan senyum tipis di bibirnya


Rafael salah tingkah sudah ketahuan adik bungsunya yang memang paling mengenal dirinya. Karena kepribadian keduanya yang memang sama. Sehingga tidak sulit bagi Ara mengetahui kelemahan Rafael.


“Jangan terlalu banyak berhalusinasi!”ucap Rafael sambil berjalan ke arah kamarnya


“Ck..sudah ketahuan malah tidak mau mengaku”gumam Ara dalam hati


“Kalo kau sudah selesai, pulanglah! Aku masih banyak pekerjaan”usir Rafael.


“Oya, ambilkan map yang ada di ruang kerja. Berikan itu pada tuan besar! Katakan aku akan memikirkan lagi tawarannya”ucap Rafael dari dalam kamarnya


Kali ini Rafael akan bersiap ke kantor. Ara berjalan ke arah ruang kerja untuk mengambilkan berkas yang diminta Rafael tadi. Sampai di dalam ruang kerja, Ara segera mengambil berkas.


Saat akan keluar, Ara tanpa sengaja menjatuhkan beberapa file yang ada di atas meja kerja. Dengan sigap Ara segera memungut file-file yang berserakan di lantai itu dan merapikannya.


Tiba-tiba mata Ara menangkap sebuah surat yang menurutnya aneh. Dibacanya surat itu dengan kening berkerut. Ara membacanya selama beberapa saat.


“Siapa suruh kau membaca file-file ini!”bentak Rafael


“Aku hanya ingin merapikannya saja. Kalo begitu aku pulang”pamit Ara


Ara pun berjalan keluar dari apartemen Rafael, meninggalkan lelaki itu sendiri. Ara dengan ekspresi datarnya berjalan menuju pintu lift. Di dalam lift, diambilnya hp miliknya. Dilihatnya kembali sebuah foto yang menurutnya sangat janggal.


“Surat perjanjian kontrak?”tanya Ara dalam hati sambil membaca surat aneh yang ditemukannya di ruang kerja Rafael

__ADS_1


Rupanya Ara sempat memfoto surat perjanjian kontrak antara Rafael dan Jessica yang tidak sengaja ditemukannya diantara file-file yang berserakan tadi.


__ADS_2