Fall For You

Fall For You
Apa Aku Tampan?


__ADS_3

Beberapa hari kemudian,


Amanda berangkat kerja pagi sekali, karena hari ini ada pemotretan dengan brand terkenal itu. Jessica asyik menikmati kesendiriannya di rumah sambil menonton TV dan memakan snack. Hari ini rencananya Joanne akan datang dari Indonesia. Karena itu, Jessica memilih di rumah saja sambil menunggu kabar kedatangan Joanne.


Sedang asyik menonton Tv, Jessica dikejutkan dengan panggilan telepon dari Amanda.


“Halo kak”sapa Jessica


“Jess, kau masih dirumah kan?”tanya Amanda dengan suara yang terdengar buru-buru.


“Iya kak. Kenapa?”tanya Jessica


“Syukurlah! Bisa kau ke kamarku sekarang? Di atas nakas ada sebuah berkas penting. Aku benar-benar lupa membawa berkas itu. Kau bisa kan membawa berkas itu ke tempat pemotretan. Aku akan kirimkan lokasinya. Kau bisa kan Jess?”pinta Amanda


“Iya kak. Aku ambilkan berkasnya sekarang. Kakak kirimkan saja lokasi pemotretannya. Aku akan mengantarkannya sekarang”ucap Jessica


“Terimakasih Jess. Kau memang penolongku”puji Amanda


“Iya kak. Sama-sama”jawab Jessica


Sambungan telepon keduanya terhenti. Jessica segera masuk kamar Amanda. Di atas nakas tampak sebuh berkas yang dimasukkan dalam map coklat.


“Ini dia”gumam Jessica senang sudah menemukan berkas penting di meja nakas Amanda.

__ADS_1


Saat akan berbalik pergi meninggalkan kamar Amanda, tiba-tiba Jessica menjatuhkan sebuah bingkai foto. Untung saja bingkai foto itu tidak pecah.


“Ah..untung tidak pecah”ucap Jessica sambil mengusap bingkai foto itu.


Jessica mengernyitkan dahinya menatap bingkai foto yang di dalamnya ada foto seorang lelaki tampan berwajah blasteran.


“Siapa lelaki ini?”gumam Jessica penasaran


“Ah..kenapa aku malah memikirkan bingkai foto ini. Kak Amanda sudah menungguku. Sebaiknya aku pergi sekarang”ucap Jessica


Jessica mengembalikan bingkai foto itu ke atas meja nakas. Jessica kemudian pergi menuju tempat pemotretan sesuai lokasi yang sudah diberikan Amanda. Di sebuah tempat di salah satu pelataran menara Eifel, tampak beberapa orang yang sedang sibuk melakukan pemotretan.


Jessica segera mencari keberadaan Amanda. Begitu ketemu dengan Amanda, Jessica segera menyerahkan berkas dalam map yang tadi diminta Amanda. Amanda yang melihat keberadaan Jessica merasa sangat lega dan senang karena saudara sepupunya itu sudah menyelamatkannya.


Amanda kemudian berjalan ke arah sebuah mobil besar yang terparkir tak jauh dari menara Eifel. Jessica berjalan menuju tempat pemotretan. Dilihatnya sekarang Rafael yang sedang berpose di depan kamera dengan memakai coat warna hitam dan celana hitam. Rafael memasukkan kedua tangannya ke dalam saku coatnya. Penampilan Rafael benar-benar sangat tampan. Apalagi dengan ekspresi wajahnya yang dingin. Menunjukkan kesan misterius dan tak tersentuh.


Jessica tanpa sadar terbius dengan penampilan Rafael. Karena penampilan serba hitam itu mengingatkan kembali pada sosok lelaki yang juga menyukai outfit hitam-hitam. Rafael yang sedang fokus melakukan pemotretan, begitu melihat kehadiran Jessica yang terpana dengan penampilan, tampak mengernyitkan dahinya.


Karena sama seperti sebelumnya, Jessica menatap dirinya namun pikiran gadis itu seperti sedang tidak ditempatnya. Jessica melamun entah kemana. Begitu sadar dirinya sudah melamun, Jessica kemudian berjalan menuju salah satu kursi yang ada di dekat tempat pemotretan.


Amanda yang sudah selesai bertemu dengan rekan bisnisnya segera berjalan menuju ke arah Jessica.


“Kau mau ikut kami atau pulang ke apartemen?”tanya Amanda

__ADS_1


“Kakak mau kemana?”tanya Jessica


“Kami harus pergi ke tempat pemotretan yang lain sambil menunggu model wanita yang satu lagi”ucap Amanda


“Ikut saja bersama kami”ajak Rafael yang sudah selesai melakukan pemotretan.


“Ikutlah dengan kami. Kau akan bosan berada di apartemen”ajak Leon


Jessica tampak berpikir sejenak. Karena memang menunggu Joanne di apartemen sendiri sangat membosankan.


“Baiklah kak. Aku ikut kakak saja”ucap Jessica


Rafael yang sedang menikmati minumannya tanpa sadar menarik salah satu sudut bibirnya mendengar gadis cantik yang sering dipanggilnya dengan sebutan clumsy girl itu setuju ikut bersama dengan mereka.


Mereka pun pergi ke tempat pemotretan kedua yaitu di salah satu gedung milik rekan bisnis Amanda. Sebenarnya Amanda enggan menyetujui permintaan rekan bisnisnya itu, karena syarat yang diberikan mereka terdengar sedikit memaksa.


Akhirnya Amanda menyetujui permintaan rekan bisnisnya dengan syarat dirinya harus ikut dalam setiap sesi pemotretan yang akan dilakukan selama beberapa hari itu.


Sesampainya di gedung tempat pemotretan sesi kedua, semua orang segera bersiap melakukan pemotretan. Rafael juga sudah berganti pakaian. Kali ini dirinya mengenakan sebuah jas hitam dan celana hitam. Yang menarik perhatian Jessica adalah dalam pemotretan ini, Rafael tak memakai kaos atau kemeja sehingga otot perut mirip roti sobek milik Rafael jelas terlihat. Jessica sempat salah tingkah saat Rafael yang baru keluar dari ruang ganti dan berjalan ke arahnya.


Saat berpapasan dengan Jessica, Rafael dapat melihat Jessica yang salah tingkah.


“Apa aku tampan?”bisik Rafael di telinga Jessica

__ADS_1


Jessica yang awalnya salah tingkah, langsung menoleh ke arah Rafael yang kini menatapnya dengan tatapan tak biasa. Jessica mengernyitkan dahinya mendengar pertanyaan narsis dari lelaki menyebalkan itu.


__ADS_2