
FLASH BACK ON
Setelah Jessica tertidur di dadanya. Rafael yang sudah membaringkan tubuh Jessica menatap lekat wajah cantik gadis itu.
Rafael tampak mengagumi wajah cantik Jessica yang terlihat sangat menggemaskan ketika tertidur.
“So cute”gumam Rafael sambil tersenyum
Rafael menikmati setiap detail wajah cantik Jessica. Dirapikannya anak rambut yang menutupi wajah Jessica. Dan saat melihat bibir lembut Jessica, Rafael merasa ingin mencium bibir itu lagi. Bibir yang sebelumnya sudah ******* bibirnya dengan sangat liar dan menuntut.
Rafael mendekatkan kepalanya ke arah Jessica yang masih tertidur. Rafael sampai menahan nafasnya kala kepalanya sudah berada di depan wajah Jessica. Rafael menempelkan bibirnya di bibir lembut Jessica. Diciumnya bibir lembut Jessica.
Jantung Rafael berdegup sangat kencang. Entah kenapa setelah merasakan kelembutan bibir Jessica mampu membuat tubuhnya panas dingin tak karuan.
Rafael segera melepaskan tautan bibirnya kala merasakan dirinya yang semakin terbakar gairah membara. Pipi Rafael bahkan memerah setelah mencium bibir merah Jessica yang meskipun diciumnya masih juga tertidur dengan pulas.
Keesokan paginya, Rafael yang terbangun lebih dulu, merasakan kehangatan yang belum pernah dirasakannya selama ini saat bersama wanita-wanita yang biasa menemaninya tidur.
Rafael membuka matanya perlahan dan dilihatnya wajah cantik Jessica yang tertidur pulas dalam pelukannya.
“Dingin”ucap Jessica sambil mengigau
Rafael yang mendengarnya, langsung membalut selimut ke tubuh Jessica. Dan saat merasakan gadis itu memeluknya dengan sangat erat, membuat Rafael semakin mengeratkan pelukannya juga.
Rafael menatap wajah cantik Jessica yang berada di bawah kepalanya. Rafael tersenyum melihat gadis yang tertidur itu begitu menggemaskan dalam tidurnya. Rafael mendekatkan kepalanya ke arah Jessica ingin mencium bibir Jessica.
“Pangeran”ucap Jessica
“Kau bermimpi melihat pangeran?”gumam Rafael melihat Jessica yang masih tertidur.
Rafael tak menghiraukan ucapan Jessica dan mendekatkan kepalanya pada Jessica. Tanpa diduga, Jessica malah memonyongkan bibirnya.
“Cuppp”
Sebuah kecupan manis diberikan Rafael pada gadis ceroboh yang selalu membuat jantungnya berdebar tak karuan. Pada gadis yang selalu bertengkar dengannya namun selalu membuat dirinya kuatir dengan keselamatan gadis itu.
“My clumsy girl”gumam Rafael setelah mengecup bibir merah Jessica.
Melihat wajah Jessica yang mulai bergerak-gerak, membuat Rafael kembali tidur. Pura-pura tidur.
FLASHBACK OFF
Rafael menutup laptop miliknya, bertepatan dengan kehadiran Leon di apartemennya. Rafael segera berjalan menuju managernya yang sudah menunggu di depan pintu apartemennya.
__ADS_1
“Hello bos”ucap Leon dengan senyum lebarnya
“Bawa kemari dan pulanglah!”pinta Rafael hendak menutup pintunya.
“Sebentar bos, aku ke toiletmu sebentar. Aku sudah tak tahan”ucap Leon yang dengan buru-buru masuk ke dalam apartemen Rafael.
“Hei..”teriak Rafael.
“Aku harus kemana bos?”tanya Leon sambil menahan berkemih.
Tubuh Leon bergerak-gerak terus saking sudah tak tahannya menahan untuk buang air kecil. Leon yang sudah tak tahan ingin segera buang air kecil, mengingat toilet milik bosnya.
“Pakai toilet di kamar tamu saja!”perintah Rafael
Secepat kilat Leon langsung berlari ke kamar tamu untuk buang air kecil.
Sementara itu, Rafael berjalan menuju kamarnya sambil membawa pakaian ganti untuk Jessica. Rafael memperhatikan tas yang ada di tangannya. Di saat yang sama Jessica baru keluar dari kamar mandi.
“Glek”
Rafael menelan ludahnya dengan susah payah.
Tubuhnya meremang melihat penampakan gadis cantik yang hanya berbalut handuk besar dari bagian dada sampai lututnya dengan sebuah handuk kecil yang melingkar di kepalanya.
“A-apa yang kau lakukan disini? Cepat keluar!”pinta Jessica dengan terbata-bata.
Jessica sangat malu karena Rafael melihat penampilan dirinya yang seperti itu. Jessica bahkan menyilangkan kedua tangannya di depan dadanya. Rafael membalik tubuhnya berlawanan dengan Jessica.
“Aku bawakan pakaian ganti untukmu”jawab Rafael.
“Taruh saja di ranjang!”ucap Jessica.
Rafael melempar tas itu ke ranjang. Jessica langsung mengambil tas itu. Namun karena Rafael melempar tas itu agak jauh dari posisi Jessica, membuat gadis itu mau tidak mau harus naik ke atas ranjang dan mengambil tas itu.
Jessica tak sadar jika kaca besar di kamar utama yang menghadap ke arah Rafael memperlihatkan semua perbuatannya. Bahkan Rafael bisa melihat dengan jelas paha mulus putih bersih milik Jessica yang terekspos karena merangkak di ranjang untuk meraih tas itu.
Rafael semakin salah tingkah dengan kelakuan Jessica.
“Dasar gadis ceroboh”gerutu Rafael dalam hati
“Pakailah di dalam kamar ganti atau di dalam kamar mandi! Aku tunggu di sini”pinta Rafael.
Jessica memegang tas pemberian Rafael dan menoleh ke arah kamar ganti.
__ADS_1
“Aku ganti di sana saja”tunjuk Jessica ke arah kamar ganti.
Jessica membawa tas yang diberikan oleh Rafael ke dalam ruang ganti di dalam kamar utama. Jessica berganti pakaian di kamar ganti.
Leon yang sudah buang air kecil segera keluar dari toilet dan mencari bosnya.
“Hei bos..apa kau tak mau mengenalkanku pada wanita itu?”teriak Leon dengan suara keras.
Rafael yang sadar sudah melupakan kehadiran Leon segera berlari ke arah managernya itu.
“Kecilkan suaramu itu!”pinta Rafael.
Leon justru tersenyum melihat kelakuan bosnya yang kelabakan. Rafael segera mendorong tubuh Leon supaya managernya itu segera pergi dari apartemennya.
“Pulanglah! Aku akan menelponmu jika membutuhkanmu lagi”perintah Rafael.
Leon mendengus kesal setelah diusir dari apartemen sahabatnya sekaligus bosnya itu. Begitu mengingat sesuatu, Leon segera membalik tubuhnya menghadap Rafael.
“Oya bos, aku lupa bilang..sebentar lagi kak Ramon..”
Rafael yang sudah tahu arah pembicaraan Leon segera memotong pembicaraan.
“Aku sudah tahu”jawab Rafael cepat
“Hah..benarkah? Dari mana kau tahu?”tanya Leon
“Nyonya besar tadi kemari dan sudah mengatakannya”
“Oh..begitu”
“Sudah pulanglah!”usir Rafael sambil menutup pintu apartemen tepat di depan wajah Leon.
“Lagi-lagi dia menutup pintu sebelum aku menanyakan tentang Ara. Tapi tak apalah, aku akan bertemu dia disana. Ara my baby..I’m coming”gumam Leon sambil tersenyum dan pergi meninggalkan apartemen Rafael.
Jessica yang sudah selesai berganti pakaian, keluar dari ruang ganti sambil merapikan pakaiannya. Rafael kebetulan juga baru masuk ke dalam kamar.
“Kau sudah siap? Aku antar kau sekarang”ajak Rafael.
Jessica menganggukkan kepalanya.
Akhirnya Rafael mengantar Jessica pulang ke apartemen Amanda. Dalam perjalanan pulang, sesekali Rafael melirik Jessica yang duduk di sampingnya. Jessica terlihat gelisah karena rok yang dibelikan Leon lumayan mini. Jessica berusaha menutupinya dengan kedua tangannya.
Di saat sedang menunggu di lampu merah, tiba-tiba,
__ADS_1
“Krucuk..krucuk”