
Keesokan harinya,
Seperti yang sudah direncanakan sebelumnya, hari ini Jessica diajak nenek Elizabeth dan si kembar Annabelle dan Arabelle mengunjungi butik langganan mereka di London. Butik milik Catherine Alexander. Mereka kesana untuk mencoba gaun yang akan mereka gunakan pada perayaan ulangtahun perusahaan keesokan harinya.
Jessica sangat bersemangat pergi karena ingin tampil semaksimal mungkin di hadapan Rafael suaminya. Sesampainya di butik, mereka berempat sudah disambut pramuniaga butik yang mengenali mereka sebagai pelanggan VVIP di butik tersebut.
Para pramuniaga menunjukkan beberapa gaun keluaran terbaru yang mereka miliki. Jessica, si kembar Anna dan Ara serta Elizabeth segera mencoba gaun-gaun yang mereka sukai.
Masing-masing mencoba di ruang ganti yang berbeda. Saat sedang mencoba gaunnya, Jessica tidak menyadari seseorang telah masuk ke dalam butik. Lelaki tampan dengan kacamata hitamnya itu datang bersama beberapa pengawalnya.
“Sssttt”
Rafael memberi kode pada pramuniaga butik yang akan melarangnya masuk ke dalam ruang ganti. Pengawalnya juga langsung menghadang pramuniaga itu. Oscar memberitahu pramuniaga itu bahwa lelaki yang hendak masuk ke dalam ruang ganti adalah suami dari wanita yang berada di dalam ruang ganti tersebut.
Dengan santainya, Rafael masuk ke dalam ruang ganti, tepat saat Jessica sedang mencoba gaunnya. Jessica yang sedang membenarkan gaunnya, begitu terhenyak kala merasakan seseorang menyentuh punggungnya yang terekspos karena bagian belakang gaun backless. Dengan gerakan cepat, Jessica langsung membalik tubuhnya dan hendak memukul orang yang sudah kurang ajar pada dirinya.
“Raf?”
Rafael tersenyum sambil sebelah tangannya menahan tangan Jessica yang hendak memukul dirinya. Rafael menurunkan tangan Jessica dan malah melingkarkan tangannya di pinggang ramping Jessica.
“Apa yang kau lakukan di sini? Bukankah seharusnya kau ada di kantor?”tanya Jessica
Rafael tidak langsung menjawab malah sibuk merapikan rambut panjang istrinya.
“Untuk apa aku menggaji Philip dan Stella dengan gaji yang besar jika aku harus bekerja terus di kantor?”jawab Rafael sambil menatap istrinya itu.
“Kita ga boleh seperti ini. Di luar ada banyak orang. Sebaiknya keluarlah! Aku akan mencoba gaun ini dulu”ucap Jessica
Rafael malah menggelengkan kepalanya.
“Kenapa? Kau tak mau keluar?”tanya Jessica
“Aku ingin di sini melihatmu berganti pakaian”jawab Rafael sambil mengerlingkan sebelah matanya
“Dasar mesum”sindir Jessica
“Keluarlah Raf! Aku mohon!”pinta Jessica
“Kau tak bisa mengusirku! Percuma kau mengusirku. Aku tidak akan keluar!”tolak Rafael sambil mengeratkan pelukannya di tubuh Jessica
Rafael malah meraih tengkuk Jessica dan mencium bibirnya dengan lembut. Keduanya justru berciuman di dalam ruang ganti itu. Tak dihiraukan orang-orang yang berada di luar ruang ganti yang sejak tadi mendengar pembicaraan pasangan suami istri baru yang sedang kasmaran.
__ADS_1
Elizabeth yang sudah mencoba gaunnya berjalan ke arah ruang ganti Jessica. Dia kaget melihat beberapa pengawal ada di sana. Berjaga di sekitar ruang ganti Jessica. Elizabeth berjalan begitu saja.
“Nyonya”sapa Oscar sambil memberi hormat pada majikannya
Begitu melihat Oscar, Elizabeth sadar jika cucu kesayangannya juga berada di dalam butik itu.
“Dimana Rafael? Aku tidak melihatnya”tanya Elizabeth pada Oscar
“Tuan muda…”
Oscar menggantung ucapannya namun matanya menunjuk ruang ganti yang dipakai Jessica. Elizabeth yang menyadari arti isyarat mata Oscar langsung mendekati ruang ganti Jessica.
“Raf, apa kau di dalam?”panggil Elizabeth
Rafael dan Jessica yang sedang berciuman di dalam ruang ganti, langsung menghentikan aktivitas mereka begitu menyadari Elizabeth memanggilnya.
“Gawat! Itu nenek Eliz”ucap Jessica panik setengah berbisik
“Tenanglah! Aku akan keluar lebih dulu. Keluarlah jika kau sudah benar-benar siap. Kau mengerti?”pinta Rafael sambil mengusap bibir lembut Jessica yang baru saja diciumnya dengan menggebu.
Jessica sempat memukul pelan lengan Rafael karena membuatnya berada dalam situasi tidak nyaman seperti itu. Rafael keluar ruang ganti sambil mengusap lengannya. Tak lupa sebuah senyuman nakal tersungging di wajah tampannya karena untuk kesekian kalinya kepergok oleh Elizabeth.
Rafael keluar sambil merapikan jas yang dikenakannya. Senyum di bibir Rafael tak luput dari pengamatan Elizabeth yang berdiri di dekat ruang ganti. Begitu melihat Rafael keluar, Elizabeth menghela nafasnya perlahan.
“Aku kemari untuk menemani istriku”jawab Rafael dengan santainya dan duduk di kursi sofa di dalam butik
“Lalu apa yang kau lakukan di dalam?”tanya Elizabeth
“Aku yakin nyonya besar paling paham apa yang kami lakukan di dalam”goda Rafael dengan senyum nakalnya
“Dasar anak nakal! Bisa-bisanya kau bermesraan di dalam”gerutu Elizabeth sambil memukul lengan Rafael dengan keras.
“Aww!”Rafael mengaduh karena kesakitan
“Kau pikir butik ini milikmu jadi kau bisa sesuka hati bermesraan di dalam ruang ganti dengan istrimu”gerutu Elizabeth
Di tengah pertengkaran cucu dan neneknya itu, Jessica yang sudah rapi keluar dari ruang ganti. Dilihatnya sang suami yang dianiaya Elizabeth. Jessica buru-buru menghampiri suami dan nenek mertuanya itu.
“Nenek Eliz, maafkan kami! Aku janji kami tidak akan mengulanginya lagi”pinta Jessica
Elizabeth menghela nafasanya dengan kasar. Sungguh cucu tampannya itu selalu saja membuat masalah. Membuatnya gampang naik darah.
__ADS_1
“Kakak? Kapan kakak datang?”tanya Anna begitu melihat sang kakak
“Baru saja”jawab Rafael enteng
“Nenek kenapa?”tanya Ara melihat wajah Elizabeth yang seperti menahan marah
“Ini gara-gara kakakmu itu. Bisa-bisanya dia bermesraan dengan Jessica di dalam ruang ganti”jawab Elizabeth kesal
Jessica tertunduk malu karena aibnya dibongkar di hadapan adik-adik iparnya.
“Memang apa salahnya? Kami sudah menikah. Wajar jika kami bermesraan. Iya kan sayang?”goda Rafael sambil mengecup pipi Jessica
Kata “sayang” Rafael membuat Jessica berbunga sekaligus malu di waktu yang bersamaan. Membuat wajah Jessica bersemu merah.
“Iiihhh..kakak. Itu ga wajar kali. Itu akan membuat orang-orang single seperti kami semakin menderita. Kalian benar-benar membuat kami iri aja. Iya kan Ara? Kau setuju kan denganku?”tanya Anna pada kembarannya
“Itu kan kamu. Aku biasa aja”jawab Ara dengan ekspresi datarnya
Anna yang jengkel dengan jawaban kembarannya spontan memukul saudara kembarnya itu.
“Aduh..kenapa kau memukulku?”tanya Ara sambil mengelus lengannya yang baru saja dipukul
“Kau itu harusnya mendukungku. Aku curiga sebenarnya kita ini bukan saudara kembar. Karena kau selalu berseberangan denganku”gerutu Anna
Jessica menahan tawanya karena melihat pertengkaran si kembar. Nyatanya Annabelle dan Arabelle meskipun memiliki wajah cantik dan penampilan yang hampir serupa, namun keduanya memang memiliki banyak perbedaan. Dari sifat, karakter, kesukaan, bahkan gaya berpakaian pun mereka berbeda.
“Sudah..sudah.. malah kalian yang bertengkar di sini”lerai Elizabeth
Anna menyilangkan kedua tangannya di depan dada sambil menatap ke arah yang berlawanan dengan Ara.
“Jess, apa kau sudah mendapatkan gaun yang kau butuhkan?”tanya Elizabeth
“Emm..belum nek”jawab Jessica sambil menatap Rafael dengan tatapan kesal
Bagaimana tidak kesal jika baru mencoba satu gaun, dirinya sudah diganggu suami nakalnya itu.
“Apa? Kenapa menatapku seperti itu?”goda Rafael
“Kalo begitu, kau temani Jessica memilih gaun. Aku dan si kembar akan makan siang dulu. Bagaimana?”tanya Elizabeth
“Baiklah!”sahut Rafael
__ADS_1
Akhirnya Elizabeth, dan si kembar Annabelle dan Arabelle, pergi terlebih dahulu dari butik itu karena ingin makan siang di salah satu restoran terkenal di London yang menjadi langganan mereka. Ketiganya ditemani beberapa pengawal yang membawakan barang belanjaan mereka bertiga.