Fall For You

Fall For You
Victor dan Amanda (2)


__ADS_3

Setelah ciuman panas keduanya berakhir, keduanya saling membuka mata bersamaan. Senyum lebar tersungging di wajah tampan Victor begitu menyadari Amanda tak menolak berciuman dengan dirinya.


Diusapnya bibir lembut yang baru diciumnya dengan sangat menggebu.


“Kalo kau sudah selesai, keluarlah!”usir Amanda


Victor mengerutkan dahinya mendengar ucapan ketus dari wanitanya.


“Bukankah kau sudah mendapatkan yang kau inginkan? Sekarang keluarlah dari sini! Dan jangan menggangguku lagi!”pinta Amanda sambil menahan perih dalam hatinya.


“Aku pikir kau sudah memaafkan aku?”tanya Victor


“Jangan kira karena ciuman tadi, aku sudah memaafkan kelakuanmu”ucap Amanda


“Sayang, maafkan aku”pinta Victor


“Memaafkanmu? Kau pikir semudah itu melupakan yang sudah kau lakukan padaku? Oya, katakan pada istrimu itu, dia tak perlu repot-repot mengabarkan putra kalian padaku. Aku cukup tau diri untuk tidak mengganggu kehidupan kalian. Jadi tinggalkan aku dan biarkan aku hidup bahagia”pinta Amanda dengan mata yang berkaca-kaca.


Victor yang melihat kesedihan di mata Amanda diliputi penyesalan yang mendalam karena sudah menyakiti hati wanita yang sangat dicintainya itu.


“Andai aku bisa menyampaikannya pada Cecilia”ucap Victor dengan nada sendu.


“Kenapa tidak bisa? Dia selalu menghubungiku sampai-sampai aku harus mengganti nomor hp ku agar dia tidak terus-terusan menerorku”keluh Amanda


“Benarkah?”tanya Victor


“Tentu saja. Kau bisa tanyakan padanya apa alasannya melakukan itu. Kita sudah tidak ada hubungan apa-apa jadi dia tidak perlu separanoid itu padaku. Aku tidak akan merebut apa yang bukan menjadi milikku. Dan aku takkan menggangu kehidupan kalian. Jadi tolong jangan menggangguku lagi. Pergilah! Dan berbahagialah dengan anak dan istrimu!”pinta Amanda sambil berjalan menjauh dari Victor.


Berada sangat dekat dengan lelaki itu, membuat hati Amanda kembali lemah. Bagaimanapun juga Victor adalah lelaki yang pernah hadir dalam hatinya dan hampir menjadi miliknya sehingga berdekatan dengan lelaki itu membuat Amanda kembali menjadi rapuh.


Victor yang mendengar kesedihan dalam kata-kata Amanda tak bisa menahan dirinya untuk menenangkan wanitanya. Kali ini Victor menahan lengan Amanda kemudian menarik tubuh mungil itu dalam pelukannya. Victor memeluk Amanda dengan sangat erat.


“Maaf sudah membuatmu terluka”ucap Victor dengan sendu


Amanda hanya diam saja dipeluk tubuhnya oleh lelaki yang notabene adalah lelaki yang pernah mengisi hatinya. Lelaki kedua yang berhasil mengobrak abrik kehidupan Amanda. Wanita mandiri yang selalu setegar karang itu kembali rapuh dalam pelukan Victor.


Victor memeluk Amanda sambil mengusap perlahan rambut panjang Amanda. Victor merasa bahagia bisa kembali memeluk wanita pujaan hatinya yang sudah dibuatnya terluka.


“Maaf. Andai saja waktu itu aku segera kembali kemari pasti kemarahanmu takkan sebesar ini padaku”ucap Victor


“Semua sudah berlalu. Tak perlu disesali lagi”sahut Amanda lirih

__ADS_1


“Cecilia sudah pergi”ucap Victor


“Benarkah? Karena itu kau kembali kemari?”sindir Amanda


“Dia sudah tenang di atas sana”jawab Victor


Amanda yang tak percaya dengan ucapan Victor langsung menjauhkan diri untuk melihat kejujuran di mata lelaki itu.


“Apa maksudmu?”tanya Amanda


Victor meraih bahu Amanda, dan menatap lembut kekasih hatinya.


“Cecilia sudah meninggal dua minggu lalu. Aku baru bisa kembali setelah mengurus semuanya di Amerika. Karena itu aku baru kembali padamu sekarang”ucap Victor


“Lalu..bagaimana dengan putramu?”tanya Amanda


Amanda mengkhawatirkan putra semata wayang Cecilia, saingannya yang sudah meninggal dunia.


“Ralat..putra Ramon. Dia bukan putraku”jawab Victor dengan tegas


Degh..


“A-apa maksudmu? Bukankah dia anakmu? Karena itu kau menikah dengannya dan hidup di Amerika kan?”tanya Amanda


“Aku tak pernah menikah dengan Cecilia. Hasil tes DNA menyatakan aku bukan ayah biologis dari Louis. Mana mungkin aku ayah biologisnya sementara aku tak pernah menyentuh ibunya”jawab Victor dengan terkekeh.


“Lalu darimana kau tahu Louis adalah anak Ramon?”tanya Amanda


“Bisakah kita akhiri pembicaraan ini sebentar saja?”tanya Victor


Victor kembali membawa tubuh mungil Amanda dalam pelukannya dan memeluk tubuh wanita itu dengan sangat erat.


“Aku sangat merindukanmu sayang”ucap Victor dengan lembut


Perasaan Amanda semakin dibuat jungkir balik setelah mendengar pengakuan Victor. Ternyata lelaki yang saat ini sedang memeluknya tidak pernah berselingkuh dengan mantan sekretarisnya. Ternyata Cecilia yang sudah membohongi semua orang. Hingga akhirnya rencana pertunangannya dengan Victor terpaksa batal akibat kebohongan Cecilia.


“Jika kau tau dia berbohong, kenapa kau tak segera kembali?”tanya Amanda


Perlahan-lahan tangan Amanda terangkat lalu memeluk tubuh besar lelaki dihadapannya. Air mata bahagia juga membasahi pipi Amanda karena lelaki gila yang terus mengejar-ngejar cintanya tak pernah berbohong. Lelaki itu memang tulus mencintainya.


“Kau memang brengsek”ucap Amanda sambil memukul punggung Victor

__ADS_1


Betapa selama ini Amanda juga sangat merindukan lelaki gila itu. Lelaki gila yang selalu memenuhi kantornya dengan bunga. Lelaki yang selalu ada untuk Amanda. Ketulusan cinta Victor bahkan berhasil meyakinkan Amanda untuk melepaskan cintanya pada Ramon. Cinta pertamanya. Namun siapa sangka, kehamilan mantan sekretaris Victor yang mengaku hamil dengan bosnya berhasil memporak porandakan semua kebahagiaan Amanda.


Rencana pertunangannya yang sudah akan digelar terpaksa gagal. Di saat muncul dugaan bahwa ayah biologis dari bayi yang dikandung Cecilia adalah Ramon, justru Ramon mengalami kecelakaan dan koma selama waktu yang lama.


*


*


*


*


Di tempat yang lain,


Jessica menyeruput minuman yang ada di tangannya sambil menatap tajam lelaki tampan yang tadi mengajaknya keluar dari kantor Amanda. Merasa tak nyaman dengan tatapan tajam Jessica, Rafael pun menghentikan aktivitasnya.


“Kenapa menatapku seperti itu? Apa yang ingin kau tahu?”tanya Rafael


Jessica meletakkan minuman ditangannya.


“Kau belum menceritakan padaku siapa itu tuan Victor dan apa hubungannya dengan kak Amanda? Kenapa lelaki itu memanggilku adik ipar? Sebenarnya ada hubuNgan apa antara mereka berdua? Kau pasti tahu. Jadi katakan padaku sekarang juga”pinta Jessica dengan sedikit memaksa karena sejak tadi sudah sangat penasaran dengan kisah antara tuan Victor dengan sepupunya, Amanda.


Rafael menghela nafasnya dengan kasar.


“Kenapa kau tanya padaku? Kau tanya saja pada Amanda. Dia kan sepupumu”jawab Rafael


“Ayolah! Aku tahu kau mengetahui hubungan mereka. Cepat ceritakan!”pinta Jessica


Rafael menarik sudut bibirnya melihat “pacar” nya yang sudah sangat penasaran.


“Menyebalkan! Kenapa malah senyum sih? Apa dia tidak tahu kalo senyumnya itu membuat dia semakin kelihatan tampan?”gerutu Jessica dalam hati begitu melihat senyum tipis di wajah Rafael.


“Sudah lupakan! Kalo tak mau cerita aku tanya sendiri saja sama kak Amanda. Sekarang antarkan aku pulang!”rajuk Jessica


Jessica yang kesal langsung beranjak dari duduknya. Rafael yang melihat Jessica kesal dan ingin meninggalkan dirinya, langsung menahan lengannya. Membuat Jessica menoleh pada Rafael.


“Duduklah! Aku akan ceritakan yang aku tahu”pinta Rafael


“Benar kau mau cerita?”selidik Jessica


“Duduklah dulu”ucap Rafael.

__ADS_1


__ADS_2