
Sementara itu, Rafael duduk di kursi sofa menunggu Jessica yang mencoba gaunnya. Sebenarnya Rafael ingin kembali menemani Jessica di dalam ruang ganti tetapi karena dimarahi Jessica, akhirnya Rafael memilih mengalah untuk istri kecilnya itu.
“Jangan ikut ke dalam! Kau tunggu di sini saja. Okey?”perintah Jessica dengan suara tegas
“Iya sayang”jawab Rafael dengan lembut
Membuat Jessica kembali tersipu malu mendengar Rafael memanggilnya dengan sebutan “sayang”.
Jessica mencoba beberapa gaun yang menurutnya bagus. Selesai mengenakan gaun itu, Jessica keluar ruang ganti dan meminta pendapat suaminya itu.
“Bagaimana dengan ini?”tanya Jessica
Jessica memamerkan gaun yang dipilihnya sambil berputar. Rafael dengan ekspresi datarnya hanya diam kemudian menggelengkan kepalanya. Tanda dia tidak setuju. Jessica mengerucutkan bibirnya sambil menyeret gaunnya kembali ke ruang ganti.
Sebenarnya Rafael suka gaun yang dipakai Jessica namun karena gaun itu memiliki belahan dada yang lumayan rendah hingga membuat bagian tubuh Jessica yang menjadi favoritnya terlihat dengan jelas. Rafael tak ingin Jessica memamerkan bagian tubuhnya yang menggemaskan itu kepada lelaki lain.
Jessica kembali mencoba gaun kedua. Evening gown v neck off shoulder berwarna hitam itu sangat cocok dikenakan Jessica. Gaun itu semakin kontras dengan kulit putih mulus Jessica. Begitu selesai memakai gaun itu, Jessica keluar ruang ganti dan menunjukkan pada Rafael. Rafael yang sedang membaca majalah, tak terlalu memperhatikan ketika Jessica keluar dari ruang ganti.
“Bagaimana dengan ini?”tanya Jessica
Suara merdu Jessica memecah konsentrasi Rafael. Membuat Rafael spontan mendongakkan kepalanya.
Degh..
Jantungnya merespon dengan sangat cepat. Matanya sejenak menikmati keindahan yang menyapa indera penglihatannya. Kecantikan makhluk terindah yang berada di depannya. Sungguh Jessica terlihat sangat cantik dengan gaun itu. Jessica tersenyum melihat Rafael yang termangu melihat dirinya.
“She’s so hot”gumam Rafael dalam hati
“Raf..gimana? Apa aku cocok dengan gaun ini?”tanya Jessica sambil berputar
“Ehem”
Rafael berdehem dengan keras begitu tersadar dari lamunannya.
“Ganti! Ganti! Aku tak suka”ucap Rafael sambil melanjutkan membaca majalah yang dipegangnya
“Hishhh”gerutu Jessica untuk kedua kalinya
Sambil mengerucutkan bibirnya, Jessica kembali menyeret gaun yang dikenakannya kembali ke ruang ganti. Jessica menghela nafasnya perlahan. Menahan emosi dalam hatinya.
Kali ketiga Jessica berganti gaun. Kali ini gaun yang dipakainya memiliki model yang berbeda dari dua gaun sebelumnya. Evening gown dengan v neck yang tidak terlalu rendah namun backless itu jelas memamerkan punggung mulus Jessica. Namun Jessica menyukainya.
Begitu keluar dari ruang ganti, Jessica sudah mempersiapkan hatinya dengan komentar sang suami. Jessica tidak berharap lebih kali ini. Takut kecewa lagi karena Rafael selalu menolak gaun pilihannya.
“Kalo yang ini gimana?”tanya Jessica tanpa memutar gaunnya.
“Itu bagus”jawab Rafael sambil manggut-manggut.
“Benarkah? Jadi aku boleh pakai gaun ini?”tanya Jessica memastikan
__ADS_1
Rafael menganggukkan kepalanya. Disambut senyum lebar Jessica. Jessica yang kegirangan segera berlari ke arah Rafael dan mengecup pipi suaminya.
“Cuuup”
“Terimakasih”ucap Jessica sambil tersenyum
Rafael yang keenakan, malah menunjuk pipinya yang lain. Minta dicium lagi. Karena hatinya sedang senang, Jessica tak keberatan mencium pipi Rafael yang lain.
Saat sudah mendekat, Rafael mencuri kesempatan untuk mengecup bibir Jessica. Membuat wanita cantik itu membelalakkan matanya karena Rafael berhasil mengerjainya.
“Mmuach”
“Sekarang ganti bajumu! Aku ke kasir dulu!”ucap Rafael
“Baiklah”
Baru berjalan beberapa langkah, Rafael membelalakkan matanya melihat punggung mulus Jessica yang terekspos.
“Tunggu..jangan ganti dulu!”perintah Rafael tiba-tiba.
Jessica membalik tubuhnya.
“Ada apa lagi? Katanya kau suka gaun ini?”tanya Jessica sambil mengerutkan dahinya
“Kenapa bagian belakangnya seperti itu? Ganti! Ganti! Aku tak suka! Cepat ganti!”perintah Rafael dengan tegas
“Sebenarnya kau ingin menarik perhatian siapa? Kenapa kau memilih gaun-gaun seperti itu?”tanya Rafael sewot
Jessica kesal karena beberapa gaun yang dipilihnya tidak mendapat persetujuan suaminya. Rafael yang mulai protektif pada istrinya menilai gaun-gaun yang dipilih Jessica semuanya terlalu terbuka. Mulai dari belahan dada yang terlalu rendah, bagian belakang yang backless, atau bagian bawah dengan belahan samping yang terlalu tinggi hingga membuat paha mulus istrinya jelas terekspos.
“Kalau begitu, kau saja yang pilihkan! Aku capek memilih gaun jika ujung-ujungnya kau menolak semua gaun pilihanku”rajuk Jessica sambil duduk di kursi sofa dengan wajah yang ditekuk saking jengkelnya.
Rafael memegang lutut Jessica kemudian menggeser tubuh Jessica hingga wanita cantik itu menghadap suaminya. Jessica yang masih kesal tampak mengerucutkan bibirnya.
“Jangan marah! Aku hanya tak ingin tamu-tamu besok melihat istriku dan menikmati tubuhmu. Karena semua yang ada di sini adalah milikku. Hanya milikku!”ungkap Rafael sambil menunjuk bagian tubuh Jessica dari bagian atas sampai ke bawah.
Emosi Jessica perlahan mereda mendengar jawaban suaminya yang ternyata ingin melindunginya dari tatapan lapar tamu-tamu pria yang besok akan datang dalam perayaan ulangtahun perusahaan.
“Baiklah! Jika itu maumu. Tapi sekarang kau yang pilihkan gaunnya. Aku akan pakai gaun apapun yang kau pilihkan”jawab Jessica sambil menggenggam tangan Rafael
“Itu baru istriku”puji Rafael
Membuat Jessica dan Rafael sama-sama tersenyum. Kali ini Rafael yang memilihkan gaun untuk Jessica. Sementara Jessica duduk di kursi sofa sambil menunggu Rafael yang mengamati mannequin-mannequin serta gaun-gaun yang dipajang rapi di butik itu.
Saat sedang menunggu Rafael, seseorang mendekati Jessica dan menyapanya.
“Jessica, apa kabar?”sapa Catherine
“Nona Catherine, apa kabar?”balas Jessica
__ADS_1
Keduanya saling berpelukan setelah lama tidak bertemu.
“Aku dengar kau sudah menikah?”tanya Catherine
“Iya nona”jawab Jessica sambil tersenyum
“Maaf ya aku tidak bisa hadir, karena waktu itu aku baru saja melahirkan. Aku ucapkan selamat untuk pernikahanmu dengan cucu nyonya Elizabeth. Semoga kalian langgeng terus”ucap Catherine
“Terimakasih nona”sahut Jessica
“Bagaimana keadaan baby Anda? Maaf juga saya belum sempat menjenguk”ucap Jessica
“Putraku baik-baik saja. Dia sehat. Kapan-kapan berkunjunglah ke mansionku! Kau juga sudah lama tidak bertemu Thania kan?”ajak Catherine
“Saya tanyakan suami saya dulu ya nona”jawab Jessica
“Oh iya. Memang sebaiknya kau ijin suamimu dulu”sahut Catherine
Keduanya ngobrol selama beberapa saat, hingga Rafael yang sudah menemukan gaun untuk Jessica kembali pada istrinya itu. Dilihatnya Jessica sedang berbincang dengan pemilik butik.
“Oh..suamimu sudah datang. Selamat tuan Rafael atas pernikahan kalian. Maaf aku tidak bisa hadir waktu itu. Karena aku baru saja melahirkan”ucap Catherine
“Terimakasih. Kado dari Anda dan suami Anda sudah saya terima. Terimakasih”sahut Rafael dengan ekspresi dinginnya.
Jessica menatap suaminya penuh pertanyaan. Karena nyatanya dia tidak tahu kado apa yang diberikan Catherine dan Arga untuk pernikahan mereka.
“Baiklah! Kalo begitu aku pamit dulu ya! Silahkan lanjutkan belanjanya!”pamit Catherine sambil memeluk Jessica dan menjabat tangan Rafael
Begitu Catherine menjauh, Jessica meraih tangan Rafael membuat lelaki itu menoleh pada istrinya.
“Kado apa yang dimaksud nona Catherine? Kenapa aku tidak tahu mereka memberi kita kado?”tanya Jessica
“Bukan apa-apa. Sudah, coba pakai gaun ini! Nyonya besar pasti sudah menunggu kita”kelit Rafael
Sebenarnya Jessica penasaran dengan kado yang diberikan Catherine dan Arga tetapi Jessica yang tak ingin membuat Elizabeth menunggu terlalu lama akhirnya memilih segera mencoba gaun yang dipilihkan suaminya.
Setelah mengenakan gaun itu, Jessica keluar ruang ganti. Rafael dibuat terpana melihat betapa cantiknya Jessica dengan gaun yang sudah dipilihnya. Evening ball gown berwarna gold dengan lengan panjang itu terlihat sangat cocok dipakai Jessica. Membuat Jessica terlihat seperti putri di negeri dongeng.
“Bagaimana?”tanya Jessica
“You look stunning!”puji Rafael
Jessica tersipu malu mendengar pujian Rafael.
“Aku ke kasir dulu. Kau ganti bajumu! Setelah ini kita menyusul ke restoran”pinta Rafael
“Baiklah”
Akhirnya Jessica mendapatkan gaun yang akan dikenakannya esok saat perayaan ulangtahun perusahaan. Keduanya pun menuju restoran setelah membayar gaun yang dibeli tadi. Keduanya keluar dari butik sambil Jessica menggelayut manja pada suaminya. Tak lupa keduanya saling bercanda hingga pancaran kebahagiaan begitu jelas terlihat dari kedua pasangan pengantin baru itu.
__ADS_1
Keduanya tak menyadari seseorang tengah mengawasi keduanya dari kejauhan dari dalam mobilnya. Sambil meremas setir mobilnya, dari raut wajahnya jelas menyiratkan kemarahan dan kebencian pada salah satu dari pasangan suami istri itu. Seseorang tersebut segera meninggalkan tempatnya dan mengemudikan kendaraannya entah kemana, sambil mengenakan kembali kacamata hitamnya.