
Jessica yang merasakan tubuhnya sangat lemah, akhirnya menurut saja didudukkan Rafael di atas meja marmer. Rafael menatap sekelilingnya yang dipenuhi pecahan gelas. Rafael berusaha mencari sapu untuk membersihkan pecahan gelas itu.
“Ah..disana rupanya”
Rafael segera berjalan ke arah sapu yang berada di salah satu sudut dapur. Rafael berjalan dengan perlahan supaya tidak menginjak pecahan gelas itu. Begitu mendapatkan sapu, Rafael segera menyapu bekas pecahan gelas dan memeriksa sampai benar-benar sudah tidak ada pecahan gelas.
Selama Rafael menyapu dan membersihkan pecahan gelas, Jessica yang sedikit pusing tak hentinya menatap lelaki tampan yang sudah menolongnya itu. Ada perasaan hangat menjalar dalam hati Jessica melihat lelaki playboy yang menyebalkan itu kembali menolongnya.
Merasa ada yang salah dengan jantungnya, Jessica meletakkan salah satu tangannya di dada.
“Kenapa dengan diriku? Kenapa jantungku berdebar-debar seperti ini? Apa ini karena aku sedang sakit?”gumam Jessica dalam hati
Rafael yang sudah selesai menyapu dan membuang bekas pecahan gelas ke tempat sampah, sempat melihat Jessica yang memegangi dadanya. Membuat Rafael merasa khawatir dengan keadaan gadis ceroboh yang sedang sakit itu.
“Kau kenapa?”tanya Rafael
Jessica yang masih memegangi dadanya menoleh pada Rafael.
“Tidak ada apa-apa”kelit Jessica bohong
Jessica ingin turun dari meja marmer namun Rafael dengan sigap menahan gadis cantik itu. Membuat Jessica kaget dengan perlakuan Rafael yang tiba-tiba berdiri di depannya dan menahan dirinya yang akan turun.
__ADS_1
“Kau mau apa? Aku cuma mau turun”ucap Jessica
Rafael hanya diam dan justru langsung menggendong Jessica.
“Hei..turunkan aku!”seru Jessica kaget
“Diamlah!”pinta Rafael sambil menatap Jessica
Mata keduanya saling bertemu. Suasana benar-benar hening.
Deg..deg..deg,,
Entah kenapa tatapan lembut yang diberikan Rafael justru membuat jantung Jessica semakin tak karuan. Apalagi saat keduanya saling bertatapan, seperti ada yang menjalar hangat di hati Jessica.
“Terimakasih”ucap Jessica lirih
Rafael hanya diam tanpa membalas ucapan Jessica. Rafael justru kembali ke dapur. Membuat mata Jessica mengikuti kemana lelaki tampan itu pergi. Jessica dibuat penasaran dengan kelakuan lelaki tampan yang tampak sangat atletis dengan balutan kaos pendek yang saat ini dikenakannya.
“Dia mau ngapain?”gumam Jessica dalam hati penasaran
Begitu Rafael kembali dari dapur sambil membawa segelas air putih dan berjalan ke arah dirinya, Jessica segera mengalihkan tatapan matanya karena takut ketahuan sedang memandangi lelaki tampan yang terkenal narsis itu.
__ADS_1
“Minumlah!”ucap Rafael sambil menyodorkan segelas air putih
Jessica mendongakkan kepalanya dan tangannya terulur menerima gelas yang dibawa Rafael. Jessica meneguk air putih itu dengan lahap. Karena memang dirinya sangat kehausan. Dalam keadaan demam, seseorang memang cenderung merasa gampang haus. Begitu juga dengan yang dialami Jessica.
Di saat tubuhnya demam seperti sekarang, Jessica memang merasa sangat kehausan.
“Glek..glek..glek”
Jessica meneguk gelas berisi air putih itu dengan beberapa kali teguk sampai air itu habis.
Jessica meletakkan gelas kosong itu di atas meja.
“Kita ke rumah sakit saja”ajak Rafael
“Untuk apa?”tanya Jessica
“Ya untuk memeriksa keadaanmu. Kau itu sakit. Demammu tinggi”ucap Rafael.
“Tak perlu. Aku hanya perlu istirahat saja. Istirahat sebentar pasti demamnya turun. Tak perlu ke rumah sakit segala”sahut Jessica
Jessica yang merasa kepalanya semakin terasa berat, mulai merebahkan tubuhnya di kursi sofa.
__ADS_1
“Dasar keras kepala!”seru Rafael kesal
“Iihhh..berisik! Kalo kamu hanya mau menggangguku, sebaiknya pergilah sekarang. Aku mau istirahat”ucap Jessica sambil memejamkan matanya karena tubuhnya sangat lemas.