
Rafael dan Jessica berjalan kembali ke dalam ballroom. Mereka berkumpul bersama keluarga besar Miller. Tampak kebahagian jelas terpancar dari mereka. Dengan bertambahnya anggota keluarga, mereka tampak sangat akrab dan penuh kekeluargaan. Kehadiran Jessica di tengah-tengah keluarga Miller telah berhasil menyatukan keluarga besar itu yang sebelumnya sempat terpecah-pecah.
Saat sedang berbincang ringan, tiba-tiba datang seseorang mendekati keluarga Miller.
“Selamat malam tuan Arthur”sapa seorang lelaki yang sudah lanjut usia kepada Arthur
Keluarga itupun menoleh hampir bersamaan.
Degh..
Wajah ceria keluarga Miller satu per satu perlahan memudar. Bukan karena lelaki lanjut usia yang baru saja menyapa mereka tetapi karena wanita cantik yang berdiri di samping lelaki tua itu.
“Celine?”gumam semua orang dalam hati tak percaya
“Dia kan..Celine”gumam Jessica dalam hati
Celine menatap wajah keluarga Miller satu per satu dengan senyum tipis yang menghiasi wajah cantiknya.
Arthur yang sempat terkejut dengan kehadiran Celine di belakang tuan Eric Barnett, tampak menjabat tangan tuan Eric dan berbincang dengannya.
“Selamat atas perayaan ulangtahun perusahaan Anda. Aku harap kita bisa terus bekerja sama”
“Terimakasih tuan Eric. Tentu saja”sahut Arthur
“Oh ya, kenalkan ini cucuku, Celine Barnett”
Eric memperkenalkan Celine pada keluarga Miller. Semakin terkejutlah mereka semua begitu mendengar nama belakang Celine. Karena sebelumnya Celine yang mereka kenal tidaklah menyandang nama besar Barnett dibelakangnya.
Celine mengulurkan tangannya menjabat tangan semua anggota keluarga Miller.
“Nyonya Elizabeth, bagaimana kabar Anda? Sudah lama kita tidak bertemu”sapa Celine
Elizabeth hanya menjawab sekenanya.
“Aku baik-baik saja, lama tidak bertemu, Celine”sapa balik Elizabeth
“Anna, Ara apa kabar kalian? Kalian sudah besar sekarang”sapa Celine pada dua saudara kembar yang pernah dekat dengan dirinya.
“Iya kak”sahut Anna mencoba ramah
Sementara Ara hanya mengulas senyum tipis sambil menerima uluran tangan Celine yang menjabat tangannya.
“Hai Raf”sapa Celine pada mantan pacarnya yang terlihat semakin tampan
__ADS_1
Rafael hanya menganggukkan kepalanya tanpa ekspresi. Dan saat menjabat tangan Rafael, Celine tampak enggan melepaskan tangan lelaki yang pernah menjadi kekasihnya itu.
Rafael melepaskan dengan paksa tangan Celine yang menjabat tangannya dengan erat. Rafael dengan ekspresi dinginnya langsung menatap wajah cantik istrinya dan menggandeng tangan Jessica dengan erat. Tak lupa sebuah senyuman indah diberikan Rafael pada wanita yang sudah menjadi istrinya itu.
“Kau tak ingin mengenalkan wanita cantik ini padaku Raf?”tanya Celine
Celine mengulurkan tangannya pada Jessica. Mau tak mau Jessica menerima uluran tangan Celine untuk berjabatan tangan.
“Jessica”
“Celine”
Dua wanita cantik itu saling berjabatan tangan.
“Kamu..”
Celine mencoba mendapatkan jawaban tentang hubungan Jessica dan Rafael.
“Dia cucu menantuku. Rafael dan Jessica baru saja menikah”sahut Elizabeth sambil tersenyum pada Jessica.
Jessica membalas senyum Elizabeth pada dirinya. Wajah cantik Celine mendadak berubah. Ada seringai tipis di wajahnya. Menyiratkan ketidaksukaannya pada jawaban Elizabeth.
“Oh ya, selamat Raf atas pernikahan kalian”ucap Celine pada Rafael
Pertemuan dua keluarga berpengaruh di Paris itu berlangsung selama beberapa saat. Hingga akhirnya Eric mengajak cucunya pulang. Celine berpamitan dengan semua anggota keluarga Miller.
“Sampai jumpa lagi Raf”pamit Celine pada Rafael
Rafael hanya diam namun dengan ekspresi wajah yang sangat dingin dan datar.
Eric segera mengajak Celine meninggalkan ballroom diikuti beberapa pengawal mereka.
Di dalam mobil,
“Kau harus menahan dirimu. Jangan gegabah! Jika kau tak ingin rencanamu berantakan”perintah Eric pada cucunya
“Iya kek. Aku tahu”sahut Celine sambil menatap pemandangan kota Paris di malam hari yang terlihat sangat indah
“Itu baru cucuku”puji Eric pada Celine
“Aku pasti akan mendapatkanmu kembali Raf, tunggu saja!”gumam Celine dalam hati
Sementara itu, di dalam ballroom, setelah kepergian Celine, semua anggota keluarga Miller tenggelam dalam pikiran mereka masing-masing. Mereka tampak berusaha menikmati suasana pesta namun pikiran mereka melanglang buana tak tentu arah.
__ADS_1
“Kenapa wanita itu kembali lagi? Apa lagi rencananya kali ini? Aku harus menghentikan dia sebelum dia melukai keluargaku”gumam Arthur dalam hati
“Bagaimana bisa wanita itu adalah cucu tuan Eric? Rahasia apalagi yang disembunyikan wanita itu? Aku harus mencari tahu semuanya”gumam Elizabeth dalam hati sambil menatap wajah cucu menantunya
Rafael yang terus berpikir karena kedatangan Celine tadi sampai tak menghiraukan Jessica yang terus menatap dirinya. Ketika Rafael menoleh pada Jessica, istri cantiknya itu tersenyum dengan indah.
“Sayang..apa kau sudah lelah?”tanya Rafael
“Apakah masih lama?”tanya Jessica
“Jika kau sudah lelah, kita bisa pulang sekarang”ucap Rafael
“Aku hanya sedikit mengantuk”ucap Jessica
“Baiklah! Kita pulang saja sekarang”ajak Rafael
“Tapi Raf..acaranya belum selesai”tegur Jessica
“Aku tak mau jika sampai kau kelelahan karena acara ini. Sebaiknya kita pulang sekarang”ajak Rafael sambil menggandeng tangan Jessica
Rafael mengajak Jessica berpamitan dengan Arthur dan Elizabeth.
“Kalian mau kemana?”tanya Elizabeth
“Jessica sudah mengantuk. Kami pulang dulu saja”pamit Rafael
“Benarkah Jessi?”tanya Elizabeth
“Tidak nek. Aku masih kuat kok”bohong Jessica
“Bawa istrimu pulang! Kasihan dia sudah kelihatan lelah”perintah Arthur
Rafael menganggukkan kepalanya. Akhirnya Rafael pulang bersama Jessica ke apartemen mereka.
Sepanjang perjalanan pulang, Jessica yang bersandar di dada bidang Rafael sesekali menatap sang suami yang terlihat berbeda setelah kedatangan Celine di pesta perayaan ulang tahun perusahaan Miller tadi.
“Apa dia masih memikirkan Celine?”gumam Jessica dalam hati
Jessica mengangkat tangannya hingga menyentuh wajah tampan Rafael. Membuat Rafael yang tersadar dari lamunannya dan menatap istrinya.
“Ada apa?”tanya Rafael
“Jangan memikirkan wanita lain jika bersamaku!”gumam Jessica dalam hati dengan tatapan memelas
__ADS_1
Rafael tersenyum dan mengecup kening Jessica untuk menenangkannya. Rafael bahkan menggenggam tangan Jessica dan mengeratkan pelukannya. Rafael seakan dapat melihat kekhawatiran Jessica. Terlebih setelah bertemu dengan mantannya tadi.