Fall For You

Fall For You
Getaran Aneh


__ADS_3

Jessica memaksakan senyum di wajahnya. Jessica terlihat sangat gugup. Beberapa kali Jessica mengepalkan tangannya berusaha menguatkan dirinya sendiri.


“Huft..huft”


Jessica mengatur nafasnya perlahan. Tak bisa dipungkiri jika saat ini dirinya sangat nervous dan gelisah. Karena ini adalah pengalaman pertamanya menjadi seorang foto model, meskipun hanya sebagai foto model dadakan.


“Rilex..okey?”nasehat Luke


Jessica tersenyum sambil menganggukkan kepalanya. Akhirnya sang fotografer mengarahkan Jessica untuk bergaya di depan kamera. Jessica mengikuti setiap instruksi fotografer dengan sangat baik. Sehingga meskipun hanya sebagai foto model pengganti namun hasil jepretan sang fotografer sangatlah bagus. Semua orang yang berada di tempat pemotretan tampak puas dengan hasilnya.


Rafael dan Jessica berganti kostum selama beberapa kali dalam sehari itu. Karena sedang tidak memegang hp nya, Jessica tidak tahu jika sekarang sang adik sedang menelponnya. Joanne yang sudah sampai di bandara, menelpon sang kakak supaya dijemput.


Joanne menghubungi Jessica beberapa kali. Joanne juga menghubungi Amanda tetapi mereka semua tidak ada satupun yang menjawab panggilan teleponnya.


“Yah..malah mati. Aku harus gimana sekarang?”gumam Joanne setelah melihat hp nya mati.


Joanne menarik kopernya mencari tempat charger hp gratis yang ada di bandara udara internasional Charles de Gaulle Paris. Setelah menemukannya, Joanne segera mencharge hp nya.


Di tempat lain,


Pemotretan masih juga berlangsung. Kali ini pemotretan berpasangan antara Jessica dan Rafael. Awalnya Jessica sangat gugup dan malu harus berpose mesra bersama Rafael.


“Jessica, get close to Raf!”perintah Luke


Jessica yang diminta Luke mendekat ke arah Rafael, tampak malu-malu. Jessica bahkan tak berani menatap ke arah Rafael. Jessica terlihat sangat canggung. Rafael yang sudah lebih profesional tanpa diduga malah menarik tubuh Jessica ke arah dirinya.


“Good Raf..now try to pose!”perintah Luke

__ADS_1


Luke begitu senang karena Rafael mengerti arah instruksinya. Jessica yang belum pernah melakukan skinship dengan lelaki sebelumnya, merasa tidak nyaman ketika Rafael melingkarkan tangannya di pinggangnya yang ramping. Jantung Jessica juga seolah sedang konser musik metal. Sangat brutal.


Rafael yang menyadari Jessica yang tidak nyaman dan terlihat canggung malah berbisik di telinga Jessica. Luke terus mengambil foto keduanya dengan bersemangat.


“Kenapa? Apa kau gugup berpose denganku?”bisik Rafael di telinga Jessica


“Tenanglah! Aku tak tertarik sama sekali dengan gadis lugu sepertimu. Kau itu sama sekali bukan tipeku”bisik Rafael lagi di sela-sela pemotretan itu.


Merasa sudah diremehkan dan direndahkan oleh Rafael membuat Jessica panas juga. Hatinya tersulut emosi setelah Rafael menyebut dirinya gadis lugu. Jessica yang awalnya canggung, menatap Rafael dengan tajam. Posisi tubuh keduanya yang sangat dekat membuat Jessica dapat melihat manik mata Rafael yang begitu indah.


“Dia bilang apa? Dia juga bukan tipeku. Kenapa dia pikir aku tertarik pada dirinya. Dasar Mr. Narcissistic”umpat Jessica dalam hati


Rafael menahan tawanya melihat ekspresi Jessica yang menahan marah. Karena entah kenapa justru terlihat sangat lucu.


“Aku akan tunjukkan kalo aku juga tak tertarik sama sekali dengan dirinya”gumam Jessica dalam hati


Degh..degh..degh..


Ada getaran aneh yang menyusup ke dalam hati Rafael. Jessica mengulas senyum sinis di bibirnya.


“Kebetulan sekali, kau juga bukan tipe ku. Jadi aku tak perlu membuang-buang waktuku mendengarkan ocehanmu itu”ucap Jessica dengan lirih sambil terus bertatapan dengan Rafael.


Interaksi keduanya yang sangat intens membuat sang fotografer sangat senang. Karena tanpa diberikan instruksi, keduanya sudah bisa memberikan pose yang bagus. Sang fotografer mengambil foto beberapa kali.


“They look so good together!”puji beberapa pegawai Amanda yang berada dalam pemotretan itu.


“Yeah..you’re right. She’s even better than Samantha. Thank God she’s not here today”timpal pegawai yang lain

__ADS_1


“I wish she’s never come again. I really don’t like her”bisik yang lain


“Me too”sahut yang lainnya lagi


Amanda yang melihat interaksi kedua anak manusia yang tidak pernah akur sejak pertemuan pertama mereka tampak menyilangkan tangannya di depan dadanya. Amanda menatap tajam ke arah Jessica dan Rafael yang tampak sedang berpose di depan kamera.


“Jangan sampai mereka saling jatuh cinta. Aku takkan rela jika Rafael mempermainkan Jessica seperti gadis-gadis bodoh yang sudah dia kencani selama ini. I’ll be watching him”gumam Amanda sambil menatap Rafael yang terlihat menatap Jessica dengan tatapan yang tak biasa.


Jessica yang sedang berpose menghadap ke arah kamera tak sadar jika kini Rafael sedang menatapnya dengan tatapan yang berbeda dari biasanya. Sepanjang acara pemotretan itu, Jessica dan Rafael terlihat saling bertatapan.


“Okay..it’s enough for today! Good job everybody!”ucap Amanda mengakhiri sesi pemotretan hari ini setelah Luke mengambil foto terakhir.


Amanda mendekati Jessica dan Rafael memberi keduanya selamat.


“Kalian bekerja sangat baik hari ini. Good job”puji Amanda


“Jess..kau bisa berganti pakaian sekarang”


“Baik kak”


Setelah menyelesaikan semua rangkaian pemotretan, Jessica dan Rafael pun berganti pakaian di ruang ganti. Keduanya berganti di ruang yang berbeda. Saat Rafael hendak pergi ke ruang gantinya, Amanda menahan lengan Rafael. Membuat lelaki itu menoleh ke arah Rafael.


“Ada apa?”


“Jangan dekati Jessica! I’m warn you!”ancam Amanda


“Don’t worry! She’s not my type”

__ADS_1


“Aku pegang kata-katamu!”


__ADS_2