Fall For You

Fall For You
Tak Berhak Menghakimi


__ADS_3

Sepanjang perjalanan pulang, keduanya hanya diam. Baik Jessica maupun Rafael tak ada yang memulai pembicaraan. Jessica memilih menatap keluar kaca mobil. Menatap pemandangan kota Paris di malam hari. Nampak lampu-lampu menghiasi kota Paris.


Saat tanpa sengaja Jessica menatap ke arah Rafael, matanya sempat terbelalak melihat tangan Rafael yang sangat kekar. Karena tadi sebelum mengendarai mobil sportnya, Rafael memang sempat melipat lengan kemejanya sehingga lengannya yang kekar berotot nampak jelas terlihat.


Buru-buru Jessica mengalihkan tatapan matanya, karena melihat lengan kekar Rafael berhasil membuat dirinya jadi salah tingkah. Entah kenapa sejak kejadian di kolam renang tadi, membuat Jessica sering salah tingkah melihat keindahan tubuh Rafael yang sangat sempurna.


“Apa kau masih mencintai dia?”tanya Rafael tiba-tiba


“Hah? Siapa maksudmu?”tanya Jessica bingung sambil menoleh pada Rafael


“Mantanmu itu. Bukankah lagu yang kau mainkan tadi untuk mantanmu?”tanya Rafael.


“Itu hanya masa lalu”jawab Jessica sambil menoleh ke arah luar mobil.


“Lupakan lelaki yang tak berguna seperti itu. Kau hanya buang-buang waktu meratapi cinta yang menyedihkan seperti itu”ucap Rafael


“Kau tak tahu apa-apa tentang dia dan masa lalu kami. Kau tak berhak menghakimiku”jawab Jessica dengan ketus


Hatinya mendadak emosi mendengar Rafael menyinggung masalah cintanya dengan Arga Wisnutama.

__ADS_1


“Memangnya apa yang kau tahu tentang cinta? Lelaki sepertimu tau apa arti cinta. Kau hanya pencinta wanita yang dengan mudahnya berpindah dari satu wanita ke wanita yang lain. Kau tak tahu apapun tentang arti cinta. Jangankan mencintai oranglain, aku ragu kau bahkan mencintai dirimu sendiri”ucap Jessica dengan ketus.


“Ckittttttt”


Rafael mengerem kendaraannya dengan mendadak. Membuat tubuh Jessica terdorong ke depan. Rafael juga meremas kemudi mobilnya dengan sangat erat. Karena kata-kata Jessica sudah menyinggung perasaan Rafael.


“Apa kau sudah gila? Kau bisa membuat kita berdua celaka”seru Jessica emosi


Rafael menoleh pada Jessica. Namun tatapannya begitu dingin dan mengerikan.


“Kenapa tatapannya begitu mengerikan?”gumam Jessica dalam hati


Akhirnya Rafael mengendarai mobilnya kembali. Namun suasana di dalam mobil menjadi lebih mencekam setelah kejadian tadi. Karena tak mau salah bicara lagi, akhirnya Jessica memilih memejamkan matanya.


Jessica mendekap tubuhnya yang mulai kedinginan karena AC dalam mobil yang menyala menyembur keluar menimbulkan hawa dingin di tubuh Jessica. Dan beberapa saat kemudian, Jessica pun tertidur. Tertidur dengan pulas.


Rafael terus mengemudikan mobil dengan hati yang sempat terbakar amarah mendengar Jessica mengatakan dirinya tak mengenal kata cinta.


“Kau tak tahu apapun tentang aku”gerutu Rafael dalam hati

__ADS_1


Rafael terus mengatur nafasnya yang sempat naik turun saking emosi. Sesekali diliriknya gadis cantik yang duduk di sampingnya. Begitu melihat Jessica yang tertidur, Rafael segera menepikan mobilnya.


Rafael tidak tega melihat kepala Jessica yang terlalu miring. Rafael dengan perlahan membenarkan posisi kepala Jessica. Rafael bahkan mengatur posisi kursi mobil yang diduduki Jessica supaya gadis cantik itu lebih nyaman.


Begitu melihat wajah Jessica yang terlihat sangat damai dalam tidurnya, membuat Rafael justru ingin menikmati momen itu. Rafael melepas sabuk pengamannya dan memiringkan tubuhnya ke arah Jessica. Rafael juga mengatur posisi duduknya hingga dapat melihat wajah gadis cantik itu dengan lebih nyaman.


“She’s so cute”puji Rafael dalam hati melihat Jessica yang sangat pulas tertidur


Begitu melihat anak rambut Jessica jatuh menutupi wajahnya, Rafael dengan perlahan memindahkan anak rambut itu. Rafael tidak ingin mengganggu Jessica yang sudah tertidur dengan pulas terbuai dalam mimpi.


Rafael menatap wajah cantik Jessica dan menikmatinya. Dan saat melihat bibir merah Jessica yang terlihat sangat lembut, mampu membuat Rafael salah tingkah karena ingin mencicipi bibir lembut itu.


Deg..deg..deg..


“What’s wrong with me?”tanya Rafael


Mendadak tubuhnya merasa kegerahan hanya dengan melihat bibir merah Jessica. Rafael melepaskan kancing kemejanya karena merasa kegerahan.


“Sebaiknya aku segera antar dia pulang”gumam Rafael dalam hati

__ADS_1


Rafael mengendarai mobilnya kembali untuk mengantar Jessica pulang.


__ADS_2