Fall For You

Fall For You
Seperti Ditusuk Duri


__ADS_3

Jessica keluar dari ruang ganti tetapi masih mengenakan gaun pantai yang sama. Rafael mengernyitkan dahinya melihat Jessica yang tidak berganti pakaian.


“Kenapa kau masih memakai pakaian itu?”tanya Rafael


“Sepertinya aku masih jetlag, aku belum bisa ikut kalian berenang”bohong Jessica


“Aku istirahat di kamar saja ya?”pinta Jessica


“Tidak bisa! Kau harus ikut kami! Kalo kau tak mau berenang, kau bisa menunggu kami berenang. Kita berangkat saja sekarang!”ajak Rafael setengah memaksa


Rafael tentu tak ingin rencana yang sudah dirancangnya bersama dengan Simon dan Jane, berantakan karena Jessica tidak jadi ikut mereka berenang.


Meskipun sebenarnya Jessica enggan ikut, namun karena Rafael terus memaksa, akhirnya Jessica memilih mengalah. Daripada membuat semakin panjang daftar pertengkaran mereka.


Sesampainya di tempat yang mereka sepakati, Rafael, Simon dan Jane berenang di salah satu spot yang sudah mereka pesan. Sementara Jessica duduk di dekat spot berenang mereka. Ketiganya berenang dengan sangat bahagia. Jane terlihat sangat seksi mengenakan bikini two pieces. Sementara Simon dan Rafael hanya mengenakan celana boxer. Mereka berenang di salah satu perairan dangkal yang menawarkan sensasi berenang sambil ditemani kumpulan ikan-ikan aneka warna yang sangat indah.


“Jessica, ayo kemarilah! Disini sangat indah!”ajak Jane


Jessica hanya tersenyum mendengar ajakan Jane.


Simon lagi-lagi mendapat panggilan dari kantornya.


“Aku terima telepon dulu ya?”pamit Simon pada mereka bertiga.


Simon keluar dari air dan segera menerima panggilan dari kantornya. Jane dan Rafael terlihat berenang berdua dengan sangat bahagia. Keduanya tanpa segan saling mencipratkan air pada masing-masing. Keduanya terlihat sangat mesra dan bercanda berdua. Jessica pura-pura tak melihat kemesraan yang diperlihatkan suaminya dengan Jane.


“Jess, kau bisa fotokan kami berdua?”tanya Jane


“Baiklah”sahut Jessica


Jessica menuruti permintaan Jane dan mengambil hp Jane untuk mengabadikan foto mereka berdua. Jane sengaja berpose sangat mesra sambil bersandar di bahu Rafael yang sangat kekar.


“Satu..dua..tiga”


Jessica memberi aba-aba sebelum mengambil foto keduanya. Jessica menahan emosi dalam dirinya sekuat tenaga. Bagaimana tidak emosi jika suaminya justru bermesraan dengan mantannya di depan matanya. Apalagi keduanya mengenakan pakaian yang sangat minim. Keduanya tampak saling menggoda satu sama lain dan berbincang dengan sangat mesra. Entah apa yang mereka bicarakan, namun semua itu berhasil membuat hati Jessica sedih.


“Coba aku lihat hasilnya”pinta Jane


Jessica menurut dan mendekati keduanya. Jane mengamati hasil jepretan kamera Jessica.


“Uhm..lumayan. Satu lagi ya Jess, kau mau kan?”pinta Jane dengan wajah memelas.


“Baiklah”sahut Jessica

__ADS_1


Jessica bersiap mengambil foto keduanya.


“Satu..dua..tiga”


Degh..


Begitu hitungan ketiga, Jane terlihat mengecup bibir Rafael singkat. Membuat Jessica yang memberi aba-aba sempat kaget dan mencengkeram kuat hp milik Jane.


Jessica tak bisa menutupi lagi kekecewaan dan kesedihan dalam hatinya melihat Jane yang mengecup bibir Rafael singkat. Karena kecupan itu telah terabadikan dalam foto di hp Jane.


Jessica berusaha sekuat tenaga untuk tidak menangis saat itu juga. Jessica segera menyerahkan hp itu pada Jane.


“Terimakasih Jess. Kau tidak marah kan karena aku mencium suamimu yang tampan ini?”tanya Jane


“Kenapa aku harus marah? Suamiku saja tidak keberatan. Benar kan Raf?”sindir Jessica


Jessica memilih berpamitan karena sudah tidak kuat lagi melihat kemesraan yang diperlihatkan Jane dan Rafael.


“Kau mau kemana?”tanya Rafael sambil berdiri dari perairan dangkal itu


“Aku pusing. Aku mau istirahat saja di kamar. Kalian teruskan saja acara kalian. Aku pergi dulu”pamit Jessica


Jessica berlalu begitu saja meninggalkan Rafael dan Jane. Hatinya benar-benar sakit melihat suaminya justru berciuman dengan Jane.


Rafael memilih menyusul Jessica yang kembali ke kamar mereka. Jessica terus berjalan menuju kamarnya dengan langkah yang lebar.


Sesampainya di kamarnya, Jessica memilih mengunci pintu kamarnya. Jessica juga menutup tirai kamarnya dan mengunci pintu yang menuju ke balkon. Jessica berjalan mondar-mandir di kamarnya.


“Dia keterlaluan! Dia sangat menyebalkan”ucap Jessica sambil terisak.


Jessica mengusap airmatanya yang terus mengalir membasahi pipinya. Jessica duduk di tepi ranjang sambil mengatur nafasnya perlahan dengan airmata yang terus membanjiri pipinya. Hatinya seperti ditusuk duri melihat kemesraan yang diperlihatkan suaminya dengan wanita masa lalunya. Jessica tak bisa menutupi kesedihannya lagi. Hingga airmata itu pun luruh juga dari mata indahnya.


Rafael yang sudah sampai di kamarnya, berusaha masuk ke dalam. Tetapi karena dikunci dari dalam, Rafael tidak bisa masuk begitu saja. Rafael segera menggedor pintu beberapa kali.


“Tok..tok..tok”


“Jessica, buka pintunya!”seru Rafael sambil terus menggedor pintu


Tak dihiraukan keributan yang dibuatnya. Meskipun satu kamar dengan kamar yang lain saling berjauhan namun suara ribut yang dibuat Rafael tentu saja masih terdengar pengunjung resort yang lain.


Jessica tetap diam dan membiarkan Rafael menggedor pintu. Hatinya benar-benar sangat sedih dan kecewa dengan kemesraan yang diperlihatkan antara dua manusia yang pernah terlibat cinta di masa lalu itu. Walaupun sebenarnya saat mengecup bibir Rafael tadi, keduanya tidak benar-benar saling berciuman, karena Jane meletakkan ibu jarinya di tengah-tengah antara bibirnya dan Rafael. Tetapi karena terhalang angle pengambilan foto oleh Jessica, keduanya telihat seperti benar-benar saling berciuman.


Rafael yang kesal karena Jessica tidak segera membuka pintu kamar, akhirnya memilih pergi. Sementara Jessica yang tak lagi mendengar suara ketukan pintu Rafael yang keras, terlihat menatap pintu kamarnya dengan terisak.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian,


Terdengar suara pintu kamar yang dibuka dari luar. Jessica berdiri dari duduknya sambil menatap pintu kamarnya yang perlahan mulai terbuka. Menampilkan wajah suaminya yang menyebalkan yang sudah membuat dirinya menangis.


Begitu pintu kamarnya terbuka, Rafael segera masuk ke dalam.


“Kenapa kau mengunciku dari dalam?”tanya Rafael menumpahkan kekesalannya sudah dikunci dari dalam oleh sang istri


Jessica yang masih kesal saat ini berdiri membelakangi Rafael sehingga Rafael tak bisa melihat Jessica dengan mata sembab dan airmatanya.


“Aku bicara denganmu kenapa kau diam saja?”tanya Rafael sambil membalik tubuh Jessica


Degh..


Betapa terkejutnya Rafael melihat sang istri yang beruraian airmata.


“Kenapa kau menangis?”tanya Rafael kuatir


“Pergilah! Biarkan aku sendiri! Pergi sana pada mantan pacarmu itu dan biarkan aku sendiri!”seru Jessica sambil mendorong tubuh Rafael untuk menjauh


Jessica terus mendorong tubuh besar Rafael yang tak juga beranjak dari tempatnya. Rafael yang kuatir melihat airmata yang terus mengalir di wajah sang istri, akhirnya menarik tangan Jessica dengan keras hingga gadis cantik itu terjatuh ke depan. Menabrak dada bidang suaminya. Rafael mendekap erat tubuh Jessica.


“Lepaskan aku! Aku bilang lepaskan!”ronta Jessica berusaha melepaskan diri dari dekapan hangat suaminya


Jessica terus memukul punggung Rafael, tetapi Rafael tetap memeluk tubuhnya dengan erat. Seakan ingin menenangkan hati Jessica yang sedang sedih.


Karena kelelahan, Jessica akhirnya pasrah saja dipeluk oleh Rafael. Bahkan dekapan Rafael membuat tangis Jessica semakin kencang. Suara tangisnya yang menyayat hati membuat Rafael tidak tega.


Setelah Jessica sedikit tenang, Rafael perlahan melepaskan pelukannya namun tetap memegang bahu Jessica. Ditatapnya wajah sang istri yang terlihat sembab karena menangis sejak tadi. Rafael dengan lembut mengusap sisa airmata di pipi Jessica.


Keduanya saling bertatapan dengan lembut. Saat Rafael perlahan-lahan mendekatkan wajahnya ke arah Jessica, Jessica memilih memalingkan wajahnya.


Rafael sedikit kaget melihat perubahan Jessica. Karena sebelumnya setiap Rafael mendekatkan wajahnya ingin mencium gadis itu, Jessica tak pernah menolaknya.


Rafael meraih dagu Jessica hingga wajah cantik Jessica menghadap dirinya.


“Apa kau masih marah karena kejadian tadi?”tanya Rafael


“Itu bukan urusanku. Terserah kau mau melakukan apa. Aku tak peduli”sahut Jessica dengan kesal sambil melepaskan diri dari Rafael


Jessica berjalan ke arah balkon dan menyibak tirai yang menutupinya. Jessica menyilangkan kedua tangannya di depan dada sambil menikmati pemandangan indah di depan matanya walaupun hatinya masih sangat kesal dengan kelakuan Rafael tadi.


Rafael membalik tubuh Jessica membuat keduanya saling berhadapan. Rafael bahkan mengeratkan tubuh keduanya hingga tak ada jarak antara keduanya.

__ADS_1


“Kau harus peduli, karena sekarang kau adalah istriku”seru Rafael dengan tegas sambil menatap mata indah sang istri.


__ADS_2