Fall For You

Fall For You
Mengkhawatirkan Gadis Ceroboh


__ADS_3

Rafael segera mengendarai mobil Leon dengan kecepatan tinggi menuju apartemen Amanda. Ya, Rafael sengaja berbohong pada Leon dengan mengatakan ada keperluan ke tempat yang lain. Karena pada kenyataannya, Rafael merasa kuatir begitu mendengar gadis ceroboh yang selalu berdebat dengannya itu sedang sakit.


“Menyusahkan saja”gerutu Rafael dalam hati


Sesampainya di apartemen Amanda, Rafael segera memarkirkan mobil Leon lalu menuju lift ke lantai apartemen Amanda.


“Ting tung”


Rafael memencet bel apartemen Amanda.


“Kemana gadis itu?”tanya Rafael dalam hati


Jessica yang sedang beristirahat tak terlalu mendengar bunyi bel.


“Ting tung”


“Ting tung”


“Ting tung”


Rafael memencet bel beberapa kali. Membuat Jessica yang tertidur karena badannya lemas, mau tak mau terbangun juga.


“Siapa sih diluar? Ganggu aja”gerutu Jessica sambil merem melek


Jessica terpaksa bangun dari tidurnya dan berjalan perlahan ke arah pintu. Pandangan mata Jessica menjadi tidak terlalu jelas, saking panas tubuhnya yang terlalu tinggi. Tanpa mengecek di layar yang terhubung dengan CCTV di depan pintu, Jessica langsung membuka pintu.


“Siapa ya?”tanya Jessica dengan lemas.

__ADS_1


Rafael yang melihat keadaan Jessica yang lemas, menjadi tidak tega.


“Kamu? Ada perlu apa kemari? Kak Amanda sedang tidak di apartemen”jawab Jessica dengan suara lirih.


“Engg..Tadi Amanda menelponku. Ada berkas yang harus aku fotokan padanya”kelit Rafael bohong.


“Ohh..masuklah!”ajak Jessica.


Jessica mempersilahkan Rafael masuk. Wajah pucat dan tubuh lemah Jessica membuat Rafael menjadi kuatir.


“Kamu sakit?”tanya Rafael pura-pura tak tahu


“Aku hanya panas sedikit. Istirahat sebentar juga sembuh”ucap Jessica.


Rafael yang berdiri berhadapan dengan Jessica langsung meletakkan telapak tangannya di dahi Jessica. Membuat gadis cantik itu sempat kaget dengan perlakuan Rafael yang tiba-tiba.


“Kau mau apa? Lepaskan!”pinta Jessica.


“Kenapa tidak ke rumah sakit?”tanya Rafael


“Aku hanya butuh istirahat. Untuk apa pergi ke rumah sakit”sahut Jessica


Jessica melangkahkan kakinya menuju dapur karena merasa haus.


Tubuh lemah Jessica tampak tidak seimbang. Membuat Rafael semakin kuatir melihatnya.


“Hati-hati!”seru Rafael sambil menahan tubuh Jessica yang sempat tidak seimbang.

__ADS_1


Rafael dengan sigap menangkap tubuh Jessica yang hampir jatuh.


“Udah tahu sakit kenapa malah jalan-jalan? Duduklah biar aku ambilkan”perintah Rafael


Jessica mencoba berontak dan melepaskan diri dari dekapan Rafael yang baru saja menangkap tubuhnya.


“Lepaskan! Aku bisa sendiri”pinta Jessica


“Dasar keras kepala. Kau itu sedang sakit. Seharusnya tidur saja di kamar. Ayo sini! Aku antar ke kamar!”ajak Rafael sambil menuntun Jessica ke kamar.


Tetapi karena merasa sangat haus, Jessica menolak permintaan Rafael.


“Lepaskan! Aku bilang aku bisa sendiri. Aku hanya ingin minum. Aku haus”pinta Jessica


Jessica pun melepaskan diri dari Rafael dan berjalan perlahan ke arah dapur. Diambilnya sebuah gelas untuk diisi air putih. Rafael dibuat jengkel juga dengan sikap keras kepala Jessica yang menolak bantuan dirinya untuk beristirahat di kamar.


Tiba-tiba,


“Pyarrrrrr”


Gelas yang berada di tangan Jessica terjatuh ke lantai dan pecah berkeping-keping.


“Jessica”panggil Rafael yang begitu mendengar suara gelas pecah langsung berlari ke arah Jessica


Rafael datang tepat di saat Jessica yang kehilangan keseimbangan tubuhnya. Sejenak tubuh Jessica terasa lemah tak bertenaga. Dengan gesit Rafael langsung meraih tubuh Jessica dan menahannya agar tidak terkulai ke lantai.


“Hati-hati! Banyak pecahan gelas”ucap Rafael.

__ADS_1


Rafael berusaha mencarikan tempat untuk Jessica dapat duduk. Namun karena begitu banyak pecahan gelas, akhirnya Rafael mengangkat tubuh Jessica dan mendudukkannya di atas meja marmer di dapur.


“Duduklah disini! Jangan banyak bergerak!”perintah Rafael


__ADS_2