Fall For You

Fall For You
Kecupan hangat


__ADS_3

Dua jam lamanya Elizabeth berjibaku di dalam ruang operasi. Para dokter terbaik pun berusaha sekuat tenaga untuk menyelamatkan nyawa Elizabeth. Semua keluarga Miller dan keluarga Jessica terus menunggui di luar ruang operasi.


Jessica tampak menyandarkan kepalanya di bahu Rafael dengan mata yang terpejam. Jessica yang kelelahan dan mengantuk tanpa sadar menyandarkan kepalanya di bahu Rafael. Rafael yang tidak tega melihat Jessica yang terkantuk-kantuk selama menunggui Elizabeth, merelakan bahunya digunakan sebagai sandaran kepala Jessica.


“Raf, kami akan menginap di hotel. Hubungi kami jika operasi nyonya Elizabeth sudah selesai”ucap Jerry


“Baik om”jawab Rafael


Jerry mengajak Hanna, Joanne dan Alvaro untuk pergi ke hotel yang sudah mereka pesan untuk beristirahat.


“Titip Jessica ya Raf”pinta Hanna sambil menatap sang putri yang terlihat sangat kelelahan.


“Iya tante”jawab Rafael


Jerry, Hanna, Joanne dan Alvaro berpamitan dengan semua anggota keluarga Miller. Albert akhirnya memilih pulang bersama Anna, Ara dan Leon.


“Aku pergi dulu”ucap Albert pada Rafael


Rafael tampak melengos, mengacuhkan Albert.


“Kabari aku jika nenek sudah selesai operasi ya kak?”pinta Anna


“Beristirahatlah!”pinta Rafael


“Antar si kembar ke hotel!”pinta Rafael pada Leon


“Baiklah! Aku pamit dulu”ucap Leon


Akhirnya Albert, Leon, Anna dan Ara pulang ke hotel untuk beristirahat. Tinggal Jessica, Rafael dan Arthur serta beberapa pengawal keluarga Miller yang ada di sana.


“Bawa Jessica ke kamar rawat inap di atas! Kasihan dia kelelahan seperti itu”pinta Arthur


“Baiklah! Tuan besar tunggu di sini! Aku akan segera kembali!”ucap Rafael


“Jaga tuan besar! Jangan biarkan dia kecapekan!”pinta Rafael pada Oscar, asisten baru Arthur


“Saya mengerti tuan!”sahut Oscar sambil menundukkan kepalanya pada Rafael.


Rafael dengan perlahan membopong Jessica yang tertidur dengan sangat pulas. Rafael membopong sampai ke kamar rawat inap VVIP untuk Elizabeth.


Karena di sana ada kursi sofa besar yang empuk dan nyaman untuk Jessica bisa tidur. Rafael membopong Jessica dengan sangat hati-hati. Rafael takut membangunkan gadis cantik itu.


Sesampainya di kamar rawat inap VVIP tempat Elizabeth nanti dirawat, Rafael menurunkan Jessica dengan perlahan di kursi sofa besar yang ada di kamar itu. Dasar putri tidur, Jessica sama sekali tidak terbangun selama Rafael membopongnya dan membaringkannya di kursi sofa.


Rafael kemudian duduk berjongkok di depan Jessica. Dirapikannya anak rambut yang menutupi wajah cantik gadis yang disukainya itu. Rafael menatap lembut putri tidur itu. Dengan perlahan, Rafael mendekatkan tubuhnya ke arah Jessica. Sebuah kecupan hangat diberikan Rafael di kening Jessica. Kecupan yang kemudian turun di bibir merah muda Jessica yang sangat lembut.

__ADS_1


“Cuppp”


Rafael untuk kesekian kalinya berhasil mencium bibir lembut Jessica ketika gadis itu tertidur.


“Dasar putri tidur!”gumam Rafael dalam hati sambil tersenyum


Dipandangi wajah cantik itu. Setelah memberikan sebuah kecupan manis di kening dan di bibir Jessica, Rafael segera kembali ke lantai bawah, ke ruang operasi menemani sang kakek.


****


Keesokan harinya,


Jessica yang terbangun, membuka matanya perlahan. Jessica mengerutkan dahinya karena merasa asing dengan ruangan yang ditempatinya.


“Aku dimana?”gumam Jessica sambil mengucek matanya


Jessica bangun dari posisinya yang semula berbaring di kursi sofa. Sambil memijat tengkuknya yang terasa kaku Jessica mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan.


“Kau sudah bangun?”tanya Rafael


Jessica spontan menoleh ke belakang. Dilihatnya lelaki tampan yang baru masuk ruangan.


“Aku dimana sekarang?”tanya Jessica


“Kau di kamar rawat inapku sayang”jawab Elizabeth


“Nenek? Bagaimana keadaan nenek?”tanya Jessica di samping ranjang Elizabeth


"Aku baik-baik saja. Maaf sudah membuatmu kuatir”ucap Elizabeth dengan wajah sendu.


Jessica yang terharu melihat Elizabeth sudah sembuh spontan memeluk tubuh renta Elizabeth sambil beruraian airmata.


“Aku senang nenek baik-baik saja”ucap Jessica sambil sesenggukan.


“Lihat kan kelakuan nyonya besar! Membuat semua orang kuatir dan panik saja!”keluh Rafael


Jessica mengurai pelukannya sambil mengusap airmatanya. Elizabeth ikut mengusap sisa airmata di pipi Jessica.


“Maaf ya sayang, kau pasti sangat ketakutan semalam”ucap Elizabeth sambil menggenggam tangan Jessica


“Yang terpenting sekarang adalah kesehatan nenek. Nenek istirahat saja!”pinta Jessica


“Sebenarnya nenek sakit apa?”tanya Jessica pada Rafael


“Asam lambungnya kambuh. Dan kali ini semakin parah, makanya kemarin keadaannya seperti itu”jawab Rafael

__ADS_1


“Apa? Asam lambung?”tanya Jessica tak percaya


“Kau pernah dengar penyakit GERD? Nyonya besar mengidap itu sejak lama. Sudah beberapa tahun sembuh tapi entah kenapa semalam kambuh lagi”keluh Rafael


“Iya. Aku pernah punya riwayat GERD. Sudah pernah operasi juga. Dan dokter sudah memvonis penyakitku itu sudah sembuh. Tapi semalam karena aku terlalu banyak pikiran dan stress, akhirnya penyakit itu kambuh. Maaf ya Jess”pinta Elizabeth


“Nenek punya banyak masalah?”tanya Jessica


“Ah..itu hanya masalah kecil saja. Tak perlu kau risaukan”kelit Elizabeth


“Oh ya, kalian ingat semalam sudah berjanji padaku. Kalian ingat? Kalian harus menepati janji itu, mengerti?”tagih Elizabeth


Rafael mengerutkan dahinya mendengar pertanyaan Elizabeth


“Janji apa?”tanya Rafael


“Dasar anak ini!”umpat Elizabeth kesal


“Kalian berjanji padaku akan segera bertunangan lalu menikah. Kalian ingat?”tanya Elizabeth


Degh..


Jessica menelan salivanya dengan susah payah. Dalam keadaan kalut dan bingung semalam, melihat keadaan Elizabeth yang berjuang hidup dan mati, membuat Jessica mengikat janji untuk memenuhi permintaan Elizabeth. Untuk bertunangan lalu menikah dengan Rafael.


“Apa yang sudah aku lakukan?”gumam Jessica dalam hati sambil melirik ke arah lelaki tampan yang berdiri di sampingnya.


“Benarkah aku harus menikah dengan lelaki ini?”gumam Jessica lagi dalam hati


“Bisakah kita bicarakan nanti saja masalah itu nek? Yang terpenting sekarang adalah bagaimana memulihkan keadaan nenek. Menurutku itu jauh lebih penting dari apapun juga”pinta Jessica


Elizabeth menggenggam erat tangan Jessica.


“Kau tidak akan berubah pikiran kan Jessica sayang? Ingat, kau sudah berjanji padaku. Tolong jangan membuat aku kecewa!”pinta Elizabeth


Jessica menatap wajah Elizabeth yang menatapnya dengan tatapan sendu.


“Nenek”


“Semalam kau sudah berjanji padaku. Kau tidak akan mengingkarinya kan? Katakan padaku! Kalian akan bertunangan kan?”tanya Elizabeth


“Raf”panggil Elizabeth


Elizabeth menatap Rafael dengan penuh harap. Betapa dia sangat menginginkan Jessica menjadi pendamping hidup Rafael. Betapa dia menginginkan gadis cantik itu menjadi bagian dari keluarganya.


“Tenang saja, kami pasti akan menepati janji. Sekarang istirahatlah! Aku akan mengantar Jessica ke hotel!”ucap Rafael

__ADS_1


Rafael kemudian mengajak Jessica berpamitan pada Elizabeth dan Arthur. Rafael mengantar Jessica ke hotel tempat keluarganya menginap semalam.


__ADS_2