
“Aku yang seharusnya melukaimu. Bukan kak Ramon. Bukankah wajah ini milikku? Aku yang lebih berhak atas wajah ini, iya kan? ”goda Jessica
“Tentu saja. Kau boleh memukulnya”ucap Rafael sambil mengarahkan tangan Jessica yang digenggamnya ke arah wajahnya sendiri dan memukulkannya beberapa kali.
Jessica kaget melihat Rafael memukul wajahnya sendiri dengan tangannya ikut dipukulkan juga.
“Hentikan! Kau bisa melukai wajahmu sendiri”pinta Jessica kuatir
Bagaimana tidak kuatir jika darah kembali mengalir dari sudut bibir Rafael yang sebelumnya sudah menutup. Namun luka itu kembali menganga dan menyebabkan darah kembali menetes. Membuat Jessica sangat kuatir begitu melihat darah mengucur dari sudut bibir Rafael.
“Sayang, maafkan aku! Apa yang terjadi di kantor tadi tidak seperti yang kau pikirkan! Aku bisa jelaskan semuanya”ucap Rafael dengan tatapan memohon pada Jessica
“Kita bicarakan itu nanti dulu. Sekarang kita harus obati lukamu”pinta Jessica
“Aku baik-baik saja. Percayalah!”ucap Rafael
Jessica memasang wajah seriusnya membuat Rafael menelan ludahnya dengan susah payah.
“Jika kau mau aku memaafkanmu, biarkan aku mengobati luka-lukamu dulu”pinta Jessica dengan tatapan tajam ke arah suaminya itu
“Baiklah”ucap Rafael menurut
Akhirnya Rafael mengambil kotak p3k yang ada di kamarnya. Rafael menyerahkan kotak itu pada Jessica. Dengan penuh perhatian Jessica mengobati luka-luka Rafael. Mulai dari luka lebam di wajah maupun yang ada di tubuh suaminya itu.
Rafael terlihat sesekali meringis menahan sakit kala Jessica mengobati luka-lukanya.
“Sakit?”tanya Jessica ikut meringis melihat Rafael yang meringis
“Sedikit”jawab Rafael
“Aku akan pelan-pelan”sahut Jessica
Selama Jessica mengobati luka-lukanya, tatapan mata Rafael terus tertuju pada wanita cantik yang sudah menjadi pemilik hatinya itu. Sementara Jessica yang sedang fokus mengobati Rafael, tak memperhatikan betapa lelaki tampan di depannya sedang menatapnya dengan tatapan memuja.
Ketika tiba-tiba tatapan mata keduanya bertemu, Jessica tampak salah tingkah.
“Kenapa melihatku seperti itu?”tanya Jessica sambil mengalihkan pandangan matanya
“Terimakasih”ucap Rafael tiba-tiba
“Untuk apa?’tanya Jessica sambil merapikan obat-obat yang sudah dipakainya untuk mengobati luka suaminya.
“Untuk semuanya”jawab Rafael
“Bukankah seharusnya kau berlutut sambil memohon padaku?”goda Jessica
“Jika itu maumu, aku akan..”
__ADS_1
Rafael tanpa pikir panjang langsung beranjak dari duduknya dan duduk bersimpuh di depan Jessica. Membuat wanita cantik itu kelabakan melihat suaminya yang tiba-tiba bersimpuh di depannya.
“Raf, apa yang kau lakukan? Aku hanya bercanda. Cepatlah berdiri!”pinta Jessica sambil memegang lengan Rafael memintanya untuk berdiri
Rafael menolak dan menggelengkan kepalanya.
“Aku tidak akan berdiri sampai kau mau memaafkan aku”tolak Rafael
“Jangan begini! Kita bicarakan baik-baik. Duduklah!”pinta Jessica lagi
“Aku mohon dengarkan dulu penjelasanku. Aku akan menerima semua konsekuensinya asal kau mau mendengarkan penjelasanku tentang kejadian di kantor tadi”pinta Rafael
Jessica menghela nafasnya perlahan. Memang benar, mereka harus segera membahas masalah itu cepat atau lambat. Akhirnya Jessica menurut saja dengan permintaan Rafael.
“Baiklah! Aku siap mendengarkan. Sekarang katakan apa penjelasanmu?”pinta Jessica
“Sebelum itu, aku mau kau melihat ini dulu”pinta Rafael
Rafael mengeluarkan hp nya yang terhubung dengan CCTV di dalam kantornya. Rafael memutar CCTV adegan ketika dirinya berciuman dengan Celine.
Sontak amarah Jessica kembali bergemuruh.
“Kau mau aku lihat lagi kau berciuman dengan Celine?”sindir Jessica
Rasa cemburu dan sakit hati di dalam hatinya seakan kembali diingatkan dengan adegan kemesraan itu. Membuat Jessica memalingkan matanya dari hp suaminya.
“Untuk apa? Kau sengaja membuatku semakin marah ya?”ucap Jessica kesal
Bagaimana tidak kesal, sudah diperlihatkan adegan ciuman mesra dan suaminya kini meminta dirinya mendengarkan percakapan keduanya. Walaupun saat itu, Jessica sudah lebih dulu meninggalkan kantor suaminya.
“Sayang, aku mohon!”pinta Rafael dengan tatapan memohon.
Jessica menghembuskan nafasnya dengan kasar. Jessica diam namun kembali menatap layar hp suaminya. Jessica dibuat kaget ketika melihat Rafael mendorong tubuh Celine dan bahkan mengusirnya.
“Ini..”
“Jadi Celine berselingkuh dengan kak Ramon?”tanya Jessica
Rafael menganggukkan kepalanya.
“Sejak kapan kau tahu itu?”tanya Jessica
“Beberapa bulan sebelum dia pergi. Karena itu, ketika dia bilang dia mengandung anak kami, aku tidak sepenuhnya percaya. Karena bisa jadi, anak itu justru anak dari kak Ramon”jawab Rafael
“Tapi selama ini kau menunggunya, iya kan?”tanya Jessica
Tatapan mata Jessica mendadak berubah sendu. Sungguh hatinya merasa sedih mendapati kenyataan bahwa suaminya ternyata selalu menunggu mantan terindahnya. Buktinya ketika Rafael menumpahkan semua kekesalannya pada Celine tadi, tersirat di sana kekecewaan dan amarah yang menggunung dari Rafael karena mantan kekasihnya sudah meninggalkannya tanpa memberi kabar sepatah katapun. Celine meninggalkannya tanpa menelpon sekalipun selama tiga tahun perpisahan mereka.
__ADS_1
Rafael menggenggam tangan Jessica.
“Aku tidak akan berbohong padamu. Mungkin dulu aku menunggunya. Tetapi itu dulu. Sekarang aku yakin, aku tak mencintai Celine lagi. Hanya kau yang ada di dalam hatiku”ucap Rafael sambil menggenggam erat tangan Jessica
“Entahlah! Aku sangat bingung sekarang”sahut Jessica sambil menarik tangannya dari genggaman tangan Rafael
“Lihatlah rekaman CCTV ini sampai selesai! Kau akan lihat aku sudah mengusir Celine dan aku langsung mencarimu begitu Celine bilang kau melihat saat aku dan Celine berciuman”pinta Rafael
Jessica memaksakan dirinya melihat kembali rekaman CCTV dan mendengar pembicaraan Rafael dan Celine. Terlihat di sana Rafael yang langsung berlari keluar mencari keberadaan Jessica.
“Benarkah kau menyusulku?”tanya Jessica memastikan
“Tentu saja. Aku tidak ingin kau salah paham. Aku minta maaf karena aku sudah mencium Celine, tapi aku lakukan itu untuk memastikan perasaanku padanya. Apakah aku masih mencintainya atau apakah aku sudah melupakannya?”ucap Rafael
“Dan hasilnya?”tanya Jessica
“Aku sudah yakin sekarang. Aku sudah tidak mencintainya lagi. Kisah kami benar-benar sudah berakhir tiga tahun lalu. Tak ada lagi Celine di dalam hatiku”sahut Rafael
“Kau yakin?”tanya Jessica memastikan lagi
“Aku yakin. Sudah tak ada lagi nama Celine dalam hatiku ini. Karena kini hanya kaulah sayang, pemilik hatiku. Tolong maafkan aku! Aku tahu aku tak pantas dimaafkan, karena sudah melukai hatimu. Tapi aku juga tak bisa kehilanganmu. Kau satu-satunya wanita yang aku cintai. Kaulah kebahagiaan dalam hidupku. Aku tak tahu akan seperti apa hidupku tanpamu”ucap Rafael dengan tatapan hangat dan mesra pada Jessica.
Jessica pun menatap sang suami. Keduanya saling bertatapan. Jessica dapat melihat dengan jelas kesungguhan hati Rafael karena matanya mengatakan itu. Rafael jujur dengan kata-katanya.
“Berjanjilah kau tak akan mengulanginya lagi!”pinta Jessica
“Aku janji”sahut Rafael dengan tegas
“Berjanjilah kau tak akan melukai hatiku lagi”pinta Jessica dengan mata yang berkaca-kaca.
“Aku janji, sayang!”sahut Rafael dengan mantap
“Jika kau mengulanginya lagi, aku pastikan aku akan menghilang dari kehidupanmu”ancam Jessica
Rafael langsung memeluk tubuh mungil Jessica dengan sangat erat.
“Aku tak kan biarkan kau pergi dari hidupku. Karena kaulah hidupku”ucap Rafael sambil memeluk erat tubuh Jessica
Keduanya saling berpelukan. Jessica juga membalas pelukan Rafael. Jessica bahkan memejamkan matanya dalam pelukan Rafael. Merasakan kehangatan tubuh suami tampannya itu.
Rafael yang teringat pesan dokter, langsung melepaskan tubuh Jessica namun dengan tetap memegang pundaknya.
“Ada apa?”tanya Jessica bingung melihat Rafael yang tiba-tiba melepaskan pelukannya dan kini berhadapan dengan dirinya.
“Aku tidak menekan perutmu kan?”tanya Rafael kuatir
Jessica justru mengerutkan dahinya mendengar pertanyaan Rafael.
__ADS_1
“Memangnya ada apa dengan perutku?’tanya Jessica sambil memegang perutnya sendiri.