
Di saat Jessica kesulitan bernafas, tiba-tiba datang seseorang memasuki ruang tempat Celine menyekap Jessica. Lelaki itu langsung mendorong tubuh Celine ke tembok.
“Apa yang kau lakukan? Kau bisa membunuhnya”teriak lelaki itu dengan wajah sangarnya
Celine tergagap begitu menyadari dirinya hampir saja membunuh Jessica, wanita yang menjadi saingannya.
Begitu cengkeraman di lehernya terlepas, Jessica langsung terjatuh ke lantai dengan lemas. Jessica langsung pingsan karena hampir kehabisan oksigen.
Lelaki yang menolongnya langsung mengangkat tubuh Jessica dan membawanya keluar dari kamar rahasia. Lelaki itu membopong Jessica dan membaringkannya di ranjang milik Celine.
Jessica yang setengah sadar sayup-sayup pandangan matanya seolah melihat seseorang yang dikenalnya.
“Albert?”gumam Jesisca dalam hati
Dan di detik berikutnya, Jessica langsung tak sadarkan diri.
Celine yang melihat Albert membopong Jessica hanya bisa mengikuti langkah dokter muda itu tanpa berusaha menghalangi.
“A-apa dia akan baik-baik saja?”tanya Celine
Tatapan mata Albert tampak menahan marah. Tangannya megepal kuat melihat wanita yang disukainya selama ini terkulai lemas akibat perbuatan Celine yang hampir saja menghabisi nyawa Jessica.
“Apa kau sudah gila? Bagaimana bisa kau melakukan itu? Aku menolongmu bukan untuk membunuh wanita ini”gertak Albert meluapkan amarahnya
“Maaf”jawab Celine dengan tertunduk menyesali perbuatannya
“Aku hanya..”
“Kau marah karena lelakimu memilih istrinya ketimbang dirimu kan?”sindir Albert sambil memegang tangan Jessica yang pingsan
Celine hanya diam namun menahan amarahnya karena bagaimanapun perkataan Albert memang benar adanya.
Di saat yang bersamaan, Eric Barnett memasuki kamar Celine dengan penuh kemarahan.
__ADS_1
“Ada apa ini?”tanya Eric sambil menerobos masuk kamar Celine
“Kakek”panggil Celine dengan mata terbelalak
Eric berjalan tanpa menghiraukan Celine. Lelaki tua itu langsung menghampiri cucu kesayangannya.
“Bagaimana wanita ini bisa disini? Jadi benar kau yang sudah menculiknya? Katakan Celine! Apa itu benar?”tanya Eric dengan penuh amarah
“I-iya kek”jawab Celine dengan terbata-bata.
“Kenapa kau begitu gegabah? Kita sudah sepakat bahwa kita hanya akan menghancurkan perusahaan Miller karena perusahaan itu sudah menghancurkan perusahaan dan keluarga putriku. Hingga kalian terpisah satu sama lain”
“Bukankah aku sudah sering bilang musuh kita bersama adalah Arthur Miller? Kenapa kau malah menculik istri Rafael Miller? Apa kau tahu wanita itu kini sedang hamil?”ungkap Eric Barnett dengan suara menggelegar
Mata Celine terbelalak sempurna. Tubuhnya mendadak lemas hingga terkulai di lantai.
“Ha-hamil?”gumam Celine dengan suara lirih
Hati Albert sekali lagi seperti diremas-remas, begitu mendengar Jessica rupanya sedang hamil buah cintanya dengan Rafael. Mata Albert mendadak sayu. Albert menatap Jessica dengan perasaan yang tak karuan. Karena dia sekali lagi harus patah hati mendapati wanita yang disukainya sejak lama kini malah sedang mengandung janin dari lelaki yang dibencinya.
“Jadi kau sedang hamil? Kenapa Jessica? Kenapa harus lelaki itu?”gumam Albert dalam hati
Albert merasa tidak terima karena Jessica mau menikahi lelaki brengs*k seperti Rafael Miller yang notabene adalah seorang playboy yang sudah menyakiti hati adik kandungnya, yaitu Celine.
Rupanya Albert dan Celine adalah saudara kandung yang terpisah sejak kecil. Keduanya tumbuh dalam keluarga yang berbeda karena perceraian kedua orangtuanya ketika mereka masih sangat kecil membuat keduanya terpisah jarak dan waktu.
Camilla, ibu mereka memilih membesarkan Albert dan menikah lagi dengan lelaki Indonesia bermarga Nasution. Mereka pun tinggal di Amerika. Sedangkan Celine diasuh ayahnya yang kemudian diasuh paman dan bibinya, begitu sang ayah meninggal dunia.
Kehidupan Camilla berbanding terbalik sejak menikah dengan Aaron. Camilla memilih meninggalkan gemerlap kehidupan bergelimang harta milik Eric Barnett dan memilih hidup sederhana dengan lelaki pilihan hatinya. Lelaki yang tidak direstui Eric Barnett. Padahal Camilla adalah putri tunggal Eric Barnett.
Awalnya pernikahan Camilla dan Aaron berjalan dengan harmonis meskipun mereka serba kekurangan. Namun sejak kelahiran Celine, kondisi keuangan Camilla dan Aaron semakin terpuruk. Apalagi perusahaan kecil milik Aaron yang tiba-tiba bangkrut membuat Camilla dan Aaron akhirnya memutuskan bercerai dengan pemisahan hak asuh anak.
Eric Barnett yang selama ini memantau perkembangan kehidupan Camilla dan Aaron, awalnya berusaha tidak ikut campur dengan kehidupan keduanya. Dia hanya mengawasi saja dari kejauhan.
__ADS_1
Barulah ketika Camilla sakit-sakitan, Eric muncul kembali dalam kehidupan putri semata wayangnya itu. Eric mengusahakan semuanya untuk mengobati penyakit Camilla. Namun sayangnya, nasib berkata lain. Camilla meninggal karena penyakit yang diidapnya. Camilla meninggal hampir bersamaan waktunya dengan Aaron.
Sejak kematian Camilla, Eric mengambil alih pengasuhan Albert hingga Albert menjadi dokter spesialis penyakit dalam dan mengelola rumah sakit milik keluarga Barnett di Amerika.
****
Keesokan harinya,
Setelah perdebatan dalam keluarga Barnett akibat ulah Celine yang tiba-tiba menculik Jessica, maka hari ini diputuskan, Jessica akan diungsikan keluar dari Paris untuk sementara waktu.
Kali ini Jessica dibawa menggunakan mobil dan diantar ke bandara. Sepanjang perjalanan, Jessica terus mendiamkan Albert. Lelaki yang terus menjaganya semalaman itu, terus berusaha mengajaknya bicara namun Jessica terus diam.
Jessica marah karena Albert ternyata bersekongkol dengan adiknya, Celine. Dan menjadikan Jessica sebagai sandera.
“Kau masih marah padaku?”tanya Albert karena Jessica terus saja diam
Jessica tak menyahut dan memilih menatap pemandangan di luar mobil.
“Kau pasti kaget karena menduga aku juga bagian dari pelaku pencullikan ini kan? Percayalah padaku! Aku bukan pelaku penculikan ini”bela Albert sambil menatap ke arah Jessica
Jessica membalik tubuhnya dan menatap balik Albert.
“Tapi kau juga tak mengembalikanku pada suamiku. Itu artinya kau juga bagian dari penculikan ini”jawab Jessica
“Aku minta maafkan Celine. Dia terlalu gegabah. Sebenarnya dia tidak sejahat itu”bela Albert
“Kau kakaknya, tentu saja akan membela adikmu. Apa yang aku harapkan?”ucap Jessica sambil tersenyum getir
Jessica meratapi persahabatannya selama ini dengan Albert. Betapa dia sangat menyayangi Albert seperti saudaranya sendiri. Apalagi lelaki itu selalu ada untuk dirinya di saat dia begitu terpuruk dengan kegagalan pernikahannya sebelumnya.
“Kemana kalian akan membawaku kali ini?”tanya Jessica
“Kami akan menyembunyikanmu di tempat yang lebih aman. Sampai tujuan kami tercapai baru kami akan membebaskanmu. Tenang saja, kami tak akan menyakitimu. Kau bisa percaya padaku!”ucap Albert
__ADS_1