
Setelah berpamitan dengan semua orang, Rafael keluar gedung dan menuju motornya. Satu per satu orang keluar dari gedung. Saat itu hari sudah menjelang sore.
“Joanne?!”gumam Jessica dalam hati
Jessica yang sudah selesai berganti pakaian, begitu teringat akan Joanne segera berlari ke arah tasnya yang tergeletak di meja rias. Jessica meraih hp nya dan melihat panggilan telepon yang dilakukan Joanne beberapa jam yang lalu. Jessica segera menghubungi adiknya. Namun tidak juga tersambung.
“Tut..tut..tut”
Jessica mondar-mandir sambil terus mencoba menghubungi Joanne. Jessica yang kuatir pada sang adik segera berlari keluar gedung. Setelah berpamitan dengan semua orang, Jessica segera menyusul Joanne ke bandara. Sesampainya di lantai dasar, Jessica berpapasan dengan Rafael yang baru saja memakai helm nya.
Melihat Jessica yang kebingungan, membuat Rafael menatap Jessica. Jessica tak terlalu memperhatikan Rafael dan terus mencari taksi.
“Kamu kenapa?”tanya Rafael dari atas motornya.
Jessica yang memang sedang panik, tak terlalu mendengarkan pertanyaan Rafael.
“Hei, apa kau tuli? Aku tanya kau itu kenapa?”hardik Rafael
Membuat Jessica langsung menoleh pada lelaki yang berada di belakangnya dengan tatapan tajam.
“Berhenti mengataiku! Aku harus ke bandara sekarang!”seru Jessica dengan ketus.
Jessica terus mencari taksi dan menelpon Joanne di waktu yang sama. Melihat Jessica yang kebingungan, Rafael langsung turun dari motornya. Rafael berjalan menghampiri Jessica yang berdiri di pinggir jalan. Rafael langsung memegang lengan Jessica dan menarik gadis cantik itu. Jessica terus berusaha melepaskan cengkeraman Rafael di lengannya.
“Hei, lepaskan aku! Kau itu mau apa? Aku tak punya waktu berdebat denganmu sekarang! Kau dengar? Lepaskan aku sekarang juga!”pinta Jessica
Rafael melepaskan lengan Jessica begitu mereka berdiri di samping motor Rafael.
“Dia ini kenapa sih?”gumam Jessica bingung.
Rafael hanya diam, namun mengambil salah satu helm miliknya. Rafael langsung mengenakan helm di kepala Jessica.
“Pakai ini!”perintah Rafael.
__ADS_1
“Ayo cepat naik! Aku antar ke bandara”lanjut Rafael sambil menarik tangan Jessica
Jessica pun akhirnya menurut dan naik ke atas motor Rafael. Dengan malu-malu Jessica memegang ujung jaket kulit yang dipakai Rafael.
Jessica tampak salah tingkah. Karena ini pengalaman pertamanya naik motor dengan seorang lelaki. Rafael mengulas senyum dari balik helmnya.
“Pegangan yang kuat!”pinta Rafael
Rafael langsung mengendarai motornya dengan kecepatan tinggi. Jessica yang takut akan jatuh dari motor Rafael, refleks melingkarkan tangannya di pinggang Rafael sambil memejamkan matanya saking takutnya. Rafael tersenyum penuh arti begitu merasakan tangan Jessica yang melingkar di pinggangnya.
Rafael mengendarai motornya menuju bandara. Perjalanan selama lima belas menit itu ditempuh dengan Jessica yang merasakan jantungnya berjatuhan di jalanan dikarenakan Rafael yang mengendarai motornya dengan kecepatan tinggi.
Begitu sampai di bandara, Rafael segera memarkirkan motornya di area parkir sepeda motor. Jessica langsung turun dari motor Rafael dan mencoba membuka helmnya. Tapi karena tubuhnya yang masih gemetar karena ketakutan, membuat Jessica kesulitan melepaskan helmnya.
Rafael yang sudah lebih dulu melepas helmnya, begitu melihat Jessica kesulitan melepas helmnya langsung berdiri di depan Jessica. Dengan ekspresi dinginnya Rafael membantu Jessica melepas helm itu.
Degh..
Keduanya saling bertatapan begitu helm itu terlepas.
Jessica langsung berlari ke dalam bandara, mencari keberadaan Joanne. Jessica kesulitan mencari karena bandara internasional di Perancis itu sangat luas dan termasuk sepuluh bandara tersibuk di dunia. Dengan begitu banyaknya manusia di bandara, membuat Jessica kesulitan mencari Joanne. Rafael sejak tadi mengikuti Jessica juga ikut mencari.
“Kita mencari siapa?”tanya Rafael
“Adikku. Hari ini dia datang dari Indonesia”ucap Jessica
“Seperti apa wajahnya?”tanya Rafael
“Oh iya, aku lupa”jawab Jessica
Jessica segera membuka hp nya dan membuka galeri fotonya. Mencari foto Joanne. Setelah menemukannya, Jessica segera menunjukkannya pada Rafael.
“Ini adikku”ucap Jessica sambil menghadapkan hpnya ke arah Rafael.
__ADS_1
“Cantik”puji Rafael
Jessica segera menarik hpnya dan menatap tajam ke arah Rafael.
“Dia adikku”ucap Jessica dengan penuh penekanan pada tiap kata-katanya.
Jessica yang kesal akhirnya mulai mencari Joanne lagi. Jessica bahkan pergi menjauh dari Rafael. Rafael tampak menarik sudut bibirnya.
“Awas saja jika playboy itu berani menggoda Joanne. Aku tak akan tinggal diam”gumam Jessica dalam hati
“Joanne, dimana kamu sebenarnya?”tanya Jessica dalam hati mulai kuatir
Mereka berdua menyusuri bandara kedatangan internasional. Mereka bahkan sudah bertanya ke bagian informasi bandara. Tetapi mereka tak juga menemukan Joanne.
Tubuh Jessica lemas begitu menyadari Joanne tak kunjung ditemukan. Dia juga tak bisa menghubungi Joanne. Wajah Jessica yang kuatir bahkan hampir menangis tertangkap jelas di mata Rafael.
Mereka berdua duduk di kursi di salah satu sudut bandara. Jessica mulai mengusap airmatanya yang mulai turun.
“Berhentilah menangis! Adikmu sudah besar. Dia pasti bisa menemukan jalannya sendiri. Dia bukan bayi lagi”sindir Rafael
Jessica yang sedang sedih langsung menatap ke arah lelaki yang sudah membantunya itu.
“Apa kau tahu artinya keluarga? Atau jangan-jangan kau tak punya keluarga? Dia adikku. Satu-satunya saudaraku. Bisa-bisanya kau bicara seperti itu?”tanya Jessica dengan hati yang sedih
Rafael yang melihat airmata di mata Jessica, tetap tak berekspresi sama sekali, tetapi hatinya begitu marah mendengar ucapan Jessica.
“Kau tak tahu apapun tentang aku”ucap Rafael dengan mengeratkan kepalan tangannya dan tatapannya yang tajam.
“Pergilah! Aku akan mencarinya sendiri. Aku tak butuh bantuanmu”ucap Jessica dengan kesal
Jessica bahkan pergi dari tempatnya sambil menyenggol tubuh besar Rafael yang sudah membuat hatinya tambah sedih. Rafael menghela nafasnya dengan kasar.
“Dasar gadis keras kepala!”gerutu Rafael dalam hati sambil menatap punggung Jessica yang terus berlalu dari hadapannya.
__ADS_1
Mereka berdua pun berpisah jalan. Jessica kembali menyusuri bandara sambil terus mencoba menghubungi adiknya. Sementara Rafael yang kesal, memilih kembali ke motornya.