
Jessica yang sudah selesai mandi, keluar dari kamar mandi dengan mengenakan jubah mandi dan sebuah handuk melingkar di atas kepalanya membungkus rambutnya yang masih basah. Jessica berjalan dengan santai, tiba-tiba langkah kakinya berhenti begitu menyadari lelaki tampan yang berstatus sebagai suaminya yang kini memakai kemeja pantai dipadu dengan kaos putih dan celana pendek, menatapnya dengan tatapan memuja.
Rafael begitu terpana melihat penampakan istrinya yang bisa dipastikan seperti apa dari balik jubah mandi itu. Jessica yang tak kuat dengan tatapan aneh dari Rafael menyilangkan kedua tangannya di depan dada. Rafael yang tersadar dari lamunannya langsung mengalihkan tatapan matanya.
“Cepatlah berpakaian! Kita segera sarapan!”ucap Rafael sambil membalik tubuhnya menatap pemandangan indah hamparan air laut dangkal di depan kamarnya.
“Baiklah”sahut Jessica
Jessica segera berlari mengambil pakaiannya di lemari dan menuju walk in closet kecil yang ada di kamarnya untuk berganti pakaian. Jessica memilih mengenakan sebuah gaun pantai yang sudah disiapkan oleh dirinya. Gaun pantai panjang dengan backless bertali yang memperlihatkan punggungnya yang mulus. Gaun itu membuat aura kecantikan Jessica terpancar jelas. Jessica sengaja menggerai rambut indahnya untuk menutupi bagian backless dari gaun pantainya itu.
Begitu keluar dari walk in closet, Rafael yang masih memandangi pemandangan air laut, langsung menoleh begitu menyadari istrinya sudah keluar dari sana. Tatapan Rafael pada Jessica membuat gadis itu tersipu malu dan salah tingkah.
“Ehem”
Rafael sengaja berdehem mengusir kegelisahannya. Karena Jessica begitu cantik dengan gaun apapun yang dikenakannya.
“Kita berangkat sekarang?”tanya Jessica
Rafael hanya diam, malah mengenakan kacamata hitamnya dan berjalan mendahului Jessica. Keduanya berjalan menuju sebuah restoran di resort tempat mereka menginap untuk sarapan. Sesekali mereka berpapasan dengan tamu resort yang lain. Beberapa tamu laki-laki yang melihat Jessica terlihat tersenyum melihat kecantikan Jessica.
Rafael yang menyadari arti tatapan dan senyum para tamu lelaki itu, tampak menatap tamu itu dengan tatapan tajam.
“Bisa lebih cepat ga sih kalo jalan?”tanya Rafael dengan ketus sambil menarik tangan Jessica.
Rafael menggandeng tangan Jessica membuat gadis itu terpaksa mempercepat langkahnya karena Rafael yang cemburu melihat pria lain menatap wanitanya, tampak tidak suka. Sehingga sebisa mungkin Rafael menunjukkan kepemilikannya dengan menggandeng tangan Jessica. Rafael berjalan dengan langkah yang lebih lebar membuat Jessica harus sedikit berlari untuk mengimbangi langkah kaki Rafael yang memang lebih lebar langkahnya.
Lama-lama Jessica kecapekan juga mengikuti langkah kaki Rafael. Akhirnya Jessica berhenti. Membuat Rafael langsung menatap istri kecilnya yang sedang merajuk sambil membungkuk memegangi lututnya yang kelelahan.
“Hah..hah..”
Jessica terlihat kelelahan.
“Pelan dikit napa sih? Aku capek tau.. Kakimu itu lebih panjang. Apa kau tak tahu aku sampai harus berlari untuk mengimbangi langkah kakimu itu?”ucap Jessica sambil terengah-engah.
Rafael hanya diam namun tatapan matanya terus tertuju pada beberapa tamu resort yang terlihat mencuri pandang melihat punggung mulus istrinya yang tersibak saat Jessica membungkuk memegangi lututnya yang kelelahan.
Buru-buru Rafael melepas kemeja pantai yang dikenakannya. Dipakaikannya ke tubuh Jessica.
“Pakai ini!”perintah Rafael sambil mengenakan kemeja pantainya pada Jessica
“Hei..kenapa?”tanya Jessica bingung karena Rafael tiba-tiba memakaikan kemeja pantai yang semula dipakai ke tubuhnya.
“Udaranya kencang. Kau bisa masuk angin nanti”jawab Rafael asal
Jessica terdiam namun dengan senyum tersungging di wajahnya mendapatkan perhatian kecil dari suaminya itu.
“Ayo! Aku sudah lapar”ajak Rafael sambil menggandeng Jessica
Kali ini Rafael memilih memelankan langkah kakinya sehingga Jessica bisa mengikuti langkah kakinya.
Begitu tiba di restoran tempat mereka sarapan, Rafael segera menarik kursi untuk Jessica.
“Terimakasih”ucap Jessica
Rafael dengan ekspresi dingin dan datarnya hanya berdehem.
__ADS_1
“Hem”
Saat Rafael hendak duduk di samping Jessica, tiba-tiba seseorang menepuk bahu Rafael, membuat lelaki itu spontan menoleh pada orang itu.
“Jane?”sapa Rafael
Jane dan suaminya yang sebelumnya sudah dimintai tolong oleh Rafael, segera melancarkan aksinya. Mereka pura-pura baru bertemu saat itu.
Jane mencium pipi Rafael kanan dan kiri. Membuat Jessica menatap tidak suka pada wanita cantik berpakaian seksi yang datang bersama suaminya Simon.
“Apa yang kalian lakukan di sini?”tanya Simon pada Rafael
“Aku..sedang berlibur”bohong Rafael sengaja memancing emosi istrinya
Terbukti Jessica yang mendengar jawaban Rafael langsung menatap tajam lelaki tampan itu.
“Kalian disini juga untuk berlibur kan?”tanya Rafael
“Kami sedang honeymoon”jawab Jane sambil menggelayut manja pada sang suami sambil berbalas kecupan di bibir masing-masing.
“Siapa yang di sampingmu itu Raf? Jangan bilang dia istrimu?”goda Jane
“Oh..aku hampir lupa. Aku kenalkan kalian”jawab Rafael
Tanpa diminta Jessica sudah berdiri dan mengulurkan tangannya pada Jane.
“Jessica”sapa Jessica dengan wajah menahan emosi
“Jane”jawab Jane sambil tersenyum
“Simon”jawab Simon setelah berjabatan tangan dengan Jessica
Jane dan Simon menatap Rafael bersamaan. Seolah menuntut penjelasan status hubungan keduanya. Antara Rafael dan Jessica.
“Kau pasti pacar Rafael yang baru ya?”goda Jane
“Aku istrinya”jawab Jessica sambil tersenyum
Senyum yang dipaksakan di bibirnya karena suaminya tak segera menjelaskan status hubungan mereka.
“What? Are you kidding me? Katakan itu hanya gurauan!”pinta Jane dengan ekspresi wajah seolah tak percaya
“Kita lanjutkan ngobrolnya sambil duduk”ajak Simon
Simon segera mengajak Jane duduk berhadapan dengan Rafael dan Jessica.
“Thank you baby”ucap Jane dengan manja begitu suaminya menarik kursi untuk dirinya.
Simon yang baru akan duduk, tiba-tiba mendapat telepon.
“Drt..drt”
“Baby, aku angkat telepon ini dulu”pamit Simon pada istrinya
“Yes baby”sahut Jane dengan suara manja
__ADS_1
Simon kemudian berjalan menjauh dari pasangan pengantin baru dan istrinya. Jane tampak asyik mengobrol dengan Rafael. Keduanya bernostalgia kenangan saat kuliah di Oxford dulu. Jane berpura-pura seolah mereka dulunya adalah sepasang kekasih. Sehingga pembahasan masa lalu mereka dulu begitu mengasyikkan. Sesekali mereka bercanda dan tertawa membahas masa lalu.
Rafael sengaja mengacuhkan Jessica. Membuat Jessica merasa terasingkan di tengah pembicaraan dua orang yang seperti mengulang memori bersama.
“Kau masih suka udang kan?”tanya Rafael pada Jane
“Iihh..kau masih ingat ya makanan favoritku? Tentu saja. I love it”sahut Jane dengan bersemangat.
Jane dan Rafael tampak lahap memakan sarapannya. Keduanya ngobrol dengan begitu santai dan asyiknya. Seperti membangun dunia mereka sendiri. Jessica sama sekali tidak dilibatkan dalam pembicaraan mereka. Jessica yang memakan omelet, tampak mengiris omeletnya dengan menahan marah. Tampak sekali jika gadis cantik itu sedang cemburu melihat kedekatan suaminya dengan wanita dari masa lalunya.
“Dia terlihat bahagia sekali bertemu Jane”gumam Jessica dalam hati melihat suaminya yang biasanya dingin dan datar tanpa ekspresi, justru bisa tertawa dan bercanda dengan Jane.
Jessica merasakan hatinya seperti ditusuk duri, melihat suaminya begitu perhatian pada wanita lain. Walaupun wanita itu sudah bersuami. Namun perhatian Rafael pada Jane, membuat Jessica sedih dan cemburu berat. Walaupun tak menampakkan ketidaksukaannya, namun jelas jika Jessica tidak nyaman berada di ruangan yang sama antara suaminya dengan wanita dari masa lalunya.
“Ada sisa makanan di bibirmu”ucap Rafael pada Jane
“Oh ya..dimana?”tanya Jane
Rafael menunjuk salah satu sudut bibirnya memberi isyarat pada Jane.
“Di sini?”tanya Jane sambil mengelap bibirnya
“Bukan..di sebelahnya”jawab Rafael
Karena gemas Jane salah terus, akhirnya Rafael berinisiatif berdiri dan menghampiri Jane. Diusapnya sisa makanan di bibir Jane dengan lembut.
“Thank you”sahut Jane dengan mata berbinar-binar
Jessica yang sedang minum, terus menatap keduanya dengan menahan amarahnya yang semakin memuncak.
“Apa-apaan mereka itu? Kenapa dia melakukannya di depanku?”gumam Jessica dengan kesal
Ada kekecewaan dan rasa sedih yang datang di hati Jessica melihat suaminya begitu perhatian pada wanita lain di depan matanya.
Ketika Rafael hendak kembali ke kursinya, Jane malah menarik tangan Rafael untuk duduk di sampingnya.
“Duduklah di sini!”ajak Jane
“Boleh kan Jessica?”tanya Jane pada Jessica sambil tersenyum
“Tentu saja”sahut Jessica juga dengan tersenyum namun di detik berikutnya senyum itu menghilang saat Jessica memalingkan wajahnya.
“Makanlah ini! Ini enak sekali!”pinta Jane sambil menyuapkan masakan khas Maldives yang mirip dengan sate ayam.
Rafael menerima suapan dari Jane.
“Ehm..kau benar! Ini enak sekali”sahut Rafael.
Jane tanpa sungkan mengusap sisa makanan di sudut bibir Rafael.
“Ada sisa makanan”ucap Jane sambil mengusap sisa makanan itu
“Thank you”sahut Rafael
Jane tersenyum dengan bahagia. Sementara Jessica tampak memegang sendoknya dengan sekuat tenaga. Karena tak kuat melihat suaminya justru bermesraan dengan istri orang, Jessica segera mengelap bibirnya menggunakan napkin.
__ADS_1
“Aku sudah kenyang”bohong Jessica