Fall For You

Fall For You
Bau Alkohol


__ADS_3

Rafael langsung membuka pintu untuk neneknya. Elizabeth yang sudah di ambang pintu membalik tubuhnya menghadap sang cucu.


“Raf..baik-baiklah pada gadis itu”bisik Elizabeth


“Nenek apa-apaan sih?”keluh Rafael


“Ajak dia ke rumah! Aku ingin mengenalnya lebih dalam lagi”


“Untuk apa? Setelah mengenalnya lalu kalian tendang dia keluar dari hidupku”ucap Rafael dengan ketus.


“Jangan bicara seperti itu!”pinta Elizabeth


Rafael tampak membuang mukanya dengan jengah.


“Jika kali ini kau serius dengan gadis itu, nenek akan berusaha membujuk kakekmu untuk merestui hubungan kalian”ucap Elizabeth


“Tak perlu. Lagipula aku tak butuh restu kalian untuk menjalin hubungan dengan gadis manapun”ucap Rafael dengan ketus


Elizabeth yang masih bisa merasakan kesedihan di mata sang cucu berusaha melunakkan hati Rafael.


“Baiklah! Nenek pulang sekarang!”pamit Elizabeth


Rafael hanya menganggukkan kepalanya.


“Hati-hati”ucap Rafael


Elizabeth pun keluar dari gedung apartemen ditemani beberapa pengawal dan asisten ppribadinya yang sejak tadi menunggu di depan apartemen Rafael.


Rafael yang sudah mengantar neneknya, menghela nafasnya dengan perlahan. Sejenak kenangan masalalunya bermunculan di pikirannya.


Rafael pun menggelengkan kepalanya berusaha menghapus kenangan buruk dalam masalalunya yang sempat singgah di pikirannya.


Jessica yang sudah berpakaian, menatap Rafael yang terlihat sedikit berbeda setelah bicara berbisik  dengan neneknya. Jessica yang awalnya ingin marah pada Rafael akhirnya mengurungkan niatnya setelah tadi sempat mendengar pembicaraan Rafael dan Elizabeth di depan pintu. Jessica tidak sengaja menguping pembicaraan keduanya.


“Kau sudah siap rupanya”ucap Rafael begitu melihat Jessica yang sudah berpakaian.


Rafael berjalan ke arah dapur.


“Kau mau minum apa?”tanya Rafael.


“Aku mau pulang saja”ucap Jessica


Rafael mengambil gelas dan mengisinya dengan air. Rafael meminumnya dengan menghadap ke arah Jessica.


Penampilan Rafael saat ini membuat Jessica menelan ludahnya sendiri. Dengan penampilan shirtless yang memperlihatkan tubuh kekarnya, Rafael meminum air di dalam gelas sambil mengusapnya pelan. Apalagi ditambah sorot matahari yang justru menambah pesona Rafael. Jessica seolah sedang melihat iklan minuman ringan. Seolah kesegaran minuman itu dapat dirasakannya juga.

__ADS_1


Rafael meletakkan gelasnya dan berjalan ke arah kursi sofanya sambil merentangkan kedua tangannya. Jessica semakin salah tingkah. Bagaimana tidak jika Rafael dengan penampilan shirtlessnya masih hanya mengenakan celana boxer.


“Kenapa dia tidak segera berpakaian sih?”gerutu Jessica dalam hati


“Kau yakin akan pulang sekarang?”tanya Rafael memastikan


“Aku yakin. Jadi mana tasku?”tanya Jessica


Karena sejak tadi dia tak menemukan tas miliknya. Rafael yang melihat tas Jessica terselip di bawah meja, segera mengambil tas itu.


“Ah..disitu rupanya. Pantas aku tak menemukannya di kamar tadi”ucap Jessica dengan tersenyum.


Rafael berjalan menghampiri Jessica dan menyodorkan tasnya. Rafael yang awalnya akan mengembalikan tas itu pada pemiliknya malah mengerjai Jessica Ketika tangan Jessica sudah terulur untuk meraih tas itu, Rafael malah menarik tangannya yang memegang tas, sementara tangannya yang lain yang malah memegang dan menarik tangan Jessica yang terulur.


Kelakuan Rafael ini membuat tubuh Jessica tertarik ke depan ke arah Rafael. Jessica membelalakkan matanya ketika tubuhnya kini sangat dekat dengan Rafael.


“Lepaskan aku!”pinta Jessica sambil mengibas-ibaskan tangannya.


Tapi Rafael tak juga melepaskan tangannya. Rafael malah semakin mendekatkan tubuhnya ke arah Jessica. Membuat tubuh gadis itu meremang melihat kelakuan Rafael.


“K-Kau mau apa?”tanya Jessica


Rafael tetap diam bahkan memiringkan kepalanya. Jessica yang ketakutan berusaha mendorong tubuh Rafael.


“Tubuhmu masih bau alkohol”ucap Rafael dengan ekspresi wajahnya yang dingin.


“Hah?”tanya Jessica


“Tubuhmu bau alkohol. Jika kau pulang begini, Amanda dan Joanne pasti akan semakin kuatir”


Rafael melepaskan pegangan tangannya. Jessica mencoba mengendus pakaian dan tubuhnya.


“Benarkah aku bau alkohol?”gumam Jessica sambil mengendus tubuhnya.


“Kalo kau mau aku bisa mengantarmu ke apartemen Amanda. Aku akan minta Leon membawakan pakaian ganti untukmu. Bagaimana?”ajak Rafael.


Jessica tampak berpikir sejenak.


“Dia benar juga. Jika aku pulang seperti ini, bau alkohol, kak Amanda dan Joanne pasti akan tambah kuatir”gumam Jessica dalam hati


“Baiklah”jawab Jessica.


Rafael menarik sudut bibirnya membentuk senyum tipis di wajah tampannya.


“Kalo begitu, mandilah dulu! Aku mual mencium bau alkohol dari tubuhmu”keluh Rafael

__ADS_1


Jessica langsung cemberut mendengar Rafael yang mengeluh dengan bau alkohol di tubuhnya. Akhirnya Jessica masuk kembali ke kamar Rafael dan mandi di kamar mandi milik lelaki menyebalkan yang sudah menyelamatkan dirinya semalam.


Jessica berendam di bathup besar yang ada di kamar mandi itu.


“Ahh..segarnya”ucap Jessica sambil berendam air hangat di bathup.


Rafael tampak sedang menelpon Leon.


“Pagi bos! Ada apa pagi-pagi menelponku?”tanya Leon


“Kemarilah! Bawakan aku pakaian wanita seperti kemarin”


“Apaa? Sekarang?”


“Cepatlah! Kalo tidak aku akan memecatmu sekarang juga”ancam Rafael


Leon mendengus kesal. Jika tak mengingat lelaki itu adalah sahabatnya tentu dia tidak akan betah bekerja dengan lelaki tak perperasaan seperti Rafael.


“Baiklah. Beri aku waktu tiga puluh menit!”tawar Leon


“Terlalu lama. Dua puluh menit”


“Ayolah bos! Aku juga baru bangun”keluh Leon


“Itu urusanmu. Aku tunggu dua puluh menit lagi kau harus sudah datang”


Di menit berikutnya, Rafael sudah menutup teleponnya.


Leon meremas teleponnya dengan gemas.


“Hiiiihhhhh”


“Untung saja kau itu kakak dari wanita yang kusukai..jika tidak, pasti aku takkan mau bekerja denganmu”ucap Leon dengan mendengus kesal.


Di dalam kamar apartemen Rafael,


Rafael yang sudah selesai menelpon, berjalan mengendap-endap ke arah kamar mandi. Dibukanya pintu kamar mandi dengan perlahan. Dilihatnya Jessica yang sedang bermain-main dengan busa sabun yang memenuhi bathup. Tingkah lucu Jessica berhasil membuat Rafael tersenyum.


“Dasar gadis ceroboh”gumam Rafael dalam hati


Rafael menutup kembali pintu kamar mandinya dengan perlahan. Rafael mengambil kaos miliknya dan mengenakannya. Dan saat melihat laptop miliknya, Rafael mendekati laptopnya.


Niatnya untuk mematikan laptop itu, diurungkan begitu membuka layar laptop. Rafael memutar kembali rekaman CCTV kejadian semalam. Kejadian saat dirinya dan Jessica hampir memadu asmara. Hampir saja dirinya menerbangkan Jessica ke nirwana. Jika saja Rafael tidak menahan diri, tentu saja kejadian semalam akan mengikat dirinya dengan Jessica selamanya.


Apalagi dengan tubuh molek yang dimiliki Jessica, lelaki manapun pasti akan lepas kendali. Namun Rafael yang masih menguasai dirinya tak sampai membuat Jessica kehilangan keperawanannya. Rafael masih menjaga kehormatan wanita itu.

__ADS_1


__ADS_2