
Rafael langsung mengendarai motornya meninggalkan bandara internasional Charles de Gaulle Paris dengan hati yang kesal. Karena niat baiknya menolong Jessica justru membuat mereka bertengkar.
“Dia bahkan belum berterimakasih padaku karena sudah mengantarkannya ke bandara. Dasar gadis menyebalkan!”gerutu Rafael dalam hati sambil matanya fokus ke arah jalanan di depannya.
Sesampainya di lampu merah, Rafael menghentikan laju motornya. Tiba-tiba,
“Tes..tes..tess”
Tetetan air hujan jatuh dari langit. Hujan pun turun membasahi bumi. Begitu lampu hijau menyala, Rafael yang kehujanan, terus memacu kendaraannya.
Sambil mengendarai motornya, tiba-tiba kelebatan wajah Jessica melintas dalam pikiran Rafael.
“Bagaimana dengan gadis itu?”gumam Rafael dalam hati
“Ah..biarkan saja! Toh dia juga tak butuh bantuanku. Dia pasti bisa pulang sendiri”gumamnya lagi
“Tapi..dia tak membawa apa-apa selain hp nya. Ah..sialan!”umpat Rafael dalam hati
Rafael seperti sedang bertarung dengan dirinya sendiri begitu mengingat Jessica yang sendirian di bandara. Rafael merasa kuatir karena Jessica sepertinya tidak membawa uang untuk pulang. Karena seingatnya gadis itu tidak membawa tasnya.
Rafael pun memutar balik kembali ke bandara. Rafael terus memacu kendaraannya memecah jalanan yang masih hujan. Rafael tak menghiraukan dirinya yang basah kuyup kehujanan.
Sesampainya di bandara, Rafael segera memarkirkan kendaraannya. Rafael sangat kebingungan mencari Jessica. Karena kenyataannya dia juga tak memiliki nomor hp Jessica. Rafael segera menghubungi Amanda.
Belum sampai teleponnya tersambung, Rafael melihat Jessica yang tertunduk di salah satu sudut bandara.
“Di sini kau rupanya”ucap Rafael sambil tersenyum
Jessica mendongakkan kepalanya melihat sosok lelaki yang sebelumnya meninggalkannya. Jessica menatap Rafael dengan tatapan sendu. Rafael kemudian ikut duduk bersama Jessica.
“Maaf jika kata-kataku tadi terlalu kasar. Aku hanya kuatir pada adikku. Karena ini adalah penerbangan pertamanya ke luar negeri seorang diri. Dan sekarang aku tak tahu dia ada dimana”ucap Jessica dengan sendu.
“Iya..aku tahu”jawab Rafael.
Beberapa saat kemudian, telepon Jessica berdering. Amanda yang menelponnya.
“Jess, kau dimana sekarang? Joanne ternyata sudah sampai di apartemen”ucap Amanda
Wajah Jessica yang semula sendu kini berganti dengan kegembiraan setelah mendengar berita dari Amanda.
“Benarkah kak? Jadi Joanne sudah sampai? Ah..syukurlah. Aku pulang sekarang”ucap Jessica
“Adikmu sudah ketemu kan?”tanya Rafael yang tadi juga mendengar berita adik Jessica yang sudah ketemu.
“Iya”jawab Jessica dengan senyum lebar di bibirnya
__ADS_1
“Sudah kubilang, adikmu itu bukan bayi lagi. Dia pasti bisa menemukan jalan pulang”ucap Rafael.
“Iya..aku tahu”sahut Jessica sambil mengerucutkan bibirnya
“Kita pulang sekarang!”ajak Rafael
“Tapi di luar masih hujan?”tanya Jessica
“Kenapa? Kau tak mau segera bertemu dengan adikmu? Hanya hujan air. Kenapa kau mesti kuatir?”tanya Rafael
Akhirnya Jessica menuruti keinginan Rafael. Keduanya pulang dalam keadaan jalanan yang sedang diguyur hujan. Sepanjang perjalanan, Jessica terus melingkarkan tangannya di pinggang Rafael. Keduanya berhujan-hujan ria memecah keramaian jalanan Paris.
Rupanya hujannya tak kunjung reda bahkan semakin deras saja.
“Kenapa malah semakin deras? Kalau begini aku dan dia bisa sakit”gumam Rafael dalam hati
Rafael kemudian menepikan kendaraannya karena rupanya hujan semakin deras dan menghalangi jarak pandang.
“Kita menepi dulu”ucap Rafael sambil menarik tangan Jessica untuk berteduh.
Rafael dan Jessica berteduh di sebuah gedung tua yang lumayan sepi daerahnya. Jessica mengusap rambutnya yang basah. Begitu juga Rafael
“Hujannya deras sekali”gerutu Rafael.
Rafael menoleh ke arah Jessica yang sedang mengusap rambutnya yang basah. Rafael begitu terpesona melihat kecantikan Jessica dengan rambutnya yang basah. Rafael menatap leher mulus yang jenjang milik Jessica sambil menelan ludahnya perlahan.
Rafael segera melepas jaket kulitnya dan memberikannya tanpa menoleh pada Jessica.
“Tutup bajumu dengan ini!”ucap Rafael
Jessica langsung menoleh pada Rafael sambil mengernyitkan dahinya.
“Maksudmu?”tanya Jessica bingung
“Lihat dirimu! Aku bahkan bisa melihat semuanya”tunjuk Rafael ke arah Jessica
Jessica mengikuti arah telunjuk Rafael. Dan saat menyadari yang ditunjuk Rafael adalah bagian dadanya, Jessica langsung melotot dan menutup bagian itu dengan kedua tangannya.
“Dasar cowok mesum!”umpat Jessica dengan kesal
Rafael ikut kesal mendengar Jessica mengatainya barusan.
“Makanya pakai jaket ini!”
Rafael melempar jaketnya hingga mengenai wajah Jessica.
__ADS_1
“Aku tak sudi”jawab Jessica ketus.
“Terserah!”seru Rafael marah
Rafael kemudian berdiri agak menjauh dari Jessica. Keduanya bertatapan dengan sengit. Sama-sama keras kepala. Tak ada yang mau mengalah.
“Lebih baik aku sakit daripada harus memakai jaket cowok mesum itu”gerutu Jessica dalam hati
“Dasar cewek ga tau diuntung”gerutu Rafael dalam hati
Hujan terus mengguyur dengan deras dan tak ada tanda-tanda akan reda. Hari juga semakin beranjak petang. Angin dingin meniup semakin kencang. Menyapa kulit mulus Jessica yang kedinginan.
Jessica menyilangkan kedua tangannya untuk menghangatkan tubuhnya sambil mengusap lengannya sendiri. Bibir Jessica juga sudah membiru karena kedinginan.
“Hatchi”
Jessica mulai bersin-bersin.
“Hatchi”
Rafael yang tak tega melihat Jessica kedinginan bahkan bersin-bersin akhirnya mulai mendekati gadis cantik itu.
“Pakai ini!”ucap Rafael dengan lebih lembut sambil mengenakan jaket kulitnya di tubuh Jessica.
“Lepaskan! Aku tak mau memakainya. Ha..ha..hatchi”Jessica kembali bersin
Rafael merapikan jaketnya yang dikenakan di tubuh Jessica.
“Pakailah ini! Setidaknya ini bisa menghangatkan tubuhmu”pinta Rafael dengan lebih lembut.
Jessica akhirnya mengalah dan mau memakai jaket Rafael.
“Terimakasih”ucap Jessica lirih
Melihat Jessica yang menggigil kedinginan, membuat Rafael berinisiatif melepas bajunya. Jessica hanya melirik sepintas ke arah Rafael.
“Come here!”pinta Rafael
Jessica menatap Rafael dengan kening yang berkerut.
“Body Heat!”ucap Rafael lagi
“Apa? Apa maumu?”tanya Jessica
“I said Body Heat. Come here! You might get sick”pinta Rafael
__ADS_1
“Aku tak mau”tolak Jessica