
Perayaan ulangtahun perusahaan Miller berlangsung dengan sangat meriah. Semua tamu undangan tampak menikmati hiburan yang disuguhkan. Beberapa tamu undangan tampak berbincang dengan santai.
“Kak, ikut aku sebentar”bisik Anna pada Jessica
“Kemana?”tanya Jessica
“Sebentar aja”pinta Anna sekali lagi
“Kak, aku pinjam kakak ipar sebentar ya?”tanya Anna pada sang kakak
“Kau akan membawa istriku kemana?”tanya Rafael dengan ekspresi wajah yang dingin dan penuh intimidasi
“Ck..Dasar bucin! Pinjam bentar doang. Nanti juga aku kembalikan!”gerutu Anna melihat sang kakak yang terlihat enggan melepaskan istri tercintanya.
Jessica tersenyum melihat interaksi kedua kakak beradik yang sedang “memperebutkan” dirinya.
“Aku pergi sebentar dengan Anna. Nanti aku kembali”pamit Jessica sambil melepaskan genggaman tangan Rafael yang sejak tadi menggenggam tangannya dengan erat.
Rafael seakan enggan melepaskan Jessica.
“Jangan lama-lama!”bisik Rafael di telinga Jessica
Jessica tersenyum melihat kelakuan suaminya yang selalu ingin didekatnya.
“Iya”sahut Jessica sambil mengelus pipi suaminya.
Anna menatap jengah pasangan suami istri yang sedang kasmaran itu. Anna bahkan menyilangkan kedua tangannya di dada dan membalik tubuhnya karena tak tahan melihat kemesraan sang kakak dengan wanita yang kini berstatus istrinya itu.
“Tunggu sebentar!”pinta Rafael sambil menahan lengan Jessica ketika istri cantiknya itu hendak pergi bersama Anna
“Ada apa?”tanya Jessica pada sang suami
“Cuppp”
Sebuah kecupan singkat diberikan Rafael pada sang istri. Kecupan yang berhasil membuat Jessica bahagia bercampur malu. Karena Rafael melakukannya secara mendadak di depan umum.
Tampak beberapa tamu undangan yang tadi melihat kelakuan Rafael, menahan tawanya.
Jessica yang malu, lantas mencubit pinggang Rafael.
“Aww”
Rafael mengaduh kesakitan sambil tertawa bahagia.
“Kalian berdua ini memang ya?”keluh Anna dengan emosi
Anna langsung menarik tangan Jessica menjauh dari suami nakalnya. Rafael kembali berbincang dengan beberapa rekanan kerjanya dan kolega bisnisnya sambil sesekali memperhatikan sang istri yang diajak pergi Anna hingga sang istri tak terlihat dari pandangan matanya.
Rafael menatap Oscar dan memberi isyarat pada Oscar untuk mendekat.
“Ada apa tuan muda?”tanya Oscar
“Ikuti kemana istriku pergi! Jangan sampai kau kehilangan jejaknya!”perintah Rafael
Oscar menganggukkan kepalanya.
“Baik tuan”
Oscar pun meninggalkan ballroom dan berjalan mencari keberadaan Jessica yang saat ini diajak pergi Anna menuju kolam renang yang terletak di sebelah ballroom perayaan ulangtahun perusahaan Miller.
Oscar yang begitu menemukan keberadaan Jessica langsung berjaga tak jauh dari istri majikannya dan nona mudanya. Tak lupa Oscar melaporkan pada Rafael tentang keberadaan Jessica.
__ADS_1
“Nona muda bersama nona Anna sekarang berada di kolam renang, tuan muda”ucap Oscar
“Bagus! Tetaplah di sana”perintah Rafael
“Baik tuan muda. Saya mengerti”sahut Oscar
****
Jessica dan Anna tampak duduk di kursi di pinggir kolam renang.
“Katakan ada apa, Anna? Kenapa kau membawaku kemari?”tanya Jessica
“Bagaimana kemarin? Apa kalian bertengkar?”tanya Anna to the point
“Apa maksudmu?”tanya Jessica bingung
“Nomor sandi dan foto-foto kemarin. Kalian tidak bertengkar kan kak?”tanya Anna penasaran
“Oh itu”
Jessica tersenyum setelah paham maksud pertanyaan Anna.
“Iya. Itu. Bagaimana kelanjutannya? Apa kalian bertengkar karena masalah nomor sandi dan foto-foto kak Celine”
“Kenapa kau tidak memberitahuku jika nomor sandi itu adalah tangal ulangtahun Celine?”tanya Jessica dengan wajah menahan marah
Anna yang ketakutan dengan ekspresi wajah Jessica yang mendadak berubah malah menjadi salah tingkah. Kenyataannya dia memang tahu jika nomor sandi itu adalah tanggal ulangtahun pacar pertama kakaknya.
“Kakak ipar, jangan menatapku seperti itu!”pinta Anna dengan sedikit ketakutan
“Aku mengaku salah. Aku memang tahu itu tanggal ulangtahun kak Celine. Itu sebabnya kan aku minta kak Rafael segera mengubahnya”ucap Anna dengan wajah memelas
Jessica menyilangkan tangannya di depan dada dengan ekspresi wajah menahan marah.
“Hahahhaa…”
Jessica tertawa keras melihat ekspresi wajah Anna yang ketakutan dengan kemarahannya. Sementara Anna menatap Jessica dengan mengerutkan keningnya.
Jessica langsung memeluk tubuh adik iparnya itu.
“Aku cuma bercanda. Maaf ya”ucap Jessica
Anna yang sudah dikerjai Jessica, merasa kesal juga pada kakak iparnya itu. Anna mendorong pelan tubuh Jessica.
“Jadi kakak sengaja mengerjaiku? Iiihhh..kakak jahat!”gerutu Anna
“Maaf-maaf..aku tak bisa menahan diriku untuk mengerjaimu karena melihat wajahmu yang ketakutan itu benar-benar membuatku terhibur. Maaf ya”pinta Jessica
“Kakak..”
Anna mengerucutkan bibirnya. Jessica terus membujuk adik iparnya itu.
“Jadi kalian tidak bertengkar kan?”tanya Anna
“Apa kau tidak lihat kelakuan kakakmu itu?”balas Jessica
Anna tampak berpikir sejenak. Memang benar, dengan Rafael menunjukkan perhatian dan cintanya pada Jessica, itu artinya mereka memang tidak bertengkar.
“Kalian tidak sedang berakting mesra kan? Kalian beneran ga bertengkar kan?”tanya Anna memastikan lagi
Jessica tersenyum dan menghela nafasnya pelan.
__ADS_1
“Awalnya aku sempat marah, tapi aku senang Rafael mau jujur padaku. Dia menjawab semua pertanyaanku dengan kejujuran di matanya”jawab Jessica
“Syukurlah!”ucap Anna lega
“Terimakasih sudah menanyakan ini. Aku tahu kau sangat menyayangi kakakmu itu”ucap Jessica
“Aku sayang kalian berdua, makanya aku tak mau kalian bertengkar karena masalah nomor dan foto-foto itu. Oya kak, apa kata kak Rafael tentang foto-foto itu? Kenapa dia masih menyimpannya?”tanya Anna penasaran
“Aku sudah jelaskan semua”
Suara Rafael menyapa indera pendengaran dua wanita yang sedang asyik bercerita di pinggir kolam renang. Jauh dari keramaian perayaan ulangtahun perusahaan.
“Raf”
Jessica menoleh pada sang suami yang kini berjalan mendekat padanya.
“Aku sudah jelaskan semua pada istriku. Ternyata kamu biang keroknya yang sudah memanas-manasi istriku ya?”keluh Rafael
“Enak saja! Kau sendiri yang salah masih menyimpan foto-foto mantanmu malah menyalahkan aku. Kau seharusnya berterima kasih padaku. Karena aku sudah membujuk istrimu supaya tidak bertengkar dengan kakak”sahut Anna tak mau disalahkan
“Benarkah?”tanya Rafael
“Tentu saja”sahut Anna
“Aku masih heran kenapa kak Jessica yang sebaik ini harus punya suami nakal sepertimu?”ejek Anna
“Kau itu..”
Rafael yang kesal mendengar pertanyaan Anna segera mengayunkan tangannya seolah hendak memukul Anna tetapi Anna dengan sigap segera berdiri di belakang Jessica.
“Weeeeekkkkk”
Anna menjulurkan lidahnya mengejek Rafael.
“Sudah-sudah..hentikan! Kalian ini..”pinta Jessica
Rafael segera menarik tangan Jessica dan melingkarkan tangannya di pinggang ramping istri cantiknya.
“Sebaiknya kita kembali ke dalam. Tuan besar dan nyonya besar mencarimu”ajak Rafael
“Baiklah”
Rafael dan Jessica akhirnya kembali ke dalam ballroom. Diikuti Anna yang berjalan di belakangnya. Sambil sesekali mengerjai Rafael. Begitu melihat Oscar, Anna memilih berjalan di samping Oscar yang berjalan mengikuti tuan mudanya.
Tiba-tiba Anna menarik tangan Oscar. Membuat lelaki tampan yang bekerja menjadi pengawal pribadi Rafael menoleh pada nona mudanya itu.
“Ada apa nona?”tanya Oscar melihat Anna yang menahan tangannya.
Wajah Anna yang biasanya cerah ceria mendadak terlihat serius. Berbeda dari kesehariannya. Anna menatap tajam pada Oscar.
“Kau harus memastikan kak Jessica tidak bertemu dengan wanita itu”perintah Anna pada Oscar
Lelaki bertubuh tinggi besar itu sejenak terhenyak mendengar perintah dari nona mudanya yang bisanya cuek dengan masalah di sekelilingnya.
“Dari mana nona tahu tentang wanita itu?”tanya Oscar
Anna tiba-tiba tersenyum dengan indah.
“Aku masuk dulu. Ingat yang aku minta tadi ya?”
Anna kembali berjalan ke dalam ballroom. Meninggalkan Oscar dengan ribuan pertanyaan di dalam pikirannya.
__ADS_1
“Sebaiknya aku masuk ke dalam”gumam Oscar dalam hati
Oscar kemudian kembali masuk ke dalam ballroom. Menjaga tuan muda dan nona mudanya. Dari siapapun yang berusaha mengganggu mereka berdua.