Fall For You

Fall For You
Aneh


__ADS_3

Sesampainya di apartemen Amanda, Jessica segera membayar tarif taksi dengan uang Amanda. Jessica tidak sadar jika sejak tadi, Rafael terus membuntuti dirinya.


Rafael ingin memastikan Jessica pulang dengan selamat. Rafael memarkirkan motornya sedikit berjarak dari Jessica supaya tidak ketahuan. Begitu memastikan Jessica pulang dengan selamat, Rafael pun pulang kembali ke apartemennya.


Di dalam apartemen Amanda,


“Kemana saja kamu Jojo? Kakak mencarimu di bandara seperti orang bodoh”ucap Jessica sambil memeluk tubuh adik perempuannya.


“Maaf kak. Aku tak bisa menghubungi kalian berdua, jadi aku minta mama mengirimkan alamat kak Amanda. Begitu sampai aku langsung masuk dan istirahat. Karena capek, aku jadi ketiduran. Maaf ya kak?”ucap Joanne meminta maaf


“Sudahlah! Yang penting kan Jojo selamat! Ngomong-ngomong kemana saja kamu seharian? Dan baju siapa itu yang kau pakai?”tanya Amanda penasaran


“Aku capek kak. Aku mau istirahat. Besok saja aku ceritakan semuanya”sahut Jessica


“Baiklah! Kau sudah makan malam?”tanya Amanda


“Aku belum makan seharian”jawab Jessica


“Kalo begitu aku hangatkan lagi steak nya. Tunggulah sebentar lagi!”pinta Amanda


Jessica menganggukkan kepalanya perlahan.

__ADS_1


“Terimakasih kak”ucap Jessica.


Di tempat lain,


Rafael yang sudah sampai di apartemennya segera masuk ke dalam kamarnya untuk berisitirahat. Dan saat akan gosok gigi, Rafael melihat baju Jessica yang tertinggal di kamar mandinya. Rafael duduk berjongkok sambil memungut baju Jessica yang tertinggal.


Rafael menarik salah satu sudut bibirnya.


“Dasar gadis ceroboh”gumam Rafael dalam hati


Rafael kembali memungut bra milik Jessica yang tadi sempat tergeletak di lantai. Rafael mengingat ukuran bra Jessica karena sempat melihatnya saat membantu Jessica melepas resleting siang tadi.


Rafael tersenyum begitu mengingat godaannya membuat Jessica malu bahkan gadis itu mengumpat dirinya dengan sebutan cowok mesum.


Rafael duduk di ranjangnya yang empuk dengan kedua tangannya menumpu kepalanya. Pandangannya menerawang jauh. Mengingat kembali saat-saat dirinya terpesona dengan kecantikan Jessica. Perlahan namun pasti ada perasaan hangat yang menyebar di hati Rafael.


Deg..deg..deg


Jantung Rafael semakin berdegup kencang kala mengingat penampilan Jessica yang mengenakan kemejanya. Terlebih saat Jessica berusaha mengambil hair dryer miliknya.


Rafael menelan ludahnya dengan susah payah. Karena bayangan Jessica yang terlihat sangat seksi di matanya membuat tubuhnya mulai terasa gerah. Rafael mulai bergairah hanya dengan membayangkan Jessica.

__ADS_1


Saking kepanasannya, Rafael bahkan melepas kaosnya hingga dirinya bertelanjang dada.


“Jessica”gumam Rafael dalam hati


“Kenapa hanya dengan membayangkannya saja aku bisa bergairah seperti ini? Ini aneh”gerutu Rafael dalam hati


“Ah..lebih baik aku tidur saja”gumam Rafael sambil memejamkan kedua matanya berharap dapat segera tidur.


Di apartemen Amanda,


Jessica yang sedang menggosok gigi, kembali teringat dengan kejadian yang dialaminya bersama Rafael. Ada kalanya Jessica tersipu malu, saat tanpa sadar menikmati tubuh bagian atas Rafael yang terukir begitu indah. Apalagi saat keduanya berpelukan saling menghangatkan tubuh masing-masing. Jessica bahkan bisa merasakan pipinya yang memerah kepanasan.


“Ada apa denganku?”gumam Jessica dalam hati


Namun kemudian Jessica teringat kembali pengakuan konyol Rafael pada neneknya. Membuat Jessica kembali emosi mengingat kelakuan seenaknya dari lelaki menyebalkan itu.


“Dasar cowok menyebalkan! Bisa-bisanya dia bilang aku pacarnya!”gerutu Jessica dalam hati sambil menggosok giginya.


Saat sedang berkumur, tiba-tiba Jessica teringat bajunya yang basah masih tertinggal di apartemen Rafael.


“Bajuku!” pekik Jessica panik

__ADS_1


“Kenapa aku bisa melupakannya?”keluh Jessica dalam hati sambil menepuk dahinya sendiri


“Haruskah aku ke apartemennya lagi?”tanya Jessica sambil menatap bayangan dirinya di cermin


__ADS_2