Fall For You

Fall For You
Sidak Nyonya Besar


__ADS_3

Jessica mengerucutkan bibirnya sambil berjalan ke arah kitchen set. Karena tubuh Jessica yang mungil, dia sampai harus berjinjit untuk membuka kitchen set itu.


“Ah..tanganku ga nyampe”gerutu Jessica dalam hati


Beberapa kali Jessica berusaha mengambil hair dryer itu tapi tetap tak bisa. Rafael yang melihat Jessica berjinjit, langsung membelalakkan matanya karena paha mulus Jessica yang tak sengaja terekspos. Rafael jadi salah tingkah.


“Kenapa aku berikan dia kemeja itu? Dasar bodoh”gerutu Rafael dalam hati


Rafael segera beranjak dari posisinya dan berjalan menuju kitchen set. Rafael berdiri tepat di belakang Jessica. Dengan mudahnya Rafael mengambilkan hair dryer itu.


Karena berada tepat di belakang Jessica, Rafael dapat mencium aroma shampo di rambut Jessica yang basah. Rafael bahkan memejamkan matanya sejenak sambil menghirup aroma tubuh Jessica yang berdiri di depannya.


“Apa yang aku pikirkan?”gerutu Rafael dalam hati


“Ambillah!”ucap Rafael begitu hair dryer sudah ditangannya.


Degh..degh..degh


Jantung Jessica tiba-tiba berdegup kencang ketika tubuhnya berbalik, tubuh kekar Rafael jelas terpampang di depan matanya. Ketika mendongakkan kepalanya, mata keduanya bertemu. Keduanya saling bertatapan dalam diam. Rafael juga merasakan ada perasaan hangat sedang menyusup ke dalam hatinya saat menatap mata indah Jessica.


Keduanya langsung salah tingkah.


“A-aku pakai dulu”ucap Jessica sambil meraih hair dryer di tangan Rafael


“Terimakasih”ucap Jessica lirih

__ADS_1


“Hemm”sahut Rafael.


Rafael kemudian memilih duduk kembali ke ruang tamu. Jessica langsung menggunakan hair dryer itu untuk mengeringkan rambutnya yang basah.


“Apa kau mau…”


Rafael tak melanjutkan kata-katanya, karena saat membalik tubuhnya, Rafael kembali terpesona dengan kecantikan dan penampilan Jessica. Rafael benar-benar dibuat tersihir dengan pesona gadis cantik yang sedang mengeringkan rambutnya itu. Rafael bahkan tak berkedip saat menikmati pemandangan makhluk Tuhan yang terindah itu.


“Iya?”tanya Jessica sambil menoleh ke arah Rafael.


Rafael yang sadar sudah melamunkan Jessica semakin salah tingkah.


“A-apa kau mau minuman hangat?”tanya Rafael.


“Boleh juga”jawab Jessica.


“Terimakasih”ucap Jessica


Rafael menerima hair dryer itu dan mengembalikannya ke tempat semula.


“Kau mau membuat apa?”tanya Jessica


“Susu hangat”jawab Rafael.


“Oh”sahut Jessica

__ADS_1


Jessica hendak duduk ke ruangtamu. Tiba-tiba, pintu apartemen terbuka dari luar. Jessica dan Rafael langsung panik.


“Raf..kau di dalam kan? Nenek tau kau di dalam. Keluarlah!”sapa seorang wanita paruh baya.


“Gawat! Kenapa nyonya besar mesti kesini sekarang”gerutu Rafael dalam hati


Rafael segera menyembunyikan Jessica di bawah meja marmer yang ada di dapur. Rafael juga menutupi tubuh Jessica.


“Sembunyilah disini! Jangan keluar sebelum aku minta!”perintah Rafael


Jessica menatap Rafael dengan mata yang melotot. Hingga bola matanya hampir keluar. Karena seumur hidupnya Jessica belum pernah merasakan seolah dirinya telah berbuat salah sehingga harus bersembunyi dari seseorang. Jessica bingung kenapa dirinya harus bermain petak umpet dengan nenek Rafael.


“Kenapa nyonya besar menggangguku malam-malam begini?”gerutu Rafael kesal


“Dasar anak nakal! Berapa kali nenek harus bilang, berhenti memanggilku nyonya besar”seru Elizabeth, nenek Rafael dengan kesal


Elizabeth yang memang mengetahui passcode smart lock door Rafael, memang terbiasa “sidak” ke apartemen Rafael untuk mengunjunginya. Namun kali ini, Rafael tidak mengharapkan kedatangan Elizabeth. Tidak malam ini saat dirinya berdua saja dengan Jessica.


“Pulanglah Nyonya Besar! Aku mau istirahat. Aku sangat lelah hari ini”pinta Rafael sambil mendekati neneknya yang sedang duduk di kursi tamu.


Rafael ikut duduk sambil menghadap ke arah dapur. Perlahan-lahan kepala Jessica tersembul keluar. Jessica mengoceh tak bersuara sambil melotot pada Rafael. Rafael yang melihat Jessica hampir keluar, juga ikut melotot. Namun ketika menoleh pada sang nenek, dia berusaha senatural mungkin seolah tidak terjadi apa-apa.


Elizabeth terus mengoceh kesana kemari. Rafael sama sekali tak mendengarkan sang nenek. Fokus Rafael kali ini adalah bagaimana menyelamatkan Jessica agar tidak sampai ketahuan neneknya.


Baik Jessica maupun Rafael terus bertukar isyarat. Rafael hendak mengarahkan Jessica untuk keluar dari dapur. Jessica merangkak dengan mengendap-endap tanpa suara dari arah dapur menuju ke kamar tamu yang berjarak beberapa meter dari dapur.

__ADS_1


Tiba-tiba,


“Dukk”


__ADS_2