Fall For You

Fall For You
Hanya Ada Kamu


__ADS_3

Sesampainya di kamar, Jessica berinisiatif mengobati luka-luka suaminya. Rafael duduk di tepi ranjang. Dilihatnya Jessica yang keliatan panik dan kuatir dengan luka-lukanya.


Setelah menemukan kotak p3k, Jessica duduk di samping Rafael.


“Aku akan mengobati luka-lukamu”ucap Jessica


“Aku baik-baik saja”sahut Rafael sambil menahan tangan Jessica yang akan mengobati lukanya.


Jessica tak memperdulikan jawaban Rafael dan mengeluarkan salep untuk luka memar.


“Buka bajumu!”pinta Jessica


“Untuk apa?”tanya Rafael


“Buka saja!”perintah Jessica dengan wajah memohon namun dengan nada yang tegas.


Mau tak mau Rafael menuruti permintaan istrinya yang terlihat berbeda sekali malam ini. Jessica berubah menjadi lebih tegas. Rafael membuka bajunya di depan Jessica. Membuat gadis itu salah tingkah, begitu melihat lekuk tubuh bagian atas suaminya yang membuatnya tergoda.


Jessica mengatur nafasnya dan mulai mengoleskan salep di tubuh Rafael. Jessica memulai dengan bagian punggung Rafael terlebih dahulu. Rafael terlihat menahan sakit saat Jessica mengoleskan salep itu di tubuhnya. Selesai mengoleskan bagian belakang, kini Jessica mengoleskan salep di beberapa tempat di bagian dada Rafael.


Sebenarnya Jessica sedikit gugup, apalagi bagian tubuh kekar suaminya itu begitu jelas di depan matanya. Namun sebisa mungkin Jessica menguasai dirinya. Rafael tampak menatap wajah sang istri yang terlihat sangat serius mengobati dirinya. Rafael menarik sudut bibirnya. Dalam hati dia bersyukur karena mendapat perhatian sang istri meskipun dengan cara terluka seperti itu.


Selesai mengobati bagian dada dan punggung, kini Jessica mengoleskan salep untuk mengobati memar di wajah tampan suaminya. Rafael terlihat meringis kesakitan saat Jessica mengoleskan salep itu.


“Apa sakit?”tanya Jessica


“Tidak apa-apa. Teruskan saja!”jawab Rafael


“Aku akan pelan-pelan”jawab Jessica


Jessica mengoleskan salep sambil sesekali meniup pelan agar Rafael tidak merasa kesakitan. Rafael terus menatap wajah cantik Jessica yang merawat lukanya dengan penuh perhatian. Kali ini wajah keduanya sangat dekat. Bahkan Rafael dapat mencium aroma tubuh Jessica yang sangat wangi. Sesekali mata Jessica dan Rafael saling bertemu pandang. Membuat Jessica salah tingkah. Rafael beberapa kali menatap bibir Jessica yang sangat lembut dan menggoda untuk dicicipi.


Rafael mendekatkan wajahnya ke arah Jessica hendak mencium istri kecilnya itu. Tapi belum sampai Rafael mencium bibir Jessica, gadis itu menatap Rafael. Membuat Rafael mengurungkan niatnya.


Kali ini Jessica akan membalut luka di tangan Rafael yang berdarah. Karena saat berkelahi tadi, lawan Rafael sempat memukulnya dengan botol whisky. Meskipun Rafael berhasil menghindar namun serpihan botol itu melukai lengan Rafael. Membuatnya berdarah.


Jessica menempelkan cutton bud yang sudah diberi obat merah. Sesekali Rafael meringis kesakitan merasakan luka di tangannya yang terbuka. Setiap Rafael meringis kesakitan, Jessica seperti ikut merasakan sakit yang dirasakan Rafael.


“Maaf”ucap Jessica di sela-sela mengobati luka Rafael


“Karena aku, kau sampai terluka seperti ini. Maaf”ucap Jessica dengan mata berkaca-kaca


Rafael meraih dagu Jessica membuat gadis cantik itu menatap wajah tampan suaminya.

__ADS_1


“Tenang saja. Aku akan baik-baik saja”sahut Rafael


“Sekarang katakan, untuk apa kau pergi ke club malam tadi?”tanya Rafael penasaran


“Tentu saja untuk bersenang-senang”jawab Jessica bohong


“Lalu pakaian apa ini yang kau pakai? Sejak kapan kau suka memakai gaun mini seperti ini?”tanya Rafael


“Aku yang memang ingin memakai gaun ini. Memangnya kenapa? Wanita-wanita yang tadi menemanimu juga sama sepertiku”sindir Jessica


“Aku yakin ini pasti ulah Jane dan Simon. Aku akan membuat perhitungan dengan mereka berdua”ancam Rafael geram


“Jangan salahkan mereka! Mereka tidak bersalah. Aku yang mengajak mereka menemaniku ke club malam”bohong Jessica lagi


“Tapi aku tak suka kau memakai gaun seperti ini. Jangan ulangi lagi!”ucap Rafael dengan tegas dan tatapan tajam ke arah Jessica


Ada perasaan hangat menjalar di hati Jessica ketika merasakan suaminya begitu posesif terhadap dirinya.


“Kalau aku menolak?”ancam Jessica takut-takut


“Kau berani?”goda Rafael sambil mendekatkan wajahnya ke arah Jessica


Saat wajah Rafael hampir mengenai wajah Jessica, tiba-tiba gadis itu berdiri.


“A-aku kembalikan kotak p3k ini”ucap Jessica denga terbata-bata


“Lepaskan aku!”pinta Jessica sambil mendorong tubuh Rafael


Rafael menarik sudut bibirnya melihat Jessica yang ketakutan karena kelakuannya. Rafael melepaskan Jessica. Dengan secepat kilat, Jessica berjalan mengembalikan kotak p3k kembali ke tempatnya.


Begitu kembali dilihatnya Rafael yang sedang menatap ke arah balkon. Pemandangan malam ini begitu syahdu dan tenang. Cahaya bulan purnama menerangi malam yang gelap gulita. Di luar resort tampak lampu-lampu temaram yang ikut menerangi malam.


Jessica berjalan menghampiri suaminya.


“Maaf. Tadi aku sudah menamparmu”ucap Jessica tiba-tiba membuyarkan lamunan Rafael.


“Aku tidak sengaja melakukannya. Aku hanya tak ingin kau menciumku. Aku tak tahu jika kau..”


“Lupakan saja! Aku sudah bilang kan aku takkan menyentuhmu jika kau tak mengijinkannya”ucap Rafael tanpa menoleh ke arah Jessica


Jessica yang masih diliputi rasa bersalah berjalan mendekati Rafael dan memegang pundak lelaki yang saat ini masih bertelanjang dada itu.


“Sejak kecil aku selalu dianggap sebagai anak pembawa sial. Bahkan aku baru tahu jika aku ini adalah anak haram”ucap Rafael sambil pikirannya menerawang jauh ke masa lalunya.

__ADS_1


Jessica kaget dengan pengakuan Rafael. Jessica langsung berdiri di samping Rafael dan menatap suami tampannya yang terlihat sendu malam ini.


“Kau tahu dari siapa?”tanya Jessica


“Para pembantu dan nanny di rumahku pernah bergosip setelah mendengar pertengkaran daddy dan mommy yang pernah menyebut tentang anak hasil perselingkuhan daddy yang saat ini bersama mereka. Sejak hari itu, semua orang membenciku. Mengatakan aku adalah anak haram. Aku anak hasil perselingkuhan daddy dengan selingkuhannya. Mereka membuatku seolah adalah penjahat. Aku selalu yang dituduh mencuri, mencelakai si kembar atau kejahatan lainnya”


“Daddy selalu menumpahkan kekesalannya dengan menamparku. Padahal aku tidak bersalah. Tetapi semua orang selalu menunjuk padaku”


“Kenapa kau tak mencoba membela diri?”tanya Jessica yang ikut merasa sedih


“Untuk apa? Jika ujung-ujungnya aku juga yang akan disalahkan untuk semua yang terjadi”ucap Rafael


Jessica ikut merasakan kesedihan Rafael. Jessica mengusap lengan Rafael pelan. Tak terasa airmata Jessica mengalir.


“Apa kau juga akan membenciku?”tanya Jessica dengan terisak


Lamunan Rafael buyar begitu mendengar suara Jessica yang bergetar dengan airmata yang berlinangan. Rafael mengusap airmata yang membasahi pipi Jessica. Mata keduanya saling bertatapan dengan lembut.


“Mana mungkin aku bisa membencimu? Jika hanya kamu yang ada di sini”ucap Rafael sambil meletakkan tangan Jessica tepat di jantungnya.


Jessica mengulas senyum indah di wajahnya. Membuat Rafael ikut tersenyum. Suasana syahdu dan romantis membuat keduanya terbuai dan terbawa suasana. Mata keduanya seakan terkunci. Perlahan-lahan Rafael mendekatkan wajahnya ke arah Jessica.


Kali ini Jessica terdiam di tempatnya. Merasa tak mendapatkan penolakan, Rafael meraih tubuh mungil itu hingga keduanya tak berjarak. Tangan Rafael memegang tengkuk Jessica. Keduanya saling memejamkan mata. Jantung keduanya berdegup sangat kencang. Jessica dengan perlahan meletakkan kedua tangannya di dada Rafael. Akhirnya keduanya berciuman dengan sangat mesra dan lembut. Saling berbalas ciuman hangat yang menghangatkan hati keduanya.


Perlahan namun pasti, ciuman hangat itupun berganti menjadi ciuman yang menggebu dan menggairahkan. Rafael menggiring tubuh Jessica ke atas ranjang. Tanpa melepaskan pertautan bibir di antara keduanya.


Begitu sampai di atas ranjang, Rafael membaringkan sang istri dengan perlahan. Keduanya saling bertatapan dengan mesra. Sesekali Rafael mengecup kening Jessica dengan lembut. Kecupan yang kemudian berlanjut di bagian mata, hidung, pipi dan berakhir di bibir lembut Jessica yang sudah seperti candu bagi Rafael. Jessica tetap diam tanpa penolakan menerima setiap kecupan Rafael.


Hawa panas begitu terasa di dalam kamar pengantin baru yang akan memulai pergulatan panas di antara mereka. Rafael begitu memuja wanitanya. Keduanya saling berbalas ciuman panas yang menggelora seiring hawa panas dari tubuh keduanya.


Jessica menatap sang suami. Keduanya bertatapan dengan intens.


“Kenapa kau tak mengatakan tidak?”tanya Rafael setengah berbisik


“Karena..aku..”Jessica terdiam tak sanggup melanjutkan ucapannya.


“Aku akan berhenti jika kau menghentikanku. Jika tidak..”


Rafael perlahan menurunkan gaun Jessica. Membuat Jessica gugup dan gelisah. Karena dia paham betul apa yang akan terjadi selanjutnya. Jessica meremas sprei di ranjangnya dengan sekuat tenaga saking gugupnya. Jessica bahkan menutup matanya kala Rafael terus membelai dan menyentuh tubuhnya. Rafael dapat melihat sudut mata Jessica yang mengeluarkan airmata saat dirinya mengecup dan meninggalkan tanda kepemilikannya di tubuh sang istri.


Melihat sang istri yang ketakutan, Rafael mengecup kening Jessica kemudian menaikkan kembali gaun sang istri. Jessica menatap sang suami yang beranjak dari atas tubuhnya setelah mengenakan kembali gaun yang dipakainya.


Rafael berjalan menuju balkon. Menyisakan kesedihan di hati Jessica karena mereka tidak jadi melanjutkan percintaan mereka.

__ADS_1


“Ganti bajumu! Cepatlah tidur!”ucap Rafael tanpa menoleh ke arah Jessica


Jessica membetulkan gaunnya dan berjalan menuju ruang ganti.


__ADS_2