Fall For You

Fall For You
Aku Tak Suka!


__ADS_3

Setelah honeymoon selama hampir dua minggu lamanya di Maldives, Jessica dan Rafael kembali ke Paris menaiki pesawat pribadi keluarga Miller. Sepanjang perjalanan antara Maldives menuju Paris, Rafael terus menggenggam tangan Jessica.


Perjalanan selama hampir tujuh jam lamanya dilalui dua pasangan pengantin baru itu dengan perasaan bahagia. Bahagia karena kini mereka bersama. Bersatu dalam ikatan pernikahan. Mencurahkan perasaan cinta di hati masing-masing pada pasangannya.


Sikap posesif Rafael pun semakin menjadi pada Jessica. Jessica tidak diijinkan beranjak dari ruang utama di pesawat pribadi itu. Rafael menahan Jessica di ranjang. Walaupun tidak melakukan kegiatan panas mereka, namun yang mereka lakukan hanya berduaan di atas ranjang.


Bahkan sarapan dan makanan mereka diantar pelayan. Jessica sama sekali tidak diperbolehkan keluyuran di atas pesawat pribadi itu. Padahal Jessica sangat bosan berduaan terus dengan suami nakalnya itu.


“Apa kita akan begini saja sampai ke Paris?”tanya Jessica yang kini berada dalam dekapan suaminya


“Kenapa? Kau tak suka bersamaku seperti ini?”rajuk Rafael


“Bukan begitu”sahut Jessica cepat


Tapi terlambat. Rafael keburu merajuk. Wajahnya ditekuk. Dia kecewa mendengar pertanyaan Jessica. Rafael pikir Jessica tak mau berlama-lama berduaan dengan dirinya.


“Hei..kenapa marah? Aku kan tadi cuma tanya”ucap Jessica sambil menangkup wajah suaminya yang sedang cemberut


Jessica tergelak melihat perubahan emosi suaminya kini. Dulu suaminya itu terkenal dingin, tanpa ekspresi. Sangat datar. Cenderung menyebalkan. Tetapi kini, suaminya itu berubah. Kadang hangat, penuh cinta. Kadang kekanak-kanakan. Suka merajuk dan bermanja pada dirinya. Namun sikap Rafael ini justru terlihat menggemaskan dan lucu di mata Jessica.


“Kenapa kau sekarang berubah menggemaskan begini? Mana Mr. Narcissistic yang super duper menyebalkan itu?”goda Jessica sambil mengecup bibir suaminya


Membuat Rafael tersenyum mendapat kecupan singkat di bibir oleh Jessica.


****


Hari-hari setelah pernikahan dilalui kedua pasangan pengantin itu dengan penuh kebahagiaan. Rafael dan Jessica memilih tinggal di apartemen Rafael ketimbang di kediaman keluarga Miller. Meskipun Elizabeth sudah menawarkan untuk keduanya tinggal di kediaman Miller yang sangat luas namun Rafael dan Jessica memilih tinggal jauh dari keluarga Miller.


Ada luka masa lalu yang terus terbayang-bayang di benak Rafael setiap menginjakkan kakinya di kediaman Miller. Luka yang dibawanya sejak kecil yang terus terbawa hingga kini. Membuat Rafael tidak betah jika harus tinggal lama di kediaman Miller.


Selama tinggal di apartemen Rafael bisa dipastikan keduanya selalu menghabiskan waktu berdua. Untung saja Rafael masih bekerja di perusahaan keluarga Miller, sehingga intensitas pertemuan keduanya sedikit berkurang di waktu pagi sampai sore.


Jessica tidak lagi bekerja menjadi asisten Rafael karena Rafael tak ingin istrinya kelelahan. Sudah mengurusi dirinya di apartemen, masih harus mengurusi dirinya ketika di kantor. Rafael ingin memberi waktu pada Jessica supaya bisa menghabiskan waktu untuk dirinya sendiri alias me time. Hanya dari pagi, setelah Rafael berangkat kerja, sampai sore hari. Karena waktu malam adalah milik Rafael sepenuhnya.


Alasan lain Rafael tidak mengijinkan Jessica kembali ke perusahaan adalah untuk menjaga dirinya sendiri dari hasratnya untuk menyentuh Jessica. Karena setiap di dekat Jessica, Rafael seperti tak bisa menguasai dirinya sendiri dan selalu ingin menghabiskan waktu bersama wanitanya. Semua demi menjaga kewarasan Rafael di tempat kerja.


Saat ini keduanya sedang duduk berdua di kursi sofa sambil menonton sebuah film korea kesukaan Jessica berjudul Decibel. Film yang diperankan oleh aktor korea Cha Eun Woo dan Lee Jong Suk, aktor favorit Jessica.


“Kau benar tak mau aku bekerja lagi di perusahaan?”tanya Jessica


“Tentu saja”sahut Rafael


“Kenapa?”selidik Jessica


“Aku ingin memberimu waktu yang panjang untuk dirimu sendiri”sahut Rafael

__ADS_1


“Alasan”gumam Jessica dalam hati


“Benarkah? Kau mau memberiku waktu untuk me time?”tanya Jessica sedikit tak percaya


Rafael menatap wajah cantik istrinya yang terus menatap dirinya dengan tatapan tak percaya.


“Setelah aku berangkat kerja, kau bisa istirahat. Kau bisa belanja dengan si kembar atau nyonya besar. Kau juga bisa pergi ke salon untuk mempercantik dirimu untukku”sahut Rafael dengan seringai nakalnya


“Bukankah itu hal yang baik?”tanya Rafael


Jessica memicingkan matanya. Jessica penasaran dengan alasan sebenarnya dari sang suami.


“Benarkah hanya karena itu? Kenapa aku tidak percaya? Pasti ada alasan lain. Jawab aku dengan jujur! Apa alasan sebenarnya kau menolak aku bekerja di kantor?”tanya Jessica penasaran


Rafael menghela nafasnya perlahan. Dilihatnya sang istri yang terus menatapnya dengan tatapan yang meminta kejelasan.


“Benar kau ingin tahu?”tanya Rafael


Jessica menganggukkan kepalanya dengan cepat.


“Karena ini..”


Rafael dengan gerakan cepat malah mencium bibir ranum Jessica yang sudah menjadi candu untuk dirinya. Rafael mencium Jessica secara mendadak. Membuat Jessica kelabakan dengan gerakan suaminya yang semakin mahir mencium dirinya.


Rafael melepaskan bibirnya dari Jessica dan mengusap bibir lembut Jessica sambil tersenyum.


“Jika kau ikut ke kantor, aku tidak akan bisa bekerja dengan leluasa. Karena kau pasti akan mengalihkan duniaku”goda Rafael


Jessica menahan tawanya mendengar penuturan Rafael yang ternyata tidak bisa jauh dari dirinya.


“Jika itu alasannya, baiklah..aku terima. Aku tidak akan ikut bekerja di kantor. Tapi kau harus berjanji padaku”pinta Jessica


“Janji apa?”tanya Rafael


“Kau harus menjaga yang ada di sini hanya untukku”Jessica mengusap pelan dada sebelah kiri Rafael.


Rafael meraih tangan Jessica dan menggenggamnya di dadanya.


“Tentu saja”jawab Rafael dengan tegas


“Jangan melirik wanita lain! Jangan merayu wanita lain! Dan jangan selingkuh dengan wanita cantik di luar sana”pinta Jessica dengan penuh penekanan dalam tiap kata-katanya


“Untuk apa aku melirik, merayu dan selingkuh dengan wanita cantik di luar sana jika aku punya istri secantik dirimu”goda Rafael


“Berjanjilah!”tegur Jessica tegas

__ADS_1


Jessica mengarahkan jari kelingkingnya pada Rafael.


“Baiklah, Aku janji!”sahut Rafael


Jessica menautkan jari kelingking kemudian ibu jari Rafael dengan jari-jari miliknya. Jessica tersenyum dengan lebar. Rafael pun ikut tersenyum melihat senyuman indah Jessica.


Keduanya kembali menonton film yang sedang diputar.


“Oya, tadi siang Anna menelponku”


“Apa yang dikatakan bayi kecil itu?”tanya Rafael sambil menyandarkan kepalanya di pangkuan Jessica


“Nenek mengajakku mencoba gaun baru untuk dipakai di acara ulangtahun perusahaan dua hari lagi. Bagaimana? Apa aku boleh pergi?”tanya Jessica sambil mengusap pelan rambut Rafael.


“Pergilah! Kau bisa jalan-jalan dengan si kembar”jawab Rafael


“Terimakasih”sahut Jessica begitu mendapatkan ijin dari suaminya


“Tapi tunggu..kalian akan pergi ke butik yang ada dimana?”tanya Rafael sambil menatap sang istri


Jessica tampak berpikir sejenak. Mengatur kata-katanya supaya Rafael tidak marah padanya.


“Kau pernah ke sana. Ke..butik nona Catherine di London”jawab Jessica


“Kenapa harus kesana? Apa tidak bisa ke butik yang lain?”tanya Rafael kesal


“Kau kan tahu butik nona Catherine adalah butik langganan nenek Eliz”sahut Jessica sambil mengelus pelan rambut Rafael


“Jadi bagaimana? Apa kau mengijinkan aku pergi?”tanya Jessica sekali lagi memastikan


Wajah tampan Rafael sedikit ditekuk. Karena butik itu juga milik Arga Wisnutama, saingannya. Rafael tampak berpikir keras. Jawaban apa yang harus diberikannya. Rafael menghela nafasnya dengan perlahan sambil menggenggam tangan Jessica.


“Baiklah. Kau bisa pergi ke sana. Jika bertemu dengan mantanmu itu, kau harus sembunyi. Jangan bicara dengannya! Kau mengerti?”perintah Rafael


Jessica menahan tawanya karena permintaan aneh Rafael.


“Kenapa kau masih cemburu dengan kak Arga? Dia kan sudah menjadi suami orang. Mana mungkin aku tergoda kak Arga?”goda Jessica


“Aku tak tahu sebesar apa cintamu padanya. Tapi aku takut cinta itu akan tumbuh jika kau sering bertemu dengannya”jawab Rafael dengan polosnya


“Jadi sekarang kau merasa tidak percaya diri berhadapan dengan kak Arga?”goda Jessica


Rafael duduk dari posisinya yang semula bersandar di pangkuan Jessica. Rafael duduk di samping Jessica kemudian mencium bibir lembut Jessica. Membuat Jessica membelalakkan matanya karena kelakuan suaminya yang tiba-tiba mencium bibirnya. Rafael melepaskan pertautan bibir mereka sambil mengusap pelan bibir lembut Jessica yang sudah diciumnya.


“Jangan sebut namanya dengan mulutmu itu! Aku tak suka! Andai aku bisa, aku ingin menghapus masa lalumu bersamanya”ucap Rafael

__ADS_1


Jessica tersenyum lalu memeluk tubuh kekar suaminya. Mencoba menenangkan hati suaminya yang sedang dikuasai api cemburu. Rafael membalas pelukan Jessica dan mencium pucuk kepala Jessica.


__ADS_2