
Sepanjang perjalanan, Jessica mengajak bicara Albert. Jessica terlihat senang bisa bertemu dengan Albert. Begitu juga sebaliknya. Sementara Rafael memasang wajah dingin dan datarnya melihat wanitanya yang terus berbincang santai dengan lelaki yang diakui sebagai sahabatnya itu.
Ketika ketiganya berjalan menuju mobil, seorang wanita cantik berlari ke arah Rafael dan langsung memeluknya.
“Baby”panggil wanita cantik itu sambil memeluk erat tubuh Rafael.
“Siapa lagi ini?”gumam Jessica dalam hati
Rafael awalnya kaget merasakan pelukan dari seseorang. Namun setelah melihat wajah wanita yang memeluknya, Rafael dengan segera melepaskan pelukan wanita itu di tubuhnya. Rafael melakukannya dengan ekspresi dingin dan datarnya.
“Kenapa kau bisa ada di sini?”tanya Rafael pada wanita cantik yang memeluknya.
Wanita cantik itu mengerucutkan bibirnya begitu mendengar jawaban dari Rafael.
“Apa kau lupa? Aku kan tadi menelponmu. Bukankah kau kemari untuk menjemputku?”tanya wanita cantik itu
Wanita cantik itu menoleh dan menatap gadis cantik di samping Rafael.
“Siapa dia?”tanya wanita cantik itu.
“Oh..dia pacarku”jawab Rafael sambil memeluk tubuh Jessica.
“What? Are you kidding me? That’s can’t be true. Are you sure?”tanya wanita cantik itu memastikan.
“Sebenarnya wanita ini siapa sih?”gumam Jessica dalam hati
Tiba-tiba dari arah belakang wanita itu, tampak beberapa pengawal Elizabeth yang tadi sempat dilihat Jessica. Para pengawal itu tampak berlarian menuju wanita cantik itu.
“Kalian sungguh lamban. Aku akan minta nenek memecat kalian semua”ucap wanita cantik tadi sambil menyilangkan tangannya di depan dadanya.
“Maaf nona. Mari kita pulang sekarang”jawab salah seorang pengawal.
Pengawal itu tak menyadari jika Rafael juga berdiri di sampingnya.
“Tuan muda? Maafkan saya tidak mengenali tuan”jawab pengawal bernama Oscar itu sambil menundukkan kepalanya memberi hormat pada Rafael.
“Bukankah mereka pengawal yang tadi?”gumam Jessica dalam hati
“Kau kemari untuk menjemput dia kan? Antar dia pulang!”ucap Rafael
“Baby, aku pikir kau kemari karena ingin menjemputku”keluh wanita cantik itu
“Aku kemari untuk menjemput dia”tunjuk Rafael pada Albert
__ADS_1
Wanita cantik itu menoleh pada lelaki tampan yang ditunjuk oleh Rafael.
“Wow..ada cowok ganteng rupanya!”puji wanita cantik itu dengan spontan
Wanita cantik itu langsung berjalan ke arah Albert. Dilepaskannya kacamata hitam yang dikenakannya. Menampilkan wajahnya yang sangat cantik dengan mata coklat yang sangat indah.
“Hai..siapa namamu? Namaku Annabelle. Annabelle Miller”sapa Anna pada Albert
“Albert. Albert Nasution. Aku sahabat Jessica”sahut Albert
“Siapa Jessica?”tanya Anna dengan polosnya.
Albert langsung menunjuk ke arah Jessica.
“Kau bilang namamu Annabelle Miller?”tanya Jessica
“Kau dan Rafael..”Jessica tampak kebingungan begitu mendengar nama belakang Anna yang sama persis dengan Rafael, “pacarnya”.
“Dia adikku”jawab Rafael santai
“Iya. Kita belum berkenalan ya? Aku Annabelle. Kau bisa memanggilku Anna”jawab Anna sambil mengulurkan tangannya pada Jessica.
“Aku Jessica. Jessica Anastasia”sahut Jessica.
“Dia ramah juga”gumam Jessica dalam hati
“Aku tak melihat Ara. Apa dia juga pulang bersamamu?”tanya Rafael sambil celingukan mencari seorang wanita bernama Ara.
“Ara? Siapa lagi itu? Sebenarnya ada berapa wanita dalam hidupnya?”keluh Jessica dalam hati mendengar Rafael menyebut nama wanita lain.
Hatinya yang sebelumnya sempat dibuat gusar karena mengetahui ada wanita cantik yang langsung memeluk “pacarnya” itu, sebenarnya sedikit lega begitu menyadari ternyata wanita yang memeluk Rafael adalah adiknya. Namun hati Jessica seakan sedang diuji setelah mendengar Rafael kembali menyebut wanita lain bernama Ara.
Anna juga celingukan melihat ke berbagai arah. Seolah mencari seseorang yang dipanggil Ara oleh Rafael.
“Kemana sih anak itu? Bisa-bisanya dia menghilang. Padahal tadi kami turun dari pesawat bersama-sama”jawab Annabelle.
“Ah..itu dia. Araaa”panggil Anna begitu menemukan gadis bernama Ara.
Jessica langsung menoleh ke arah yang sama dengan Anna. Dilihatnya seorang gadis cantik yang mirip dengan Anna sedang berjalan ke arah mereka.
“Hei..kemana saja kau itu? Lihat aku menemukan siapa?”tanya Anna sambil menggandeng gadis cantik itu.
“Mereka..kembar?”tanya Jessica dalam hati begitu menyadari gadis cantik yang berjalan ke arahnya memiliki wajah yang mirip dengan Anna.
__ADS_1
Gadis itu menurut saja digandeng Anna dan berjalan ke arah Jessica dan Rafael.
“Kakak”sapa gadis cantik itu.
“Kemana saja kau pergi?”tanya Rafael.
“Tadi aku ke toilet sebentar”jawab gadis bernama Ara.
Ara menatap ke arah Jessica. Wajahnya terlihat sedikit dingin. Namun matanya menatap Rafael dan Jessica yang bergandengan tangan.
“Kenalkan dia..”
Rafael hendak mengenalkan Jessica namun keburu Anna yang menarik tubuh Jessica.
“Kau pasti takkan percaya, dia kakak ipar kita. Kau percaya?”tanya Anna pada Ara.
Ara mengerutkan dahinya mendengar ucapan saudara kembarnya.
“Kakak ipar?”tanya Ara mengulangi perkataan Anna.
“Iya. Kenalkan ini Ara. Arabelle Miller. Kau bisa memanggilnya Ara”ucap Anna pada Jessica.
“Oh iya. Salam kenal. Aku Jessica. Jessica Anastasia”sapa Jessica pada Ara.
Berbeda dengan Anna yang lebih ramah, Ara terlihat lebih dingin. Ara bahkan mengacuhkan uluran tangan Jessica.
“Aku capek. Bisa kita pulang sekarang?”tanya Ara dengan suara dinginnya.
Ara bahkan berjalan menjauh dari mereka semua.
“Hishhh..dasar anak itu! Selalu saja mengacuhkan orang lain”gerutu Anna pada saudara kembarnya.
“Kakak ipar jangan sakit hati ya..Memang seperti itu kelakuan Ara. Tapi sebenarnya dia anak yang baik kok. Iya kan baby?”
“Hemm”
“Lihat! Mereka berdua itu sama. Kau bisa lihat persamaan mereka berdua kan?”bisik Anna pada Jessica
“Benar sekali. Mereka memang sama”gumam Jessica dalam hati sambil tersenyum begitu menyadari persamaan antara Rafael dan Ara.
“Ayo pulang!”ajak Rafael pada semua.
Mereka berempat berjalan ke arah pintu keluar bandara diikuti beberapa pengawal yang diperintahkan oleh nenek Eliz untuk menjemput cucu-cucu kembarnya.
__ADS_1