Fall For You

Fall For You
Mencium Putri Tidur


__ADS_3

Hari ini adalah hari perayaan ulangtahun Ramon, kakak lelaki Rafael. Perayaan dilaksanakan di rumah sakit tempat Rafael dirawat selama ini. Elizabeth sudah mengatur segalanya dengan sangat baik. Ruang rawat inap VVIP terlihat berbeda dari biasanya. Hiasan ulangtahun tampak menghiasi ruang rawat inap yang dipenuhi dengan peralatan medis yang menunjang hidup Ramon selama koma.


Rafael datang bersama Jessica. Rafael sengaja menjemput “kekasih”nya itu karena tidak ingin Elizabeth bertanya macam-macam. Jessica tampak mempesona dengan gaun putih sleeveless selutut yang dikenakannya. Rafael menunggu Jessica sambil bersandar di mobil sportnya dengan menyilangkan kedua tangannya. Begitu Jessica datang dan mendekatinya, Rafael seakan dibius dengan kecantikan Jessica. Mata Rafael bahkan tak berkedip kala menatap Jessica yang semakin mendekatinya. Untung saja Rafael mengenakan kacamata hitam sehingga Jessica tak tahu jika saat ini Rafael sedang mengagumi kecantikannya.


“Kita berangkat sekarang?”tanya Rafael


Jessica menganggukkan kepalanya pelan.


Keduanya berangkat bersama mengendarai mobil sport Rafael. Sepanjang perjalanan, Rafael tak henti-hentinya mencuri pandang untuk menikmati kecantikan “kekasih”nya itu.


Tak disangka, keduanya mengenakan outif yang sama. Yaitu nuansa putih. Rafael juga terlihat macho mengenakan kemeja putih lengan panjang yang dibiarkan sedikit terbuka di bagian kancingnya, sehingga memperlihatkan dadanya yang bidang dan otot-ototnya yang terukir sempurna. Rafael memadupadankan penampilannya dengan celana crem panjang. Keduanya terlihat seperti pasangan kekasih sebenarnya. Karena mengenakan outfit couple.


Perjalanan menuju rumah sakit memakan waktu hampir tiga puluh menit. Karena lumayan jauh, Jessica bahkan tertidur selama perjalanan.


Sesampainya di rumah sakit, Rafael segera memarkirkan mobilnya di tempat dia biasa parkir.


“Kita sudah sampai”ucap Rafael tanpa menoleh pada Jessica


Dan saat kepalanya menatap ke arah gadis cantik yang sedang terlelap itu, membuat Rafael menarik sudut bibirnya melihat “kekasih”nya yang sangat menggemaskan saat terlelap.


“Dia tidur”gumam Rafael dalam hati


Rafael mendekatkan tubuhnya ke arah Jessica yang saat ini sedang terlelap dalam tidur. Rafael menikmati keindahan di depan matanya sambil tersenyum. Rafael memandangi wajah cantik Jessica dan saat matanya menatap bibir merah Jessica yang lembut membuat Rafael menelan ludahnya dengan susah payah. Masih segar dalam ingatannya kala dirinya mencium bibir itu saat keduanya berada di apartemennya beberapa hari yang lalu. Lebih tepatnya “mencuri ciuman bibir” dari Jessica.


Tangan Rafael terangkat dan ingin menyentuh wajah cantik Jessica. Dirapikannya anak rambut yang tiba-tiba jatuh menutupi wajah cantik yang selalu menggemaskan di mata Rafael.


Melihat Jessica yang tidak segera bangun, justru membangkitkan rasa penasaran Rafael untuk kembali menikmati bibir lembut Jessica. Rafael semakin mendekatkan tubuhnya ke arah gadis cantik yang tak juga bangun itu dengan perlahan-lahan. Jantung Rafael berdegup dengan sangat kencang.


Deg..deg..deg..


Rafael memiringkan sedikit kepalanya untuk memberi ruang bagi dirinya merasai bibir lembut gadis ceroboh yang selalu dibuatnya kesal itu. Rafael memejamkan matanya.

__ADS_1


“Cuuuupppp”


Rafael membuka matanya kala dirinya sekali lagi berhasil mencium putri tidur itu. Rafael tersenyum karena Jessica bahkan tidak juga bangun meskipun sudah diciumnya.


“Ehmmm”


Rafael membelalakkan matanya begitu melihat mata indah itu tiba-tiba saja terbuka. Jessica bangun dari tidurnya. Jessica tampak mengedipkan matanya beberapa kali.


“Gawat! Dia bangun!”gumam Rafael dalam hati


Keduanya saling bertatapan. Entah kenapa Rafael justru membeku kala bertatapan dengan gadis cantik yang baru saja diciumnya itu.


“Kamu…”


Jessica kaget begitu terbangun yang dilihatnya adalah wajah tampan Rafael yang berada tepat di depan wajahnya. Rafael segera menjauhkan tubuhnya dari Jessica. Sementara Jessica terlihat langsung menggeser tubuhnya menjauh dari Rafael.


“Ehem”


Rafael sengaja berdehem dengan keras untuk mengusir kegelisahannya yang tiba-tiba menyusupi hatinya begitu melihat gadis yang dicumnya itu terbangun.


“Aku hanya ingin membangunkanmu. Kita sudah sampai. Turunlah!”ajak Rafael sambil memasang ekspresi datar dan dinginnya.


Rafael melepaskan sabuk pengamannya sambil sesekali Rafael melirik ke arah Jessica. Dia takut jika ketahuan sudah mencium gadis itu.


“Apa dia tahu yang tadi aku lakukan?”tanya Rafael dalam hati


Jessica clingukan melihat sekitarnya. Dilihatnya mobil yang dinaikinya sudah berada di basement sebuah gedung.


“Oh..kita sudah sampai ya?”tanya Jessica


Jessica segera melepas sabuk pengamannya. Rafael yang hendak turun dari mobil, tiba-tiba menangkap gelagat aneh dari beberapa orang yang berada tak jauh dari mobilnya. Rafael menatap tajam orang-orang mencurigakan itu sambil menautkan kedua alisnya.

__ADS_1


“Apa mereka orang suruhan nyonya besar untuk mengawasiku dan Jessica?”tanya Rafael dalam hati.


Merasa dilihatin oleh targetnya, orang-orang mencurigakan itu, langsung bertingkah semakin aneh dan mencurigakan.


“Tunggu!”pinta Rafael.


Jessica yang hendak keluar dari mobil ditahan pergelangan tangannya oleh Rafael. Jessica menoleh ke arah Rafael sambil mengerutkan dahinya melihat lelaki itu menahan langkahnya.


“Ada apa?”tanya Jessica


“Arah jam tiga”ucap Rafael memberi kode pada Jessica.


Jessica yang diberi kode oleh Rafael, semakin bingung dengan kelakuan lelaki tampan di depannya itu. Maklum saja. Namanya juga orang baru bangun tidur, Jessica yang baru loading, susah menerima isyarat yang diberikan oleh Rafael.


“Jam tiga apaan?”tanya Jessica bingung


Rafael menatap tajam ke arah Jessica yang seperti orang bingung dengan isyarat yang diberinya.


“Aku bilang arah jam tiga. Menolehlah searah jam tiga dari tempatmu”ucap Rafael gemas.


Jessica langsung menoleh begitu mendengar permintaan Rafael.


Rafael kaget melihat respon Jessica yang langsung menoleh tanpa berpikir dulu. Dengan secepat kilat, Rafael meraih wajah Jessica dan menangkupnya kemudian menarik wajah itu agar menghadap ke arahnya.


“Jangan seperti itu juga! Hehehhe”ucap Rafael sambil tertawa dengan suara tawa yang dipaksakan.


“Lepaskan!”pinta Jessica melihat Rafael yang menangkup wajahnya.


“Dengarkan aku baik-baik. Sepertinya nyonya besar mengirim orang-orangnya untuk mengawasi kita”ucap Rafael dengan wajah yang lebih serius namun kemudian wajahnya tampak berseri-seri karena senyum mahalnya tiba-tiba tersungging.


“Benarkah?”tanya Jessica

__ADS_1


“Meliriklah dari sela-sela jariku, Kau mengerti?”pinta Rafael


Jessica yang sudah lebih mengerti maksud Rafael juga ikut tersenyum sambil menganggukkan kepalanya dengan cepat.


__ADS_2