
Jane membantu memilihkan gaun yang cocok dipakai oleh Jessica untuk memanas-manasi Rafael. Gaun yang cocok dipakai di club malam.
“Hanya ini gaun yang kau punya?”tanya Jane sambil menatap deretan gaun yang dibawa Jessica
Jessica menganggukkan kepalanya. Jane menghela nafasnya perlahan. Rupanya wanita yang dinikahi sahabat kecilnya itu sangatlah lugu dan polos. Itu bisa dilihat dari pilihan gaun yang dibawanya. Semua gaun itu masuk kategori gaun yang sangat sopan menurut Jane.
Jane berjalan mendekati Jessica dan menepuk bahunya pelan.
“Dengarkan aku Jess. Kalau kau ingin bersaing dengan wanita-wanita cantik di club malam, kau harus berpenampilan lebih berani. Gaun yang kau bawa tak ada yang masuk kriteria itu. Bagaimana kalau aku pinjamkan gaunku?”tanya Jane
“Apa itu perlu?”tanya Jessica
“Suamimu itu petualang cinta yang sudah melanglang buana kemana-mana. Kalau kau mencoba menarik perhatiannya dengan gaun-gaun yang kau bawa itu, mana mungkin dia tergoda?”sindir Jane
Jane mengerucutkan bibirnya mendengar cibiran Jane.
“Buktinya tadi dia tak berkedip saat aku memakai gaun pantai ini?”gerutu Jessica dalam hati
Jessica memilih mengikuti saran yang diberikan oleh Jane. Wanita yang sudah mengenal suaminya bertahun-tahun lamanya. Jane meminjamkan sebuah gaun miliknya yang dirasa cocok dan pas untuk Jessica.
Begitu Jessica keluar dari ruang ganti setelah mengenakan gaun yang sudah dipilihkan oleh Jane, membuat Jane dan suaminya terpesona dengan kecantikan Jessica. Jane bahkan tersenyum penuh kebanggaan melihat Jessica sesuai dengan harapannya.
Bodycon dress dengan v neck lumayan rendah dan backless berwarna hitam itu sangat pas di tubuh Jessica. Menampilkan lekuk tubuh Jessica yang memang memiliki tubuh yang seksi.
Jane segera mendandani Jessica. Riasan bold yang diberikan Jane di wajah cantik Jesssica membuat gadis itu terlihat semakin cantik paripurna. Jane terlihat sangat puas dengan hasil kerjanya.
“Bagaimana menurutmu sayang?”tanya Jane pada suaminya
“Apa kau sengaja membuat Rafael kebakaran jenggot?”goda Simon melihat hasil kerja sang istri yang sangat spektakuler.
Karena Jane bisa merubah gadis lugu dan polos menjadi wanita dewasa yang sangat seksi dan bisa dipastikan Rafael akan kalang kabut melihat perubahan pada diri istrinya.
Setelah berganti pakaian, Jane dan Simon sepakat mengantar Jessica ke club malam yang didatangi Rafael untuk menjemput “suami nakal” Jessica.
Suara menghentak yang dimainkan seorang DJ mengiringi beberapa tamu di club malam yang sedang asyik menari-nari di lantai dansa. Bau menyengat dari alkohol memenuhi seluruh ruangan.
Begitu memasuki club malam, semua mata langsung tertuju pada Jessica. Para pengunjung lelaki tampak menatap Jessica dengan tatapan laparnya. Sementara itu Jessica terus mengedarkan tatapan matanya menyisir semua sudut di dalam club malam itu untuk mencari suaminya. Sesekali Jessica menutup hidungnya karena bau alkohol yang sangat menyengat.
Dan tak menunggu lama, Jessica berhasil menemukan suaminya. Terlihat Rafael berdansa dengan beberapa tamu club malam yang sebagian besar adalah wanita. Dan benar saja apa yang diucapkan Jane. Wanita-wanita itu dengan penampilannya yang sangat seksi dengan gerakan yang sangat profokatif menari sambil menempelkan tubuh mereka pada Rafael.
Jessica tampak mengeratkan tangannya melihat kelakuan suaminya. Jessica berjalan dengan anggunnya menuju lantai dansa tempat Rafael menari bersama wanita-wanita cantik dan seksi itu.
__ADS_1
Saat sedang asyik menari, Rafael yang sedikit dipengaruhi alkohol, seolah melihat sang istri.
“Jessica?”gumam Rafael dalam hati sambil mengernyitkan dahinya
Rafael terdiam di tempatnya melihat sang istri yang begitu cantik berjalan menuruni tangga. Keduanya saling bertatapan. Rafael sekali lagi dibuat terpesona dengan kecantikan istrinya. Sejenak Rafael merasa suara musik yang sangat menghentak itu seperti berhenti. Tak dihiraukannya semua orang yang sedang asyik menari sambil berjingkrak-jingkrak mengikuti hentakan musik yang sedang dimainkan sang DJ.
Ketika Jessica hampir sampai di tempat Rafael, tiba-tiba sebuah tangan menahan Jessica. Membuat gadis itu menoleh pada lelaki yang sedang memegang lengannya.
“Hei baby..can I dance with you?”ajak lelaki itu pada Jessica
“Let go of me!”ronta Jessica sambil mengibaskan tangan lelaki itu beberapa kali minta dilepaskan.
Jessica ketakutan melihat lelaki yang memegang tangannya menatapnya dengan tatapan nakal. Membuatnya bergidik ngeri. Apalagi bau alkohol yang sangat menyengat keluar dari mulut lelaki itu.
Tiba-tiba sebuah tangan melepaskan tangan lelaki itu dengan sangat kasar. Jessica spontan menoleh pada penyelamatnya.
“Rafael?”gumam Jessica dalam hati
Rafael menatap wajah Jessica yang ketakutan dengan tatapan tajam.
“Apa yang kau lakukan di sini? Siapa yang menyuruhmu kemari?”tanya Rafael dengan tegas
Belum sampai Jessica menjawab pertanyaan suaminya, Rafael sudah lebih dahulu menggenggam tangannya dan mengajaknya keluar dari club malam.
Baru beberapa langkah berjalan, tiba-tiba lelaki yang tadi memegang tangan Jessica melayangkan bogem mentahnya ke arah wajah Rafael.
“Bugh”
Beberapa wanita yang melihat pemukulan itu spontan berteriak histeris.
“Aaaa”
Rafael langsung tersungkur mendapatkan pukulan mendadak itu. Jessica yang kaget karena suaminya dipukul langsung menghampiri Rafael. Dilihatnya sudut bibir sang suami yang berdarah.
“Kau berdarah?”tanya Jessica panik
Rafael yang tak terima mendapat pukulan, mendadak amarahnya meledak begitu saja. Rafael memegang sudut bibirnya yang terasa perih. Dilihatnya darah segar di jarinya. Rafael langsung berdiri dan membalas lelaki itu.
“You bas**ad!”umpat Rafael tak terima
“Bugh..bugh..bugh”
__ADS_1
Perkelahian pun akhirnya tak terelakkan. Perkelahian dua lelaki dewasa itu sangatlah sengit. Beberapa kali Rafael memukul lawannya tanpa ampun. Keduanya berkelahi dengan sangat sengit.
“Prangggg”
Gelas-gelas berjatuhan dari meja akibat perkelahian dua lelaki dewasa yang saling menunjukkan kekuatannya. Suasana club malam itu pun berubah menjadi sangat kacau. Jessica yang ingin mendekati Rafael, terpaksa ditahan oleh Jane. Simon yang berusaha melerai dibantu beberapa pengunjung club malam sampai kewalahan karena kedua lelaki yang saling menyerang itu terlihat sangat bersemangat menjatuhkan lawan mereka. Suara teriakan para wanita pengunjung club malam menambah ngeri suasana di dalam club malam.
Beberapa petugas keamanan yang diterjunkan untuk melerai perkelahian tampak kewalahan. Karena rupanya, lelaki yang menyerang Rafael datang bersama teman-temannya. Beberapa lelaki berpakaian serba hitam yang adalah pengawal khusus Rafael terlihat ikut membantu atasannya.
Suasana benar-benar di luar kendali. Setelah para pengawal Rafael datang membantu, perkelahian itu pun akhirnya bisa dihentikan. Meja-meja club porak poranda akibat perkelahian itu. Para pengunjung club malam semuanya diungsikan keluar dari club malam yang hancur berantakan.
Jessica segera berlari mendekati suaminya yang terlihat mengalami beberapa luka memar akibat perkelahian itu. Sementara lawannya tampak babak belur tak berbentuk akibat dihajar habis-habisan oleh Rafael dan pengawalnya. Para pengawal Rafael berhasil meringkus semua lawan mereka dan kini berdiri dalam posisi siaga.
“Kau baik-baik saja?”tanya Jessica dengan panik
Jessica yang sangat ketakutan selama perkelahian itu akhirnya memeluk tubuh suaminya dengan erat sambil beruraian airmata. Rafael sedikit kaget melihat Jessica yang tiba-tiba memeluknya.
Rafael memeluk Jessica balik sambil mengelus pelan punggung mulus Jessica yang ketakutan setengah mati melihat betapa ganasnya perkelahian yang sudah dilalui suaminya. Meskipun Rafael tidak terluka parah tetapi Jessica tetap saja ketakutan.
“Tenanglah! Aku baik-baik saja”ucap Rafael berusaha menenangkan hati istrinya
Jessica yang masih terisak, melepaskan pelukannya lalu menatap Rafael dengan tajam.
“Kau keterlaluan! Selalu saja membuat aku ketakutan!”seru Jessica sambil terisak
Jessica menangis sambil memukul mukul dada bidang suaminya. Membuat Rafael meringis kesakitan. Karena pukulan Jessica membuat Rafael baru sadar tubuhnya terluka. Rafael menangkap kedua tangan Jessica dengan kedua tangannya.
“Hentikan! Pukulanmu justru lebih sakit ketimbang lelaki-lelaki itu”pinta Rafael
“Sudah-sudah..Sebaiknya kita obati lukamu itu. Ayo pergi!”ajak Simon pada sahabatnya itu.
Rafael menggandeng tangan Jessica dan mengajak istri kecilnya itu pergi dari club malam. Sebelum pergi, Rafael mendekati salah seorang pengawalnya dan meminta pengawalnya melepaskan jas yang dikenakan. Begitu pengawal itu menyerahkan jasnya, Rafael segera menutupi tubuh Jessica dengan jas itu.
“Aku tak mau ada yang melihatmu seperti ini!”ucap Rafael sambil mengenakan jas di tubuh Jessica
Ada perasaan hangat menjalar memenuhi hati Jessica merasakan perhatian kecil dari suaminya. Jessica terus menatap Rafael yang sibuk mengenakan jas di tubuhnya dengan tatapan lembut. Jessica bahkan tersenyum melihat suaminya yang terkesan posesif pada dirinya karena mengenakan gaun seksi itu.
Setelah mengenakan jas, Rafael kembali menggandeng tangan Jessica kembali ke kamar mereka. Rafael menepuk bahu pimpinan pengawalnya.
“Kau urus sisanya. Aku serahkan semuanya padamu!”perintah Rafael pada Oscar
Oscar menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
“Baik tuan muda!”sahut Oscar