
Celine membalik tubuhnya dengan tatapan menggodanya.
“Panas sekali!”ucap Celine sambil melepas satu per satu kain yang melekat di tubuhnya. Hingga menyisakan sebuah bra dan G-string yang saat ini dikenakannya.
Lelaki normal manapun pasti akan tergoda melihat pemandangan indah ini. Namun tidak dengan Rafael. Lelaki itu sama sekali tak berminat pada Celine yang terus-terusan menggodanya.
“Hentikan! Kau tak bisa menggodaku!”ucap Rafael dengan dinginnya.
“Benarkah? Kau sama sekali tak ingin merasakannya”goda Celine
Rafael menarik tubuh Celine lalu membantingnya di ranjang.
Celine begitu bahagia, karena merasa Rafael begitu menginginkannya hingga berlaku sangat kasar pada dirinya.
“Kau tak bisa menggodaku dengan tubuhmu itu. Aku sama sekali tak berminat dengan tubuh yang sudah kau tawarkan pada banyak lelaki”sindir Rafael.
“Cepat katakan! Dimana kau sembunyikan istriku? Aku tahu kau yang sudah menculik dia”gertak Rafael
Celine meradang. Karena rupanya usahanya untuk menjebak Rafael dan memikatnya di atas ranjang malah gagal total. Lelaki itu sama sekali tak tertarik pada dirinya.
“Mana buktinya kalo aku yang melakukannya? Kau tak bisa sembarangan menuduhku”seru Celine tak terima
Celine melangkah gontai mengambil kembali lingerie yang tadi sempat dipakainya. Celine juga meraih kembali kimono tidurnya dan mengenakannya karena Rafael sama sekali tak menginginkannya.
“Kau pasti sudah menyembunyikan istriku di suatu tempat. Aku akan pastikan kau membusuk di penjara jika sampai aku bisa menemukan dia”ancam Rafael.
“Sebesar itukah cintamu pada wanita ja*lang itu? Sampai-sampai kau mengancamku seperti sekarang!”ucap Celine
Entah kenapa hatinya mendadak sedih melihat lelaki yang sudah sangat dirindukannya itu kini sudah benar-benar berubah sejak menikah dengan wanita bernama Jessica.
“Aku tak akan mengembalikan dia padamu. Aku akan buat wanita itu menderita karena sudah berani merebutmu dariku”gerutu Celine dalam hati
__ADS_1
Celine berjalan menuju pintu kamarnya dan membukanya.
“Kau bisa pergi sekarang!”usir Celine pada Rafael.
“Aku tak akan pergi sebelum menemukan istriku!”ucap Rafael.
“Apa kau lihat dia di sini? Lihatlah! Hanya ada kita berdua di kamar ini”ucap Celine sambil tersenyum sinis ke arah kaca besar di kamarnya.
Semua pembicaraan antara Celine dan Rafael terdengar juga oleh Jessica karena ruangan itu dilengkapi speaker yang terhubung dengan kamar Celine sehingga Jessica dapat mendengar semua yang dikatakan keduanya.
Tak terasa airmata Jessica mengalir melihat sang suami yang sangat mengkhawatirkan dirinya. Celine menyentuh kaca yang memperlihatkan sosok suaminya yang berdiri beberapa meter dari kaca itu.
“Aku di sini Raf! Aku di sini!”ucap Jessica dengan berlinangan airmata.
Merasa usahanya membujuk Celine hanyalah usaha yang sia-sia, akhirnya Rafael dengan terpaksa meninggalkan kamar Celine. Sebelum melangkah pergi, Rafael sempat memandangi beberapa bagian di kamar itu. Entah kenapa perasaannya mengatakan Jessica berada di sana.
“Sayang! Kau dimana?”gumam Rafael sambil memandangi kamar Celine dan mulai melangkah pergi
“Aku akan menemukan Jessica dan jika benar kau adalah dalang dari semua ini, aku sendiri yang akan menghabisimu”ancam Rafael dengan tatapan tajam pada Celine
Sebenarnya ada sedikit ketakutan di hati Celine mendengar ancaman Rafael.
“Antar tamu kita keluar!”pinta Celine pada para pengawalnya.
Rafael pun akhirnya pergi dari mansion keluarga Barnett dengan terpaksa. Celine masuk kembali ke kamarnya dengan penuh amarah.
“Prangggg”
Celine melempar semua barangnya hingga barang-barang itu berserakan dan pecah berkeping-keping.
“Beraninya dia mengancamku seperti itu! Rafael Miller, kau adalah milikku. Selamanya kau milikku!”teriak Celine meluapkan amarahnya.
__ADS_1
Celine meraih pecahan gelas yang baru saja dilemparnya dan mencengkeramnya dengan sekuat tenaga. Hingga darah segar tampak mengucur dari tangannya.
“Kau adalah milikku. Kau adalah cintaku. Aku adalah cinta dalam hidupmu. Bukan wanita itu. Rafael Miller aku mencintaimu. Kau adalah milikku”seru Celine dengan airmata yang mengalir dari mata indahnya.
Jessica yang melihat sendiri perubahan emosi Celine sampai menutup mulutnya sendiri saking kagetnya melihat Celine melukai dirinya sendiri seperti itu. Jessica sadar kini dirinya sedang berhadapan dengan wanita yang menderita gangguan jiwa. Karena Celine bisa berubah emosinya dari yang semula marah-marah kemudian menangis sedih sambil menyakiti dirinya.
Jessica yang ketakutan memilih kembali duduk di ranjang.
“Aku harus tenang. Aku yakin di sini pasti ada pintu keluarnya. Yang harus aku lakukan hanya mencari jalan keluar dan pergi dari tempat ini secepatnya sebelum Celine melukaiku dan bayiku”gumam Jessica dalam hati
Jessica mulai memeriksa ruangan tempatnya dikurung. Jessica mencoba mengetuk-ketuk ruangan itu untuk mencari jalan keluar. Namun sayangnya ruangan itu begitu tertutup. Satu-satunya jalan keluar hanyalah dari pintu yang terhubung dengan kamar Celine. Dan pastinya pintu itu sangatlah rahasia, karena Jessica yakin kini dirinya berada di dalam ruang rahasia yang tersembunyi di kamar Celine.
Saat mencoba mencari jalan keluar itu, tiba-tiba pintu terbuka. Jessica membelalakkan matanya melihat penampakan Celine yang sudah berdiri dan berada satu ruangan dengan dirinya.
“Celine”panggil Jessica ketakutan
Celine hanya mengulas senyum tipis di bibirnya namun tatapan matanya begitu mengerikan.
Tiba-tiba tanpa diduga, Celine langsung berjalan dengan langkah cepat lalu mencekik leher Jessica dengan begitu kuat.
“Aa..apa yang kau lakukan? Le..lepaskan aku!”ronta Jessica sambil memegangi tangan Celine yang mencoba membunuhnya dengan mencekik lehernya.
Pengaruh alkohol telah membuat Celine hilang akal. Matanya menatap Jessica penuh kemarahan, dan tangannya pun mencengkeram leher Jessica dengan sangat kuat.
“Jika kau tak ada lagi di dunia ini, Rafael hanya akan menjadi milikku satu-satunya. Jadi kau harus mati”ancam Celine sambil mencekik Jessica sekuat tenaga
Celine benar-benar kesetanan. Dia seperti kerasukan iblis. Hingga membuat dirinya hilang akal.
“Apa aku akan mati di sini?”gumam Jessica dalam hati karena sekuat apapun dirinya mencoba melepaskan diri dari cengkeraman Celine namun semua itu sia-sia.
“Aku tak bisa bernafas”gumam Jessica dalam hati
__ADS_1