Fall For You

Fall For You
Tsundere


__ADS_3

Elizabeth menarik tangan Jessica dan mengajaknya duduk di kursi sofa besar di ruang tamu. Rafael mengikuti keduanya dan duduk di samping Jessica.


“Raf..pergilah ke ruang kerja! Kakekmu sudah menunggu sejak tadi”pinta Elizabeth


Rafael tetap diam tak menyahut permintaan neneknya. Elizabeth menoleh pada Jessica sambil tersenyum lalu kembali menatap cucunya.


“Jangan khawatir! Nenek akan menjaga kekasihmu ini. Pergilah!”pinta Elizabeth lagi


Rafael sebenarnya enggan meninggalkan Jessica untuk menemui kakeknya. Karena bisa dipastikan keduanya pasti akan bertengkar seperti yang sudah-sudah. Melihat Rafael yang tak juga beranjak dari tempatnya, membuat Jessica menoleh pada “kekasihnya” itu.


“Aku mohon pergilah! Kakekmu sudah menunggu. Aku akan menunggu di sini”pinta Jessica


Melihat Jessica yang memohon padanya, membuat Rafael mau tak mau menuruti permintaan gadis cantik yang bersedia menjadi kekasihnya selama tiga bulan ke depan itu.


“Baiklah! Tunggu di sini! Aku akan kembali”ucap Rafael


Rafael berjalan menuju ruang kerja dan meninggalkan Elizabeth berdua dengan Jessica. Kedua wanita itu menatap punggung Rafael sampai lelaki yang terkenal dingin dan datar itu menghilang dari pandangan keduanya.


“Mereka berdua sangat mirip”ucap Elizabeth


“Siapa yang nenek maksud?”tanya Jessica


“Siapa lagi kalo bukan Rafael dan kakeknya. Mereka itu laki-laki yang keras di luar tapi sebenarnya lembut di dalam”goda Elizabeth sambil tertawa kecil menyadari betapa miripnya sang suami dengan cucu kesayangannya.


“Berarti mereka tipe tsundere nek?”tanya Jessica


“Kamu juga tahu tsundere?”


Jessica hanya menganggukkan kepalanya.


“Benar sekali. Tsundere. Orang yang dari luar terlihat kasar, dingin, cuek, pemarah. Pokoknya dari sikap dia tidak ada tanda ketertarikan sama sekali. Padahal jauh di lubuk hatinya dia sangat lembut. Mereka itu tidak terlalu sering mengekspresikan rasa cintanya. Dia mengekspresikannya diam-diam tanpa kamu mengetahuinya. Orang-orang berpikir bahwa dia pribadi yang kuat dan tahan banting. Namun kenyataannya dia hanya menyembunyikan perasaannya. Dari luar dia terlihat tidak suka denganmu, tapi kenyataannya dia sangat sangat mencintaimu”ucap Elizabeth sambil menggenggam tangan Jessica


“Rafael tsundere? Mana mungkin?”gumam Jessica dalam hati


“Nenek tidak tahu sudah sejauh mana perasaan kalian berdua. Nenek hanya minta jaga Rafael ya Jessi. Anak itu sudah terlalu banyak terluka”ucap Elizabeth dengan mata berkaca-kaca


“Nenek kenapa?”tanya Jessica kuatir melihat Elizabeth yang terlihat sendu dan butiran airmata menetes dari matanya.


“Kenapa aku ini?”ucap Elizabeth sambil mengusap airmatanya.


“Maafkan nenek ya sayang.. Aku hanya terlalu bahagia. Airmata ini adalah airmata bahagia. Bahagia karena akhirnya Rafael bisa menemukan cinta dalam hidupnya. Semoga kau bisa menyembuhkan luka di hati Rafael dan menguatkan dia”doa Elizabeth


Jessica yang tersentuh dengan ucapan Elizabeth langsung memeluk wanita paruh baya itu. Mencoba menguatkannya.


“Maafkan aku nek. Maaf sudah membohongimu”gumam Jessica dalam hati sambil mengusap punggung Elizabeth pelan.


Jessica diliputi perasaan bersalah begitu mendengar ucapan Elizabeth. Jessica tak bisa membayangkan jika nanti kebohongan antara dirinya dan Rafael sampai terungkap, betapa hancurnya Elizabeth mengetahui itu semua.

__ADS_1


Sementara itu di ruang kerja,


Rafael duduk di depan meja kerja Arthur. Suasana tampak sangat mencekam antara kakek dan cucunya yang diharapkan menjadi penerus perusahaannya itu.


“Ramon sudah siuman. Kapan kau akan kembali ke perusahaan?”tanya Arthur


“Entahlah! Aku belum memikirkannya”ucap Rafael dengan santainya.


“Kau itu penerus keluarga. Perusahaan itu aku bangun dengan susah payah untuk keluarga kita. Sudah waktunya kau mengurus perusahaan itu”jelas Arthur


“Tak bisakah kak Ramon saja yang mengurusnya? Aku sama sekali tak berminat mengurus perusahaan. Aku lebih tertarik menekuni bidangku sekarang ini. Karena inilah duniaku. Inilah yang aku inginkan”sahut Rafael


“Dia bahkan belum pulih 100%. Dia takkan mampu mengurus perusahaan dengan keadaannya yang sekarang. Dan perusahaanmu itu mau sampai kapan kau di sana? Bukankah Amanda sebentar lagi akan menikah dengan Victor? Kau tak mungkin mengurus perusahaan itu sendiri? Sudah kembali saja ke perusahaan!”pinta Arthur


Rafael hanya diam tak menyahut perkataan kakeknya. Hari ini dia hanya ingin makan malam. Dia tidak ingin bertengkar dengan kakeknya. Apalagi Rafael sudah berjanji pada Jessica akan menjaga sikapnya di depan Arthur. Dan Rafael akan menepati janjinya itu.


Dan itulah yang saat ini Rafael lakukan. Menahan dirinya untuk tidak memulai babak baru pertengkaran dengan kakeknya sendiri. Semua demi menepati janjinya pada Jessica.


Arthur yang melihat perubahaan pada diri Rafael mulai mengerutkan dahinya. Karena Rafael yang dulu pasti akan berusaha menang dari dirinya. Mereka pasti akan bertengkar dengan hebat karena mereka sama-sama keras kepala. Tak mau mengalah satu sama lain.


“Apa ini karena gadis muda itu?”tanya Arthur dalam hati melihat perubahan sikap sang cucu.


“Tok..tok..tok”


“Masuk!”perintah Arthur


Seorang pelayan yang tadi mengetuk pintu, masuk ke dalam ruang kerja setelah dipersilahkan majikannya.


“Baiklah! Aku mengerti”


Pelayan itu pun undur diri setelah menyampaikan pesan dari nyonya pemilik rumah.


“Sebaiknya kita ke ruang makan sekarang. Semuanya pasti sudah menunggu kita”ajak Arthur


Arthur dan Rafael berjalan berdua menuju ruang makan. Dilihatnya semua orang sudah berkumpul. Ketika keduanya berjalan ke arah meja makan, semua orang di meja makan menatap keduanya hampir bersamaan.


Di meja makan tampak Elizabeth, Jessica, Anna dan Ara. Rafael memilih duduk di samping Jessica. Si kembar Anna dan Ara duduk di depan Jessica dan Rafael. Menatap kedua pasangan kekasih itu dengan tatapan yang berbeda.


Arthur duduk di kursi paling ujung. Di sampingnya duduk Elizabeth, yang duduk di samping Jessica.


“Nona muda, kita bertemu lagi?”sapa Arthur pada Jessica


“I-iya kek. Bagaimana keadaan kakek?”balas Jessica


"Aku baik-baik saja. Terimakasih sudah menanyakan"ucap Arthur dengan suara beratnya yang penuh wibawa


“Kalian berdua sudah menyapa pacar kakakmu?”tanya Arthur pada si kembar

__ADS_1


“Tentu saja sudah kakek. Kak Jessica tadi juga yang menjemput kami berdua, iya kan kak?”sahut Anna yang memang lebih ceria


Jessica mengulas senyum di bibirnya mendengar jawaban Anna. Meskipun berwajah hampir mirip karena kembar namun Anna dan Ara memiliki perbedaan kepribadian. Anna yang ceria dan murah senyum serta lebih ramah. Berbanding terbalik dengan Ara yang cenderung lebih dingin, pendiam dan cuek.


“Ara, kau sudah menyapa pacar kakakmu?”tanya Arthur


“Sudah kek”jawab Ara singkat dengan ekspresi dingin


“Wahhh..dia memang Rafael versi cewek. Sama-sama dingin”gumam Jessica dalam hati melihat ekspresi dingin dan datar Ara yang mengingatkannya pada sosok lelaki tampan di sampingnya.


Acara makan malam itupun berlangsung dengan sangat santai. Dengan adanya Anna, Elizabeth dan Jessica yang sangat ceria dan bisa mencairkan suasana, membuat suasana makan malam begitu hangat. Sesekali suara tawa Elizabeth dan Anna membahana memenuhi ruang makan itu. Sementara Jessica berusaha sekuat tenaga menahan tawanya karena dia ingin menjaga sikapnya di depan Arthur.


Sesekali Rafael menatap gadis cantik di sampingnya yang terlihat sangat kompak dengan nenek dan adik perempuannya itu. Membuat Rafael tanpa sadar menarik salah satu sudut bibirnya melihat Jessica yang bisa akrab dengan keluarganya. Rafael tidak sadar jika senyum tipisnya itu tertangkap oleh sang adik, Ara. Ara terus mengamati Rafael dan Jessica secara bergantian.


Saat ini, main course disuguhkan oleh para pelayan.


“Wow..beef steaknya besar banget! Aromanya ehmmm...luar biasa”puji Jessica dalam hati melihat suguhan beef steak yang dibawa oleh para pelayan.


Wajah sumringah Jessica yang mendapat main course berupa beef steak kesukaannya, membuat Jessica tak hentinya tersenyum. Senyum indah Jessica membuat Rafael lagi-lagi menarik sudut bibirnya.


“Apa kau suka beef steak Jessica?”tanya Elizabeth pada Jessica


“Iya nek. Kebetulan ini makanan kesukaan saya”ucap Jessica sambil tersenyum


“Wah..kebetulan sekali. Semoga kau menyukainya ya”ucap Elizabeth bohong


Rafael sambil memotong beef steak di piringnya tampak berpikir.


“Mana mungkin ini kebetulan”gumam Rafael dalam hati


Rafael yang menyadari kebohongan Elizabeth tampak diam saja sambil terus mengiris beef steak di depannya menjadi potongan yang lebih kecil. Begitu semua beef steak sudah terpotong, Rafael menukarnya dengan piring milik Jessica.


“Heh..heh..”


Jessica bingung melihat Rafael yang menukar piringnya dengan tiba-tiba. Sementara Rafael melakukannya dengan santai tanpa sepatah kata.


“Terimakasih”ucap Jessica lirih menahan malu


Jessica malu karena Rafael melakukan semua itu tepat di depan keluarganya. Hatinya bergetar mendapat perlakuan semanis itu. Tak dipungkiri jantungnya berdegup kencang dan kupu-kupu di perutnya bertebangan merasakan perhatian kecil dari lelaki tampan itu. Namun semua itu hanya sementara, begitu dirinya mengingat surat perjanjian kontrak keduanya.


“Aku hampir lupa. Dia pasti melakukan itu semua karena surat perjanjian itu. Bodohnya aku!”gerutu Jessica dalam hati.


Semua anggota keluarga Miller yang melihat perhatian kecil yang diperlihatkan Rafael tampak menatap pasangan kekasih itu bersamaan. Karena ini kali kedua mereka melihat Rafael semanis itu pada seorang gadis.


“Apa mungkin Rafael serius dengan gadis ini?”gumam Arthur


“Rafael sangat mencintai Jessica. Semoga mereka benar saling mencintai”gumam Elizabeth sambil tersenyum

__ADS_1


“Benarkah mereka pacaran? Aku harus memastikannya”gumam Ara


“Ahh..aku ingin seperti mereka”gumam Anna yang menatap iri dengan pemandangan indah di depan matanya.


__ADS_2