Fall For You

Fall For You
Gadis Beruntung


__ADS_3

Sesampainya di apartemennya, Rafael segera mengajak Jessica masuk. Rafael mengetikkan passcode smart lock door apartemennya. Sedetik kemudian, pintu apartemen pun terbuka.


“Masuklah!”ajak Rafael


Jessica dengan malu-malu segera masuk ke dalam. Apartemen mewah bernuansa modern minimalis itu sangat indah. Interiornya dan furnitur di dalamnya sangat mencerminkan pemiliknya yang masih lajang. Jessica mengedarkan matanya menikmati keindahan dan kemewahan apartemen milik foto model tampan itu.


“Apartemen lelaki single kenapa bagus-bagus sih? Apartemen kak Arga juga bagus. Oh tidak..kenapa aku justru mengingatnya lagi”gerutu Jessica dalam hati sambil memukul-mukul kepalanya karena teringat Arga.


Karena ini adalah kali kedua dirinya memasuki apartemen lelaki. Tentu saja yang pertama adalah apartemen mantan tunangannya, Arga Wisnutama.


“Apa yang kau lakukan disitu? Kemarilah!”ajak Rafael


“Ah..i-iya”jawab Jessica


Jessica melepas sepatunya yang basah dan menggantinya dengan sandal yang disediakan di apartemen Rafael.


“Kau tinggal sendiri?”tanya Jessica


“Tentu saja. Aku lelaki bebas”jawab Rafael.

__ADS_1


Rafael kemudian mengambil sebuah kemeja dan handuk yang dia punya. Rafael kembali ke ruang tamu dan memperhatikan gadis cantik yang sedang merapikan rambutnya itu.


“Kau bisa memakai kamar mandiku untuk membersihkan diri dan berganti pakaian. Kau tak bisa memakai pakaian itu terus karena pakaian itu sudah basah. Sebaiknya kau pakai ini untuk sementara. Aku akan panggilkan Leon untuk mengantarkan beberapa pakaian”ucap Rafael sambil menyerahkan kemeja hitam dan sebuah handuk.


Jessica menurut saja. Diterimanya kemeja dan handuk itu. Rafael kemudian menunjukkan kamar mandinya yang terletak di dalam kamar utama miliknya. Setelah mengantar Jessica, Rafael pun berganti pakaian di kamar tamu.


Rafael yang sudah berganti pakaian, kemudian menelpon managernya.


“Bawakan aku …”


Rafael menyebutkan semua barang yang dimintanya dari Leon.


“APAA? KE APARTEMENMU”teriak Leon kaget


“Kenapa kau berteriak?”gerutu Rafael karena Leon berteriak di telepon saking kagetnya.


Rafael tampak menjauhkan hp nya sambil mengusap telinganya karena suara teriakan Leon yang memekakan telinga Rafael. Bahkan suara teriakan Leon membuat telinga Rafael berdegung sejenak.


“Dia pasti membawa gadis yang sangat spesial”gumam Leon dalam hati

__ADS_1


Leon bahkan tersenyum membayangkan gadis beruntung yang berhasil masuk ke dalam apartemen bosnya yang terkenal sangat anti membawa gadis yang dikencaninya ke dalam apartemennya. Dan ini adalah kali pertama seorang gadis memasuki apartemen lelaki tampan yang berprofesi menjadi model itu.


“Okey boss”sahut Leon


"Aku harus cepat! Aku ingin lihat gadis seperti apa yang berhasil memasuki apartemen lelaki sedingin Rafael"gumam Leon dalam hati


Setelah menyuruh managernya membawakan beberapa keperluan, Rafael segera menutup sambungan teleponnya.


Jessica yang sudah berganti pakaian, merasa sedikit risih karena hanya mengenakan sebuah kemeja hitam yang besar milik Rafael. Kemeja itu bahkan menutup sampai lutut Jessica. Kemeja itu tampak kedodoran dipakai Jessica.


Jessica keluar dari kamar dengan malu-malu sambil mengeringkan rambutnya menggunakan handuk. Rafael yang melihat kehadiran Jessica sampai harus menelan ludahnya dengan susah payah. Sekuat tenaga Rafael menepiskan tatapan matanya. Karena sekali lagi penampilan Jessica menarik perhatiannya. Kemeja itu meskipun kedodoran dipakai Jessica namun tak bisa menutupi kecantikan Jessica.


“Apa kau punya hair dryer?”tanya Jessica.


“Sepertinya ada di kitchen set rak kedua dari kanan”tunjuk Rafael pada kitchen setnya.


Jessica mengerutkan dahinya.


“Terus aku disuruh ambil sendiri gitu? Dasar cowok ga peka”gerutu Jessica dalam hati karena Rafael hanya menunjuk kitchen setnya saja tanpa berniat mengambilkan hair dryernya.

__ADS_1


__ADS_2