
Rafael terpaksa menceritakan yang dia tahu tentang hubungan tarik ulur antara Amanda dan Victor. Karena sedikit banyak dia juga punya andil dalam hubungan keduanya.
“Victor Johannson adalah salah satu pemilik saham di perusahaan. Dia adalah penyelamat bagi perusahaan saat kakakku terbaring koma. Yang aku tahu, dia sudah tergila-gila dengan Amanda sejak Amanda masih menjadi model. Tapi kau tahu kan Amanda seperti apa. Dia wanita kuat yang mandiri. Victor selalu mengejar-ngejar Amanda dan melakukan banyak hal gila untuknya. Awalnya aku pikir Amanda takkan luluh tapi ternyata aku salah. Dia yang aku pikir takkan menerima Victor, malah tiba-tiba mengumumkan rencana pertunangan mereka”jelas Rafael panjang lebar
Jessica mendengarkan dengan penuh perhatian cerita dari Rafael.
“Apa? Tunangan? Kak Amanda dan lelaki tadi akan tunangan?”tanya Jessica memperjelas pertanyaannya.
Rafael menganggukkan kepalanya.
“Tapi setauku lelaki yang disukai kak Amanda adalah kak Ramon. Bagaimana mungkin kak Amanda justru berencana menikah dengan lelaki tadi?”gumam Jessica dengan suara lirih
Namun suara gumaman Jessica tetap terdengar di telinga Rafael.
“Itu karena kak Ramon tak mencintai Amanda”jawab Rafael
Jessica spontan menutup mulutnya sendiri dengan sebelah tangannya dengan mata yang terbelalak.
“Kau mendengarnya?”tanya Jessica
Jessica kaget Rafael bisa mendengar suara gumamannya padahal dia merasa sudah bicara dengan suara yang lirih.
Rafael menarik sudut bibirnya melihat ekspresi kaget Jessica yang sangat menggemaskan.
“Kenapa dia begitu menggemaskan?”gumam Rafael dalam hati
“Suara sekeras itu tentu aku mendengarnya”jawab Rafael
__ADS_1
“Indera pendengarannya sangat tajam. Aku harus berhati-hati”gumam Jessica dalam hati.
“Lalu kenapa mereka tidak jadi menikah? Apa ada masalah? Aku lihat kak Amanda seperti marah pada lelaki tadi”tanya Jessica memastikan
“Seingatku, sebulan sebelum rencana pertunangan Amanda dan Victor, mantan sekretaris Victor mengaku dia sudah hamil tiga bulan. Dia bilang bayi yang dikandungnya itu adalah bayi Victor”ucap Rafael
“Benarkah? Dasar lelaki! Dimana-mana semua lelaki itu sama saja”umpat Jessica kesal
Rafael yang mendengar umpatan Jessica menjadi tidak terima spesies sebangsanya dihina.
“Hei..kau bilang apa? Tidak semua lelaki seperti itu”bela Rafael
“Tentu saja kau membela dia, kalian kan sama saja”seru Jessica dengan kesal.
“Tadi kau yang ingin tahu hubungan mereka. Sekarang kau yang marah-marah. Apa tidak salah?”tanya Rafael
Karena kesal, Jessica kembali menyeruput minumannya dengan kasar. Bahkan saking kesalnya, minuman itu sampai terciprat ke bajunya. Rafael yang melihat “pacar”nya blepotan, dengan sigap segera mengambil sebuah tisu dan mengusap baju Jessica yang terkena cipratan minuman.
“Dasar ceroboh”gerutu Rafael sambil membersihkan baju Jessica yang kotor.
Jessica terdiam melihat perhatian kecil dari Rafael yang dengan telaten membersihkan bajunya. Perasaan hangat menyusup dalam hatinya secara perlahan kala lelaki playboy yang mengaku sebagai pacarnya itu membersihkan bajunya yang kotor.
“Aku bisa sendiri”ucap Jessica sambil menahan tangan Rafael yang masih sibuk membersihkan bajunya.
“Diamlah!”pinta Rafael
Jessica membeku. Jantungnya berdegup dengan sangat kencang. Karena posisi tubuh mereka yang sangat dekat, membuat Jessica dan Rafael saling bertatapan dengan sangat dekat. Jessica yang salah tingkah, memilih mengalihkan pandangannya karena tak kuat bertatapan terus dengan lelaki tampan di depannya.
__ADS_1
Rafael mengulas senyum di bibirnya melihat Jessica yang salah tingkah karena kelakuannya. Rafael kembali meminum minumannya. Tiba-tiba seorang wanita cantik datang menghampiri keduanya.
“Hello baby, how are you?”sapa wanita itu sambil mencium Rafael
Jessica melihat wanita cantik nan seksi itu dengan tatapan jengah. Mendadak perasaannya diliputi kemarahan melihat seorang wanita cantik dan seksi mendekati Rafael dan langsung menciumnya.
Rafael hanya melirik ke arah Jessica dan tak menghiraukan wanita cantik yang baru saja menciumnya. Wanita itu langsung duduk bersama Rafael dan Jessica. Sesekali wanita itu melirik ke arah Jessica yang duduk bersama Rafael.
“Who is she? Don’t you say that she is your girlfriend?”cibir wanita cantik dengan postur tubuh tinggi dengan pakaian yang sangat minim kain itu.
Rafael terlihat tak berminat sama sekali dengan wanita itu. Padahal lelaki-lelaki yang ada di kafe pinggir jalan, satu per satu memandangi wanita seksi yang sangat menggoda itu.
Rafael dengan santai langsung menggenggam tangan Jessica. Tak lupa sebuah senyuman nakal tersungging di wajah tampannya.
“You’re right. She’s my girlfriend”ucap Rafael sambil mencium punggung tangan Jessica
Membuat Jessica kaget dengan kelakuan manis Rafael. Wanita cantik di depannya juga langsung kaget melihat Rafael yang begitu romantis kepada Jessica.
“Don’t be ridiculous! This girl is your GF? I don’t believe you”ucap wanita itu
Rafael berdiri sambil menggenggam tangan Jessica.
“Come on baby. Let’s get away from here!”ajak Rafael pada Jessica
“Hah?!”
Jessica hanya pasrah saja ditarik oleh Rafael menuju mobil. Meninggalkan wanita cantik tadi yang terlihat sangat kesal sudah dicuekin oleh Rafael. Sesekali Jessica menoleh ke belakang melihat ke arah wanita tadi sambil menjulurkan lidahnya. Mengejek wanita cantik seksi yang semakin kesal melihat Jessica mengejeknya. Wanita itu hanya bisa mengepalkan kedua tangannya dengan erat saking kesalnya. Sementara Jessica tersenyum penuh kemenangan.
__ADS_1