Fall For You

Fall For You
Kekhawatiran Amanda


__ADS_3

Keluar dari kamar mandi, dilihatnya Joanne yang yang sudah tertidur dengan pulas. Jessica yang sudah berganti pakaian, sudah memakai piyamanya. Jessica keluar dari kamarnya dan berjalan ke arah dapur. Seluruh ruangan di apartemen tampak gelap dengan pencahayaan yang sangat minim.


Jessica berjalan ke arah dapur dan menuju lemari pendingin untuk mengambil air minum. Sambil meminum minumannya Jessica teringat kejadian saat berada di apartemen Rafael. Kala lelaki itu membantunya mengambil hair dryer. Jessica dapat mencium aroma tubuh Rafael yang sangat maskulin. Dan saat tangan kekar berotot Rafael terulur untuk mengambil hair dryer, jantung Jessica entah kenapa berdegup sangat kencang.


Dan saat Jessica berbalik menghadap Rafael, dapat dilihatnya tubuh Rafael yang sangat kekar karena kaos ketat yang dikenakannya membentuk dengan sempurna lekuk tubuh lelaki atletis dan maskulin itu. Pantas saja banyak wanita yang tergila-gila pada foto model tampan itu.


“Kau disini juga rupanya”ucap Amanda dari belakang Jessica


Jessica tersedak karena kaget mendengar Amanda tiba-tiba sudah di belakangnya.


“Uhuk..uhuk”


“Kakak membuatku kaget saja”keluh Jessica


“Kamu tuh nglamunin apa?”tanya Amanda sambil memukul pelan kepala Jessica karena menyadari sepupunya itu sedang melamun.


Amanda mengambil minuman ringan di lemari pendingin, lalu duduk di kursi sofa di ruang tamu.


“Kalo kau belum mengantuk, duduklah disini bersamaku!”ajak Amanda


Jessica yang memang belum mengantuk, ikut duduk bersama Amanda.


“Aku lihat tadi kau pergi bersama Rafael. Apa dia mengantarmu ke bandara?”tanya Amanda

__ADS_1


“Iya”jawab Jessica jujur.


“Kalian di bandara sampai malam?”tanya Amanda


“Tidak. Tadi kami kehujanan jadi berteduh sebentar. Lalu dia mengajakku ke apartemennya sebentar”jawab Jessica dengan santai


Amanda yang mendengar ucapan Jessica, sampai tersedak.


“Uhuk..uhuk”


Amanda tersedak minumannya sendiri. Jessica menatap Amanda dengan kuatir.


“Kakak kenapa?”tanya Jessica kuatir


Setelah cukup tenang, Amanda menghadapkan tubuhnya ke arah Jessica yang duduk di sampingnya.


“Kau yakin Rafael mengajakmu ke apartemennya bukan apartemen Leon?”tanya Amanda memastikan


Jessica mengerutkan dahinya mendengar pertanyaan Amanda.


“Iya..aku yakin. Karena ada poster besar Rafael di kamarnya. Aku yakin itu apartemennya”jawab Jessica


“Kamu ke kamarnya juga?”tanya Amanda dengan tidak percaya

__ADS_1


Jessica semakin bingung dengan pertanyaan-pertanyaan Amanda.


“Kakak kenapa seperti itu? Memang ada yang aneh?”tanya Jessica


“Ah..tidak apa-apa”kelit Amanda bohong.


“Ini lebih serius dari yang aku pikirkan. Aku harus lebih memperhatikan mereka”gumam Amanda dalam hati.


“Jess, aku tak punya maksud apa-apa. Tapi sebaiknya kau menjaga jarak dari Rafael. Dia itu playboy, kau tau itu kan? Aku tak ingin kau sampai terluka”ucap Amanda dengan serius mencoba memperingatkan Jessica


Jessica yang mengetahui kekhawatiran Amanda, mencoba menahan tawanya. Namun tawa itu tak sanggup ditahannya.


“Haahhahahhaha”Jessica tertawa terbahak-bahak


“Kenapa kau malah tertawa?”keluh Amanda


“Karena kakak lucu sekali, hahahaha”


Jessica tertawa sambil memegang perutnya. Menertawakan kekhawatiran Amanda yang takut dirinya jatuh hati pada Rafael.


“Kakak tenang saja. Kami tak mungkin saling suka. Aku bukan tipenya dan dia juga bukan tipeku. Apa kakak tidak ingat kami selalu bertengkar? Jadi mana mungkin aku suka pada playboy seperti dia”ucap Jessica mencoba menenangkan Amanda


“Kau tak tahu saja”gumam Amanda dalam hati.

__ADS_1


“Syukurlah kalo begitu. Tapi camkan baik-baik perkataanku. Jaga jarak dari Rafael. Dia bukan lelaki baik untukmu”ucap Amanda dengan penuh penekanan dan wajah yang serius.


__ADS_2