Fall For You

Fall For You
Pergilah!


__ADS_3

Sepanjang menguping pembicaraan antara suaminya dan mantan kekasih suaminya, hati Jessica semakin tidak karuan dibuatnya. Tubuhnya gemetar mendengar semua pembicaraan tentang masa lalu suaminya. Hatinya merasa dicabik-cabik mendengar pembicaraan keduanya.


Saat Rafael yang biasanya dingin dan datar, tiba-tiba meledakkan seluruh emosinya keluar, benar-benar membuat Jessica dilanda kesedihan yang teramat besar. Karena sekali lagi, dirinya harus dihadapkan pada kenyataan kembali berurusan dengan lelaki yang ternyata belum selesai dengan masa lalunya.


Mata Jessica pun berkaca-kaca menahan keperihan yang dirasakannya. Tapi Jessica memilih bertahan di ambang pintu untuk mendengar semuanya.


“Raf, aku masih sangat mencintaimu. Hanya kamu satu-satunya lelaki dalam hidupku. Benarkah kau tak mencintaiku lagi?”tanya Celine sambil berjalan ke arah Rafael


Celine berdiri di belakang Rafael dan memeluk tubuh kekar Rafael dari belakang. Keduanya berdiri dalam posisi membelakangi Jessica.


Jessica yang menyaksikan kemesraan Rafael dan Celine semakin bercucuran airmata. Namun Jessica menutup mulutnya agar tidak mengganggu keduanya. Jessica terus menangis. Hatinya seakan diiris-iris.


Di luar dugaan, Rafael justru memegang tangan Celine. Dan menarik tangan itu hingga kini Celine berdiri tepat di depan Rafael. Keduanya saling bertatapan. Mencoba menyelami perasaan yang ada di dalam hati masing-masing.


Dengan perlahan, tangan Celine terangkat dan menyentuh wajah tampan Rafael. Celine tersenyum melihat Rafael yang tidak menolak dirinya.


Dan saat menatap ke arah pintu, mata Celine dan Jessica bertemu. Celine pun tersenyum bahagia, melihat Jessica yang kini melihat adegan kemesraan antara dirinya dan Rafael. Celine segera menatap mata indah Rafael sambil tersenyum.


“Buktikan padaku jika kau memang sudah tak mencintaiku lagi! Buktikan jika benar aku sudah tidak di hatimu lagi!”pinta Celine sambil menyentuh dada bidang Rafael.


Degh..


Tanpa diduga, Rafael justru mencium bibir Celine. Keduanya saling berbalas ciuman hangat berdua. Celine tersenyum dan tampak menikmati pertautan bibir keduanya.


Hati Jessica terasa begitu sedih. Melihat Rafael suaminya bersama dengan mantan kekasihnya. Air mata sudah bercucuran di pelupuk mata Jessica melihat kemesraan antara Rafael dan Celine. Seakan ada yang mencubit hati Jessica dengan begitu keras. Apalagi keduanya berciuman dengan sangat mesra. Rafael tampak menikmati ciuman mesra dengan wanita yang pernah hadir dalam hidupnya itu.


Hati istri mana yang tak akan sedih jika melihat suami yang dicintainya bermesraan dengan wanita dari masa lalunya. Apalagi Celine adalah cinta pertama Rafael. Wanita yang diketahui Jessica sangat berarti bagi Rafael. Karena sejak kehilangan wanita itu, sanggup merubah Rafael.


Airmata terus jatuh tanpa sanggup dibendung. Jessica memilih membalik tubuhnya dan menutup kembali pintu kantor suaminya.


Philip yang melihat kehadiran Jessica yang berjalan menjauh dari ambang pintu dengan airmata yang mengalir deras langsung menghampiri wanita cantik itu. Tak dihiraukannya kehadiran Ramon di sana.


“Nona..apa yang Anda lakukan disini?”tanya Philip kuatir


“Kak..aku mau pulang saja”ucap Jessica dengan terisak


“Baiklah! Aku antar kau pulang”ajak Ramon sambil menuntun Jessica pulang.


Gadis itu begitu terpukul melihat kenyataan suaminya yang mulai dicintainya kembali pada kekasihnya dulu. Philip hanya sanggup melihat Jessica dipapah Ramon meninggalkan kantor Rafael. Stella yang sejak tadi melihat kesedihan Jessica hanya bisa ikut mengusap airmatanya.


“Kenapa kau biarkan nona melihat itu?”tanya Philip pada Stella


“Tuan menyuruh saya melarang siapapun masuk ke dalam. Saya bisa apa tuan? Kasihan nona!”ucap Stella dengan sedih

__ADS_1


Sementara itu, Rafael yang memang hanya ingin memastikan kembali perasaannya pada Celine, begitu yakin dengan perasaannya langsung melepaskan tautan bibir keduanya.


Rafael memegang pundak Celine yang tampak tersenyum pada dirinya. Celine begitu lega karena Rafael masih menginginkannya. Seperti dulu. Celine langsung memeluk tubuh kekar Rafael.


“Aku tahu selamanya kau adalah milikku”ucap Celine sambil membenamkan wajahnya di dada bidang Rafael.


“Pergilah!”ucap Rafael dengan dinginnya.


Degh..


Celine mendongakkan kepalanya sambil mengerutkan dahinya saat mendengar Rafael mengusirnya.


“Apa?”tanya Celine lagi tak percaya


Rafael melepaskan tubuh Celine dari dirinya. Dengan santainya Rafael berjalan menuju meja kerjanya dan duduk di kursi kebesarannya.


“Aku bilang pergilah! Aku sudah yakin sekarang. Aku sudah tak mencintaimu lagi. Rasa itu sudah pergi bersama dengan kepergianmu tiga tahun lalu”ucap Rafael dengan ekspresi dinginnya.


Celine menggelengkan kepalanya dengan cepat.


“Tidak mungkin! Kau milikku Rafael Miller. Kau mencintaiku sama seperti aku mencintaimu”seru Celine dengan lantang


“Sudah aku bilang. Aku sudah tak mencintaimu lagi”jawab Rafael dengan tatapan tajam ke arah Celine.


Dia tidak terima Rafael sudah melupakannya. Sudah melupakan cinta mereka berdua.


“Ini tak ada kaitannya dengan Jessica”jawab Rafael dengan tegas


“Cinta kita sudah lama berakhir. Sejak kau meninggalkanku dan..mengkhianatiku dengan kakakku sendiri”ucap Rafael dengan tatapan tajam pada Celine.


Degh..


“A-apa maksudmu?”tanya Celine kaget


“Kau pasti tak menyangka aku mengetahui perselingkuhan kalian, iya kan?”tanya Rafael dengan tatapan tajam


Tatapan yang membuat Celine gemetaran. Karena tatapan itu adalah tatapan membunuh Rafael pada orang-orang yang sudah menyakiti dirinya.


“Sayang..aku bisa jelaskan semuanya. Ini tak seperti yang kau pikirkan. Aku dan kak Ramon..”


Rafael mengangkat tangannya meminta Celine menghentikan ucapannya.


“Percuma kau membela diri. Aku sudah tahu semuanya. Sekarang pergilah! Aku masih banyak pekerjaan”ucap Rafael sambil memencet telpon di meja kerjanya yang terhubung dengan meja Stella.

__ADS_1


“Stella..kemarilah”perintah Rafael


“Baik tuan”sahut Stella sambil menatap Philip yang berdiri di dekatnya.


“Masuklah ke dalam! Aku akan menemanimu”ucap Philip


Keduanya kemudian masuk ke dalam berdua.


“Tuan memanggil saya?”tanya Stella


“Antar tamu kita keluar!”perintah Rafael dengan ekspresi dinginnya.


Stella yang sudah menahan emosinya setelah melihat kesedihan di mata Jessica tadi, segera memegang lengan Celine dan mengajaknya keluar.


“Mari nona! Ikut saya keluar”ucap Stella sambil menarik tangan Celine dengan kasar


“Lepaskan aku!”ronta Celine


Karena Stella lebih kuat dari Celine membuat wanita itu akhirnya mau tak mau ikut keluar bersama Stella. Begitu sampai di ambang pintu, Celine menatap ke arah Rafael.


“Kau mungkin saja bisa mengusir aku dari kantor ini. Tapi aku akan pastikan kau kembali padaku”ancam Celine


Rafael tak menggubris perkataan wanita yang pernah mengisi hatinya itu.


“Oh ya..aku lupa bilang. Saat kita berciuman tadi, sepertinya istrimu melihatnya. Dia pasti..”


“Tunggu!”seru Rafael


Rafael menghentikan pekerjaannya dan langsung berjalan menuju Celine.


“Katakan sekali lagi! Kau bilang apa? Jessica kemari?”tanya Rafael menuntut kepastian pada Celine


“Iya. Aku lihat dia mengintip dari pintu ini”


“Oh s*it!”umpat Rafael dengan keras


Rafael langsung berlari keluar dari kantornya. Semua orang menatap bos perusahaannya berlari keluar gedung dengan tergesa-gesa.


“Jessica..Kenapa kau datang di saat yang tidak tepat!”gumam Rafael dalam hati


Begitu pintu lift terbuka, Rafael langsung berlari keluar gedung perusahaannya. Rafael mencoba mencari keberadaan istrinya. Rafael terus menghubungi Jessica namun gadis cantik itu tak kunjung mengangkat teleponnya.


“Kenapa tidak diangkat?”gerutu Rafael dengan penuh emosi.

__ADS_1


Rafael segera mengendarai mobilnya menuju apartemen miliknya dengan kecepatan tinggi.


__ADS_2