Fall For You

Fall For You
Victor dan Amanda (1)


__ADS_3

Rafael, Jessica dan Amanda datang bersamaan ke kantor agensi setelah sebelumnya pergi merayakan pesta ulangtahun Ramon.


“Semoga saja setelah ini Ramon segera sembuh”pinta Amanda


“Hemm”ucap Rafael


“Aku akan sering-sering mengunjungi kak Ramon”ucap Jessica


Amanda menganggukkan kepalanya. Dia senang Jessica mau mengunjungi Ramon. Namun tidak dengan Rafael. Lelaki tampan itu tampak menatap Jessica dengan tatapan tak biasa begitu mendengar Jessica ingin mengunjungi Ramon sekali lagi.


Ketiganya berbincang bersama menuju ruangan Amanda. Begitu membuka pintu, wajah Amanda mendadak berubah. Senyum indahnya yang sejak dari rumah sakit terus mengembang karena mendengar berita baik tentang Ramon, mendadak senyum itu hilang begitu saja lantaran melihat sosok yang saat ini duduk di kursi miliknya.


Tampak di sana, seorang lelaki tampan sedang duduk sambil menyilangkan kakinya di atas meja kerja Amanda. Lelaki itu melepas kacamata hitamnya begitu menyadari pemilik ruangan sudah datang. Tak lupa ia menurunkan kakinya dan tersenyum dengan lebar.


“Kalian sudah datang?”tanya lelaki itu


“Victor?”panggil Rafael


“Victor?”gumam Amanda dalam hati


“Siapa dia?”tanya Jessica dalam hati


Lelaki yang dipanggil Victor itu berjalan mendekati Amanda dan Rafael.


“Halo sayang”


Victor akan memeluk Amanda tetapi Amanda berhasil menghindari lelaki itu sehingga tidak jadi dipeluk lelaki bernama Victor itu.


Merasa kecele, Victor hanya tersenyum lalu menghampiri Rafael untuk berjabatan tangan.


“Sudah lama tidak bertemu”ucap Rafael


“Iya. Ada yang harus aku selesaikan di Amerika”ucap Victor sambil melirik Amanda yang memasang wajah dinginnya.


Victor yang menyadari kehadiran Jessica segera mendekati gadis cantik itu.


“Siapa ini? Aku belum pernah melihatmu”sapa Victor.


“Kenalkan namaku Jessica. Aku sepupu kak Amanda”sapa Jessica sambil menerima uluran tangan Victor.


“Rupanya kau adik ipar. Salam kenal. Aku Victor. Senang berkenalan denganmu”sahut Victor.


“Adik ipar? Kenapa lelaki ini memanggilku adik ipar? Siapa sebenarnya dia?”tanya Jessica dalam hati


“Katakan apa maumu? Dan cepatlah pergi dari sini”pinta Amanda dengan sinis dan berjalan ke arah kursi kerjanya.

__ADS_1


“Apa kau lupa aku juga salah satu pemilik saham di perusahaan ini? Jadi bolehkan aku kemari?”tanya Victor sambil duduk di kursi di depan meja kerja Amanda.


Merasa kesabarannya sedang diuji, Amanda menatap tajam ke arah lelaki yang sudah mengobrak abrik kehidupan Amanda itu.


“Raf, sebaiknya kau ajak Jessica makan dulu. Ada yang harus aku selesaikan dengan tuan Victor”pinta Amanda


Rafael dengan otak cerdasnya mampu menangkap isyarat yang diberikan Amanda. Rafael sadar dirinya harus memberi ruang pada dua anak manusia yang pernah dekat itu untuk menyelesaikan masalah mereka.


“Baiklah! Kami pergi dulu”ucap Rafael


“Ayo pergi!”ajak Rafael pada Jessica


“Sampai ketemu lagi adik ipar”ucap Victor pada Jessica sambil melambaikan tangan pada Rafael dan Jessica


Jessica hanya tersenyum dan memilih keluar ruangan bersama Rafael. Meninggalkan Amanda dan lelaki bernama Victor itu.


Setelah Rafael dan Jessica pergi, Amanda kembali bertatapan dengan lelaki tampan blasteran Indonesia-Timur Tengah itu. Lelaki tampan dengan fitur wajah yang sangat menarik. Dengan hidung yang mancung, dan garis wajah khas orang Timur Tengah. Tak lupa beberapa rambut halus menghiasi kumis dan jambang lelaki tampan itu yang semakin mempertegas ketampanan lelaki bernama Victor itu.


Senyum lebar terus menghiasi wajah Victor ketika berhadapan dengan pujaan hatinya itu.


“Sekarang katakan apa maumu?”tanya Amanda to the point.


“Apa kau tak merindukanku?”tanya Victor dengan percaya diri


“Untuk apa aku merindukan lelaki yang sudah beristri? Hanya buang-buang waktuku saja”sindir Amanda


“Padahal aku sangat merindukanmu. Kenapa kau begitu kejam padaku?”tanya Victor


“Apa aku tidak salah dengar? Aku kejam padamu? Sepertinya ada yang salah denganmu? Rupanya dua tahun sudah membuatmu semakin gila saja”sindir Amanda


“Dan lelaki gila ini sudah tergila-gila padamu”jawab Victor sambil menatap lembut ke arah wanita cantik itu.


“Dasar gila!”umpat Amanda lirih sambil melengos


Amanda berdiri dari kursinya dan mulai berjalan ke arah pintu. Dia kesal jika terus berlama-lama dengan Victor.


“Jika kau tak ada urusan lagi, silahkan pergi! Aku masih banyak pekerjaan”ucap Amanda tanpa melihat ke arah Victor.


Amanda akan membuka pintu, namun tiba-tiba sebuah tangan menahan tangannya.


Degh..


Victor memeluk tubuh Amanda dari belakang sambil melingkarkan salah satu tangan besarnya ke pinggang ramping Amanda, sementara tangan satunya menahan tangan Amanda yang ingin membuka pintu.


Jantung Amanda berdegup dengan sangat kencang saat merasakan kehangatan lelaki bertubuh tinggi besar itu yang saat ini sedang memeluk tubuhnya.

__ADS_1


“Apa yang kau lakukan? Cepat lepaskan aku!”ronta Amanda sambil berusaha melepaskan pelukan Victor di pinggangnya.


Namun usaha Amanda sia-sia saja karena tenaganya kalah jauh dari Victor yang memeluknya dengan sangat erat.


“Aku sangat merindukanmu”bisik Victor sambil menyandarkan kepalanya di bahu Amanda dengan mata yang terpejam.


Amanda hanya diam tak menjawab sepatah katapun. Hatinya dipenuhi kemarahan pada lelaki yang sempat mencuri hatinya itu.


“Hentikan semua omong kosong itu! Aku takkan tertipu untuk kedua kalinya”ucap Amanda dengan ketus.


“Maaf”bisik Victor dengan lembut di telinga Amanda sambil mengecup leher jenjang Amanda


Amanda menolehkan kepalanya tanda menolak kecupan yang diberikan Victor.


“Kenapa kau kembali?”tanya Amanda dengan ketus


“Bukankah kalian sudah bahagia di Amerika? Kenapa mesti kembali kemari?”tanya Amanda sambil menoleh ke arah berlawanan dengan Victor.


Tak dipungkiri saat ini perasaan Amanda sedang tak karuan. Di satu sisi ada kemarahan yang menggunung di hatinya karena kelakuan Victor di masa lalu. Namun di satu sisi, Amanda juga bahagia karena lelaki itu masih memujanya seperti dulu meskipun sudah ditolaknya berkali-kali.


Victor yang mendengar wanitanya yang sedang merajuk, melepaskan pelukannya di pinggang ramping Amanda. Dengan perlahan Victor membalik tubuh Amanda. Amanda menurut saja dibalik tubuhnya oleh lelaki tinggi besar berwajah blasteran itu.


Victor memegang dagu Amanda hingga wanita cantik itu mendongak menatap dirinya. Victor tersenyum melihat betapa cantiknya wanita yang dicintainya itu.


“Kau masih sama seperti dulu, masih secantik biasanya”puji Victor.


Amanda memasang wajah muramnya tanpa senyum tersungging di wajah cantiknya.


“Apa kau sudah selesai? Jika sudah, kau tau kan pintu keluarnya”jawab Amanda dengan ketus


“Cuuupppp”


Victor mengecup bibir merah yang sangat seksi itu. Membuat Amanda membelalakkan matanya melihat kelakuan kurang ajar Victor yang selalu seenaknya pada dirinya. Amanda langsung mendorong tubuh besar Victor menjauh.


“Beraninya kau!”umpat Amanda dengan kesal


Victor yang sedang bergairah justru tak menghiraukan kata kasar dari Amanda yang sedang marah-marah pada dirinya. Victor malah menarik tubuh Amanda dan melingkarkan tangannya di pinggang Amanda hingga tubuh keduanya tak berjarak. Amanda terus meronta melihat kelakuan Victor yang tak membiarkan dirinya jauh.


Victor yang sudah sangat merindukan Amanda langsung mencium mesra Amanda. Menumpahkan kerinduan di dalam hatinya pada wanita pemilik hatinya itu.


“Mmmppphh…mmmpphhh”


Amanda terus mendorong tubuh besar Victor yang mencium bibirnya dengan sangat menggebu. Hingga membuat Amanda kesulitan bernafas. Saking jengkelnya Amanda bahkan memukul dada bidang Victor yang terus mencium bibirnya. Namun lama kelamaan ciuman itu juga menghanyutkan Amanda. Bahkan Amanda memejamkan matanya kala berciuman dengan lelaki tampan pemaksa yang selalu seenaknya pada dirinya. Seperti saat ini. Lelaki itu memaksa mencium bibirnya dan merasai kelembutan bibir Amanda. Ciuman paksa yang akhirnya membuat keduanya sama-sama terbuai hingga saling berbalas ciuman hangat.


Merasa tak mendapatkan perlawanan dari Amanda, Vcitor semakin memperdalam ciumannya. Dipegangnya wajah cantik Amanda untuk memudahkannya menguasai permainan. Mereka berciuman selama beberapa saat.

__ADS_1


__ADS_2