Fall For You

Fall For You
Jalan Keluar Terbaik


__ADS_3

Dengan perlahan Rafael sedikit membuka sela-sela jarinya dan menghadapkan kepala Jessica ke arah jam 3 yang tadi ditunjukkannya. Jessica sedikit mengintip dari sela-sela jari Rafael. Dilihatnya beberapa orang dengan gelagat yang tampak mencurigakan tengah sesekali menatap keduanya.


Jessica yang bisa melihat orang-orang itu tampak membelalakkan matanya.


“Maksudmu mereka?”tanya Jessica


Rafael menganggukkan kepalanya. Kemudian menurunkan tangannya yang sebelumnya menangkup wajah cantik Jessica.


“Tapi kenapa nenekmu mesti mengutus orang-orang itu?”tanya Jessica penasaran.


“Mereka pasti mata-mata yang diminta nyonya besar mengawasi kita”ucap Rafael.


“Mengawasi kita?”tanya Jessica bingung


“Mungkin nyonya besar ingin tahu apakah kita beneran pacaran atau tidak”jawab Rafael dengan santai


“Lalu kita harus bagaimana sekarang?”tanya Jessica


Rafael tampak sedikit berpikir.


“Sepertinya untuk sementara kita harus berpura-pura menjadi sepasang kekasih”usul Rafael


“Apaaa?”teriak Jessica kaget


Jessica bahkan membelalakkan matanya mendengar ucapan Rafael barusan.


“Apa kau sudah gila? Aku tak mau”tolak Jessica


“Kau pikir aku juga mau. Aku juga terpaksa”sahut Rafael

__ADS_1


“Lihat kan! Kita berdua saja sama-sama tidak mau. Lalu kenapa kau mesti mengusulkan ide gila itu?”tanya Jessica sambil menatap tajam ke arah Rafael.


“Coba kau pikir! Jika nyonya besar tau kita bukan kekasih, lalu mengatakan yang sebenarnya yang terjadi di apartemenku pada Amanda atau kedua orangtuamu, apa yang akan mereka pikirkan?”tanya Rafael


Jessica mulai bimbang setelah mendengar penjelasan Rafael.


“Apa menurutmu mereka tidak akan curiga pada kita karena berduaan di apartemenku? Seorang gadis bermalam di apartemen seorang lelaki lajang. Kau pasti akan mencoreng nama keluargamu”ucap Rafael


Dalam hati, Jessica mengamini apapun yang dikatakan Rafael, karena kenyataannya memang apa yang diucapkan Rafael benar adanya. Orang tua Jessica pasti akan hancur jika mereka tahu putri kesayangannya tidak bermalam di kediaman keluarga Miller tetapi malah bermalam di apartemen lelaki single seperti Rafael.


“Lalu apa rencanamu sekarang?”tanya Jessica


“Seperti yang tadi aku katakan, untuk sementara kita harus berpura-pura menjadi sepasang kekasih. Sambil aku mencari jalan keluar untuk kita berdua”ucap Rafael


Jessica menarik nafasnya dengan berat. Seakan oksigen menolak masuk ke dalam paru-parunya.


“Apa tidak ada cara lain selain itu?”tanya Jessica


Jessica tampak berpikir sejenak. Banyak pertanyaan dalam pikirannya. Namun sepertinya memang usul Rafael adalah jalan keluar terbaik saat ini. Jessica menghela nafasnya perlahan.


“Baiklah. Aku setuju”jawab Jessica dengan mengerucutkan bibirnya


Dengan berat hati Jessica terpaksa menerima usulan Rafael.


“Baiklah! Kita keluar sekarang! Kak Ramon sudah menunggu kita”ajak Rafael.


Jessica sudah memegang gagang pintu untuk keluar, tetapi Rafael menahannya lagi.


“Apa lagi?”tanya Jessica.

__ADS_1


“Aku akan keluar dulu. Kau keluar setelahnya”


“Hah?”


Rafael tak menjelaskan apa-apa pada Jessica dan malah keluar lebih dulu dari mobilnya. Sambil merapikan rambutnya, Rafael berjalan memutar ke arah Jessica. Rafael membukakan pintu untuk Jessica. Tangan Rafael juga terulur ke arah Jessica untuk membantunya keluar dari mobil. Tak lupa lelaki itu tersenyum ke arah Jessica.


Perlakuan tak biasa Rafael sukses membuat Jessica bingung. Namun di satu sisi, jantungnya juga berdebar menerima perlakuan manis lelaki buaya darat yang selalu membuatnya kesal itu. Apalagi sudah lama Jessica tidak merasakan mendapat perhatian kecil seperti yang dilakukan Rafael padanya.


Jessica turun dari mobil sambil dibantu Rafael. Begitu keluar dari mobil, Jessica yang ingin melepaskan tangannya yang dipegang Rafael mencoba melepaskan diri. Tetapi entah kenapa lelaki itu justru menggenggam tangannya dengan sangat erat.


“Apa kau lupa? Kita harus berpura-pura menjadi sepasang kekasih. Jadi bersikaplah seperti sedang pacaran denganku. Kau bisa kan?”tanya Rafael sambil berbisik di telinga Jessica.


Setelah berbisik, Rafael menatap lembut ke arah Jessica sambil tersenyum. Wajah Rafael kali ini benar-benar sangat tampan. Rafael menjalankan perannya sebagai pacar Jessica dengan sangat baik.


“Dia benar-benar aktor profesional. Pandai sekali berakting”puji Jessica salam hati


Rafael menggenggam tangan Jessica dengan erat. Tak lupa hadiah yang disiapkan untuk Ramon yang ada di kursi belakang diambilnya dengan tangan satunya. Keduanya pun berjalan beriringan menuju kamar rawat inap Ramon. Sepanjang perjalanan, keduanya tak lupa menebar senyum indahnya. Seolah keduanya adalah sepasang kekasih yang sedang kasmaran.


Para perawat, dokter, pasien dan keluarga pasien yang berpapasan dengan keduanya tampak terpesona dengan keserasian keduanya. Beberapa orang bahkan mengagumi kecantikan dan ketampanan kedua manusia yang sedang berakting itu.


“Wow..they look so amazing”bisik seorang perawat


“Yeah..you’re right”sahut perawat lainnya


Mereka menatap pasangan “kekasih” itu sampai keduanya menghilang di balik lift yang mengantar keduanya sampai ke kamar tempat Ramon di rawat. Begitu masuk lift, Jessica segera melepaskan tangannya dari genggaman tangan Rafael.


Wajah yang sebelumnya ceria dengan senyum manisnya itupun langsung menghilang. Jessica memilih berdiri menjauh dari Rafael sambil menyilangkan kedua tangannya di depan dada. Setiap kali pintu lift terbuka dan ada orang yang memasuki lift, Rafael dengan sigap berdiri di samping Jessica. Seolah ingin melindungi Jessica dari orang-orang yang masuk lift.


Sesekali Jessica melirik ke arah lelaki tampan berbadan tinggi besar di sampingnya. Tak bisa dipungkiri, hati Jessica merasa tersentuh dengan perhatian-perhatian kecil yang diberikan lelaki tampan itu padanya.

__ADS_1


“Apa yang kau pikirkan Jessi? Dia melakukannya karena kalian sedang berakting sekarang. Sadarlah!”gerutu Jessica dalam hati


Merutuki pikirannya sendiri yang tiba-tiba tersentuh dengan perhatian kecil dari Rafael yang ingin melindunginya dari pengunjung rumah sakit yang memasuki lift.


__ADS_2