Fall For You

Fall For You
Fitting gaun


__ADS_3

“Drt..drt”


Sebuah panggilan telepon masuk. Rafael segera menggeser tombol hijau di layar smartphonenya.


“Ada apa nyonya besar?”tanya Rafael to the point


“Dasar anak nakal. Berapa kali aku katakan, jangan memanggilku..”


Rafael dengan cepat memotong pembicaraan sang nenek yang terdengar kesal mendengar panggilannya.


“Aku sibuk. Katakan ada apa?”tanya Rafael dengan dingin


Elizabeth menghela nafasnya perlahan.


“Baiklah. Nenek dengar kau dalam perjalanan ke Inggris. Nenek ingin minta tolong padamu”ucap Elizabeth


“Minta tolong?”tanya Rafael


“Pergilah ke boutique langgananku untuk mengambil gaunku dan si kembar! Aku juga sudah memesankan satu gaun untuk Jessica. Kau bisa minta dia fitting sekalian”ucap Elizabeth


Rafael mendengarkan permintaan Elizabeth sambil menatap Jessica yang melihat ke arahnya.


“Bagaimana aku ke sana?”tanya Rafael.


“Begitu kau sampai di kota Dover, akan ada helicopter yang menjemput kalian dan mengantar kalian ke London”ucap Elizabeth


“Bagaimana? Kau bisa kan, Raf?”tanya Elizabeth


Jessica tampak bertanya-tanya pada Rafael dengan suara lirih.


“Ada apa?”tanya Jessica


Rafael terpaksa menutup speaker smartphonenya.


“Nyonya besar minta aku mengambilkan gaunnya ke boutique langganannya di London”ucap Rafael untuk mengobati rasa penasaran Jessica.


“Bagaimana kita bisa ke London?”tanya Jessica


“Nyonya besar bilang ada helicopter yang akan mengantar kita ke London”ucap Rafael


“Apa kau mau ikut?”tanya Rafael


“Wahh..hari ini adalah hari keberuntunganku. Sudah naik kapal pesiar mewah, bisa naik helicopter juga. Kau sungguh beruntung Jessica”gumam Jessica dalam hati.


“Apa aku boleh ikut?”tanya Jessica


“Nyonya besar bilang dia juga sudah memesankan sebuah gaun untukmu jadi kau bisa sekalian fitting gaun di sana”ucap Rafael


“Apa? Sebuah gaun? Untukku? Benarkah?”tanya Jessica tak percaya dengan mata yang terbelalak saking tidak percayanya.


“Kau bisa tanya sendiri pada nyonya besar kalo tidak percaya. Ini”

__ADS_1


Rafael menyodorkan smartphonenya. Jessica menerimanya dengan takut-takut.


“Ha-halo nek..ini aku Jessica”sapa Jessica


“Jessica sayang, ada apa nak?”tanya Elizabeth


Jessica bingung bagaimana menanyakan kebenaran ucapan Rafael tadi tentang Elizabeth yang sudah memesankan sebuah gaun untuk dirinya.


“Itu nek..”


Rafael mengambil smartphonenya dan memencet mode speaker di smartphonenya.


“Jessica ingin dengar sendiri apa benar nyonya besar sudah memesankan gaun untuk dirinya”ucap Rafael dengan ekspresi dinginnya


“Oh..iya Jessica. Aku sudah memesankan sebuah gaun untukmu. Kau bisa memakainya di acara pernikahan Amanda nanti. Kau mau kan memakainya?”tanya Elizabeth


“Baiklah nek”sahut Jessica


“Bagus. Kalo begitu aku akan minta Lisa menyiapkan helicopter untuk kalian berdua”ucap Elizabetn


“Oh ya Jess..”


“Iya nek?”


“Jaga cucuku ya? Tenang saja. Dia sudah tidak pernah keluyuran malam-malam sekarang”


Jessica spontan menatap Rafael.


“Sudah hentikan omong kosongnya! Aku tutup sekarang”ucap Rafael dengan ekspresi dingin.


Sedetik kemudian panggilan telepon keduanya pun berakhir.


Seperti yang sudah direncanakan, sesampainya di pelabuhan kota Dover, sebuah helicopter yang akan mengantar Jessica dan Rafael sudah bersiap di sana. Jessica mengikuti langkah Rafael menuju helicopter milik keluarga Miller. Jessica dibuat terkagum-kagum melihat helicopter canggih dengan kabin yang mewah itu. Begitu memasuki helicopter, Rafael segera membantu Jessica mengenakan sabuk pengamannya dan headphone untuk melindungi telinga Jessica sepanjang perjalanan.


“Terimakasih”ucap Jessica lirih


Dua orang asisten yang ikut bersama Rafael dan Jessica tampak saling bertatapan dan tersenyum berdua melihat keromantisan bos muda mereka pada sang kekasih.


Sepanjang perjalanan, Jessica terlihat sangat excited melihat pemandangan kota-kota di bawahnya yang terlihat begitu kecil. Rafael menarik sudut bibirnya melihat betapa menggemaskannya Jessica dengan tingkahnya itu.


“Apa ini pertama kalinya kau naik helicopter?”tanya Rafael


“Iya”jawab Jessica dengan cepat


“Aku sudah pernah naik pesawat pribadi tapi itu dulu. Kalo helicopter baru kali ini”jawab Jessica


“Pesawat pribadi?”tanya Rafael


“Iya, pesawat pribadi keluarga Alexander, tempat …”


Jessica menghentikan ucapannya begitu tersadar hampir menyebut nama mantan kekasihnya.

__ADS_1


“Hampir saja aku menyebut nama kak Arga”gumam Jessica dalam hati


Namun otak cerdas Rafael dapat menangkap gelagat aneh dari “wanitanya”.


“Kenapa tak kau teruskan?”tanya Rafael


“Itu tidak penting”jawab Jessica mencoba mengalihkan pembicaraan.


“Apa masih jauh?”tanya Jessica


“Mungkin dua puluh menit lagi”jawab Rafael


Jessica menganggukkan kepalanya.


Dua puluh menit kemudian, keduanya sudah sampai di salah satu gedung milik keluarga Miller di kota London. Keduanya turun dari helicopter kemudian melanjutkan perjalanan darat menggunakan mobil menuju boutique langganan Elizabeth.


Sesampainya di sana, seorang manager boutique menerima kedatangan Rafael.


“I’m here to take Mrs. Elizabeth Miller’s gown”ucap Rafael menyampaikan maksud kedatangannya.


“Ok Sir, this way please!”sang manager mengarahkan Rafael dan Jessica menuju ruangan VVIP khusus pelanggan VVIP seperti nenek Elizabeth.


Setelah ditunjukkan gaun yang dipesan oleh nenek Elizabeth, Rafael tampak melihat-lihat gaun yang dipesankan sang nenek untuk kekasihnya.


“Cobalah gaun ini!”pinta Rafael


Jessica diantar seorang pramuniaga boutique untuk mencoba gaun yang sudah dipesankan untuknya. Gaun pesta elegan scoop sequin appliques panjang berwarna gold itu sangat pas di tubuh Jessica. Gadis itu terlihat sangat cantik mengenakannya.


Rafael menunggu Jessica dengan harap-harap cemas. Lelaki tampan itu tampak mondar mandir tak karuan di boutique itu sambil menunggui kekasihnya. Baru kali ini Rafael merasa nervous dan gugup. Untuk mengurangi rasa gugup dan penasarannya, Rafael memilih membaca majalah-majalah mode yang ada di boutique itu.


Sebuah majalah yang berisi wajahnya dan wajah Jessica berhasil mengalihkan sejenak perhatian Rafael. Dilihatnya wajah gadis cantik yang terlihat begitu profesional sebagai foto model fashion brand ternama itu.


“Gadis itu memang cantik”gumam Rafael dalam hati


“You look so gorgeous miss. Your husband will be so proud of you”puji pramuniaga yang membantu


“He’s not my husband”ucap Jessica


“Oh really? I’m sorry. I thought he’s your husband. ‘Cause he treat you like his wife. Please accept my apologies for what I have said”ucap pramuniaga itu meminta maaf


“Don’t worry about that. I understand”ucap Jessica


Saat Jessica baru mencoba gaunnya, dua orang masuk ke dalam boutique yang sama yang dimasuki Jessica dan Rafael. Sang lelaki menunggui wanitanya yang sedang mengambil sesuatu di boutique itu.


Begitu Jessica sudah siap dengan gaunnya, tirai yang menutupi Jessica pun terbuka. Begitu tirai di buka, gadis cantik itu menoleh ke arah Rafael yang terlihat termangu melihat kecantikannya. Rafael membeku di tempatnya melihat betapa cantiknya Jessica dalam balutan gaun pesta yang sudah dipesankan Elizabeth.


Jessica tertawa kecil melihat ekspresi wajah Rafael yang sangat lucu ketika melihat penampilannya. Jessica tersenyum lebar ke arah Rafael. Namun ketika mata Jessica menatap ke belakang Rafael, matanya spontan terbelalak. Senyum lebarnya perlahan memudar melihat seseorang yang dikenalnya. Orang itupun menatap Jessica dengan tatapan yang sulit diartikan. Keduanya bertatapan dalam diam.


Rafael menengok ke belakang melihat ke arah mata Jessica menatap. Dilihatnya seseorang yang juga menatap ke arah Jessica. Rafael melihat dua orang yang saling bertatapan itu dengan penuh pertanyaan.


“Siapa dia?”gumam Rafael dalam hati

__ADS_1


__ADS_2