
Di sebuah rumah sakit,
Seorang wanita tampak dikelilingi dengan begitu banyak alat bantu untuk membuatnya tetap hidup. Setelah mengalami sebuah kecelakaan hebat, kini Celine berada di sebuah ruang ICU. Berbagai peralatan medis tampak menempel di tubuh wanita cantik yang sebelumnya hampir membunuh Jessica, saingannya.
Jessica dan Rafael melihat dari luar ruangan. Sementara Albert tampak memeriksa keadaan adik semata wayangnya. Albert begitu terpukul melihat keadaan adiknya yang kini sedang bertaruh nyawa. Sang kakek, Eric Barnett tampak berada di ruangan Celine sambil menggenggam tangan cucu perempuannya itu.
“Bangunlah sayang! Jangan buat kakek sedih seperti ini! Bangunlah Celine!”pinta Eric pada Celine yang masih tak sadarkan diri.
“Bagaimana keadaan adikmu?”tanya Eric pada Albert
“Tak ada yang bisa kita lakukan selain berdoa semoga ada keajaiban untuk Celine”ucap Albert sambil mengusap airmata yang menggenang di pelupuk matanya.
Albert keluar dari ruangan ICU. Jessica berjalan menghampiri Albert.
“Bagaimana keadaan Celine?”tanya Jessica kuatir
Albert hanya menggeleng dengan ekspresi wajah yang sangat sedih. Jessica kembali berlinangan airmata.
“Apa tak ada yang bisa lakukan untuk Celine?”tanya Rafael.
“Kita hanya bisa menunggu sebuah keajaiban”jawab Albert
“Aku mewakili keluargaku mengucapkan terima kasih banyak karena kalian telah menarik kembali laporan penculikan yang sudah dilakukan adikku. Maafkan dia! Dia hanya terlalu mencintaimu!”ucap Albert pada Rafael.
Rafael hanya mengangguk sambil memegang pundak istrinya yang kembali bersedih melihat keadaan Celine yang bertaruh nyawa.
Albert dan Rafael duduk berdua di kursi taman yang ada di rumah sakit.
“Setauku Celine tidak memiliki kakak. Bagaimana dia akhirnya bisa menemukan kalian?”tanya Rafael
__ADS_1
“Ceritanya panjang. Aku dan Celine terpisah sejak kami masih kecil. Karena kedua orangtua kami bercerai. Aku diasuh ibuku, sementara Celine diasuh ayahku. Setelah dua tahun berpisah, ayahku meninggal dan Celine diasuh paman dan bibiku dari pihak ayahku. Sementara ibuku menikah lagi dengan papaku.”
“Karena kami berpisah saat kami masih sangat kecil, kami bahkan sudah lupa jika kami bersaudara. Kehidupan seakan sedang mempermainkan kami hingga akhirnya setelah kematian ibu, kakek yang kemudian mengasuhku dan menyekolahkan aku sampai aku menjadi dokter spesialis”
“Kami hampir kesulitan mencari keberadaan Celine, karena paman dan bibi sering berpindah tempat tinggal. Membuat kami kehilangan jejak Celine. Barulah ketika Celine berobat di Amerika dan mencocokkan data milik Celine dengan data yang kami punya, baru kami yakin, Celine adalah adik yang selama ini aku cari”ungkap Albert panjang lebar
Rafael yang mendengar perkataan Albert, sejenak mengerutkan keningnya.
“Kau bilang tadi berobat? Memangnya Celine sakit apa?”tanya Rafael
Albert menarik nafasnya perlahan.
“Sebenarnya Celine memintaku untuk merahasiakan ini, tapi karena keadaannya sudah seperti ini, aku rasa kau juga harus tahu kebenarannya”sahut Albert
“Kebenaran apa yang kau maksud?”tanya Rafael
“Sebenarnya alasan Celine pindah ke Amerika, bukan karena dia ingin menjadi model internasional”ungkap Albert
Rafael semakin kaget. Karena selama ini yang dia tahu, Celine memutuskan pindah ke Amerika untuk mengejar impiannya menjadi model internasional.
“Apa maksudmu? Setauku dia pindah ke Amerika karena dia ingin menjadi model internasional”sahut Rafael.
“Dalih?”tanya Rafael
“Benar”jawab Albert
“Lalu apa alasan yang sebenarnya?”tanya Rafael penasaran
“Alasan yang sebenarnya kenapa Celine memutuskan pindah ke Amerika adalah karena…”
Albert memberi jeda dalam ucapannya. Albert menatap Rafael dengan tatapan penuh makna.
“Karena dia sedang sakit parah”sahut Albert
“Sakit? Sakit apa? Tolong jangan berbelit-belit”pinta Rafael gemas karena Albert hanya memberi keterangan sepotong demi sepotong.
“Dengarkan aku baik-baik! Kau boleh percaya atau tidak. Tapi yang aku sampaikan ini adalah kenyataan yang sebenarnya. Sebenarnya saat mengandung anak kalian, Celine divonis dokter menderita kanker otak stadium tiga”ucap Albert
__ADS_1
Rafael terkejut mendengar penuturan Albert.
“Kanker otak katamu?”tanya Rafael
Albert mengangguk.
“Iya. Dia menderita kanker sama seperti mendiang papaku. Saat itu dia dihadapkan pada pilihan yang rumit. Tetap mempertahankan bayi kalian atau menggugurkannya. Karena keadaan fisik Celine yang memang harus segera mendapatkan penangan pengobatan kankernya. Akhirnya dengan terpaksa Celine menggugurkan kandungannya. Itupun karena dorongan dan paksaan dari kakekmu, Arthur Miller. Dia bersikukuh tidak mau memiliki keturunan yang penyakitan karena Celine menderita kanker, jadi bayi kalian juga kemungkinan besar akan mengidap kanker juga. Itu yang dikatakan Arthur Miller pada Celine”ungkap Albert panjang lebar.
“Tuan besar mengatakan itu? Mana mungkin? Aku tidak percaya”sahut Rafael tidak percaya
“Terserah kau percaya atau tidak. Namun kenyataannya, setelah kehilangan bayi kalian, Celine seperti kehilangan harapan hidup. Dia terus bersedih. Apalagi dia harus pergi meninggalkanmu juga. Meninggalkanmu di saat kau kritis akibat kecelakaan yang melibatkan dirimu dan Ramon, kakakmu waktu itu”ungkap Albert panjang lebar
Rafael semakin dibuat bingung dengan penjelasan yang diberikan Albert. Karena selama ini dia meyakini Celine hamil dengan Ramon, kakaknya. Jadi bayi yang dikandung Celine waktu itu adalah bayi kakaknya bukan bayinya. Jadi meskipun sangat marah pada Celine karena sudah mengkhianatinya, Rafael merasa tidak bertanggungjawab terhaadap bayi yang sempat dikandung Celine.
Namun setelah mendengar penjelasan Albert, Rafael pun mulai goyah dengan pendiriannya selama ini. Rafael mulai mempertanyakan dan bingung dengan semua yang sudah disampaikan Albert.
Melihat wajah tak percaya Rafael, Albert pun mengambil buku harian Celine dan menyodorkannya pada Rafael.
“Apa ini?”tanya Rafael sambil menatap buku harian kecil yang tampak sudah lusuh karena sepertinya sudah terlalu sering digunakan.
“Bacalah itu! Kau bisa melihat sisi lain Celine yang mungkin tak kau tahu”ucap Albert
“Aku akan meninggalkanmu sendiri. Bacalah buku harian ini sampai selesai”pinta Albert
Albert pun menepuk bahu Rafael dan meninggalkan lelaki tampan itu sendiri di kursi taman rumah sakit.
Jessica yang sempat melihat Albert dan Rafael berbincang berdua, tampak berusaha mendekati suaminya. Namun saat berpapasan dengan Albert, lelaki itu menahan lengannya. Jessica spontan menoleh pada Albert.
“Kau mau apa Al? Tolong lepaskan tanganku!”pinta Jessica
“Aku mohon untuk saat ini biarkan suamimu sendiri dulu”pinta Albert sambil melepaskan tangannya dari lengan Jessica
“Tapi aku ingin..”
“Kumohon Jess..Rafael perlu tahu alasan sebenarnya kenapa Celine meninggalkannya tiga tahun lalu. Setidaknya biarkan dia berdamai dengan masa lalunya. Ini penting karena jika Celine tidak selamat, setidaknya Rafael tahu kebenarannya dan bisa memaafkan Celine sebelum adikku meninggal”pinta Albert dengan wajah yang sendu.
Jessica menatap Albert kemudian menatap suaminya.
__ADS_1
“Baiklah”ucap Jessica
“Terimakasih Jess. Aku tahu kau wanita yang baik. Kau pasti akan mengerti kenapa aku melakukan semua ini”ucap Albert sambil tersenyum