
Jessica terus melamun sampai tak menyadari mobil yang membawanya sudah sampai ke tempat tujuan. Oscar beberapa kali memanggil majikannya, namun Jessica yang sedang asyik melamun sampai tak mendengar suara Oscar yang terus memanggilnya.
“Nona, kita sudah sampai”panggil Oscar dengan nada lebih keras
“Eh..iya. Maaf aku tidak mendengarmu. Terimakasih sudah mengingatkan”ucap Jessica
Jessica segera keluar dari mobil dan memasuki supermarket. Jessica tampak antusias mengisi troli belanjanya dengan semua keperluan rumah tangga yang dibutuhkannya. Jessica memasukkan beberapa barang ke dalam trolinya. Oscar dan beberapa pengawal tampak berjaga di sekitar Jessica.
Walaupun risih dengan ketatnya pengawalan dari Oscar dan pengawalnya, namun Jessica tetap menikmati perburuannya. Tak dihiraukan tatapan beberapa pengunjung supermarket yang menatap dirinya dengan tatapan tak biasa.
Di tengah perburuannya hunting beberapa keperluan rumah tangga, tiba-tiba hp Jessica berdering. Jessica mengambil hpnya dan menatap tangkapan layarnya yang menampilkan panggilan video call dari sang suami. Jessica tersenyum lalu mengangkat panggilan video call Rafael.
“Kau sedang apa?”tanya Rafael
“Aku belanja semua keperluan kita”jawab Jessica
“Coba lihat apa saja yang kau beli!”pinta Rafael
Jessica segera mengarahkan kamera hpnya menghadap ke arah belanjaan yang sudah dibelinya.
“Banyak sekali yang kau beli”keluh Rafael
“Memang kenapa? Apa kau akan bangkrut jika aku banyak belanja?”goda Jessica
“Mana mungkin aku bangkrut. Jika aku bangkrut, kau yang harus menghidupi aku”goda Rafael
“Oke. Siapa takut!”kelakar Jessica
Rafael terus menemani Jessica berbelanja. Sesekali Rafael menggoda sang istri untuk membeli keperluan dirinya. Seperti membelanjakan cel*na d*lam untuk dirinya. Tentu saja permintaan Rafael ini membuat Jessica salah tingkah karena malu. Untung saja mereka berbicara dalam bahasa Indonesia sehingga tidak ada yang mengetahui pembicaraan mereka berdua.
Setiap akan memasukkan barang, Jessica selalu meminta pendapat Rafael. Jadilah mereka berbelanja berdua walaupun berada di tempat yang berbeda. Rafael bahagia karena Jessica selalu mengutamakan kepentingan dirinya ketimbang kepentingan Jessica. Seperti sayur dan buah apa saja yang disukai Rafael.
“Aku menyukai apa saja yang kau sukai”sahut Jessica
Jawaban Jessica membuat hati Rafael semakin bahagia. Sungguh menikah dengan Jessica telah merubah hidup Rafael seutuhnya. Rafael semakin yakin, Jessica adalah wanita terbaik yang diberikan Tuhan untuk dirinya.
“Apa kau sudah mendapatkan semua yang kau butuhkan?”tanya Rafael
“Sepertinya sudah”sahut Jessica
“Berikan trolinya pada Oscar! Biarkan dia yang membayar belanjaanmu! Kembalilah ke mobil sekarang!”perintah Rafael
“Mana bisa begitu. Aku saja yang mengantri. Aku tidak apa-apa. Kembalilah bekerja”pinta Jessica
“Tapi..”
__ADS_1
“Tenanglah! Aku hanya perlu mengantri sebentar saja. Setelah itu aku akan pulang”sahut Jessica
“Baiklah! Aku kerja dulu. Kabari aku jika sudah sampai di apartemen”pinta Rafael
“Tentu saja”jawab Jessica
“Sayang..”
“Hemm?”
“I love you”ucap Rafael
“I love you too”balas Jessica
Rafael memberi isyarat pada Stela dan Philip untuk menyingkir sebentar.
“Mmuachh”
Rafael memberikan ciuman jarak jauh pada istri kecilnya. Membuat Jessica tersipu malu dengan kelakuan suami nakalnya itu. Jessica pun membalas ciuman itu.
“Mmuach..bye”
Jessica menutup panggilan video call dengan suaminya. Jessica tampak canggung dan menoleh ke kanan kiri. Dilihatnya Oscar dan pengawalnya yang sejak tadi berdiri tak jauh dari dirinya.
Jessica pun berjalan ke arah kasir. Tiba-tiba sebuah troli menabrak troli milik Jessica.
“Oh I’m sorry”
“Nevermind”sahut Jessica
Oscar dan para pengawal segera berjalan mendekati Jessica dengan terburu-buru begitu melihat seseorang menabrak troli majikannya. Jessica segera mengangkat tangannya, memberi isyarat Oscar dan para pengawalnya untuk tetap tenang dan tidak mendekat.
Ketika Jessica menatap seseorang yang sudah menabraknya, hatinya langsung berdegup dengan kencang.
“Hai, kau..istri Rafael kan?”sapa Celine
Ternyata troli yang menabrak Jessica adalah troli milik Celine.
“Iya, aku Jessica”
“Kau masih ingat padaku?”tanya Celine
“Kau Celine kan?”
“Aku pikir kau sudah lupa”sahut Celine sambil tersenyum
__ADS_1
“Mana mungkin aku lupa padamu”gumam Jessica dalam hati sambil membalas senyum Celine
Akhirnya Jessica dan Celine berbincang ringan berdua. Oscar tampak mengawasi dengan tingkat kewaspadaan tinggi melihat nona mudanya bertemu dengan mantan kekasih majikannya. Mantan yang harus dijauhkan dari nona mudanya karena itu adalah perintah dari Rafael padanya.
Dua wanita yang saling terhubung karena mencintai lelaki yang sama, yaitu Rafael Miller, kini keduanya terlihat sedang menikmati makan siang di sebuah restoran di tengah kota Paris. Pembawaan Jessica yang ceria dan ramah membuat interaksi keduanya menjadi lebih cair dan santai.
“Rupanya dia sangat ramah. Pantas saja tuan Arthur menyetujui hubungan mereka”gumam Celine dalam hati sambil memperhatikan Jessica
“Apa kau tahu hubungan antara aku dan Rafael?”tanya Celine
“Iya. Aku tahu”jawab Jessica sambil tersenyum
“Benarkah? Kau tahu aku adalah kekasih suamimu?”tanya Celine
“Lebih tepatnya mantan kekasih. Aku benar kan?”sindir Jessica
“Iya. Mantan kekasih. Tapi aku adalah cinta pertama Rafael. Apa kau juga tau itu?”pancing Celine dengan senyuman tipis di bibirnya
Jessica meneguk air putih yang berada di depannya lalu tersenyum pada Celine.
“Aku tahu”
Kedua wanita itu saling bertatapan dengan tajam.
“Tapi kau hanyalah masa lalunya. Aku pun memiliki masa lalu sama seperti kalian. Tetapi kami sudah berjanji untuk melupakan masa lalu dan menatap masa depan bersama”tutur Jessica
“Sialan! Kenapa dia begitu percaya diri seperti itu? Aku akan buat kau menyesal sudah berani berhadapan denganku. Aku pastikan akan merebut Rafael darimu. Karena dia adalah milikku”gerutu Celine dalam hati
“Sampai kapan kau akan di Paris? Aku dengar kau sudah menjadi model di Amerika?”tanya Jessica mencoba ramah.
“Aku sudah mundur dari dunia modelling. Mulai sekarang aku akan di sini menemani kakekku. Karena aku adalah pewaris tunggal perusahaan Barnett, jadi mulai sekarang aku akan belajar dunia bisnis. Aku juga akan memperjuangkan apa yang jadi milikku. Aku takkan biarkan oranglain mengambil sesuatu yang menjadi milikku”jawab Celine dengan seringai tipis di wajah cantiknya.
Degh..
Entah kenapa, jantung Jessica seketika berdegup dengan kencang mendengar pernyataan Celine. Terutama ketika Celine akan memperjuangkan miliknya.
“Mungkinkah dia akan merebut Rafael dariku?”gumam Jessica dalam hati
“Aku yakin dan percaya apa yang seharusnya menjadi milik kita, mau bagaimanapun juga pasti akan menjadi milik kita. Tetapi jika sejak awal sudah bukan milik kita, sekuat apapun kita berusaha, kita pasti tidak akan dapat memilikinya”ucap Jessica sambil menatap Celine
“Prinsipmu berbeda denganku. Apa yang aku mau harus menjadi milikku. Aku akan melakukan segalanya untuk meraihnya. Itu prinsipku”sahut Celine
“Meskipun itu bukan milikmu?”sindir Jessica
“Aku akan memperjuangkannya. Bagaimanapun caranya”sahut Celine
__ADS_1
Tiba-tiba Jessica bergidik ngeri mendengar penuturan Celine. Rupanya Celine adalah wanita ambisius yang akan melakukan segala cara untuk mendapatkan yang diinginkannya.
Keduanya saling bertatapan. Suasana mendadak menjadi canggung sejak Celine mengungkapkan jati dirinya di depan Jessica. Namun Jessica berusaha tetap ramah pada Celine.