Fall For You

Fall For You
Diagnosa Sementara


__ADS_3

Jessica masih juga belum sadarkan diri. Membuat semua anggota keluarga Miller sangat kuatir dan cemas dengan kesehatan wanita cantik itu. Rafael yang paling terpukul melihat wanita yang dicintainya terbaring tak berdaya di atas ranjang. Rafael terus menggenggam tangan Jessica dan sesekali memanggil nama wanita cantik itu.


“Sayang, aku mohon bangunlah! Jangan buat aku takut!”pinta Rafael


Rafael menggenggam erat tangan istrinya.


“Dokter sebentar lagi kemari. Jangan kuatir! Jessica pasti akan segera sadar”ucap Elizabeth sambil memegang pundak Rafael mencoba menenangkan cucu kesayangannya itu.


Sungguh hari ini adalah hari yang sangat berat dan melelahkan untuk semua orang di keluarga Miller. Setelah tabir besar yang tersimpan rapat selama bertahun-tahun terbongkar, kini mereka dihadapkan pada keadaan Jessica yang tiba-tiba tak sadarkan diri.


Beberapa menit kemudian, dokter keluarga datang memeriksa keadaan Jessica. Rafael menunggui dengan ekspresi kekhawatiran yang terpancar jelas dari gesture tubuhnya. Rafael bahkan tidak beranjak dari samping Jessica.


“Bagaimana keadaan istri saya dok?”tanya Rafael pada dokter keluarga


Dokter Billy, sang dokter keluarga melepaskan stetoskop yang digunakannya. Dokter Billy menatap wajah seluruh keluarga Miller yang terlihat sangat tegang. Dokter pun tersenyum untuk mencairkan suasana.


“Nona muda baik-baik saja. Hanya sedikit kelelahan”jawab dokter Billy


“Apa nona akhir-akhir ini sering pingsan? Atau mungkin merasa mual muntah?”tanya dokter Billy


Rafael tampak berpikir sejenak.


“Sepertinya akhir-akhir ini dia sering mengeluh pusing dan tidak nafsu makan. Tapi aku tidak pernah melihat dia pingsan atau mual muntah seperti yang dokter tanyakan. Memangnya kenapa dok?”tanya Rafael kuatir


“Saya masih belum tahu pasti. Mungkin memang sebaiknya nona diperiksa di rumah sakit untuk memastikan kondisinya”jawab dokter Billy


“Memangnya istriku kenapa dok? Cepat katakan! Jangan membuatku semakin penasaran”pinta Rafael


Elizabeth menghampiri Rafael dan memegang pundaknya. Mencoba menengahi keadaan.


“Kita akan lebih tenang jika Jessica diperiksa di rumah sakit jadi kita bisa tahu penyakitnya apa. Benar begitu kan dokter?”tanya Elizabeth


“Benar nyonya”sahut dokter Billy


“Katakan apa diagonosa sementaramu? Aku ingin tahu”pinta Rafael dengan tatapan tajam


Rafael merasa ada yang tidak beres dari pertanyaan dokter Billy tadi. Dokter pun menghela nafasnya. Karena dokter Billy pun sadar, tuan mudanya itu sangat jenius dan tidak mudah dibohongi. Akhirnya dokter Billy menyampaikan diagnosa sementaranya.


“Diagnosa sementara saya, sepertinya nona muda sedang hamil muda”sahut dokter


Semua orang tampak terkejut dengan berita yang dibawa dokter Billy.


“Apa katamu? Istriku hamil?”tanya Rafael


“Itu baru diagnosa sementara saya, karena denyut nadi nona muda lebih cepat ketimbang wanita normal pada umumnya. Untuk hasil yang lebih akurat, sebaiknya kita periksa nona di rumah sakit. Di sana banyak alat yang bisa digunakan untuk mengetahui kondisi kesehatan nona muda”terang dokter Billy

__ADS_1


Rafael tampak sangat bahagia mendengar diagnosa sementara yang disampaikan oleh dokter Billy. Semakin erat Rafael menggenggam tangan istrinya yang masih terpejam tak sadarkan diri.


“Saya akan tinggalkan beberapa vitamin dan suplemen kesehatan. Minta tolong Anda berikan pada nona muda begitu nona bangun”pesan dokter Billy


Setelah memeriksa Jessica, dokter Billy pun berpamitan pulang.


Semua anggota keluarga Miller tampak bahagia mendengar diagnosa sementara dokter Billy. Karena sebentar lagi, akan datang anggota baru dalam keluarga mereka.


“Sayang, bangunlah! Aku mohon”pinta Rafael sambil mengecup punggung tangan Jessica yang masih juga belum sadarkan diri


Seluruh anggota keluarga Miller menunggu Jessica sadar.


****


Setelah beberapa jam, akhirnya Jessica terbangun. Jessica membuka matanya perlahan. Karena tubuhnya yang lemah, Jessica hanya bisa menoleh ke samping. Dilihatnya Rafael yang tertidur di samping ranjang sambil menggenggam tangannya dengan erat.


Jessica mengusap kepala sang suami dengan mengumpulkan tenaganya. Merasa ada yang mengusap kepalanya, membuat Rafael langsung terbangun.


“Sayang, kau sudah sadar?”tanya Rafael dengan kuatir


Jessica hanya tersenyum.


“Apa masih sakit? Mana yang sakit? Cepat katakan!”tanya Rafael dengan kuatir


Jessica menggelengkan kepalanya. Tiba-tiba Jessica ingin bangun. Dengan cekatan Rafael segera membantu Jessica duduk dengan bersandar pada headboard ranjangnya dengan beberapa bantal yang ditumpuk supaya Jessica bisa lebih nyaman.


“Jessica sayang, kau sudah sadar? Syukurlah!”ucap Elizabeth dengan perasaan lega


“Iya nek. Maaf sudah membuat kalian semua khawatir”pinta Jessica dengan senyum yang dipaksakan karena tubuhnya memang sangat lemah saat ini.


“Kami memang khawatir. Tapi suamimu ini yang jauh lebih khawatir. Dia tak beranjak sedikitpun dari sampingmu”ungkap Elizabeth sambil memegang pundak Rafael yang masih juga menggenggam tangan Jessica.


Jessica menatap Rafael dengan tatapan sendu. Sungguh hari ini begitu banyak yang sudah dialami Jessica.


“Jessica sayang, sebelum kau menyalahkan Rafael untuk kejadian yang terjadi di kantor tadi pagi, aku mohon dengarkan nenek. Semua itu sudah diatur oleh Celine. Wanita licik itu tak akan berhenti menyakiti kalian sampai tujuannya terwujud. Jadi aku mohon percayalah pada Rafael. Dengarkan dulu penjelasannya, kau mau kan?”pinta Elizabeth mencoba membela cucu kesayangannya.


Jessica tampak terdiam namun tatapan matanya beradu dengan suaminya.


“Nenek tidak akan mengganggu kalian. Masih banyak yang harus kalian bicarakan. Nenek akan tinggalkan makan malam kalian di sini. Segeralah makan! Nenek tahu kau pasti sudah lapar”ucap Elizabeth


Elizabeth meminta para pelayan meletakkan makan malam Rafael dan Jessica di atas meja tak jauh dari ranjang yang ditempati Jessica.


Sesaat kemudian, Elizabeth benar-benar meninggalkan pasangan suami istri itu berdua.


“Apa kau lapar? Kau mau makan sekarang?”tanya Rafael lembut.

__ADS_1


Jessica menganggukkan kepalanya.


“Aku mau makan di sana”ucap Jessica


“Tapi..”


“Aku sudah baikan. Bisa bantu aku kesana?”pinta Jessica


“Baiklah”ucap Rafael


Rafael akhirnya mengalah dan membopong Jessica ke arah kursi sofa yang ada tak jauh dari ranjang untuk makan malam. Jessica juga melingkarkan tangannya di leher kekar suaminya.


Dengan perlahan Rafael menurunkan Jessica.


“Kau mau makan apa? Akan aku ambilkan”ucap Rafael


“Kemarilah! Kita makan bersama”pinta Jessica


Keduanya akhirnya makan malam berdua di dalam kamar. Sesekali Rafael menyuapi Jessica, karena tubuh Jessica yang memang lemah karena seharian belum makan. Jessica menatap sang suami yang dengan penuh perhatian merawatnya. Keduanya saling bertatapan dengan hangat.


“Kau juga makan”pinta Jessica


“Aku makan nanti saja”ucap Rafael


Jessica mengerucutkan bibirnya.


“Kau harus makan bersamaku”pinta Jessica setengah memaksa


Jessica menyendokkan makanan ke dalam mulut lelaki tampan itu. Rafael dengan terpaksa menerima suapan Jessica dan memakannya. Membuat Jessica tersenyum melihat ekspresi Rafael yang pasrah saja disuapi dirinya.


Akhirnya keduanya makan malam berdua. Dalam suasana yang lebih hangat. Walaupun tanpa perbincangan di antara keduanya. Mereka hanya makan malam sambil saling menyuapi satu sama lain sampai makanan yang disiapkan untuk mereka berdua habis.


Selesai makan, Rafael hendak membopong Jessica lagi ke atas ranjang. Tapi Jessica menolak.


“Ada apa? Kau harus banyak istirahat”pinta Rafael


Jessica menatap wajah tampan suaminya yang terlihat sedikit lebam akibat perkelahian dengan Ramon tadi. Jessica menyentuh luka itu.


“Ouch”


Rafael meringis ketika Jessica menyentuh wajahnya yang terluka.


“Kita harus obati lukamu ini”pinta Jessica


Rafael meraih tangan Jessica yang menyentuh wajahnya dan menggenggamnya.

__ADS_1


“Aku pantas mendapatkan luka ini. Aku anggap ini sebagai balasan karena sudah menyakiti hatimu dan membuatmu menangis”ucap Rafael


Jessica begitu terharu mendengar ucapan Rafael. Mata Jessica kembali berkaca-kaca sambil menatap hangat suaminya.


__ADS_2