Fall For You

Fall For You
Victor di mata Amanda


__ADS_3

Hari sudah semakin larut. Jessica menunggu Amanda di apartemennya dengan harap-harap cemas. Dia masih penasaran dengan kelanjutan cerita Amanda dan Victor. Dia ingin mendengar sendiri pengakuan Amanda tentang lelaki bernama Victor itu.


Jessica menunggu Amanda sambil menyalakan televisi.


“Sudah malam. Kenapa kak Amanda belum juga pulang ya?”tanya Jessica sambil melihat jam dinding yang terpasang di ruang tamu.


Jessica menunggu sampai-sampai dirinya ketiduran. Hampir tengah malam, akhirnya Amanda pun pulang. Dilihatnya suasana apartemen yang masih terang. TV nya pun menyala sementara Jessica tertidur dengan posisi duduk menyandar di kursi sofa.


Amanda mendekati Jessica dan menggoyangkan tubuh Jessica perlahan. Amanda tidak tega melihat Jessica yang ketiduran di sofa.


“Jess..bangun Jess!”ucap Amanda sambil menggoyangkan tubuh Jessica


Jessica sangat lelap tertidur. Membuat Amanda menggoyangkan tubuh Jessica dan menepuk-nepuknya perlahan untuk membangunkannya.


Setelah percobaan ke sekian, akhirnya Jessica terbangun. Dilihatnya kakak sepupunya yang tersenyum padanya.


“Kakak”sapa Jessica dengan suara parau khas bangun tidur


“Kenapa tidur disini? Kenapa tidak di kamar saja? Kau menungguku?”tanya Amanda


Jessica merentangkan tangannya sejauh-jauhnya sambil menggeliat. Amanda pun ikut duduk di sofa bersama Jessica.


“Iya. Aku menunggu kakak pulang”jawab Jessica sambil mengucek matanya.


Dilihatnya jam dinding yang menunjukkan waktu mendekati tengah malam.


“Kakak kemana saja?”tanya Jessica


“Tadi aku makan malam di luar”jawab Amanda

__ADS_1


“Dengan tuan Victor?”tanya Jessica dengan tatapan menyelidik


“Darimana kau tahu? Apa Rafael mengatakan sesuatu?”tanya Amanda


“Aku sudah dengar sedikit dari Rafael. Tentang siapa itu tuan Victor dan ada hubungan apa dia dengan kakak. Cuma aku ingin dengar sendiri dari mulut kakak. Siapa itu tuan Victor? Dan apa hubungannya dengan kakak?”tanya Jessica


Amanda menghela nafasnya perlahan. Cepat atau lambat dia harus memberitahu Jessica tentang Victor.


“Besok aja ya. Aku sudah lelah sekali hari ini”goda Amanda


“Kakak…”rajuk Jessica sambil menggoyangkan tangan Amanda


“Iya..iya..aku Cuma bercanda”goda Amanda


“Ehmm..darimana kita mulainya?”tanya Amanda


“Ceritakan dari awal. Bagaimana kalian berkenalan sampai kalian bisa dekat”pinta Jessica


“Kami pertama kali bertemu saat aku masih merintis menjadi seorang model. Waktu itu aku masih kuliah. Sebelum perusahaan agensi aku dirikan, aku sering menerima tawaran menjadi foto model part time. Dan salah satu perusahaan yang tertarik dengan bakatku adalah perusahaan Victor. Kau tahu apa yang dikatakannya saat pertama kali kami bertemu?”tanya Amanda


“Apa kak?”tanya Jessica balik dengan penuh antusias


Amanda tertawa kecil sambil membayangkan peristiwa perkenalan pertamanya dengan Victor.


“Dia bilang : “akhirnya aku menemukan ibu dari anak-anakku”ucap Amanda disertai tawa kecil di mulutnya


“Apa? Tuan Victor bilang begitu sama kakak?”tanya Jessica memastikan


Amanda menganggukkan kepalanya dengan cepat.

__ADS_1


“Gila bukan?”tanya Amanda


“Iya”sahut Jessica


“Lalu bagaimana kelanjutannya kak?”tanya Jessica penasaran


“Sejak hari itu dia terus menggangguku. Datang ke kampus tempat aku belajar. Datang ke tempat pemotretan. Dia seperti hantu yang selalu menghantui aku”


Jessica cekikikan sambil membayangkan kelakuan gila Victor pada Amanda.


“Lalu apa kakak tidak merasa terganggu?”tanya Jessica


“Tentu saja aku terganggu. Coba kamu bayangkan, setiap kamu membuka mata, selalu ada dia di depanmu. Tentu saja aku marah dengan semua kegilaannya itu. Tapi anehnya meskipun sudah aku marahi. Sudah aku usir pun, dia tetap tak bergeming. Aku bahkan berkali-kali menolak tawarannya untuk menjadi pacarnya. Tapi dasar lelaki gila, dia tak menyerah sedikitpun”


“Karena itu kakak akhirnya luluh?”tanya Jessica


“Hal baik yang dia lakukan adalah meskipun dia selalu di sekitarku dan menghantuiku, aku juga sadar dia selalu melindungiku. Dia selalu ada di saat terendahku. Saat aku terpuruk sekalipun. Dia yang selalu ada di sana. Menjagaku dari jauh. Namun saat aku membutuhkannya, dia selalu ada untukku”


“Dia juga tahu sebenarnya aku sangat mencintai Ramon. Karena dia adalah sahabat sekaligus cinta pertamaku. Tapi dia sama sekali tak mempermasalahkan itu. Baginya, cukup aku menerima cintanya, maka dia berjanji akan selalu membahagiakan aku dan mencintaiku”


“Bagi seorang wanita yang hampir selalu mengalami cinta bertepuk sebelah tangan sepertiku ini, kata-kata dan perlakuannya padaku, membuat aku sadar aku juga pantas dicintai”


“Awalnya aku terus bertahan di samping Ramon, meskipun aku tahu dia mencintai Raquel. Di matanya hanya ada Raquel. Dan sampai kapanpun, dia hanya melihatku sebagai sahabatnya. Namun setelah merelakan Ramon bahagia dengan Raquel, aku merasa Victor adalah lelaki yang baik untukku. Itu sebabnya kami hampir saja bertunangan tanpa melewati masa pacaran”


“Benarkah? Kakak tidak pacaran tapi berencana langsung menikah?”tanya Jessica kaget


Amanda menganggukkan kepalanya.


“Prinsip hidup yang selalu dipegangnya, ketika dia menemukan wanita yang dia yakini sebagai belahan hatinya, maka dia akan segera menikahinya. Karena itu begitu bertemu denganku, dia berusaha mati-matian memperjuangkanku. Dan setelah aku menerima dia, dia langsung melamarku”

__ADS_1


“Oh..kak Victor so sweet banget”puji Jessica sambil menangkup kedua tangannya di depan dada.


__ADS_2