Fall For You

Fall For You
Tatapan Tak Biasa


__ADS_3

“Aduh..kenapa mesti bunyi sekarang sih?”gerutu Jessica sambil meremas perutnya yang kelaparan.


Wajar saja dirinya kelaparan jika sejak sore kemarin dia belum makan apapun. Jessica berusaha menyembunyikan rasa malunya sambil menoleh ke arah pintu mobil di sampingnya.


Rafael yang mendengar bunyi perut Jessica yang sedang konser, berusaha menahan tawanya. Rafael menoleh sebentar pada gadis cantik yang selalu menggemaskan di matanya.


“Kau lapar rupanya”gumam Rafael dalam hati


Rafael segera mengendarai mobilnya menuju sebuah restoran dan berhenti tepat di depannya.


“Kenapa kita kemari?”tanya Jessica


“Aku lapar! Kita sarapan dulu disini.Turunlah!”pinta Rafael sambil melepas sabuk pengamannya.


Jessica mau tak mau menuruti keinginan lelaki itu. Karena dia juga merasa lapar. Keduanya masuk ke dalam restoran setelah menyapa seorang pelayan. Rafael dan Jessica duduk di meja yang masih kosong.


Rafael menarik sebuah kursi untuk Jessica. Membuat Jessica tersentuh dengan perlakuan Rafael pada dirinya. Rafael melakukannya dengan ekspresi dinginnya.


“Terimakasih”ucap Jessica lirih


Rafael hanya diam saja tak menyahut sama sekali.


“Dasar menyebalkan. Sekali lelaki menyebalkan selamanya adalah lelaki menyebalkan”gerutu Jessica dalam hati sambil cemberut


Seorang pelayan datang menuju meja mereka. Rafael memesan beberapa makanan dalam bahasa Perancis itu. Setelah itu, Rafael menyerahkan buku menu ke arah Jessica.


“Kau mau makan apa? Pesanlah! Aku yang akan membayarnya”ucap Rafael dengan santai.


Jessica menerima buku menu itu dan membelalakkan matanya karena semua menu dalam bahasa Perancis yang tidak dipahaminya. Jessica melirik pada sang pelayan yang menunggu di dekat mejanya. Jessica meletakkan buku menu itu di dekat wajahnya sambil berbisik pada Rafael.


“Aku sama sekali ga paham bahasa Perancis”bisik Jessica pada Rafael.


Rafael menarik buku menu dan akhirnya memesankan beberapa menu makanan untuk Jessica. Pelayan itupun undur diri setelah menuliskan menu yang dipesan Rafael.


“Kau belum pernah ke restoran di Paris? Sudah berapa lama kau disini?”tanya Rafael.


Jessica menggelengkan kepalanya. Karena nyatanya dia memang belum memahami kota Paris meskipun sudah hampir dua bulan disini.


“Aku tak ada waktu jalan-jalan. Kau tahu sendiri kak Amanda sibuk sekali”jawab Jessica


“Tapi kau kan bisa jalan-jalan sendiri”ucap Rafael.


“Aku tak berani jalan-jalan terlalu jauh”jawab Jessica dengan polosnya.


“Kenapa?”tanya Rafael.

__ADS_1


“Aku takut jika bertemu lelaki buaya seperti kamu saat jalan-jalan sendiri”jawab Jessica dengan santainya.


“Ck..Kau itu!”


Jessica menahan tawanya mendengar Rafael yang mengeluh setelah mendengar jawabannya. Baru kali ini Rafael melihat Jessica tersenyum di depannya.


“Kalo kau mau, aku bisa mengantarmu jalan-jalan”ajak Rafael


“Bukankah kau sangat sibuk?”tanya Jessica


“Aku bisa mengosongkan jadwlku. Bagaimana?”tanya Rafael


Belum sempat Jessica menjawab ajakan Rafael seorang pelayan datang membawakan pesanan mereka. Akhirnya mereka berdua sarapan terlebih dahulu.


Keduanya berbincang dengan ringan berdua. Suasana sangat santai di antara keduanya. Mereka tidak sadar ada pasang mata yang sedang mengamati kedekatan keduanya. Seorang wanita cantik yang sangat seksi menatap tajam ke arah Jessica yang sedang duduk dengan mantan teman ranjangnya.


“Siapa gadis itu? Kenapa dia bisa semeja dengan Rafael?”gumam Bertha dalam hati.


Wanita yang baru datang itu tampak melepas kacamatanya dan berjalan mendekati meja Rafael.


“Hai Raf..Lama tak bertemu”sapa Bertha sambil mencium bibir Rafael dengan mesra.


Rafael yang tak menyangka kehadiran Bertha, tampak kaget dan menatap tajam wanita seksi yang baru saja mencium bibirnya. Jessica yang sedang menikmati makanannya tampak membelalakkan matanya melihat seorang wanita yang sangat cantik dan seksi yang langsung mencium bibir Rafael. Namun Jessica berusaha menutupi kekagetannya dengan memakan makanannya.


“Apa yang kau lakukan disini?”tanya Rafael


“Maaf Anda salah paham. Kami hanya sebatas kenalan”jawab Jessica sambil tersenyum.


Jessica kemudian menatap Rafael yang duduk di depannya dengan ekspresi wajah yang menahan marah.


“Bolehkah aku ikut bergabung dengan kalian?”tanya Bertha


“Tentu saja”jawab Jessica cepat


“Tidak”jawab Rafael.


Keduanya menjawab secara bersamaan. Bertha yang tidak tahu malu, memilih duduk di samping Rafael dan menggelayut manja pada lelaki yang sudah memberinya kehangatan beberapa waktu yang lalu.


Bertha segera memanggil pelayan untuk membawakan makanan yang sama dengan yang dipesan Rafael.


“Kenapa kau tak menghubungiku lagi? Padahal aku sangat merindukanmu”tanya Bertha dengan suara manja.


“Aku sibuk”jawab Rafael dengan ekspresi dinginnya


Rafael terus memakan makanannya sambil sesekali melirik gadis cantik yang duduk di depannya.

__ADS_1


Bertha terus menggoda Rafael dengan segala cara. Wanita itu bahkan berbisik mesra di telinga Rafael.


“Dasar gatel”gumam Jessica dengan suara lirih


“Kau bilang apa?”tanya Bertha saat sayup-sayup mendengar ucapan Jessica.


“Ah..tidak. Aku tidak mengatakan apa-apa”kelit Jessica


Rafael yang juga mendengar suara lirih Jessica menarik satu sudut bibirnya sehingga sebuah senyuman tipis tersungging di wajah tampan lelaki yang biasanya tanpa ekspresi itu.


Bertha yang pernah menjadi teman ranjang Rafael tampak mengerutkan dahinya melihat lelaki dingin dan datar yang meskipun memuja wanita namun ekspresi wajahnya selalu dingin itu, tersenyum tipis pada Jessica. Rafael bahkan tanpa sadar menatap Jessica dengan tatapan lembut yang tak biasa diberikan lelaki itu pada wanita-wanita cantik yang biasa menemaninya.


“Rafael tersenyum karena gadis itu? Siapa dia sebenarnya?”gumam Bertha dalam hati


Bertha akhirnya mengoceh ke sana kemari menceritakan kesibukannya. Rupanya Bertha adalah model dari agensi model yang berbeda dengan perusahaan Rafael.


Jessica yang mendengarkan ocehan Bertha tampak sangat kesal dan jengah. Jessica memilih segera menghabiskan makanannya. Dan setelah makanannya habis, Jessica segera mengelap bibirnya dengan napkin yang ada di meja.


“Kalian lanjutkan saja acara kalian. Aku pulang dulu”pamit Jessica


“Terimakasih untuk traktirannya. Lain kali aku akan menraktirmu. Aku pulang dulu”pamit Jessica pada Rafael.


“Mari nona, saya permisi dulu”pamit Jessica pada Bertha.


Bertha menatap Jessica dengan wajah jengah.


Jessica pun memilih pergi dari meja mereka dan pergi keluar dari restoran. Di luar restoran, Jessica meluapkan kekesalannya.


“Hah..menyebalkan! Kenapa aku harus terjebak dengan dua orang yang sama-sama menyebalkan? Aku harus pulang sekarang”gerutu Jessica dalam hati


Jessica yang hendak mencari sebuah taksi tiba-tiba merasakan sebuah tangan menarik lengannya.


“Hei..apa-apaan ini? Lepaskan aku!”ronta Jessica


Dilihatnya Rafael sedang menarik lengannya menuju mobil.


“Lepaskan aku!”pinta Jessica


Rafael dengan tenaganya yang begitu besar berhasil menyeret Jessica dan meminta gadis cantik itu masuk ke dalam mobilnya.


“Lepaskan aku! Aku naik taksi saja”pinta Jessica sambil melihat Rafael yang mulai membantunya memasang sabuk pengaman.


Degh..


Mata keduanya saling bertatapan. Jessica yang salah tingkah segera menoleh ke arah yang berlawanan dan mengalihkan pandangan matanya. Rafael tersenyum tipis sekali lagi melihat Jessica yang salah tingkah dengan kelakuannya. Rafael segera menutup pintu mobilnya dan berjalan memutar menuju kemudi sopir.

__ADS_1


“Jantungku”gumam Jessica dalam hati sambil memegang dadanya begitu merasakan jantungnya yang berdetak dengan sangat kencang hanya dengan bertatapan dengan Rafael.


__ADS_2