
Jantung Jessica berdegup sangat cepat dan hatinya merasa hangat setelah lelaki menyebalkan itu menyelamatkan dirinya.
“Ada apa denganku? Kenapa bertatapan dengan lelaki menyebalkan itu bisa membuatku gugup?”gumam Jessica dalam hati
Sesekali diliriknya lelaki tampan yang sudah membopongnya. Dan saat Rafael balik menatapnya, Jessica jadi salah tingkah.
“Ini benar-benar gila. Kenapa melihatnya saja bisa membuatku segugup ini?”gerutu Jessica dalam hati
Leon yang bersama keduanya masih juga sibuk memesan kamar untuk keduanya sehingga tidak terlalu menghiraukan perdebatan keduanya. Akhirnya Leon berhasil memesankan sebuah presidential suite di hotel itu.
Sesampainya di presidential suite yang dipesan Leon, Rafael langsung masuk ke dalam dan menurunkan Jessica di ranjang.
“Terimakasih”ucap Jessica tulus
Rafael hanya menarik sudut bibirnya mendengar gadis ceroboh yang selalu berdebat dengan dirinya berterimakasih pada dirinya. Rafael duduk berjongkok di depan Jessica dan meraih kaki Jessica yang sempat kram.
“Apa masih sakit?”tanya Rafael
Jessica menggerakkan kakinya yang sebelumnya sempat kram.
“Sudah tidak sakit lagi”jawab Jessica sambil tersenyum
Rafael berdiri dari posisinya dan berdiri di depan Jessica.
“Sebaiknya kau ganti pakaianmu! Kau bisa sakit jika tidak mengganti pakaianmu yang basah itu”pinta Rafael.
“Tapi aku kan ga bawa baju ganti”ucap Jessica
Di tengah pembicaraan keduanya, seorang manager hotel masuk ke dalam kamar dan menyerahkan sebuah gaun dan baju ganti untuk keduanya sebagai bentuk permintaan maaf atas ketidaknyamanan yang sudah terjadi di lounge and bar tadi.
Akhirnya Jessica berganti pakaian di dalam kamar mandi. Sementara Rafael berganti pakaian di luar kamar mandi. Jessica yang sudah berganti pakaian dengan santainya keluar kamar mandi. Begitu matanya menatap ke depan, mata itu spontan terbelalak sempurna, karena untuk kesekian kalinya, mata indah itu melihat lekuk tubuh Rafael yang sangat sempurna. Jessica merasakan de javu dengan kejadian yang baru dilihatnya itu.
“Gila! Tubuhnya benar-benar hot”gumam Jessica dalam hati mengagumi tubuh indah Rafael yang sedang bertelanjang dada sambil membersihkan tubuhnya dengan handuk.
“Apa yang kau lakukan Jessi?”gumam Jessica dalam hati
Jessica langsung membalik tubuhnya begitu menyadari sudah menikmati tubuh indah Rafael. Rafael sempat melihat Jessica yang menatapnya dengan tatapan yang menggemaskan.
__ADS_1
“Kau sudah selesai?”tanya Rafael sambil mengelap tubuhnya yang basah dengan sehelai handuk.
“I-iya. Kau bisa berganti pakaian di kamar mandi”jawab Jessica malu-malu.
“Baiklah”sahut Rafael.
Rafael berjalan menuju kamar mandi. Dan begitu berada di dekat Jessica, dengan entengnya Rafael melempar handuk yang sudah dipakainya ke arah wajah Jessica.
"Plukk"
Handuk yang dilempar Rafael tepat mengenai wajah cantik Jessica.
“Hyaa..”teriak Jessica tak terima
Rafael tak menghiraukan teriakan Jessica dan melenggang begitu saja ke dalam kamar mandi. Sementara Jessica masih mengoceh tak karuan dengan kelakuan Rafael yang seenaknya saja pada dirinya.
“Dasar cowok menyebalkan!”gerutu Jessica dalam hati
Jessica menunggu Rafael berganti pakaian ditemani Leon.
“Bosmu itu memang kurang ajar!”gerutu Jessica
“Kenapa kau malah tertawa?”keluh Jessica
“Maaf Jess”ucap Leon meminta maaf
Keduanya kemudian berbincang ringan sambil menunggu Rafael selesai berganti pakaian. Begitu yang ditunggu keluar dari kamar mandi, keduanya langsung menoleh bersamaan.
Dan sekali lagi, Jessica dibuat terpesona dengan ketampanan Rafael yang terlihat santai dengan pakaian yang dikenakannya. Rafael berjalan sambil mengancingkan kemeja lengan panjang warna hitam yang dipakainya. Dengan rambut yang masih terlihat basah, Rafael benar-benar terlihat sangat tampan.
“Aku antar kau pulang”ucap Rafael begitu di dekat Jessica dan Leon
“Tak usah. Aku bisa pulang sendiri”balas Jessica.
“Bagaimana jika wanita gila itu menunggumu di luar hotel untuk membalas dendam padamu lagi?”tanya Rafael
Jessica langsung bergidik ngeri membayangkan wanita gila yang sudah mendorongnya ke dalam kolam. Sungguh Jessica tak ingin berurusan dengan wanita gila itu lagi.
__ADS_1
“Gara-gara kamu, aku jadi kena getahnya”keluh Jessica sambil mengerucutkan bibirnya
Hingga Rafael tak sanggup menutupi ekspresi wajahnya yang tergelak melihat Jessica yang sangat menggemaskan. Saat sedang mengomel pada dirinya.
“Sebaiknya kau ikuti saja saran Rafael, Jess. Kita tak tahu wanita itu bisa berbuat apa padamu. Setidaknya Rafael bisa melindungimu dari wanita tadi”ucap Leon
“Baiklah”ucap Jessica dengan malas
“Aku pulang dulu. Kabari Amanda, sepupunya pulang bersamaku”pinta Rafael pada Leon
“Tenang saja. Aku akan hubungi Amanda”sahut Leon
“Oh ya..katakan juga pada Luke. Aku minta maaf sudah membuat pesta ulangtahunnya sedikit kacau gara-gara kejadian tadi”pinta Jessica.
“Iya..iya..aku akan katakan pada Luke”sahut Leon
“Ayo pergi!”ajak Rafael pada Jessica
Rafael dan Jessica akhirnya pulang berdua. Di dalam lift, karena kedinginan, tubuh Jessica sempat gemetar.
“Kau kenapa?”tanya Rafael begitu menyadari Jessica yang gemetaran.
“Tidak ada apa-apa”sahut Jessica bohong
Rafael yang menyadari Jessica kedinginan, segera melepas jas yang dikenakannya dan meletakkannya di tubuh Jessica.
“Pakai ini”pinta Rafael.
Jessica hendak menolak jas yang diberikan Rafael.
“Tidak usah. Aku tidak …"
"Hatchi!”
Jessica bersin
“Apa kataku? Makanya pakai jas ini kalo kau tak mau tambah sakit”pinta Rafael.
__ADS_1
“Hatchi”
Jessica kembali bersin-bersin. Akhirnya Jessica menuruti permintaan Rafael. Keduanya berjalan ke depan hotel. Sebuah mobil sport merah sudah terparkir di sana. Rafael segera mengajak Jessica masuk ke dalam mobil. Tak lupa Rafael membukakan pintu mobil untuk Jessica dan melindungi kepala gadis ceroboh itu agar tidak terbentur.