Fall For You

Fall For You
Sidak Nyonya Besar (Part 2)


__ADS_3

Rafael mengambil kotak P3K miliknya dan membiarkan Jessica merawat luka-lukanya akibat perkelahian kemarin. Jessica mengobati luka Rafael dengan sangat hati-hati. Jessica sangat serius dan fokus ketika merawat luka di wajah Rafael. Sementara Rafael terlihat menatap mata Jessica dengan lembut. Dilihatnya setiap detail wajah Jessica dari dekat. Rafael tampak menikmati kecantikan wajah Jessica dari dekat. Dan saat melihat bibir lembut Jessica, Rafael sampai menelan ludahnya sendiri. Betapa dirinya ingin merasakan kembali kelembutan bibir Jessica yang kemarin sempat dirasakannya.


Ketika Jessica mengoleskan salep di atas luka Rafael, Rafael meringis menahan sakit. Jessica mengernyitkan dahinya seakan ikut merasakan kesakitan yang dirasakan Rafael.


“Apa sakit?”tanya Jessica.


“Sedikit”jawab Rafael.


“Aku akan lebih pelan”jawab Jessica sambil sesekali meniup luka Rafael.


Karena posisi wajah keduanya yang sangat dekat, membuat mata keduanya saling bertatapan.


Deg..deg..deg


Jantung keduanya berdegup dengan sangat kencang. Keduanya sama-sama salah tingkah. Terutama Jessica. Apalagi mengingat rekaman CCTV yang memperlihatkan kemesraan keduanya semalam.


Jessica yang salah tingkah segera melepas tatapan di antara keduanya. Jessica berusaha beranjak dari ranjang dan mengembalikan kotak P3K itu kembali ke tempatnya.


Tiba-tiba, Rafael menahan tangan Jessica.


“Kau mau pergi kemana?”tanya Rafael dengan suara beratnya yang terdengar sangat seksi.

__ADS_1


“K-kau mau apa?”tanya Jessica takut-takut sambil menatap tangan Rafael yang menahan tangannya.


“Apa kau tak mau mengulangi yang semalam?”goda Rafael sambil mengedipkan sebelah matanya dan senyum nakal terukir di wajahnya yang tampan.


“Hahahaha..kau bercanda kan?”Jessica mengibaskan tangan Rafael dengan keras sehingga tangan Rafael terlepas dari tangannya.


Jessica juga tertawa dengan suara tawa yang dipaksakan. Jessica hendak mengembalikan kotak P3K kembali ke tempatnya, tetapi Rafael merebutnya.


“Biar aku saja. Sebaiknya kau…”


Rafael belum menyelesaikan ucapannya, tiba-tiba dari arah luar terdengar suara pintu apartemen yang terbuka. Rafael dan Jessica saling bertatapan.


“Siapa yang kau undang?”bisik Jessica panik


“Raf, apa kau sudah bangun?”suara Elizabeth menggema di apartemen.


Rafael dan Jessica yang mengenal suara itu saling membelalakkan matanya karena kaget Elizabeth bertamu pagi-pagi.


“Kenapa nenekmu kemari lagi?”tanya Jessica dengan panik.


“Kenapa nenek selalu datang di saat seperti ini?”gerutu Rafael dalam hati

__ADS_1


“Masuklah ke dalam! Aku akan mengalihkan perhatian nenekku. Jangan keluar sebelum aku memberitahumu!”pinta Rafael pada Jessica supaya bersembunyi di kamar mandi.


Jessica setuju bersembunyi di kamar mandi. Jessica di sana masih dalam kondisi terbungkus selimut yang ada di kamar Rafael.


Rafael segera menghampiri neneknya. Sambil sesekali menengok ke arah kamar mandi.


“Apa yang nyonya besar lakukan pagi-pagi begini?”gerutu Rafael pada Elizabeth


Elizabeth yang sudah duduk di kursi sofa menatap sang cucu yang selalu marah melihat kehadiran dirinya di apartemen itu.


“Nenek merindukanmu. Apa nenek salah jika merindukan cucu nenek sendiri?”keluh Elizabeth


Elizabeth tampak tak kaget melihat penampilan Rafael yang berantakan dengan wajah penuh memar dan shirtless. Rafael mendekati Elizabeth dan memeluk tubuh renta sang nenek.


“Kenapa wajahmu seperti ini?”tanya Elizabeth


Rafael sedikit menjauhkan wajahnya dari tangan Elizabeth yang hendak memegang wajah tampannya yang sedikit memar.


“Ini hanya luka kecil”jawab Rafael


“Raf..Berhentilah merusak dirimu sendiri seperti ini! Mau sampai kapan kau berkelahi dan main perempuan seperti itu?”tanya Elizabeth

__ADS_1


“Berhenti ikut campur dalam kehidupanku!”pinta Rafael dengan tegas


Elizabeth menghela nafasnya dengan perlahan. Dia tahu benar jika Rafael paling tidak suka jika oranglain termasuk dirinya ikut campur dalam hidupnya. Rafael memang selalu melakukan semuanya sesuai keinginannya.


__ADS_2