Fall For You

Fall For You
"Hadiah" Misterius


__ADS_3

“Kakak akan kembali ke perusahaan Miller atau kembali mengurus agensi modelling?”tanya Jessica di sela-sela pembicaraan mereka


“Entahlah. Aku belum bertemu kakek. Mungkin untuk sementara aku akan membantu Rafael mengurus agensi modelling. Sampai Amanda kembali kemari”sahut Ramon sambil tersenyum


Di tengah pembicaraan mereka yang sangat hangat, tiba-tiba bel pintu apartemen berbunyi.


“Ting tung”


Keduanya menoleh ke arah pintu hampir bersamaan.


“Kamu ada tamu?”tanya Ramon


“Tidak juga. Aku lihat dulu ke depan ya kak. Permisi!”ucap Jessica


Jessica pun pergi menuju ke arah pintu. Dilihatnya layar yang menampilkan tangkapan CCTV di depan pintu. Seorang pengawal tampak berdiri sambil membawa sebuah kotak besar dibungkus kertas kado.


Tanpa ragu, Jessica segera membuka pintu apartemennya.


“Ada apa?”tanya Jessica pada pengawalnya.


“Maaf nona. Ada seorang kurir membawa bingkisan ini untuk Anda”jawab pengawal itu


“Untukku?”tanya Jessica sambil menunjuk wajahnya sendiri


Pengawal itu menyerahkan kotak besar itu pada Jessica.


“Terimakasih”ucap Jessica sambil menerima kotak besar yang terlihat seperti sebuah hadiah ulangtahun.


Jessica segera menutup pintu dan kembali ke dalam apartemennya. Kembali ke ruang tamu bersama Ramon.


“Itu apa Jess?”tanya Ramon melihat Jessica membawa sebuah kotak kado besar.


“Entahlah kak. Aku juga tak tahu. Kita lihat saja isinya”ucap Jessica


Jessica meletakkan kotak besar itu di atas meja di ruang tamu. Dengan perlahan Jessica membuka pita besar yang menjadi hiasan kotak besar itu. Dengan perlahan Jessica membuka tutup kotak besar itu.


Degh


“Apa ini?”gumam Jessica dengan kening yang berkerut


Jessica mengambil beberapa lembar foto yang berada di dalam kotak besar itu. Perlahan tapi pasti, jantung Jessica berdegup semakin cepat. Jessica dibuat semakin penasaran melihat satu per satu isi kotak besar yang diterimanya.


Tampak di sana ada foto hasil USG.


“Apa itu Jess?”tanya Ramon sambil merebut foto hasil USG yang berada di tangan Jessica.


Hati Jessica semakin tidak karuan. Matanya juga berkaca-kaca menatap satu per satu foto yang ada di dalam kotak besar itu. Foto-foto kemesraan suaminya bersama mantan kekasihnya, Celine. Foto yang hampir sama dengan yang pernah ditemukan Jessica di ruang kerja Rafael. Namun kali ini, foto yang ada, jauh lebih banyak. Penuh dengan kemesraan keduanya. Jessica pun membaca sepucuk surat cinta yang ada di dalamnya. Surat cinta tulisan tangan sang suami. Surat itu berisi ungkapan hati Rafael muda. Begitu romantis dan menyentuh.

__ADS_1


Ada begitu banyak foto dan surat cinta di dalam kotak besar itu. Namun yang menarik perhatian Jessica adalah foto USG itu. Ribuan pertanyaan kini berputar-putar di kepala Jessica.


“Foto bayi siapa ini? Tak mungkin …”gumam Jessica dalam hati dengan perasaan kalut


“Jessica, kau tidak apa-apa kan?”tanya Ramon kuatir melihat Jessica yang terlihat syok setelah melihat kiriman paket itu.


Ramon segera menghampiri Jessica dan meraih tubuh mungil Jessica untuk didudukkan di kursi sofa.


Ramon pun berinisiatif mengambilkan Jessica air minum untuk menenangkan hati wanita yang sedang kalut itu.


“Minumlah ini!”pinta Ramon sambil menyodorkan minuman pada Jessica


Jessica menerima gelas yang diberikan oleh Ramon dengan tangan yang bergetar. Saking gemetarnya, gelas itu bahkan hampir terjatuh. Dengan gerakan cepat, Ramon segera meraih gelas itu dan memberikan pada Jessica.


“Terimakasih kak”ucap Jessica


Jessica meminum air yang diberikan oleh Ramon. Jessica tampak menarik nafas berkali-kali untuk menenangkan hatinya.


“Aku harus bertemu dengan Celine”gumam Jessica dalam hati


“Jessica, tenangkan hatimu! Ini semua pasti ulah Celine. Dia hanya ingin membuatmu bingung. Jangan hiraukan dia!”pinta Ramon


“Drt..drt..”


Di tengah kegalauan hatinya, seseorang menghubungi Jessica. Tanpa pikir panjang Jessica menerima panggilan telepon itu.


“Kau sudah menerima hadiah dariku?”tanya Celine melalui sambungan telepon


“Apa maksudmu memberiku semua itu? Apa sebenarnya yang kau inginkan dariku?”tanya Jessica dengan ketus


“Jika kau ingin tahu apa mauku, datanglah ke kantor suamimu sekarang juga. Aku akan memberitahukan semuanya padamu. Aku tunggu!”


Sesaat kemudian, panggilan telepon berakhir. Tanpa pikir panjang Jessica segera melepaskan apron yang sejak tadi dipakainya. Jessica segera masuk ke dalam kamarnya dan berganti pakaian. Ramon hanya memandangi Jessica yang terlihat terburu-buru setelah menerima panggilan telepon yang diyakini dari Celine.


Keluar dari kamar, Ramon segera menghadang Jessica.


“Kau mau pergi kemana?”tanya Ramon


“Maaf kak, aku harus pergi sekarang. Ada yang harus aku lakukan”ucap Jessica


“Aku ikut”ucap Ramon tegas


Karena tak ingin mengulur waktu, akhirnya Jessica pergi ke kantor Rafael diantar oleh Ramon. Sepanjang perjalanan, Jessica terus menatap ke luar jendela mobil. Tak bisa dipungkiri saat ini yang ingin dilakukan Jessica adalah mendengar penjelasan Celine ataupun Rafael, suaminya.


“Tenangkan dirimu! Dengarkan dulu penjelasan Rafael. Aku yakin ini semua hanya ulah Celine yang ingin mengacaukan hubunganmu dengan Rafael. Jadi pikirkan masalah ini dengan kepala dingin”pesan Ramon


“Iya kak. Maaf sudah merepotkan kakak”sahut Jessica

__ADS_1


“Kalian adalah adikku. Jika ada yang ingin mengacaukan hubungan kalian, aku pasti akan melindungi kalian”ucap Ramon bijak


“Terimakasih kak. Rafael beruntung memiliki kakak seperti kak Ramon”puji Jessica


“Aku melakukan ini semua karena aku tak ingin melihatmu menderita”gumam Ramon dalam hati sambil melirik Jessica sepintas


Sesampainya di kantor perusahaan keluarga Miller, keduanya langsung menuju lantai tempat Rafael bekerja. Hati Jessica begitu bergemuruh dengan ribuan pertanyaan yang berputar-putar di kepalanya. Pikirannya juga dipenuhi foto-foto kemesraan pasangan kekasih yang saat itu terlihat sangat bahagia dan saling mencintai.


Wajah Jessica terlihat sangat tegang. Wajah yang biasanya ceria dengan senyum yang selalu menghiasinya itu sejenak menghilang dari wajah cantik itu.


Sesampainya di lantai tempat Rafael bekerja, Jessica hanya disambut Stella, sekretaris pribadi suaminya.


Stella terlihat sangat kaget melihat nona mudanya datang di saat yang tidak tepat. Stella berjalan dengan terburu-buru menghampiri Jessica.


“Nona, ada apa nona kemari?”tanya Stella basa-basi


“Apa suamiku ada di dalam?”tanya Jessica


“Itu..”


Stella mendadak gagap mendengar pertanyaan Jessica. Bagaimana tidak gagap, jika kini majikannya sedang bersama dengan wanita lain. Stella ingin mengulur waktu sampai Philip datang.


“Aku akan masuk ke dalam”


Jessica berjalan ke arah pintu.


“Nona, sekarang tuan sedang rapat. Saya akan memberitahu jika Anda kemari. Nona tunggulah sebentar”pinta Stella


“Tidak perlu. Aku akan masuk sekarang. Aku yang akan bertanggung jawab. Kembalilah ke tempatmu!”ucap Jessica


Stella menatap Ramon mencoba memberi isyarat.


“Mungkin sekarang Rafael sedang rapat penting. Sebaiknya kau tunggu sebentar Jess”bujuk Ramon


Stella mengganggukkan kepalanya.


“Iya nona. Saya yakin rapatnya sebentar lagi selesai. Tadi tuan muda minta untuk tidak mengganggu ke dalam”ucap Stella


“Berhenti menghalangiku. Aku istrinya. Ada yang lebih penting yang harus aku tanyakan pada suamiku. Aku mohon jangan menghalangiku”ucap Jessica


“Nona, saya mohon jangan mempersulit pekerjaan saya. Saya hanya bawahan. Saya tidak berani menolak perintah tuan muda”ucap Stella


Stella paham betul jika Jessica adalah wanita lemah lembut yang tak akan tega menyakiti orang lain sehingga Stella memilih menggunakan cara ini untuk menghalangi Jessica masuk ke dalam kantor suaminya, Rafael.


“Stella, aku akan bertanggungjawab. Aku pastikan tuanmu tidak akan memecatmu. Aku mohon ijinkan aku masuk. Aku mohon”ucap Jessica dengan tatapan mengiba


Saat ini yang ingin dilakukan Jessica adalah meminta penjelasan suaminya. Dan Celine tentunya karena wanita itu yang memintanya datang ke kantor suaminya.

__ADS_1


__ADS_2