
Ketika sedang merangkak, tanpa sengaja, kepala Jessica terantuk ujung meja di ruang tamu, refleks Jessica pun mengaduh.
“Aduhh”seru Jessica mengaduh
“Aduhh”Rafael mencoba menutupi suara Jessica
Jessica yang sadar sudah bersuara segera menutup rapat mulutnya sendiri. Meskipun saat ini dahinya sangat sakit.
“Sakit”gumam Jessica dalam hati sambil mengelus dahinya yang kesakitan.
Elizabeth yang mendengar suara perempuan mengaduh, langsung menoleh ke kanan dan kiri.
“Suara siapa itu tadi?”tanya Elizabeth penasaran
“Itu suaraku nyonya besar”kelit Rafael.
“Jelas-jelas itu suara perempuan. Kau tak bisa membohongiku”ucap Elizabeth sambil beranjak dari duduknya.
“Gawat!”gerutu Rafael dalam hati mulai panik
Jessica yang melihat Elizabeth berdiri, tampak membelalakkan matanya dengan mulut yang ternga-nga.
“Aduh, bagaimana ini?”gumam Jessica dalam hati ikutan panik
Jessica mulai merangkak kembali sambil mengendap-endap. Elizabeth pun berjalan menyusuri tiap bagian rumah. Ketika dirasa sudah aman, Rafael segera memberi isyarat pada Jessica untuk pergi ke kamar tamu.
__ADS_1
“Masuklah ke kamar itu!”bisik Rafael
“Kenapa aku harus sembunyi seperti ini?”gerutu Jessica sambil melotot
“Nanti aku jelaskan!”bisik Rafael lagi
Suasana sungguh menegangkan. Rafael hendak memasukkan Jessica ke dalam kamar tamu, sebelum tiba-tiba Elizabeth keluar lagi. Dengan secepat kilat, Jessica bersembunyi di balik tembok. Sementara Rafael mencoba mengalihkan perhatian Elizabeth.
“Dimana kau sembunyikan wanita itu?”tanya Elizabeth penasaran sambil terus mencari ke setiap sudut ruangan.
“Wanita apa nyonya besar? Tak ada wanita disini. Jangan ngelantur! Sudah cepatlah pulang! Aku ingin istirahat sekarang”keluh Rafael sambil mendorong tubuh neneknya.
“Beraninya kau mengusir nenek”keluh Elizabeth tidak terima sudah diusir cucu kesayangannya itu
Elizabeth dan Rafael berjalan ke arah pintu keluar, sebelum Elizabeth menyadari tasnya sudah tertinggal.
“Tunggu..tasku!”ucap Elizabeth
Dan ketika Elizabeth berbalik badan, bertepatan dengan Jessica yang masuk ke dalam kamar tamu. Elizabeth dapat melihat dengan jelas sosok seorang wanita yang sedang berjalan mengendap menuju kamar tamu.
“Siapa kau? Berhenti disana!”teriak Elizabeth begitu melihat kelebatan Jessica yang hendak masuk kamar tamu.
Rafael menepuk dahinya sendiri dan terlihat sangat kecewa karena akhirnya malah ketahuan sudah menyembunyikan Jessica. Jessica sendiri langsung mematung begitu ketahuan.
“Aduh..ketahuan!”keluh Jessica
__ADS_1
Elizabeth berjalan menghampiri Jessica dan meminta Jessica berbalik badan.
“Siapa kau? Tunjukkan wajahmu!”perintah Elizabeth
Dengan perlahan Jessica membalik tubuhnya menghadap ke arah Elizabeth. Jessica memaksakan senyum di bibirnya.
“Selamat malam nyonya!”sapa Jessica ramah sambil tersenyum
Elizabeth tak langsung menjawab sapaan Jessica. Elizabeth sibuk mengamati Jessica dari atas kepala sampai ujung kaki. Membuat Jessica risih dengan tatapan nenek Rafael. Karena memang penampilannya kali ini tak bisa dibilang biasa. Mengenakan kemeja hitam kedodoran milik seorang lelaki lajang di malam hari, pasti membuat siapapun berpikir dia bukan wanita baik-baik.
“Siapa dia? Kenapa dia memakai kemeja Rafael? Aku harus tahu siapa dia”gumam Elizabeth dalam hati
Rafael yang kasihan melihat Jessica segera menghampiri dan berdiri di depan Jessica. Menutupi tubuh mungil Jessica yang hanya mengenakan kemeja hitam miliknya.
“Ini tak seperti yang nyonya besar pikirkan”ucap Rafael
“Diam kau! Aku tak ingin mendengar penjelasan apapun darimu”bentak Elizabeth pada Rafael
“Nona, kemarilah!”pinta Elizabeth pada Jessica
Elizabeth menarik tangan Jessica untuk duduk di kursi sofa. Elizabeth duduk berhadapan dengan Jessica. Sementara Rafael duduk di samping Jessica. Mereka kini seperti seorang terdakwa yang sedang dihakimi di pengadilan.
“Siapa namamu nona muda?”tanya Elizabeth dengan suara lembut
“Na-nama saya Jessica nyonya. Jessica Anastacia”jawab Jessica dengan perasaan yang diselimuti ketakutan.
__ADS_1