
Pintu lift terbuka. Keempatnya berjalan menuju apartemen Amanda. Jessica yang membukakan pintu. Saat akan melepas sepatunya, Jessica melihat ada sepasang sepatu wanita.
“Oh..kak Amanda ada tamu”gumam Jessica
Mereka berempat segera melepas sepatu mereka dan masuk ke dalam apartemen. Beberapa orang yang tengah duduk bercengkerama di ruang tamu segera menoleh ke arah pintu masuk begitu melihat ada tamu yang datang.
Jessica dan Rafael sama-sama membelalakkan matanya melihat seseorang yang sudah duduk bersama Amanda. Amanda yang melihat kehadiran orangtua Jessica segera berjalan menuju keduanya dan menjabat tangan keduanya.
“Om..tante..kapan datangnya? Kenapa ga bilang kalo mau datang?”tanya Amanda
Joanne yang melihat kedua orangtuanya segera menghamburkan tubuhnya ke arah keduanya.
“Papa mama kapan datang?”tanya Joanne dengan bersemangat.
“Kami memang ingin memberi kejutan pada kalian, makanya kami datang sekarang”ucap Hanna pada Amanda
“Kamu ga bikin masalah kan selama disini?”tanya Hanna pada putri kecilnya.
“Enggak lah mah. Tapi ga tau ya kalo kak Jeje”jawab Joanne dengan polosnya.
Jerry dan Hanna langsung menatap Jessica yang berdiri di depan Rafael. Amanda menarik Hanna dan Jerry supaya duduk.
“Om sama tante ayo masuk! Kita duduk dulu”ajak Amanda
Hanna dan Jerry menurut saja ditarik tangannya oleh Amanda dan Joanne. Sementara Jessica dan Rafael justru mematung di depan pintu.
“Kenapa kalian bengong di situ? Ayo cepat masuk!”ajak Amanda
Jessica tersenyum lalu menoleh pada Rafael.
“Kenapa nenekmu disini?”tanya Jessica
“Aku juga tak tahu. Sebaiknya kita duduk dulu”ajak Rafael sambil mendorong tubuh Jessica pelan.
Keduanya berjalan ke arah ruang tamu dengan takut-takut. Takut karena ternyata nenek Elizabeth sudah bersama mereka. Jantung Jessica berdegup sangat kencang karena tak bisa mengira-ngira apa yang akan terjadi. Terlebih ada kedua orangtuanya di situ.
“Bagaimana ini? Apa yang akan dikatakan nenek Eliz pada orangtuaku? Oh Tuhan..jangan sampai nenek Eliz bilang aku menginap di apartemen Rafael”pinta Jessica dalam hati
Jessica dan Rafael duduk di kursi sofa bersama dengan keluarga Jessica.
“Kenalkan ini nenek Elizabeth..nenek Rafael”ucap Amanda mengenalkan Elizabeth
__ADS_1
“Om tante, kenalkan ini Rafael. Salah satu model di agensi modellingku”ucap Amanda
Elizabeth berkenalan dengan Hanna dan Jerry.
“Jess..kamu sudah kenal nenek Eliz?”tanya Amanda pada Jessica
“I-iya kak..aku sudah kenal”jawab Jessica
“Benar sekali. Kami sudah kenal!”jawab Elizabeth sambil tersenyum pada Jessica
Jessica membalas senyuman Elizabeth.
“Nenek Eliz ada keperluan apa kemari?”tanya Jessica
“Aku kemari ingin mengundang Amanda pada perayaan ulangtahun Ramon”jawab Elizabeth.
“Kau juga akan datang kan Jessica?”tanya Elizabeth
Jessica menoleh pada Rafael.
“Bagaimana ini? Aku harus menjawab apa?”gumam Jessica dalam hati.
Jessica tampak berpikir sejenak.
“Aku akan mengajaknya nek”jawab Rafael
“Syukurlah. Aku senang mendengarnya. Aku ingin Ramon bisa berkenalan dengan calon adik iparnya”jawab Elizabeth
“Apaaa?”
Semua orang di ruangan itu terkejut mendengar ucapan Elizabeth.
“Calon adik ipar?”
Semua mata tertuju pada dua manusia yang duduk bersebelahan itu.
“Dug..dug..dug”
Jantung Jessica berdegup kencang seperti genderang perang yang bertalu. Kencang sekali detaknya.
“Matilah aku!”gerutu Jessica dalam hati.
__ADS_1
“Kenapa kalian semua kaget mendengar ini?”tanya Elizabeth
“Maaf nek. Tapi sepertinya ada kesalahpahaman di sini. Aku dan Rafael bukan..”
Jessica berusaha menjelaskan kesalahpahaman hubungan antara dirinya dan Jessica. Tiba-tiba, tanpa diduga Rafael justru merangkul bahu Jessica membuat Jessica semakin kaget.
“Om dan tante, maaf. Sebenarnya saya dan Jessica adalah sepasang kekasih”ucap Rafael
Joanne tampak melongo mendengar ucapan Rafael. Jerry tampak menunjukkan ketidaksukaannya. Sementara Hanna justru terlihat sangat senang. Begitu juga Elizabeth.
“Akhirnya yang aku kuatirkan terjadi”gumam Amanda dalam hati
Pengakuan Rafael membuat Jessica seakan sulit bernafas.
“Apa yang kau katakan? Tidak pa..maa. Ini hanya salah paham”kelit Jessica sambil menggoyangkan tangannya ke kanan dan ke kiri.
“Apa karena itu, kamu tidak pulang semalam?”tanya Amanda dengan ekspresi yang sulit diartikan.
“Apa itu benar kak? Kakak menginap bersama kak Rafael?”tanya Joanne
“Apa yang kau katakan Jo?”tanya Jerry dengan suara beratnya
“Iya pa, semalam kak Jessi ga pulang. Setelah pemotretan aku ga tau kak Jessi kemana. Aku juga ga bisa hubungi kakak”jawab Joanne dengan polosnya sambil menatap Jessica.
Tubuh Jessica terasa lemas tak bertenaga. Masalah datang silih berganti seakan tak berkesudahan.
“Semalam aku..aku..”Jessica terbata-bata menjawabnya.
“Apa yang harus aku katakan? Tak mungkin aku bilang aku menginap di apartemen Rafael”gumam Jessica dalam hati
“Semalam Jessica ..”Rafael hendak menjawab pertanyaan semua orang
“Kenapa kau tak mengatakan yang sebenarnya Raf?”tanya Elizabeth sambil menatap Jessica dan Rafael bergantian.
Degh..
“Mampus kau Jessica! Setelah ini kau pasti akan dicincang papa”gumam Jessica dalam hati
“Baiklah biar aku yang bicara”jawab Elizabeth
Suasana hening menyeruak di ruang tamu menunggu jawaban dari Elizabeth. Keringat dingin tampak mengalir dari samping pelipis Jessica dan Rafael.
__ADS_1