
“Apa kita akan seperti ini terus?”tanya Jessica sambil memainkan jari-jemarinya di dada bidang Rafael.
Keadaan mereka yang sangat dekat. Tanpa penghalang satu pun membuat Rafael menelan ludahnya dengan susah payah. Karena bersentuhan dengan kulit tubuh Jessica yang halus dan mulus membuat Rafael ingin kembali mengulangi percintaan mereka semalam.
“Jangan menggodaku!”pinta Rafael
“Kenapa?”goda Jessica sambil menatap manja pada Rafael
“Jika kau terus menggodaku, aku takkan bisa mengendalikan diriku lagi. Kau mengerti!”perintah Rafael
“Apa seperti ini?”tanya Jessica sambil mengusap pelan dada bidang Rafael
Merasa terangs**g karena sentuhan lembut Jessica, Rafael dengan gerakan cepat menindih tubuh mungil Jessica. Membuat wanita cantik itu kaget namun malu-malu dengan kelakuan suaminya.
“Aku bisa memakanmu seperti semalam jika itu maumu”bisik Rafael di telinga Jessica
Jessica salah tingkah. Karena percintaan panas mereka semalam berhasil membuat tubuhnya remuk redam. Tak bisa dibayangkan jika mereka mengulanginya pagi ini.
Jessica memukul pelan dada suaminya yang berada di atas tubuhnya. Rafael tersenyum melihat Jessica yang salah tingkah. Rafael tersenyum kemudian mengecup kening Jessica. Membuat keduanya saling bertatapan dan tersenyum satu sama lain.
“Kemarilah!”pinta Rafael sambil menarik tubuh Jessica.
Rafael kembali ke posisinya semula. Dengan Jessica yang bersandar di bahunya. Keduanya kembali berpelukan dengan erat seperti sebelumnya.
“Raf”
“Hem”
Jessica mengusap pelan dada Rafael.
“Benarkah hanya ada aku disini?”tanya Jessica
Keduanya saling bertatapan dengan sangat mesra.
“Kenapa? Apa kau tak percaya?”tanya Rafael
“Mana mungkin aku percaya begitu saja. Kau itu kan playboy”jawab Jessica sambil mengalihkan tatapan matanya dari tubuh kekar suaminya yang terpampang jelas di depan matanya
Rafael menarik sudut bibirnya.
“Jika kau tak percaya, lalu kenapa kau mau menyerahkan dirimu padaku?”goda Rafael
“Karena kau suamiku”kelit Jessica bohong
“Wah..aku memang lelaki playboy yang sangat beruntung. Mendapatkan seorang istri yang sangat berbakti”goda Rafael
“Makanya kau harus baik-baik padaku”pinta Jessica
“Apa kau meragukan kemampuanku dalam memperlakukanmu dengan baik? Bukankah semalam aku sudah membuktikannya?”goda Rafael
Jessica kembali memukul pelan dada bidang Rafael yang kembali menggodanya.
__ADS_1
“Aduh”
Rafael pura-pura mengaduh lalu meraih tangan Jessica yang sudah memukulnya. Rafael menggenggam tangan Jessica dan meletakkannya di dadanya.
“Apa kau selalu semanis ini pada wanita-wanita yang sudah menemanimu?”tanya Jessica
Jujur saja Jessica dibuat penasaran melihat kelakuan manis suaminya setelah mereka melewati malam panas berdua.
“Kenapa tiba-tiba kau tanyakan itu? Apa sekarang kau cemburu dengan masa laluku?”tanya Rafael sambil meraih dagu Jessica hingga dapat dilihatnya dengan jelas wajah cantik yang sedang cemburu itu.
Rafael mengecup singkat bibir lembut Jessica. Membuat gadis itu membelalakkan matanya karena mendapat serangan mendadak dari suaminya itu. Rafael mengusap dengan lembut wajah cantik Jessica.
“Lupakan semua yang sudah terjadi di masa lalu! Aku juga akan melupakan masa lalumu dengan mantan kekasihmu itu”sahut Rafael
Jessica memalingkan wajahnya sejenak. Karena bagaimanapun juga masa lalu Rafael dikelilingi begitu banyak wanita. Jessica khawatir jika Rafael masih menyimpan perasaan pada wanita di masa lalunya.
“Baiklah! Aku akan melupakan masa lalumu. Tapi dengan satu syarat!”ucap Jessica
“Apa itu?”tanya Rafael
“Aku mau kau terbuka dan jujur padaku. Dari sekian banyak wanita yang sudah bersamamu, siapa yang paling berkesan di antara mereka? Dan kenapa? Aku perlu tau agar aku bisa menata hatiku. Karena aku tidak mau mengulangi pengalaman pahit terjebak dalam hubungan dengan lelaki yang belum selesai dengan masa lalunya. Ceritakan padaku semuanya! Baru setelah itu aku mau melupakan masa lalumu”ucap Jessica panjang lebar
Rafael mengela nafasnya perlahan. Permintaan Jessica memang tidak salah. Keduanya menjadi suami istri tanpa mengenal masa lalu masing-masing.
“Baiklah! Aku setuju. Tapi kau juga harus menceritakan semua tentang masa lalumu. Termasuk dengan mantan kekasihmu itu. Bagaimana?”tanya Rafael
“Baiklah. Aku setuju!”sahut Jessica
“Tok..tok..tok”
Keduanya spontan menoleh ke arah pintu. Rafael yang akan membuka pintu. Dengan santainya Rafael menyibak selimut yang membungkus tubuh keduanya. Buru-buru Jessica membungkus tubuhnya kembali dengan selimut.
Rafael dengan santainya berdiri dari ranjang dan berjalan meraih jubah mandi yang ada di dekat kursi sofa. Jessica membelalakkan matanya melihat penampakan tubuh suaminya yang polos seperti bayi. Jessica buru-buru menutup wajahnya dengan selimut. Jessica belum terbiasa melihat suaminya dengan tubuh kekarnya yang tak terlindung sehelai kain.
Rafael menarik sudut bibirnya melihat sang istri yang sangat menggemaskan melihat penampakan dirinya. Rafael segera mengenakan jubah mandi dan berjalan ke arah pintu.
Begitu pintu dibuka, dilihatnya Oscar, pengawal pribadinya yang datang bersama seorang pelayan membawakan troli dorong berisi sarapan untuk dirinya dan Jessica.
“Saya bawakan sarapan Anda, tuan muda”ucap Oscar
“Tinggalkan saja disitu. Aku yang akan membawanya ke dalam”perintah Rafael
Begitu Oscar dan pelayan itu pergi, Rafael langsung mendorong troli dorong itu masuk ke dalam kamar dan membawanya ke samping ranjang. Selama Rafael berbicara dengan Oscar, Jessica sudah mengenakan lingerienya untuk menutupi tubuhnya.
Tak mungkin Jessica terus berada di ranjang dalam keadaan polos seperti itu.
“Kenapa kau pakai itu lagi?”tanya Rafael begitu melihat Jessica sudah berpakaian
“Aku kan mau sarapan”jawab Jessica
Rafael duduk di samping Jessica lalu membisikkan sesuatu di telinga Jessica.
__ADS_1
“Padahal aku lebih suka kau polos seperti tadi”goda Rafael
Jessica membelalakkan matanya mendengar godaan Rafael yang berhasil membuat dirinya malu. Jessica langsung memukul lengan kekar Rafael karena berhasil menggodanya.
“Aduh”
“Kenapa? Apa kau malu?”tanya Rafael sambil tersenyum nakal
“Aku lapar! Aku mau sarapan”kelit Jessica mengalihkan pembicaraan
Jessica mendekati troli dorong berisi sarapan untuk dirinya dan suaminya.
Akhirnya keduanya sarapan di balkon sambil menikmati pemandangan indah air laut dangkal di depan kamar mereka.
Sesekali Rafael menyuapkan makanan ke dalam mulut Jessica.
“Makanlah yang banyak! Kau perlu banyak tenaga supaya lebih kuat!”ucap Rafael
“Memang kita mau kemana?”tanya Jessica sambil menyantap makanannya.
“Apa kau lupa? Kita akan meneruskan yang semalam”goda Rafael dengan seringai nakalnya
“Uhuk..uhuk”
Jessica yang sedang memakan sarapannya sampai tersedak mendengar godaan suami nakalnya itu.
Rafael segera menyodorkan minuman pada Jessica. Jessica pun segera meminum minuman yang diberikan Rafael.
“Kenapa kau selalu menggodaku?”keluh Jessica setelah menenangkan diri
“Aku tidak menggodamu”jawab Rafael dengan tegas
“Gawat! Sepertinya dia serius dengan ucapannya. Bagaimana ini? Tubuhku masih kelelahan setelah semalaman kami melakukannya. Dan sekarang dia mau melakukannya lagi?”gumam Jessica dalam hati
“Selama di sini kita belum jalan-jalan. Bagaimana kalo hari ini kita jalan-jalan? Aku juga ingin membeli oleh-oleh untuk keluarga kita”kelit Jessica mencoba mengalihkan pembicaraan
Rafael menarik kursi Jessica hingga wanita cantik itu duduk sangat dekat dengan suaminya itu.
“Selesaikan makanmu! Tak usah mencari-cari alasan. Kau mengerti?”perintah Rafael dengan wajah seriusnya
Jessica terpaksa menghabiskan sarapannya ketimbang membuat suami nakalnya itu murka.
Setelah memakan semua sarapannya, Jessica yang akan membersihkan sisa makanan di bibirnya dengan napkin, dibuat terkejut kala suaminya itu menahan tangannya yang akan mengambil napkin. Jessica membelalakkan matanya ketika merasakan bibir lembut suaminya kini sudah menempel di bibirnya dan menjilat sisa makanan yang tertinggal di bibirnya.
Jessica berusaha mendorong tubuh Rafael namun yang terjadi justru Rafael menggendong tubuh Jessica ala bridal style masuk ke dalam kamar.
“Raf, turunkan aku! Kau mau apa?”tanya Jessica takut-takut
Bukannya menjawab pertanyaan Jessica, Rafael justru membawa istrinya ke atas ranjang dan sekali lagi melanjutkan percintaan mereka semalam. Sungguh bersama Jessica membuat Rafael tak bisa menahan hasratnya yang selalu naik. Apalagi melihat lekuk tubuh istrinya yang sangat menggoda dari balik lingerie satin yang dikenakannya.
Rafael mengusap wajah Jessica dengan lembut sambil tersenyum. Detik berikutnya Rafael sudah berhasil menguasai permainan. Jessica hanya pasrah menerima setiap sentuhan dan belaian yang diberikan suaminya. Karena Jessica pun menginginkannya. Keduanya kembali merajut indahnya surga dunia bersama-sama.
__ADS_1